Dari Kampus, Menjadi Dampak - Aswin, Alumni Teknik Pertambangan UMI: Dari Riset Nikel hingga Jadi Group Leader Engineering Bara Indah Sinergi Group
Berbekal pengalaman riset, survei pertambangan, dan perencanaan tambang, Aswin, S.T., kini dipercaya memimpin tim engineering di industri pertambangan.
MAKASSAR, umi.ac.id — Dari mempelajari pertambangan nikel di bangku kuliah hingga memimpin tim engineering di perusahaan tambang, perjalanan Aswin, S.T., memperlihatkan kiprah alumni Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dalam industri pertambangan. Alumni Program Studi Teknik Pertambangan FTI UMI ini kini menjabat Group Leader (GL) Engineering di Bara Indah Sinergi Group.
Dalam posisi tersebut, Aswin memiliki tanggung jawab mengoordinasikan pekerjaan tim engineering, mendukung perencanaan dan pengendalian operasional tambang, serta memastikan pelaksanaan pekerjaan mengacu pada target dan standar keselamatan perusahaan. Jabatan ini merupakan kelanjutan perjalanan profesionalnya yang dibangun melalui kegiatan akademik, riset pertambangan nikel, praktik lapangan, dan pengalaman kerja dalam bidang survei serta perencanaan tambang.
Berawal dari Riset Pertambangan Nikel di FTI UMI
Ketertarikan Aswin pada industri pertambangan telah berkembang sejak menempuh pendidikan di Program Studi Teknik Pertambangan FTI UMI. Selama masa kuliah, ia memberikan perhatian khusus pada pertambangan nikel, salah satu bidang yang membutuhkan pemahaman mengenai kondisi endapan, karakteristik material, metode penambangan, dan perencanaan teknis. Minat tersebut dikembangkan melalui kegiatan akademik dan riset, kemudian diperkuat dengan pengalaman praktik lapangan.
Aswin juga mengikuti kegiatan magang di sejumlah perusahaan pertambangan dan instansi pemerintah. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan mengenal lingkungan kerja industri, memahami proses kegiatan pertambangan, serta melihat hubungan antara teori yang dipelajari di kampus dan penerapannya di lapangan. Bagi mahasiswa teknik pertambangan, pengalaman lapangan menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan memahami kondisi operasional yang tidak selalu dapat dipelajari melalui perkuliahan.
Membangun Pengalaman dalam Survey, Engineering, dan Mine Planning
Setelah menempuh pendidikan di UMI, Aswin mengembangkan karier profesional dalam bidang pertambangan. Pengalamannya mencakup pekerjaan survey, engineering, dan mine planning. Ketiga bidang tersebut memiliki keterkaitan dalam mendukung kegiatan operasional pertambangan.
Survei menyediakan informasi pengukuran dan kondisi lapangan yang diperlukan dalam pekerjaan teknis. Sementara engineering berhubungan dengan pengembangan serta penerapan solusi teknis untuk mendukung kegiatan operasional. Adapun mine planning atau perencanaan tambang berperan dalam menyusun tahapan kegiatan penambangan berdasarkan kondisi teknis, sumber daya, kebutuhan operasional, dan ketentuan yang berlaku.
Melalui pengalaman pada bidang-bidang tersebut, Aswin mengembangkan pemahaman mengenai hubungan antara data lapangan, perencanaan teknis, dan pelaksanaan pekerjaan tambang. Pengalaman inilah yang menjadi bagian dari perjalanan kariernya menuju posisi kepemimpinan tim engineering.
Dipercaya Menjadi Group Leader Engineering Bara Indah Sinergi Group
Perjalanan profesional Aswin kemudian membawanya pada jabatan Group Leader Engineering di Bara Indah Sinergi Group. Sebagai Group Leader, tanggung jawabnya tidak lagi terbatas pada pelaksanaan pekerjaan teknis secara individual. Ia juga menjalankan fungsi koordinasi tim, mendukung penyusunan dan pelaksanaan rencana kerja, serta membantu pengendalian kegiatan engineering sesuai tanggung jawab yang diberikan perusahaan.
Posisi tersebut membutuhkan kemampuan membaca persoalan teknis sekaligus mengoordinasikan pekerjaan bersama anggota tim dan bagian operasional lainnya. Dalam kegiatan pertambangan, kesesuaian antara perencanaan dan kondisi lapangan menjadi bagian penting untuk mendukung efisiensi, keselamatan, serta pengendalian operasional. Karena itu, pekerjaan engineering membutuhkan ketelitian dalam pengolahan data, komunikasi lintas bagian, dan evaluasi pelaksanaan kegiatan.
Pengalaman Aswin dalam survei dan mine planning menjadi bekal yang relevan untuk menjalankan tanggung jawab tersebut. Dari mahasiswa yang menekuni riset pertambangan nikel hingga menjadi Group Leader Engineering, perjalanan Aswin memperlihatkan perkembangan kompetensi dari pekerjaan teknis menuju koordinasi dan kepemimpinan tim.
Alumni Teknik Pertambangan UMI di Industri
Kiprah Aswin menjadi salah satu gambaran perjalanan alumni Teknik Pertambangan FTI UMI dalam dunia industri. Pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan dikembangkan melalui riset, magang, praktik lapangan, dan pengalaman profesional. Perjalanan tersebut juga memperlihatkan pentingnya hubungan antara pembelajaran di perguruan tinggi dan kebutuhan kompetensi di dunia kerja.
Bagi mahasiswa Teknik Pertambangan UMI, pengalaman Aswin memberikan gambaran bahwa penguasaan ilmu teknik perlu disertai kemampuan mengolah data, memahami kondisi lapangan, bekerja dalam tim, dan menjalankan tanggung jawab profesional. Kemampuan tersebut semakin penting ketika seorang tenaga teknik memperoleh amanah untuk mengoordinasikan pekerjaan dan memimpin tim.
Dalam konteks pengembangan pendidikan, pengalaman alumni seperti Aswin dapat menjadi salah satu masukan untuk memperkuat relevansi pembelajaran, praktik lapangan, dan kerja sama dengan industri. Hal ini sejalan dengan komitmen UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, yang mengembangkan kompetensi profesional dengan tetap menempatkan integritas, keselamatan, dan tanggung jawab sebagai bagian dari karakter lulusan.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Aswin, S.T., memulai perjalanan keilmuannya melalui Program Studi Teknik Pertambangan FTI UMI dengan perhatian pada bidang pertambangan nikel. Ia kemudian mengembangkan pengalaman dalam pekerjaan survei, engineering, dan mine planning hingga dipercaya menjabat Group Leader Engineering di Bara Indah Sinergi Group. Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan teknik, riset, dan pengalaman lapangan dapat menjadi fondasi untuk mengembangkan karier serta tanggung jawab kepemimpinan di industri.
DARI TEKNIK PERTAMBANGAN UMI, MENUJU KEPEMIMPINAN ENGINEERING DAN PERENCANAAN OPERASIONAL TAMBANG. DARI KAMPUS, MENJADI DAMPAK.
(Bersambung)























































































































