Dari Kampus, Menjadi Dampak - Hendra Kurnia Jaya, Alumni Profesi Insinyur UMI, Kini Kepala Divisi Produksi 2 PT Pamitra Jaya Konstruksi
Berpengalaman lebih dari dua dekade, Hendra Kurnia Jaya, S.T., meniti karier dari staf engineer hingga memimpin divisi produksi, dengan rekam jejak proyek pelabuhan, dermaga, jembatan, dan fasilitas energi di berbagai wilayah Indonesia.
MAKASSAR, umi.ac.id — Sebuah proyek konstruksi tidak cukup hanya selesai tepat waktu. Bangunan harus memenuhi standar mutu, anggaran dikelola dengan baik, keselamatan pekerja dijaga, dan setiap tahapan pekerjaan harus dapat dipertanggungjawabkan. Tanggung jawab inilah yang telah menjadi bagian dari perjalanan profesional Hendra Kurnia Jaya, S.T., alumni Program Profesi Insinyur Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Setelah lebih dari dua dekade berkecimpung dalam industri konstruksi, Hendra kini menjabat Kepala Divisi Produksi 2 PT Pamitra Jaya Konstruksi, posisi yang dipercayakan kepadanya sejak September 2025. Perjalanan kariernya tidak dimulai dari ruang pimpinan. Ia meniti pengalaman sebagai staf engineer, manajer proyek, hingga direktur operasional sebelum mengemban tanggung jawab kepemimpinan produksi. Rekam jejaknya mencakup berbagai proyek infrastruktur, mulai dari fasilitas pelabuhan dan dermaga hingga jembatan serta fasilitas pendukung operasional energi.
Dari Teknik Sipil ITS hingga Profesi Insinyur UMI
Hendra menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Sipil di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada 2001. Dalam tugas akhirnya, ia mengkaji pemanfaatan copper slag sebagai pengganti agregat halus pada campuran aspal beton untuk lapisan perkerasan lentur. Penelitian tersebut memperlihatkan ketertarikannya terhadap material alternatif dan kualitas pekerjaan konstruksi sejak masa kuliah.
Hendra juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Ia pernah menjabat Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil ITS periode 1998–1999 dan meraih juara ketiga Lomba Kuat Tekan Beton tingkat Jawa Timur pada 2000. Pengalaman akademik dan organisasi tersebut menjadi bekal awal sebelum memasuki dunia profesional. Dalam perjalanan kariernya, Hendra kemudian menempuh Program Profesi Insinyur Universitas Muslim Indonesia sebagai bagian dari pengembangan kompetensi keinsinyurannya.
Meniti Karier dari Lapangan Konstruksi
Hendra membangun pengalaman profesional melalui sejumlah perusahaan konstruksi. Ia pernah bekerja sebagai Staf Engineer di PT Harapan Jaya Konstruksi, kemudian menjadi Manajer Proyek di PT Uniaga Trans Energy, hingga dipercaya sebagai Direktur Operasional PT Safa Batua Mulia. Setiap posisi memberinya ruang tanggung jawab yang berbeda, mulai dari pelaksanaan pekerjaan teknis, pengelolaan proyek, hingga koordinasi operasional perusahaan.
Ia juga pernah menjadi konsultan pengawas proyek penggantian 76 unit fender di Terminal Jamrud, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Fender merupakan komponen pelindung fasilitas sandar yang membantu menyerap energi benturan ketika kapal merapat. Penggantian komponen tersebut membutuhkan pengawasan terhadap kesesuaian spesifikasi dan pelaksanaan pekerjaan.
Pengalaman Hendra tidak terbatas pada satu jenis infrastruktur. Ia tercatat terlibat dalam pembangunan fasilitas administrasi pelabuhan di Balikpapan, dermaga di sejumlah wilayah Kalimantan, jembatan prategang, serta fasilitas pendukung operasional Pertamina di Ambon, Sorong, Maros, dan Baubau. Ragam pekerjaan tersebut memperluas pemahamannya mengenai tantangan konstruksi di berbagai lokasi dan kondisi proyek.
Dipercaya Memimpin Divisi Produksi 2
Pada April 2022, Hendra bergabung dengan PT Pamitra Jaya Konstruksi. Di perusahaan tersebut, ia pernah menjabat General Manager, kemudian Kepala Divisi EBD, sebelum dipercaya menjadi Kepala Divisi Produksi 2 sejak September 2025. Dalam posisi ini, Hendra menjalankan tanggung jawab yang berkaitan dengan pengendalian kegiatan produksi proyek, evaluasi kemajuan pekerjaan, serta koordinasi dengan manajer proyek dan pemilik pekerjaan.
