Dari Kampus, Menjadi Dampak - Dr. Ir. Pancanto Kuat Prabowo, Alumni Profesi Insinyur UMI, Kini Pimpin Empat Perusahaan dan Mengajar di Dua Perguruan Tinggi
Mengawali karier di PT Trakindo Utama pada 1992, Pancanto Kuat Prabowo mengembangkan perjalanan profesionalnya selama hampir tiga dekade sebelum memperluas kiprah sebagai direktur utama, direktur, CEO, komisaris utama, dan dosen.
MAKASSAR, umi.ac.id — Pengalaman industri selama hampir tiga dekade menjadi bagian penting dari perjalanan Dr. Ir. Pancanto Kuat Prabowo, M.MT., alumni Program Profesi Insinyur Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Setelah berkarier di PT Trakindo Utama sejak 1992 hingga 2021, Pancanto mengembangkan kiprahnya dalam dunia usaha dan pendidikan tinggi.
Ia tercatat mengemban empat jabatan kepemimpinan perusahaan, yakni Direktur Utama PT Rayyan Multi Karya, Direktur PT Rayyan Cendikia Utama, Chief Executive Officer (CEO) PT Rayyan Ajyad Indonesia, serta Komisaris Utama PT Rayyan Mineral Persada. Di luar dunia bisnis, Pancanto juga menjalankan peran sebagai dosen di Universitas Ma’arif Hasyim Latif dan Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya. Perjalanan tersebut memperlihatkan pertemuan tiga bidang dalam karier seorang insinyur: pengalaman industri, kepemimpinan usaha, dan pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan.
Tiga Dekade Pengalaman di PT Trakindo Utama
Pancanto menyelesaikan pendidikan sarjana Teknik Pertambangan di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta pada 1992. Pada tahun yang sama, ia memulai perjalanan profesional di PT Trakindo Utama. Selama hampir 29 tahun, dari 1992 hingga 2021, Pancanto membangun pengalaman kerja di lingkungan perusahaan tersebut. Dalam riwayat karier yang disampaikan, posisi terakhirnya tercatat sebagai Head Office.
Perjalanan panjang di industri menjadi bagian dari pengembangan kompetensi profesionalnya sebelum mengambil tanggung jawab yang lebih luas dalam dunia usaha. Pengalaman bekerja dalam lingkungan korporasi memberikan kesempatan bagi seorang profesional untuk memahami dinamika organisasi, pengelolaan pekerjaan, hubungan bisnis, dan perubahan kebutuhan industri. Bagi Pancanto, pengalaman tersebut kemudian berjalan beriringan dengan pengembangan pendidikan formal.
Terus Belajar, dari Magister hingga Profesi Insinyur UMI
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana pada 1992, Pancanto melanjutkan studi Magister Manajemen Teknologi di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, yang diselesaikannya pada 2009. Ia kemudian meraih gelar doktor bidang Ekonomi dan Bisnis pada 2013. Pengembangan kompetensinya berlanjut pada 2020 melalui program Sales and Business Development di Rutgers University, Amerika Serikat.
Pancanto juga menempuh pendidikan pada Program Profesi Insinyur Universitas Muslim Indonesia. Keterlibatannya dalam program profesi tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan identitas dan kompetensi keinsinyuran di tengah perjalanan kariernya. Riwayat pendidikan Pancanto memperlihatkan perpaduan antara keilmuan teknik pertambangan, manajemen teknologi, ekonomi dan bisnis, serta pengembangan profesional keinsinyuran. Perpaduan tersebut relevan dengan perjalanan kariernya yang berkembang dari industri menuju kepemimpinan perusahaan.
Memimpin Empat Perusahaan dengan Tanggung Jawab Berbeda
Setelah meniti karier panjang di PT Trakindo Utama, Pancanto mengembangkan peran dalam dunia usaha. Ia tercatat menjabat Direktur Utama PT Rayyan Multi Karya dan Direktur PT Rayyan Cendikia Utama. Selain itu, ia mengemban posisi CEO PT Rayyan Ajyad Indonesia serta Komisaris Utama PT Rayyan Mineral Persada. Keempat posisi tersebut menunjukkan keterlibatannya dalam kepemimpinan dan tata kelola sejumlah badan usaha.
Jabatan direktur dan CEO berkaitan dengan fungsi pengelolaan serta kepemimpinan perusahaan sesuai struktur dan kewenangan masing-masing. Sementara itu, posisi komisaris utama berkaitan dengan fungsi pengawasan dan pemberian nasihat kepada direksi sesuai ketentuan yang berlaku. Perbedaan tanggung jawab tersebut menunjukkan bahwa pengalaman kepemimpinan bisnis tidak hanya mencakup pelaksanaan kegiatan usaha, tetapi juga aspek pengawasan organisasi. Perjalanan Pancanto memperlihatkan bagaimana pengalaman profesional yang dibangun selama puluhan tahun dapat berkembang menjadi tanggung jawab kepemimpinan pada berbagai perusahaan.
