Dari Kampus, Menjadi Dampak - Dr. Ir. Hartanto, M.H., M.Mar.E.: Alumni Program Profesi Insinyur UMI, dari Dunia Kemaritiman hingga Menjadi Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI
MAKASSAR, umi.ac.id – Perjalanan seorang alumni perguruan tinggi tidak selalu berhenti pada satu bidang pekerjaan. Ada yang berkembang melalui dunia akademik. Ada yang membangun karier di industri. Ada pula yang menapaki perjalanan panjang di pemerintahan hingga dipercaya menangani isu-isu strategis pada tingkat nasional. Perjalanan tersebut tergambar dalam sosok Dr. Ir. Hartanto, M.H., M.Mar.E. Alumni Program Profesi Insinyur Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di bidang transportasi, kemaritiman dan tata kelola pemerintahan.
Perjalanan panjang itu membawanya menduduki berbagai posisi strategis di lingkungan Kementerian Perhubungan. Kini, pengalaman tersebut berlanjut dalam peran baru sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Republik Indonesia.
Dari Dunia Pendidikan Maritim
Hartanto memulai perjalanan profesionalnya dari bidang transportasi dan kemaritiman. Latar belakang pendidikan teknis menjadi salah satu fondasi dalam perjalanan kariernya. Dalam perjalanan berikutnya, ia memperluas kompetensi melalui pendidikan di bidang hukum. Ia menyelesaikan pendidikan S1 PLAP Teknika pada 2000, kemudian melanjutkan Magister Hukum di Universitas Islam Sultan Agung pada 2011 dan pendidikan doktoral bidang hukum pada 2020. Perpaduan pengalaman teknis, kemaritiman dan hukum tersebut menjadi modal penting dalam menjalankan berbagai tugas pemerintahan.
Menapaki Berbagai Posisi Strategis
Karier Hartanto berkembang melalui berbagai posisi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Ia pernah dipercaya memimpin sejumlah institusi pendidikan dan pelatihan transportasi, termasuk sebagai Direktur Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang, Direktur Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, serta Kepala BP2IP Malahayati Aceh Besar. Pengalaman tersebut kemudian berkembang ke sejumlah posisi struktural di tingkat kementerian. Hartanto pernah menjabat Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Banjarmasin, Direktur Perkapalan dan Kepelautan, hingga Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut.
Setiap posisi menghadirkan tanggung jawab yang berbeda. Namun, seluruhnya berada dalam satu garis besar pengalaman: transportasi, kemaritiman, pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.
Dari Laut hingga Kebijakan Transportasi
Pengalaman internasional juga menjadi bagian dari perjalanan profesional Hartanto. Ia tercatat mengikuti berbagai kegiatan internasional, antara lain IMO Delegation di London, study banding bidang transportasi laut di Jerman, APEC Meeting di Korea, 5th JWG Meeting di Austria, serta kegiatan terkait teknik kemaritiman di Jepang. Pengalaman tersebut memperluas perspektifnya mengenai perkembangan transportasi dan kemaritiman dalam konteks internasional. Di dalam negeri, pengalaman tersebut kemudian bersentuhan dengan berbagai agenda kebijakan dan pengelolaan program strategis nasional.
Mendapat Amanah Baru di Kantor Staf Presiden
Setelah menjalani berbagai posisi strategis di Kementerian Perhubungan, Hartanto kini memasuki fase baru dalam perjalanan pengabdiannya. Dalam pembaruan terbaru riwayat jabatannya, sejak 2026 ia dipercaya sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI. Posisi tersebut menempatkannya dalam lingkungan yang berkaitan dengan agenda strategis pemerintahan dan kebijakan nasional. Pengalaman panjang di sektor transportasi dan kemaritiman menjadi bagian dari bekal yang dibawanya dalam menjalankan amanah baru tersebut.
Kompetensi yang Terus Berkembang
Perjalanan Hartanto memperlihatkan bahwa pengembangan kompetensi merupakan proses yang berlangsung sepanjang karier. Dari pendidikan teknis kemaritiman, ia memperluas keahlian ke bidang hukum. Dari dunia pendidikan dan pelatihan, ia kemudian menjalani berbagai posisi struktural di pemerintahan. Pengalaman di sektor transportasi dan kemaritiman juga membawanya berinteraksi dengan berbagai kementerian, lembaga, organisasi internasional, BUMN dan pemangku kepentingan lainnya. Kini, pengalaman tersebut menjadi bagian dari peran barunya di Kantor Staf Presiden RI.
Dari UMI, Menembus Ruang Pengabdian Nasional
Bagi UMI, perjalanan Hartanto menjadi gambaran lain tentang bagaimana pendidikan dan pengembangan kompetensi dapat membawa alumni ke ruang pengabdian yang lebih luas. Sebagai alumnus Program Profesi Insinyur UMI, ia tidak hanya membawa keahlian teknis. Perjalanan kariernya juga memperlihatkan perpaduan antara kompetensi, pengalaman birokrasi, kepemimpinan dan pemahaman terhadap kebijakan publik. Dari dunia kemaritiman, ia menapaki berbagai posisi strategis. Dari pengelolaan transportasi, ia kemudian dipercaya menjalankan peran pada level kebijakan nasional. Perjalanan itu terus berlanjut.
Dari program profesi insinyur umi, menuju ruang kebijakan nasional. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































