Alumni di Pemerintahan & Pelayanan Publik Sunday, 11 October 2026

Dari Kampus, Menjadi Dampak - Dr. Ir. Ilham Arief Sirajuddin, Alumni Magister Manajemen dan Profesi Insinyur UMI, Dua Periode Wali Kota Makassar, Kini Nahkodai Golkar Sulawesi Selatan

Anisa Safitri 43 dilihat 3 menit baca
Dari Kampus, Menjadi Dampak - Dr. Ir. Ilham Arief Sirajuddin, Alumni Magister Manajemen dan Profesi Insinyur UMI, Dua Periode Wali Kota Makassar, Kini Nahkodai Golkar Sulawesi Selatan

Dari dunia usaha, organisasi, hingga pemerintahan dan politik, Ilham Arief Sirajuddin membangun perjalanan kepemimpinan yang panjang. Pendidikan di Universitas Muslim Indonesia menjadi bagian dari perjalanan akademiknya, sementara pengalaman memimpin Makassar selama dua periode menjadi salah satu tonggak penting dalam pengabdian publiknya.

MAKASSAR, umi.ac.id — Tidak semua perjalanan alumni diukur dari jabatan yang berhasil diraih. Ada pula perjalanan yang menarik karena memperlihatkan bagaimana pendidikan, pengalaman organisasi, dan tanggung jawab kepemimpinan berkembang selama puluhan tahun.

Kisah tersebut tergambar dalam perjalanan Dr. Ir. H. Ilham Arief Sirajuddin, M.M., alumni Magister Manajemen dan Program Profesi Insinyur Universitas Muslim Indonesia (UMI), yang pernah memimpin Kota Makassar selama dua periode dan kini disebut mengemban kepemimpinan Partai Golkar Sulawesi Selatan.

Ilham merupakan Wali Kota Makassar pada periode 2004–2009 dan 2010–2014. Sebelumnya, ia telah memiliki pengalaman sebagai pelaku usaha, pengurus berbagai organisasi, serta anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.

Perjalanan itu memperlihatkan bahwa kepemimpinan publik tidak dibangun melalui satu pengalaman saja. Ada proses panjang yang mempertemukan pendidikan, kemampuan mengelola organisasi, pengalaman menghadapi persoalan, dan tanggung jawab terhadap masyarakat. Bagi Universitas Muslim Indonesia, perjalanan Ilham menjadi bagian dari rekam jejak alumni yang mengembangkan peran dalam dunia usaha, pemerintahan, dan kepemimpinan politik.

Dari Universitas Hasanuddin, Memperdalam Manajemen di UMI

Ilham Arief Sirajuddin menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin pada 1991. Setelah memasuki dunia profesional, ia melanjutkan pendidikan pada Program Magister Manajemen Universitas Muslim Indonesia dan menyelesaikannya pada 2003. Pendidikan magister tersebut ditempuh ketika Ilham telah memiliki pengalaman dalam dunia usaha dan organisasi, serta sedang menjalankan amanah sebagai anggota DPRD Sulawesi Selatan. Pertemuan antara pengalaman praktis dan pendidikan manajemen menjadi bagian menarik dari perjalanan akademiknya. Ilmu manajemen memberikan ruang untuk mempelajari perencanaan, pengorganisasian, pengelolaan sumber daya, kepemimpinan, serta pengambilan keputusan.

Dalam organisasi yang semakin kompleks, kemampuan tersebut memiliki relevansi dengan kebutuhan untuk menentukan prioritas, membangun kerja sama, dan memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan. Setahun setelah menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen di UMI, Ilham mulai mengemban amanah sebagai Wali Kota Makassar pada 2004.

Perjalanan akademiknya tidak berhenti pada jenjang magister. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan doktor di Universitas Negeri Makassar pada 2012. Ilham juga memiliki hubungan akademik dengan UMI melalui Program Profesi Insinyur, yang melengkapi latar belakang pendidikan dan pengalaman profesionalnya. Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan kompetensi dapat berlangsung secara berkelanjutan, termasuk ketika seseorang telah menjalankan tanggung jawab kepemimpinan yang besar.

