Dari Kampus, Menjadi Dampak - Ikrar Eran Batu, Alumni Teknik Sipil UMI, Kini Ketua DPRD Enrekang Periode 2024–2029
Pernah menjabat Wakil Ketua DPRD Enrekang periode 2019–2024, kader Partai NasDem ini kini memimpin lembaga legislatif daerah. Ia juga aktif sebagai Ketua Pelti dan Ketua FAJI Kabupaten Enrekang.
MAKASSAR, umi.ac.id — Dari bangku kuliah Teknik Sipil Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Ikrar Eran Batu menapaki perjalanan menuju kepemimpinan publik di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Alumni Fakultas Teknik UMI tersebut kini menjabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Enrekang periode 2024–2029.
Jabatan ini merupakan kelanjutan dari perjalanan politiknya setelah sebelumnya dipercaya sebagai Wakil Ketua DPRD Enrekang periode 2019–2024. Dengan demikian, Ikrar telah menjalani dua periode kepemimpinan di unsur pimpinan DPRD Enrekang, dari wakil ketua hingga menjadi ketua. Di luar lembaga legislatif, kader Partai NasDem ini juga aktif dalam organisasi olahraga sebagai Ketua Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti) Kabupaten Enrekang dan Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Enrekang. Perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana seorang lulusan teknik mengembangkan kiprah dalam politik, pemerintahan daerah, dan organisasi masyarakat.
Dari Teknik Sipil UMI Menuju Dunia Politik
Ikrar menempuh pendidikan pada Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia sejak 2012 dan menyelesaikannya pada 2018. Pendidikan teknik sipil memberikan bekal keilmuan yang berkaitan dengan perencanaan, analisis, pemahaman infrastruktur, dan penyelesaian persoalan secara sistematis.
Setelah menyelesaikan pendidikan, perjalanan profesional Ikrar berkembang ke bidang politik dan kepemimpinan publik. Jalur tersebut memperlihatkan bahwa lulusan teknik tidak selalu berkarier sebagai perencana konstruksi, konsultan, atau pelaksana proyek. Pengetahuan dan cara berpikir yang dibangun melalui pendidikan keteknikan juga dapat menjadi bekal dalam memahami persoalan pembangunan daerah.
Bagi Kabupaten Enrekang, isu pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan pengelolaan kebutuhan masyarakat merupakan bagian dari agenda pemerintahan yang membutuhkan pembahasan serta pengawasan lembaga legislatif. Dalam konteks itulah, latar belakang pendidikan Teknik Sipil menjadi salah satu bagian menarik dari perjalanan Ikrar menuju kepemimpinan DPRD.
Dari Wakil Ketua Menjadi Ketua DPRD Enrekang
Karier politik Ikrar berkembang ketika ia dipercaya menduduki jabatan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Enrekang periode 2019–2024. Pada periode tersebut, ia menjadi bagian dari unsur pimpinan lembaga legislatif daerah. Lima tahun kemudian, tanggung jawabnya meningkat. Untuk periode 2024–2029, Ikrar dipercaya menjabat Ketua DPRD Kabupaten Enrekang. Perubahan posisi dari wakil ketua menjadi ketua menandai perkembangan perannya dalam struktur kepemimpinan legislatif.
Sebagai Ketua DPRD, Ikrar berada pada posisi strategis dalam penyelenggaraan fungsi kelembagaan DPRD bersama anggota dan alat kelengkapan dewan. Secara kelembagaan, DPRD memiliki fungsi pembentukan peraturan daerah, anggaran, dan pengawasan sesuai ketentuan perundang-undangan. Ketiga fungsi tersebut berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat, mulai dari kebijakan pembangunan hingga penggunaan anggaran daerah.
Karena itu, kepemimpinan DPRD membutuhkan kemampuan membangun komunikasi, mengelola perbedaan pandangan, serta menjaga proses pengambilan keputusan melalui mekanisme yang berlaku. Perjalanan Ikrar dari Wakil Ketua DPRD menjadi Ketua DPRD Enrekang menunjukkan kesinambungan tanggung jawabnya dalam lembaga perwakilan rakyat selama dua periode.
Memimpin Organisasi Tenis dan Arung Jeram
Selain menjalankan tanggung jawab sebagai Ketua DPRD Enrekang, Ikrar juga memiliki keterlibatan dalam organisasi olahraga daerah. Ia tercatat menjabat Ketua Pelti Kabupaten Enrekang, organisasi yang menaungi pembinaan olahraga tenis. Ikrar juga mengemban posisi Ketua FAJI Kabupaten Enrekang, organisasi yang berkaitan dengan pengembangan olahraga arung jeram.
Kedua jabatan tersebut memperluas ruang keterlibatannya di luar kegiatan legislatif. Melalui organisasi olahraga, terdapat kesempatan untuk mendukung pembinaan atlet, pengembangan kegiatan olahraga, dan penguatan koordinasi antaranggota organisasi sesuai program masing-masing. Keterlibatan Ikrar dalam dua cabang olahraga berbeda memperlihatkan bahwa kepemimpinan publik dapat berlangsung melalui berbagai ruang pengabdian. Namun, capaian pembinaan dan program organisasi tersebut tetap perlu dinilai berdasarkan kegiatan serta hasil yang dapat diverifikasi.
Alumni UMI dalam Kepemimpinan Daerah
Perjalanan Ikrar menjadi salah satu gambaran kiprah alumni Universitas Muslim Indonesia dalam bidang pemerintahan dan politik daerah. Pendidikan Teknik Sipil yang ditempuhnya pada 2012–2018 menjadi bagian awal dari perjalanan sebelum ia menjalankan tanggung jawab sebagai unsur pimpinan DPRD Enrekang. Bagi mahasiswa Fakultas Teknik UMI, pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan akademik dapat dikembangkan melalui berbagai pilihan karier, termasuk pelayanan publik dan kepemimpinan politik.
Dalam lembaga perwakilan rakyat, pengetahuan teknis dapat menjadi salah satu perspektif untuk memahami persoalan pembangunan. Namun, tanggung jawab publik juga membutuhkan kemampuan mendengarkan aspirasi, memahami regulasi, menjaga integritas, dan mempertanggungjawabkan keputusan kepada masyarakat. Nilai tersebut sejalan dengan semangat UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, yang menempatkan ilmu pengetahuan dan amanah sebagai bagian dari pembentukan karakter lulusan.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Ikrar Eran Batu merupakan alumni Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik UMI yang menyelesaikan pendidikan pada 2018. Perjalanan politiknya membawanya menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Enrekang periode 2019–2024, kemudian Ketua DPRD Kabupaten Enrekang periode 2024–2029. Ia juga menjalankan peran organisasi sebagai Ketua Pelti dan Ketua FAJI Kabupaten Enrekang.
Kiprah tersebut memperlihatkan perjalanan seorang alumni dari pendidikan keteknikan menuju tanggung jawab kepemimpinan publik. Bagi Ikrar, jabatan Ketua DPRD merupakan amanah yang menempatkannya pada posisi penting dalam proses legislasi, penganggaran, dan pengawasan pemerintahan daerah. Dari Teknik Sipil UMI menuju kursi Ketua DPRD Enrekang, Ikrar Eran Batu memperlihatkan bahwa perjalanan lulusan teknik dapat berkembang menjadi kepemimpinan dan tanggung jawab publik.
DARI TEKNIK SIPIL UMI, MENUJU KEPEMIMPINAN LEGISLATIF DAN PENGABDIAN MASYARAKAT. DARI KAMPUS, MENJADI DAMPAK. (Bersambung)























































































































