Alumni Profesional Tuesday, 15 September 2026

Dari Kampus, Menjadi Dampak - Dr. Eng. Ir. Muhdar Tasrief: Dari Program Profesi Insinyur UMI, Mengawal Standar dan Keselamatan Maritim Indonesia

Anisa Safitri 42 dilihat 3 menit baca
Dari Kampus, Menjadi Dampak - Dr. Eng. Ir. Muhdar Tasrief: Dari Program Profesi Insinyur UMI, Mengawal Standar dan Keselamatan Maritim Indonesia

Berangkat dari Teknik Perkapalan dan riset hidrodinamika kapal, Dr. Eng. Ir. Muhdar Tasrief, S.T., M.Eng. membangun perjalanan profesional dari desain dan optimasi kapal menuju klasifikasi, standardisasi, keselamatan, regulasi, hingga pengembangan sumber daya manusia maritim. Alumni Program Profesi Insinyur Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia ini menunjukkan bahwa dampak seorang insinyur tidak berhenti ketika kapal berhasil dirancang, tetapi berlanjut ketika standar membuat ribuan kapal dan manusia yang mengoperasikannya menjadi lebih aman.

MAKASSAR, umi.ac.id — Kapal yang terlihat kokoh belum tentu aman. Mesinnya dapat bekerja. Lambungnya dapat mengapung. Kapal dapat bergerak meninggalkan pelabuhan. Tetapi sebelum dinyatakan layak beroperasi, ada banyak pertanyaan yang harus dijawab.

Apakah konstruksinya memenuhi persyaratan? Apakah materialnya sesuai? Apakah mesinnya aman? Apakah sistem kelistrikannya memenuhi ketentuan? Bagaimana kapal merespons gelombang? Bagaimana risiko kecelakaan dikendalikan? Dan apakah orang-orang yang memeriksa serta mengoperasikannya memiliki kompetensi yang memadai?

Di ruang antara "kapal dapat berlayar" dan "kapal layak serta aman untuk berlayar" itulah sebagian besar perjalanan profesional Dr. Eng. Ir. Muhdar Tasrief, S.T., M.Eng. dibangun. Ia memulai dari ilmu Teknik Perkapalan, mendalami hidrodinamika dan optimasi performa kapal, masuk ke dunia klasifikasi, mengembangkan aturan dan standar, terlibat dalam kajian keselamatan serta kebijakan pemerintah, kemudian bergerak menuju pengembangan kompetensi manusia melalui BKI Academy. Di tengah perjalanan tersebut, pada 2025 ia juga memperkuat profesi keinsinyurannya melalui Program Profesi Insinyur Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI UMI).

Berawal dari Teknik Perkapalan

Muhdar menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Perkapalan di Universitas Hasanuddin pada 2006. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Jepang. Di Osaka University, Muhdar mendalami Naval Architecture and Ocean Engineering pada jenjang magister dan doktor. Risetnya masuk ke salah satu persoalan mendasar dalam desain kapal: bagaimana membuat kapal tetap memiliki performa yang baik ketika berhadapan dengan gelombang.

Pada jenjang doktor, ia mengembangkan metode optimasi terintegrasi untuk memperbaiki geometri kapal sehingga menghasilkan performa yang lebih baik di gelombang. Di sini, bentuk kapal bukan sekadar persoalan estetika. Sedikit perubahan geometri dapat memengaruhi tahanan, gerakan kapal, konsumsi energi, kenyamanan, hingga keselamatan.

Riset tersebut membentuk fondasi penting perjalanan profesional Muhdar: kapal yang baik bukan hanya kapal yang dapat bergerak cepat, tetapi kapal yang mampu bekerja dengan baik pada lingkungan tempat ia benar-benar beroperasi.

Dari Ruang Riset menuju BKI

Perjalanan Muhdar bersama PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) dimulai pada 2006. Di sinilah teori bertemu kapal yang sesungguhnya. Ia menjalani berbagai fungsi teknis: konsultasi rekayasa, plan approval, analisis teknis, pengembangan peraturan klasifikasi, persetujuan desain, material dan komponen, permesinan, kelistrikan, hingga pengembangan kompetensi.