Meniti Pengalaman dari Dunia Usaha

Sebelum dikenal sebagai pemimpin pemerintahan, Ilham telah mengembangkan pengalaman profesional dalam dunia usaha. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Direktur PT Mustika Pratama Persada pada 1992–1999 dan memiliki riwayat jabatan sebagai Presiden Komisaris perusahaan tersebut. Pengalaman di lingkungan perusahaan mempertemukannya dengan aktivitas pengelolaan organisasi bisnis, hubungan profesional, serta berbagai keputusan yang berkaitan dengan keberlangsungan usaha.

Dunia usaha dan pemerintahan tentu memiliki karakter berbeda. Perusahaan menjalankan kegiatan berdasarkan tujuan dan tanggung jawab bisnis, sementara pemerintahan bekerja dalam kerangka kewenangan publik, peraturan perundang-undangan, serta pelayanan kepada masyarakat. Namun, keduanya sama-sama membutuhkan kemampuan mengelola sumber daya, membangun tim, memahami persoalan, dan mengambil keputusan. Pengalaman dalam dunia usaha menjadi salah satu bagian dari perjalanan Ilham sebelum memasuki lembaga perwakilan rakyat.

Dari DPRD Sulawesi Selatan Menuju Balai Kota Makassar

Pada 1999, Ilham Arief Sirajuddin terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan untuk periode 1999–2004. Keanggotaan tersebut menandai salah satu tahap penting peralihannya dari aktivitas usaha dan organisasi menuju pengabdian dalam lembaga pemerintahan. Sebagai anggota DPRD, seorang wakil rakyat berada dalam lingkungan kerja yang berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah, penganggaran, dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan sesuai kewenangan lembaga legislatif.

Pengalaman tersebut mendahului tanggung jawab yang lebih besar ketika Ilham mulai menjabat sebagai Wali Kota Makassar pada 8 Mei 2004. Ia memimpin Makassar pada periode 2004–2009 dan kembali menjabat pada periode 2010–2014. Dua periode kepemimpinan tersebut menjadi salah satu bagian paling dikenal dari perjalanan profesional dan politik Ilham Arief Sirajuddin. Memimpin sebuah kota besar seperti Makassar menghadirkan persoalan yang kompleks.

Pemerintahan kota harus berhadapan dengan kebutuhan pelayanan publik, perkembangan ekonomi, pertumbuhan penduduk, infrastruktur, penataan ruang, serta berbagai kepentingan masyarakat. Dalam lingkungan seperti itu, kepemimpinan tidak hanya membutuhkan kemampuan menyampaikan gagasan, tetapi juga kemampuan membangun koordinasi antarlembaga, mengelola kebijakan, dan menjalankan keputusan sesuai ketentuan. Pengalaman Ilham sebagai Wali Kota Makassar selama dua periode menjadi bagian penting dari rekam jejaknya dalam pemerintahan daerah.

Jejak Kepemimpinan yang Melintasi Berbagai Organisasi

Perjalanan Ilham Arief Sirajuddin juga tidak dapat dipisahkan dari keterlibatannya dalam berbagai organisasi. Ia pernah menjalankan tanggung jawab sebagai Sekretaris PD FKPPI Sulawesi Selatan, Wakil Bendahara DPD II Partai Golkar Makassar, Sekretaris Umum Real Estat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan, serta Wakil Ketua BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Selatan.

Dalam lingkungan dunia usaha, ia juga tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Kompartemen Koperasi Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Selatan. Sementara dalam organisasi kepemudaan, Ilham pernah menjalankan amanah sebagai Ketua Harian Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Sulawesi Selatan.

Keterlibatannya juga menjangkau dunia olahraga, termasuk pengalaman dalam pengelolaan PSM Makassar pada rentang 1995–2011.

Berbagai organisasi tersebut memiliki karakter yang berbeda. Organisasi pengusaha berhubungan dengan pengembangan jejaring dan aktivitas ekonomi. Organisasi kepemudaan berkaitan dengan kaderisasi serta kepemimpinan generasi muda. Sementara organisasi olahraga membutuhkan koordinasi, pengelolaan sumber daya, dan hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan. Keberagaman pengalaman tersebut memperlihatkan luasnya lingkungan kepemimpinan yang pernah dijalani Ilham sebelum dan selama berkiprah dalam pemerintahan.

