Dari Kampus, Menjadi Dampak - Ir. H. Fadly Ibrahim: Alumni Teknik Sipil UMI, Kini General Manager PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Wilayah II
MAKASSAR, umi.ac.id — Ir. H. Fadly Ibrahim, alumnus Teknik Sipil Universitas Muslim Indonesia (UMI), kini mengemban amanah sebagai General Manager PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Wilayah II. Posisi tersebut menjadi babak baru perjalanan profesionalnya setelah lebih dari dua dekade berkecimpung dalam dunia teknik, infrastruktur, konsultansi, dan kepemimpinan BUMN.
Lahir di Pompanua, Bone, 28 November 1978, Fadly menyelesaikan pendidikan sarjana Teknik Sipil di UMI pada 2002. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister di Universitas Hasanuddin pada 2009 dan kembali ke UMI untuk menyelesaikan pendidikan Profesi Insinyur pada 2017.
Fondasi teknik sipil itulah yang mengawali perjalanan panjangnya. Namun, sebagaimana banyak perjalanan profesional, ilmu yang diperoleh di kampus tidak berhenti pada satu jenis pekerjaan. Kompetensi teknik kemudian berkembang menjadi kemampuan mengelola proyek, memimpin organisasi, membaca persoalan pembangunan, dan mengambil keputusan pada sektor yang semakin luas.
Dari Infrastruktur ke Kepemimpinan BUMN
Sebagian besar perjalanan awal Fadly tumbuh bersama dunia infrastruktur. Ia pernah menjadi Staf Ahli Dinas Bina Marga Provinsi Sulawesi Selatan pada 2013–2018. Pada periode tersebut, ia juga aktif berbagi pengetahuan melalui berbagai pelatihan yang berkaitan dengan pembangunan jalan, sanitasi, dan perencanaan wilayah.
Jejak akademiknya berjalan beriringan dengan pengalaman profesional. Fadly terlibat dalam sejumlah publikasi dan forum ilmiah, termasuk kajian mengenai konektivitas jalan dan pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, pengalaman lapangan tidak hanya berhenti sebagai praktik, tetapi juga bertemu dengan ruang akademik dan pengembangan pengetahuan.
Perjalanan kariernya kemudian membawanya ke PT Yodya Karya (Persero), BUMN yang bergerak di bidang konsultansi engineering dan manajemen. Ia dipercaya sebagai General Manager Wilayah II pada periode 2020–2025. Situs resmi Yodya Karya juga mencatat Fadly Ibrahim sebagai General Manager Wilayah II Makassar.
Posisi tersebut memperluas tanggung jawabnya. Dari seorang profesional teknik, ia berkembang menjadi pemimpin yang harus mengelola sumber daya, pekerjaan, organisasi, serta berbagai kepentingan yang bertemu dalam pelaksanaan proyek.
Kini General Manager Agrinas Pangan Nusantara Wilayah II
Perjalanan berikutnya membawa Fadly memasuki sektor yang berbeda, tetapi memiliki posisi strategis bagi Indonesia: pangan. Sejak 2025, ia dipercaya sebagai General Manager PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Wilayah II. Jejak publik pada 2025 dan 2026 mengonfirmasi keterlibatan Fadly Ibrahim dalam kapasitas kepemimpinan Agrinas Pangan Nusantara Wilayah II.
Perubahan dari dunia konsultansi infrastruktur menuju sektor pangan menjadi bagian menarik dari perjalanan alumnus Teknik Sipil UMI ini. Ia tidak sedang meninggalkan identitas keinsinyurannya. Sebaliknya, pengalaman teknik berkembang menjadi kemampuan yang lebih luas. Seorang insinyur tidak hanya belajar menghitung struktur atau merencanakan konstruksi, tetapi juga dilatih memahami sistem, mengelola sumber daya, membaca risiko, menyelesaikan masalah, dan memastikan sebuah rencana dapat dieksekusi. Kemampuan tersebut dapat bergerak melampaui batas disiplin awalnya.
Jika sebelumnya Fadly banyak bekerja pada sektor yang membangun dan menghubungkan infrastruktur, kini ruang pengabdiannya bersentuhan dengan sektor pangan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Dari membangun infrastruktur, kini ikut memperkuat pangan.
Profesi, Organisasi, dan Pengabdian
Di luar perjalanan profesional, Fadly juga aktif dalam organisasi profesi. Keterlibatannya antara lain melalui HPJI, PII, INTAKINDO, dan IABI. Aktivitas tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan seorang insinyur tidak hanya dibentuk oleh jabatan formal, tetapi juga oleh jejaring profesi dan proses berbagi pengetahuan.
Ruang pengabdiannya juga menyentuh kehidupan sosial dan keagamaan. Ia terlibat dalam kepengurusan PW Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan serta Yayasan Haji Ahmad Surur–Lembaga Tahfidz Assurur. Dimensi ini menjadi bagian penting dari perjalanan alumni UMI. Profesionalisme dan pengabdian sosial tidak harus berjalan pada dua jalan yang berbeda. Keduanya dapat tumbuh bersama ketika ilmu dan jabatan dipahami sebagai amanah. Bagi UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, perjalanan alumni menemukan makna ketika ilmu berkembang menjadi kompetensi, kompetensi melahirkan tanggung jawab, dan tanggung jawab menghadirkan manfaat yang semakin luas.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Jika perjalanan Fadly dirangkum, lintasannya memperlihatkan perkembangan ruang pengabdian yang terus meluas: Pompanua, Bone → Teknik Sipil UMI → Profesi Insinyur UMI → Infrastruktur → General Manager PT Yodya Karya (Persero) Wilayah II → General Manager PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Wilayah II.
Namun, kekuatan perjalanan ini bukan pada panjangnya daftar jabatan. Yang lebih penting adalah bagaimana kompetensi yang dibangun sejak kuliah terus menemukan bentuk baru sesuai kebutuhan zaman. Teknik sipil menjadi fondasi, pengalaman infrastruktur mengasah kemampuan, kepemimpinan BUMN memperluas tanggung jawab, dan sektor pangan membuka ruang pengabdian berikutnya.
"Seorang insinyur tidak dibatasi oleh apa yang ia bangun. Nilainya terlihat dari kemampuan menggunakan ilmu untuk menjawab kebutuhan yang terus berubah."
Perjalanan Ir. H. Fadly Ibrahim memperlihatkan satu hal sederhana: pendidikan tidak selalu menentukan hanya satu pekerjaan, tetapi dapat membangun cara berpikir yang memungkinkan seseorang terus tumbuh menghadapi perubahan.
Dari Teknik Sipil UMI menuju dunia infrastruktur. Dari infrastruktur menuju kepemimpinan BUMN. Dan kini, dari pengalaman panjang keinsinyuran menuju sektor pangan. Dari membangun infrastruktur, kini ikut memperkuat pangan. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