Pengalaman panjang di lapangan menjadi bekal untuk memahami persoalan yang dapat memengaruhi pelaksanaan konstruksi. Keterlambatan material, kesiapan peralatan, koordinasi tenaga kerja, pengendalian biaya, dan perubahan kondisi lapangan merupakan bagian dari tantangan yang harus dikelola. Di sisi lain, pencapaian target produksi tetap harus memperhatikan kualitas pekerjaan dan keselamatan.
Dalam konstruksi, pekerjaan yang cepat belum tentu berhasil. Keberhasilan baru memiliki makna ketika waktu, mutu, biaya, dan keselamatan dapat dijaga secara bersamaan. Pengalaman Hendra dari berbagai posisi teknis hingga manajerial memperlihatkan pentingnya kemampuan memahami proyek secara menyeluruh.
Kepemimpinan yang Tumbuh dari Pengalaman
Perjalanan Hendra menunjukkan bahwa tanggung jawab besar dalam industri konstruksi dibangun melalui proses panjang. Penguasaan ilmu teknik sipil menjadi fondasi, tetapi pengalaman lapangan memberikan pemahaman tentang bagaimana sebuah rencana diterapkan dalam kondisi nyata. Ketika tanggung jawab berkembang ke tingkat manajemen, kemampuan teknis perlu dilengkapi dengan kepemimpinan, komunikasi, pengendalian sumber daya, dan pengambilan keputusan.
Hal inilah yang terlihat dalam perjalanan profesional Hendra. Dari pekerjaan teknis hingga kepemimpinan produksi, ia terus mengembangkan pengalaman dalam pengelolaan proyek infrastruktur. Bagi mahasiswa dan peserta Program Profesi Insinyur UMI, perjalanan tersebut memberikan gambaran bahwa karier keinsinyuran memiliki ruang pengembangan yang luas. Seorang insinyur dapat memulai dari pekerjaan lapangan, memperdalam kemampuan pengelolaan proyek, kemudian berkembang menuju kepemimpinan operasional sesuai kompetensi dan pengalaman yang dimiliki.
Alumni Profesi Insinyur UMI dalam Industri Konstruksi Nasional
Kiprah Hendra menjadi bagian dari keberagaman perjalanan profesional alumni Program Profesi Insinyur UMI. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, ia mengembangkan karier dalam pengelolaan proyek konstruksi dan kini memegang tanggung jawab kepemimpinan produksi di PT Pamitra Jaya Konstruksi. Pengalaman tersebut memperlihatkan pentingnya hubungan antara pendidikan, kompetensi profesional, dan kebutuhan dunia industri.
Bagi UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, perjalanan alumni seperti Hendra menjadi gambaran bahwa pengembangan keilmuan dan profesionalisme dapat terus berlangsung sepanjang karier. Pendidikan memberikan dasar pengetahuan, sedangkan pengalaman kerja menjadi ruang untuk menerapkan dan mengembangkannya.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Hendra Kurnia Jaya, S.T., menyelesaikan pendidikan Teknik Sipil di ITS Surabaya pada 2001 dan mengembangkan kompetensi melalui Program Profesi Insinyur Universitas Muslim Indonesia. Ia memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam pekerjaan konstruksi, termasuk proyek pelabuhan, dermaga, jembatan, dan fasilitas pendukung industri energi. Setelah menempati sejumlah posisi teknis dan manajerial, sejak September 2025 Hendra dipercaya menjadi Kepala Divisi Produksi 2 PT Pamitra Jaya Konstruksi.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan profesional tidak lahir hanya dari jabatan, melainkan dari kemampuan memahami pekerjaan, mengelola tantangan, dan menjaga tanggung jawab. Dari pekerjaan konstruksi di lapangan hingga memimpin divisi produksi, Hendra Kurnia Jaya memperlihatkan bagaimana pengalaman dan kompetensi keinsinyuran berkembang menjadi kepemimpinan dalam industri infrastruktur.
DARI PROFESI INSINYUR UMI, MENUJU KEPEMIMPINAN PRODUKSI DAN PENGELOLAAN PROYEK INFRASTRUKTUR NASIONAL. DARI KAMPUS, MENJADI DAMPAK. (Bersambung)























































































