Dari Memimpin Makassar hingga Kepemimpinan Politik Sulawesi Selatan

Dalam dunia politik, Ilham memiliki hubungan panjang dengan Partai Golkar. Ia pernah memimpin DPD Partai Golkar Kota Makassar pada 2000–2008 dan DPD Partai Golkar Sulawesi Selatan pada 2008–2010. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan politik yang berlangsung berdampingan dengan tanggung jawabnya dalam pemerintahan Kota Makassar. Kini, dalam perkembangan terbaru profilnya, Ilham disebut kembali mengemban kepemimpinan Partai Golkar di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Perjalanan tersebut memperlihatkan kesinambungan keterlibatannya dalam organisasi politik, mulai dari kepengurusan daerah, kepemimpinan partai, hingga pengalaman menjalankan pemerintahan. Kepemimpinan dalam partai politik memiliki karakter tersendiri. Selain membangun organisasi dan kaderisasi, seorang pemimpin partai menghadapi kebutuhan untuk menjaga komunikasi politik, mengelola perbedaan pandangan, serta merumuskan arah organisasi sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Dalam konteks tersebut, pengalaman panjang Ilham di dunia usaha, organisasi, legislatif, dan pemerintahan menjadi bagian dari latar belakang kepemimpinannya.

Mencatat Penghargaan dalam Perjalanan Pemerintahan

Selama perjalanan kepemimpinannya sebagai Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin juga mencatat sejumlah penghargaan. Pada 2011, ia menerima Bintang Jasa Utama. Setahun kemudian, pada 2012, ia memperoleh Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah. Pada tahun yang sama, ia juga tercatat menerima Antara Award 2012 dalam konteks keterbukaan informasi dan hubungan dengan pers.

Di tingkat internasional, namanya pernah masuk dalam daftar nominasi World Mayor Prize pada 2012 dan 2014. Berbagai penghargaan dan nominasi tersebut menjadi bagian dari catatan perjalanan kepemimpinannya. Namun, setiap penghargaan memiliki dasar penilaian, penyelenggara, dan cakupan yang berbeda sehingga perlu dipahami sesuai konteks masing-masing. Dalam pemerintahan, rekam jejak kepemimpinan tidak hanya tercermin melalui penghargaan, tetapi juga melalui kualitas penyelenggaraan pelayanan publik, akuntabilitas, dan dampak kebijakan yang dapat dirasakan masyarakat.

Pendidikan dan Kepemimpinan: Belajar Tidak Berhenti pada Jabatan

Salah satu pelajaran penting dari perjalanan Ilham adalah hubungan antara pendidikan dan pengalaman kepemimpinan. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana sebelum memasuki dunia usaha, menempuh Magister Manajemen UMI ketika telah memiliki pengalaman organisasi dan legislatif, serta melanjutkan pendidikan doktor di tengah perjalanan kepemimpinannya.

Perjalanan akademik tersebut menunjukkan bahwa pendidikan dapat berjalan berdampingan dengan tanggung jawab profesional dan publik. Pengalaman memberikan kesempatan untuk menghadapi persoalan nyata. Sementara pendidikan menyediakan kerangka pengetahuan untuk memahami persoalan secara lebih sistematis. Keduanya tidak saling menggantikan.

Seorang pemimpin membutuhkan pengetahuan, tetapi juga harus mampu mendengarkan, mengambil keputusan, membangun kepercayaan, dan mempertanggungjawabkan amanah. Dalam kehidupan publik, kemampuan tersebut perlu disertai integritas dan kesadaran bahwa jabatan merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan sesuai hukum dan kepentingan masyarakat. Perjalanan Ilham menjadi salah satu contoh bagaimana pendidikan tinggi dapat menjadi bagian dari pengembangan kepemimpinan lintas sektor.