Pengalaman tersebut memperluas perspektifnya. Sebab sebuah kapal tidak dapat dinilai hanya dari satu aspek. Desain lambung mungkin baik, tetapi mesinnya harus memenuhi ketentuan. Sistem kelistrikan harus aman. Material harus sesuai. Konstruksi harus benar. Peralatan keselamatan harus bekerja. Dan seluruhnya harus dapat dipertanggungjawabkan. Di sinilah klasifikasi memperoleh makna.

Mengapa Kapal Membutuhkan Standar?

Di laut, kesalahan teknik memiliki konsekuensi besar. Kerusakan mesin di darat mungkin menghentikan produksi. Kerusakan mesin di tengah laut dapat mengancam manusia. Kegagalan struktur dapat berakibat fatal. Kesalahan sistem kelistrikan dapat memicu kebakaran. Kegagalan peralatan keselamatan dapat memperbesar korban ketika keadaan darurat terjadi. Karena itu, industri maritim membutuhkan standar. Standar menjawab pertanyaan mendasar: seberapa aman itu cukup aman?

Klasifikasi membantu memastikan kapal dirancang, dibangun, diperiksa, dan dipelihara berdasarkan persyaratan teknis yang dapat dipertanggungjawabkan. Di titik inilah pekerjaan seorang insinyur berubah. Bukan hanya membuat satu kapal bekerja, tetapi ikut membangun aturan agar banyak kapal dapat bekerja dengan lebih aman.

Dari Satu Kapal menuju Ribuan Kapal

Inilah salah satu perubahan skala dampak dalam perjalanan Muhdar. Seorang perancang dapat memperbaiki satu desain kapal. Seorang surveyor dapat memeriksa satu kapal. Namun ketika seorang insinyur ikut membangun standar, dampaknya dapat digunakan berulang kali — untuk kapal berikutnya, galangan berikutnya, surveyor berikutnya, operator berikutnya, dan generasi insinyur berikutnya. Karena itu: desain menyelesaikan persoalan pada sebuah kapal. Standar membantu mencegah persoalan yang sama terjadi pada banyak kapal. Di sinilah ilmu berubah menjadi sistem keselamatan.

Mengembangkan Aturan Klasifikasi

Muhdar kemudian dipercaya memegang berbagai tanggung jawab dalam pengembangan rules BKI. Ia terlibat dalam upaya harmonisasi peraturan BKI dengan perkembangan regulasi dan praktik klasifikasi internasional. Pekerjaan tersebut tidak sederhana. Indonesia memiliki karakter perairan sendiri dan jenis kapal yang beragam — kapal laut, kapal perikanan, kapal sungai, kapal danau, kapal patroli, hingga berbagai sarana transportasi dengan karakter operasi berbeda. Karena itu, standar internasional perlu dipahami, sementara kebutuhan nasional juga harus dijawab. Standar yang baik bukan sekadar aturan yang ketat. Standar yang baik adalah aturan yang mampu diterapkan dan benar-benar meningkatkan keselamatan.

Keselamatan Kapal Perikanan

Salah satu ruang kontribusi Muhdar adalah pengembangan standar kapal perikanan. Kapal perikanan memiliki karakter yang berbeda dari kapal niaga besar — ukuran, daerah operasi, muatan, peralatan, kemampuan galangan, hingga karakter awak kapalnya dapat berbeda. Namun satu hal tidak boleh berbeda: keselamatan manusia tetap menjadi prioritas.

Muhdar terlibat dalam tim pengembangan standar kapal perikanan untuk perairan Indonesia serta memberikan masukan dalam penyusunan regulasi terkait konstruksi, permesinan dan kelistrikan kapal perikanan. Pada titik ini, pengetahuan teknik mulai bergerak dari perusahaan menuju kepentingan publik.