Membawa Pengalaman Industri ke Ruang Perkuliahan
Di tengah aktivitas bisnis, Pancanto juga mengembangkan kiprah di dunia pendidikan tinggi. Ia tercatat menjadi dosen di Universitas Ma’arif Hasyim Latif dan Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya. Peran ini mempertemukan pengalaman industri dan bisnis dengan lingkungan akademik.
Bagi mahasiswa, kehadiran akademisi yang memiliki pengalaman profesional dapat memperkaya perspektif mengenai penerapan ilmu pengetahuan dalam dunia kerja. Persoalan yang dihadapi perusahaan, perubahan teknologi, kebutuhan kompetensi, serta dinamika pengambilan keputusan menjadi bagian dari konteks yang dapat mempertemukan teori dengan praktik. Keterlibatan Pancanto dalam pendidikan tinggi sekaligus memperlihatkan bahwa perjalanan seorang insinyur tidak harus berhenti pada pekerjaan teknis maupun kepemimpinan perusahaan. Pengalaman profesional juga dapat menjadi bekal untuk mendukung proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi generasi berikutnya.
Aktif dalam Jejaring Profesi dan Dunia Usaha
Selain menjalankan aktivitas profesional, Pancanto memiliki keterlibatan dalam sejumlah organisasi. Jejaring tersebut mencakup Ikatan Alumni Pertambangan UPN Veteran Yogyakarta, Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Jawa Timur, serta Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sidoarjo.
Keterlibatan dalam organisasi profesi dan dunia usaha menjadi bagian dari perjalanan yang menghubungkan alumni, praktisi industri, akademisi, dan pelaku bisnis. Jejaring seperti ini memiliki peran dalam pertukaran pengetahuan, pengembangan hubungan profesional, dan pembahasan berbagai persoalan yang dihadapi dunia industri. Bagi Pancanto, aktivitas organisasi melengkapi pengalaman yang telah dibangunnya melalui pendidikan, pekerjaan, dan kepemimpinan perusahaan.
Alumni Profesi Insinyur UMI dalam Kepemimpinan Industri dan Bisnis
Kiprah Pancanto menjadi salah satu gambaran luasnya latar belakang peserta dan alumni Program Profesi Insinyur UMI. Pendidikan profesi insinyur tidak hanya berkaitan dengan penguatan kompetensi teknis, tetapi juga dengan tanggung jawab profesional, etika keinsinyuran, dan penerapan pengetahuan dalam praktik.
Dalam perjalanan Pancanto, pendidikan profesi menjadi bagian dari rangkaian pengembangan kompetensi yang mencakup pengalaman industri, pendidikan pascasarjana, kepemimpinan bisnis, dan kegiatan akademik. Hal tersebut sejalan dengan semangat UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, yang menempatkan ilmu pengetahuan, profesionalisme, dan tanggung jawab sebagai bagian dari pembentukan insan terdidik. Kisahnya juga menunjukkan bahwa pengembangan diri tidak berhenti ketika seseorang telah memiliki pengalaman kerja panjang atau menduduki jabatan kepemimpinan.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Dr. Ir. Pancanto Kuat Prabowo, M.MT., merupakan alumni Program Profesi Insinyur Universitas Muslim Indonesia dengan latar belakang pendidikan Teknik Pertambangan UPN Veteran Yogyakarta, Magister Manajemen Teknologi ITS, dan doktor bidang Ekonomi dan Bisnis. Ia membangun karier selama hampir tiga dekade di PT Trakindo Utama sebelum memperluas perannya dalam kepemimpinan perusahaan. Kini, Pancanto tercatat sebagai Direktur Utama PT Rayyan Multi Karya, Direktur PT Rayyan Cendikia Utama, CEO PT Rayyan Ajyad Indonesia, dan Komisaris Utama PT Rayyan Mineral Persada. Ia juga menjalankan kegiatan pendidikan sebagai dosen di dua perguruan tinggi.
Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa kompetensi seorang insinyur dapat berkembang melalui berbagai peran, mulai dari profesional industri hingga pemimpin bisnis dan pendidik. Dari pengalaman industri menuju kepemimpinan empat perusahaan dan ruang pendidikan tinggi, Pancanto Kuat Prabowo menunjukkan bahwa ilmu dan pengalaman profesional dapat terus dikembangkan menjadi tanggung jawab yang lebih luas.
DARI PROFESI INSINYUR UMI, MENUJU KEPEMIMPINAN BISNIS, INDUSTRI, DAN PENDIDIKAN TINGGI. DARI KAMPUS, MENJADI DAMPAK. (Bersambung)























































































