Alumni UMI dan Pengabdian di Ruang Publik

Bagi Universitas Muslim Indonesia, kiprah Ilham Arief Sirajuddin memperlihatkan keberagaman jalur profesional yang dapat ditempuh alumninya. Sebagai alumni Magister Manajemen dan Program Profesi Insinyur UMI, Ilham memiliki hubungan akademik dengan perguruan tinggi yang mengembangkan pendidikan, keilmuan, profesionalisme, dan pembentukan karakter.

Universitas Muslim Indonesia dikenal dengan identitas Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, serta Kampus Bereputasi dan Berdampak. Identitas tersebut mengandung pesan bahwa pendidikan tinggi tidak berhenti pada pemberian gelar akademik. Pengetahuan diharapkan menjadi bekal bagi lulusan untuk menjalankan tanggung jawab profesional dan memberikan kontribusi sesuai bidang masing-masing. Semangat itu sejalan dengan Catur Dharma UMI sebagaimana dirumuskan dalam Statuta UMI 2024, yang meliputi Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, serta Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter.

Dalam konteks kepemimpinan publik, nilai pendidikan karakter memiliki relevansi dengan tanggung jawab, kejujuran, kemampuan menghargai perbedaan, serta kesadaran terhadap kepentingan masyarakat. Perjalanan alumni yang berkiprah dalam pemerintahan dan politik juga menjadi pengingat bahwa kompetensi akademik perlu terus dikembangkan bersama integritas dan tanggung jawab publik.

Dari Kampus, Menjadi Dampak

Perjalanan Dr. Ir. H. Ilham Arief Sirajuddin, M.M., memperlihatkan lintasan karier yang melintasi dunia usaha, organisasi, pendidikan, pemerintahan, dan politik. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Hasanuddin pada 1991, meraih Magister Manajemen dari Universitas Muslim Indonesia pada 2003, serta menyelesaikan pendidikan doktor di Universitas Negeri Makassar pada 2012. Hubungannya dengan UMI juga berlanjut melalui pendidikan Program Profesi Insinyur.

Dalam perjalanan profesional, Ilham pernah menjalankan tanggung jawab di perusahaan, berbagai organisasi usaha dan kepemudaan, serta lembaga legislatif Provinsi Sulawesi Selatan. Puncak perjalanan pemerintahannya ditandai dengan dua periode kepemimpinan sebagai Wali Kota Makassar, yakni 2004–2009 dan 2010–2014.

Kini, perjalanan politiknya berlanjut melalui kepemimpinan organisasi Partai Golkar di Sulawesi Selatan. Bagi mahasiswa dan alumni UMI, kisah ini memberikan gambaran bahwa perjalanan kepemimpinan dibangun melalui proses yang panjang. Pendidikan memberikan pengetahuan. Organisasi mempertemukan seseorang dengan tanggung jawab bersama. Pengalaman profesional menghadirkan persoalan nyata. Sementara pengabdian publik menuntut kemampuan untuk mengelola amanah dan mempertanggungjawabkan keputusan.

Dari pendidikan Magister Manajemen dan Profesi Insinyur di UMI hingga pengalaman memimpin Kota Makassar dan organisasi politik Sulawesi Selatan, perjalanan Ilham Arief Sirajuddin menjadi bagian dari rekam jejak alumni yang berkiprah dalam kepemimpinan daerah.