Kapal Sungai dan Danau Juga Membutuhkan Keselamatan

Indonesia tidak hanya memiliki laut. Ada sungai, danau, waduk, dan berbagai perairan daratan yang digunakan sebagai jalur transportasi. Karakter risikonya berbeda. Karena itu, standar keselamatannya juga membutuhkan pendekatan yang sesuai. Muhdar terlibat dalam penyusunan peraturan kapal sungai dan danau menggunakan pendekatan Formal Safety Assessment (FSA) bersama pemangku kepentingan pemerintah. FSA pada dasarnya membawa satu cara berpikir sederhana tetapi penting: jangan menunggu kecelakaan untuk mengetahui bahwa sebuah risiko sebenarnya sudah ada. Risiko harus diidentifikasi, dianalisis, dinilai, kemudian dikendalikan. Inilah perubahan dari keselamatan yang reaktif menuju keselamatan yang lebih preventif.

Dari Standar menuju Kebijakan

Perjalanan Muhdar kemudian bergerak semakin dekat dengan ruang kebijakan. Ia terlibat sebagai narasumber dan tenaga ahli dalam berbagai proses yang berkaitan dengan keselamatan serta industri maritim — mulai dari sertifikasi kelaikan fasilitas galangan kapal militer, keselamatan dan kesehatan kerja industri galangan, standar konstruksi, permesinan dan kelistrikan kapal perikanan, hingga kajian teknologi transportasi untuk karakter kepulauan Indonesia. Pada fase ini, seorang insinyur tidak lagi hanya menjawab: "Apakah teknologi ini dapat bekerja?" Pertanyaannya berkembang: "Apakah teknologi ini aman, sesuai kebutuhan Indonesia, dapat diatur, dapat diterapkan, dan memberi manfaat?" Di sinilah keahlian teknis memasuki ruang kebijakan.

Ketika Keputusan Harus Berbasis Risiko

Dalam dunia teknik, keputusan tidak boleh hanya bergantung pada intuisi. Risiko harus dihitung. Probabilitas harus dipahami. Konsekuensi harus dianalisis. Pilihan mitigasi harus dibandingkan. Prinsip tersebut muncul dalam berbagai pekerjaan Muhdar — kajian risiko, keselamatan kapal, kelaikan fasilitas, korosi, permesinan, kelistrikan, hingga infrastruktur. Sebab keselamatan bukan keadaan tanpa risiko. Keselamatan adalah kemampuan mengenali risiko sebelum risiko berubah menjadi kecelakaan.

Dari Kapal menuju Infrastruktur Strategis

Keahlian Muhdar juga membawanya ke persoalan yang lebih luas dari kapal. Ia pernah terlibat dalam kajian risiko kabel bawah laut, analisis korosi kapal patroli, pengembangan fasilitas industri, hingga berbagai kajian teknis yang berada pada persimpangan antara teknologi, infrastruktur dan kepentingan nasional. Pengalaman tersebut memperlihatkan satu hal: keahlian perkapalan sebenarnya tidak berdiri sendiri. Ia berhubungan dengan energi, pertahanan, transportasi, logistik, industri galangan, material, kelistrikan, investasi, dan keselamatan. Karena itu, semakin lama seorang insinyur bekerja, semakin terlihat bahwa persoalan teknik jarang memiliki batas disiplin yang tegas.

Memperkuat Profesi Insinyur di UMI

Pada 2025, setelah hampir dua dekade berada di dunia klasifikasi dan industri maritim, Muhdar kembali memasuki ruang pendidikan melalui Program Profesi Insinyur FTI UMI. Ia datang bukan sebagai profesional yang baru mengenal dunia kerja. Ia telah memiliki pendidikan doktoral, pengalaman internasional, pengalaman panjang di BKI, riset, standardisasi, regulasi, dan pengembangan keselamatan maritim. Namun profesi insinyur membawa dimensi yang lebih luas daripada pengetahuan akademik. Ada etika, tanggung jawab, keselamatan publik, keberlanjutan, akuntabilitas, dan kewajiban memastikan keputusan teknik memberikan manfaat. Karena itu, perjalanan ini kembali mengingatkan: gelar akademik menunjukkan apa yang telah dipelajari. Profesi mengingatkan untuk siapa ilmu itu dipertanggungjawabkan.

Dari Standar menuju Manusia

Setelah bertahun-tahun berhadapan dengan kapal, aturan dan teknologi, perjalanan Muhdar berkembang menuju satu unsur yang justru paling menentukan: manusia. Ia aktif menjadi pengajar di BKI Academy. Materi yang dibawakannya berkaitan dengan berbagai kompetensi teknis dan keselamatan maritim, termasuk pendidikan surveyor serta bidang-bidang yang berhubungan dengan operasi dan pengawasan kapal. Perubahan ini penting. Sebab standar sebaik apa pun tidak akan bekerja tanpa manusia yang memahami dan menjalankannya. Aturan dapat ditulis. Prosedur dapat dibuat. Teknologi dapat dipasang. Tetapi pada akhirnya ada manusia yang harus mengambil keputusan. Keselamatan tidak hanya dibangun melalui aturan. Keselamatan dibangun melalui manusia yang memahami mengapa aturan itu harus dijalankan.

Membangun SDM Maritim melalui BKI Academy

Peran Muhdar di BKI Academy memperbesar skala dampaknya. Pengalaman puluhan tahun tidak lagi berhenti pada dirinya. Ia ditransfer, diajarkan, didiskusikan, dan digunakan untuk membentuk kompetensi profesional berikutnya — surveyor, engineer, personel keselamatan, pengawas pembangunan kapal, dan berbagai tenaga profesional maritim.

Di sinilah pendidikan menghasilkan efek pengganda. Seorang insinyur dapat menyelesaikan banyak persoalan. Tetapi seorang insinyur yang membagikan pengetahuannya dapat membantu melahirkan banyak profesional yang kemudian menyelesaikan jauh lebih banyak persoalan. Pengetahuan mencapai dampak terbesarnya ketika tidak berhenti pada orang yang memilikinya.

Dari Standar Nasional menuju Forum Internasional

Muhdar juga terlibat dalam kegiatan standardisasi yang melampaui lingkungan perusahaan. Ia tercatat berkontribusi dalam forum standardisasi kapal nasional dan internasional. Jejak keterlibatannya dalam forum ISO bidang ship and marine technology menunjukkan bagaimana kompetensi insinyur Indonesia dapat masuk ke ruang diskusi standar internasional.

Hal ini penting. Indonesia merupakan negara kepulauan besar. Kepentingan maritimnya juga besar. Karena itu, Indonesia tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi dan standar. Indonesia perlu memiliki insinyur yang memahami standar, berpartisipasi dalam pembahasannya, dan pada waktunya ikut membangun standar. Negara maritim tidak cukup memiliki banyak kapal. Negara maritim membutuhkan pengetahuan untuk menentukan bagaimana kapal-kapal itu dibangun dan dijaga keselamatannya.

Riset Tidak Berhenti setelah Doktor

Pendidikan doktoral Muhdar selesai pada 2014. Tetapi aktivitas keilmuannya tidak berhenti. Ia terus terlibat dalam penelitian dan publikasi terkait teknologi maritim, sertifikasi material dan komponen kapal, permesinan, efisiensi energi, biodiesel, optimasi kapal, keselamatan, hingga energi terbarukan pada sistem maritim.

Jejak publikasinya memperlihatkan hubungan antara akademik dan industri. Masalah yang ditemukan di lapangan menjadi bahan penelitian. Hasil penelitian kembali memberi perspektif untuk industri. Ketika riset dan praktik saling berbicara, ilmu tidak berhenti menjadi publikasi — ia memiliki peluang menjadi perbaikan.

Babak Baru: Kemandirian Industri Maritim

Pada 2026, perjalanan akademik Muhdar kembali berkembang. Ia menyelesaikan kajian pada Program Studi Pembangunan ITB mengenai potensi pembangunan industri mesin kapal sebagai komponen strategis maritim Indonesia. Pertanyaan yang diangkat semakin besar. Indonesia memiliki banyak kapal. Tetapi seberapa banyak komponen strategis kapal mampu diproduksi sendiri? Berapa besar ketergantungan terhadap impor? Bagaimana industri mesin kapal nasional dapat tumbuh? Bagaimana permintaan domestik dapat dikonsolidasikan? Bagaimana kebijakan industri dapat membangun skala ekonomi?

Pertanyaan ini membawa perjalanan Muhdar ke tingkat berikutnya: dari keselamatan kapal menuju kemandirian industri maritim. Karena negara maritim tidak cukup hanya mampu mengoperasikan kapal. Dalam jangka panjang, ia juga perlu memperkuat kemampuan untuk membangun teknologi maritimnya sendiri.

Dari Kapal menuju Ekosistem Maritim

Jika seluruh perjalanan Muhdar ditarik menjadi satu garis, skala dampaknya terus berkembang. Awalnya ia mempelajari kapal, kemudian mengoptimalkan desain kapal, masuk ke klasifikasi kapal, mengembangkan standar, mengkaji risiko dan keselamatan, memberikan masukan bagi regulasi, mendidik SDM maritim, dan kini ikut memikirkan kemandirian industri maritim Indonesia. Dari satu objek menuju sebuah ekosistem. Inilah transformasi pentingnya. Semakin jauh perjalanan seorang insinyur, semakin besar pertanyaannya: bukan hanya bagaimana sebuah kapal bekerja, tetapi bagaimana seluruh ekosistem maritim dapat bekerja lebih aman, lebih kompeten, dan semakin mandiri.

Dari Merancang Kinerja menuju Menjaga Keselamatan

Ada satu mekanisme dampak yang membuat perjalanan Muhdar berbeda dalam serial DARI KAMPUS, MENJADI DAMPAK. Ia memulai dari optimasi performa. Tetapi akhirnya bekerja pada sesuatu yang lebih mendasar: kepercayaan. Ketika sebuah kapal memperoleh klasifikasi, ada kepercayaan bahwa persyaratan tertentu telah dipenuhi. Ketika standar digunakan, ada kepercayaan bahwa proses memiliki acuan. Ketika surveyor bekerja, ada kepercayaan bahwa pemeriksaan dilakukan dengan kompeten. Ketika SDM dilatih, ada harapan bahwa keputusan di lapangan akan menjadi lebih baik.

Karena itu: standar adalah cara keinsinyuran mengubah pengetahuan menjadi perlindungan.

Dari Kampus, Menjadi Dampak

Dr. Eng. Ir. Muhdar Tasrief, S.T., M.Eng. memulai perjalanan dari Teknik Perkapalan. Dari sana ia mendalami hidrodinamika dan optimasi kapal, masuk ke Biro Klasifikasi Indonesia, mengembangkan aturan, mengkaji risiko, terlibat dalam standardisasi, memberikan masukan bagi kebijakan, mengajar profesional maritim, memperkuat profesi keinsinyurannya melalui Program Profesi Insinyur FTI UMI, dan terus mengembangkan pemikirannya menuju kemandirian industri maritim Indonesia. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa dampak seorang insinyur dapat terus bertambah luas.

Dari kapal menuju standar. Dari standar menuju keselamatan. Dari keselamatan menuju kebijakan. Dari kebijakan menuju manusia. Dan dari manusia menuju masa depan maritim Indonesia.

Sebab kapal yang hebat tidak cukup hanya mampu melaju cepat. Ia harus aman. Harus memenuhi standar. Harus diawaki manusia yang kompeten. Dan semakin baik apabila teknologi yang menopangnya suatu hari semakin mampu dibangun oleh bangsa sendiri. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama
PT Nas Media Indonesia
Universitas Andi Djemma
STISIP Veteran Palopo
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Erzurum Technical University
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Universitas Muhammadiyah Parepare
Universitas Hasanuddin
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Sanjivani University
Universitas Ibnu Sina
Universitas Mega Buana
Universiti Malaya
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
University Of Michigan - Ann Arbo
Bank Syariah Nasional
Junior Chamber International Indonesia
Bank Panin Dubai Syariah
Institut Leimena
Universiti Sains Islam Malaysia
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Universitas Islam Al-Azhar
Alliance Française de Makassar
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Detik.com
Politeknik Keuangan Negara STAN
Bank Sulselbar Syariah
Universitas Alkhairaat Palu
Universitas Balikpapan
Politeknik Sorowako
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Griffith University
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Pemerintah Kota Makassar
Universiti Kebangsaan Malaysia
Kementerian Hukum RI
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
PT Kogas Driyap Konsultan
Politeknik Cendana
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Universitas Islam Riau
Perbanas Institute
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Istanbul Sabahattin Zaim University
Marinduque State University
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
PT Zahir Internasional
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Pemerintah Kabupaten Fakfak
Bank Muamalat
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
PT Nas Media Indonesia
Universitas Andi Djemma
STISIP Veteran Palopo
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Erzurum Technical University
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Universitas Muhammadiyah Parepare
Universitas Hasanuddin
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Sanjivani University
Universitas Ibnu Sina
Universitas Mega Buana
Universiti Malaya
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
University Of Michigan - Ann Arbo
Bank Syariah Nasional
Junior Chamber International Indonesia
Bank Panin Dubai Syariah
Institut Leimena
Universiti Sains Islam Malaysia
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Universitas Islam Al-Azhar
Alliance Française de Makassar
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Detik.com
Politeknik Keuangan Negara STAN
Bank Sulselbar Syariah
Universitas Alkhairaat Palu
Universitas Balikpapan
Politeknik Sorowako
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Griffith University
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Pemerintah Kota Makassar
Universiti Kebangsaan Malaysia
Kementerian Hukum RI
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
PT Kogas Driyap Konsultan
Politeknik Cendana
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Universitas Islam Riau
Perbanas Institute
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Istanbul Sabahattin Zaim University
Marinduque State University
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
PT Zahir Internasional
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Pemerintah Kabupaten Fakfak
Bank Muamalat
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Universitas Islam Bandung
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Tribun Timur
Hiroshima University
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Binaskil Academy Malaysia
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
PT Putra Mekongga Sejahtera
Ruijie Networks Co., Ltd.
AMDA International
Pemerintah Kota Ternate
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Rakyat Sulsel
Online Scholarship Competition (OSC)
Bank Rakyat Indonesia
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Universitas Muhammadiyah Palopo
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Politeknik Palopo
Bank Mandiri
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
PT Indosat Tbk
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Universitas Cokroaminoto Palopo
Bank Syariah Indonesia
Universitas Islam Sumatera Utara
Universiti Malaysia Terengganu
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
PT Marlip Indo Mandiri
Bank Sulselbar
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Kurnia Jaya Persada
Bank CIMB Niaga Syariah
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
ITBM Malaysia
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Lamappapoleonro
Politeknik Dewantara
Institut Teknologi Bandung
Pemerintah Kabupaten Gowa
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Bank Mega Syariah
Bank Negara Indonesia
PT Jasa Raharja
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Pemerintah Kabupaten Bombana
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
National University of Singapore
Universitas Islam Bandung
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Tribun Timur
Hiroshima University
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Binaskil Academy Malaysia
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
PT Putra Mekongga Sejahtera
Ruijie Networks Co., Ltd.
AMDA International
Pemerintah Kota Ternate
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Rakyat Sulsel
Online Scholarship Competition (OSC)
Bank Rakyat Indonesia
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Universitas Muhammadiyah Palopo
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Politeknik Palopo
Bank Mandiri
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
PT Indosat Tbk
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Universitas Cokroaminoto Palopo
Bank Syariah Indonesia
Universitas Islam Sumatera Utara
Universiti Malaysia Terengganu
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
PT Marlip Indo Mandiri
Bank Sulselbar
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Kurnia Jaya Persada
Bank CIMB Niaga Syariah
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
ITBM Malaysia
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Lamappapoleonro
Politeknik Dewantara
Institut Teknologi Bandung
Pemerintah Kabupaten Gowa
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Bank Mega Syariah
Bank Negara Indonesia
PT Jasa Raharja
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Pemerintah Kabupaten Bombana
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
National University of Singapore