Dari UMI, dua periode memimpin Makassar, melanjutkan perjalanan kepemimpinan di Sulawesi Selatan. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Universitas Balikpapan
Bank Negara Indonesia
Pemerintah Kabupaten Fakfak
Universitas Islam Sumatera Utara
Alliance Française de Makassar
Sekolah Putri Darul Istiqamah
PT Zahir Internasional
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Universitas Islam Al-Azhar
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Detik.com
Istanbul Sabahattin Zaim University
Junior Chamber International Indonesia
Pemerintah Kota Makassar
Pemerintah Kota Ternate
PT Kogas Driyap Konsultan
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Universitas Islam Bandung
PT Indosat Tbk
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Politeknik Cendana
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
University Of Michigan - Ann Arbo
Universitas Andi Djemma
Bank Syariah Nasional
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
PT Putra Mekongga Sejahtera
Bank Sulselbar
Kementerian Hukum RI
Erzurum Technical University
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Universitas Mega Buana
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Bank Panin Dubai Syariah
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Politeknik Dewantara
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Perbanas Institute
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Rakyat Sulsel
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Bank Syariah Indonesia
Universiti Kebangsaan Malaysia
Binaskil Academy Malaysia
Universitas Ibnu Sina
Universitas Muhammadiyah Parepare
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Universitas Balikpapan
Bank Negara Indonesia
Pemerintah Kabupaten Fakfak
Universitas Islam Sumatera Utara
Alliance Française de Makassar
Sekolah Putri Darul Istiqamah
PT Zahir Internasional
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Universitas Islam Al-Azhar
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Detik.com
Istanbul Sabahattin Zaim University
Junior Chamber International Indonesia
Pemerintah Kota Makassar
Pemerintah Kota Ternate
PT Kogas Driyap Konsultan
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Universitas Islam Bandung
PT Indosat Tbk
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Politeknik Cendana
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
University Of Michigan - Ann Arbo
Universitas Andi Djemma
Bank Syariah Nasional
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
PT Putra Mekongga Sejahtera
Bank Sulselbar
Kementerian Hukum RI
Erzurum Technical University
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Universitas Mega Buana
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Bank Panin Dubai Syariah
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Politeknik Dewantara
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Perbanas Institute
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Rakyat Sulsel
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Bank Syariah Indonesia
Universiti Kebangsaan Malaysia
Binaskil Academy Malaysia
Universitas Ibnu Sina
Universitas Muhammadiyah Parepare
Sanjivani University
Hiroshima University
Pemerintah Kabupaten Gowa
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
National University of Singapore
Bank Sulselbar Syariah
Universiti Sains Islam Malaysia
Tribun Timur
Ruijie Networks Co., Ltd.
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Bank CIMB Niaga Syariah
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
ITBM Malaysia
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Universiti Malaya
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Bank Mega Syariah
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
PT Jasa Raharja
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Universitas Alkhairaat Palu
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Bank Rakyat Indonesia
Universitas Hasanuddin
STISIP Veteran Palopo
Universitas Islam Riau
Universitas Muhammadiyah Palopo
AMDA International
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Universitas Lamappapoleonro
Universiti Malaysia Terengganu
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Institut Teknologi Bandung
Institut Leimena
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
PT Marlip Indo Mandiri
Marinduque State University
Politeknik Palopo
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Online Scholarship Competition (OSC)
Griffith University
Bank Muamalat
Politeknik Keuangan Negara STAN
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Universitas Cokroaminoto Palopo
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
PT Nas Media Indonesia
Universitas Kurnia Jaya Persada
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Pemerintah Kabupaten Bombana
Politeknik Sorowako
Bank Mandiri
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Sanjivani University
Hiroshima University
Pemerintah Kabupaten Gowa
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
National University of Singapore
Bank Sulselbar Syariah
Universiti Sains Islam Malaysia
Tribun Timur
Ruijie Networks Co., Ltd.
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Bank CIMB Niaga Syariah
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
ITBM Malaysia
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Universiti Malaya
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Bank Mega Syariah
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
PT Jasa Raharja
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Universitas Alkhairaat Palu
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Bank Rakyat Indonesia
Universitas Hasanuddin
STISIP Veteran Palopo
Universitas Islam Riau
Universitas Muhammadiyah Palopo
AMDA International
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Universitas Lamappapoleonro
Universiti Malaysia Terengganu
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Institut Teknologi Bandung
Institut Leimena
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
PT Marlip Indo Mandiri
Marinduque State University
Politeknik Palopo
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Online Scholarship Competition (OSC)
Griffith University
Bank Muamalat
Politeknik Keuangan Negara STAN
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Universitas Cokroaminoto Palopo
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
PT Nas Media Indonesia
Universitas Kurnia Jaya Persada
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Pemerintah Kabupaten Bombana
Politeknik Sorowako
Bank Mandiri
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia