Dari Kampus, Menjadi Dampak - Ir. Muhammad Dahir, Kini Wakil Ketua DPN INKINDO Wilayah V dan Dirut PT Antariksa Globalindo, Hampir 30 Tahun Berkiprah di Dunia Konsultan
Dari memimpin perusahaan konsultansi hingga dipercaya mengemban tanggung jawab organisasi profesi tingkat nasional, Muhammad Dahir membangun perjalanan panjang dalam pengembangan usaha, profesionalisme, dan kelembagaan konsultan Indonesia.
MAKASSAR, umi.ac.id — Di balik pembangunan gedung, jalan, kawasan industri, hingga berbagai fasilitas publik, ada pekerjaan yang sering luput dari perhatian: memastikan setiap rencana didukung kajian, perhitungan, dan pertimbangan teknis yang tepat. Di sinilah jasa konsultansi mengambil peran. Bukan sekadar memberikan rekomendasi, tetapi membantu menghadirkan perencanaan dan pengambilan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Bidang tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan profesional Ir. Muhammad Dahir selama hampir tiga dekade. Kini, ia mengemban dua tanggung jawab penting, yakni Wakil Ketua Wilayah V Dewan Pengurus Nasional Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (DPN INKINDO) dan Direktur Utama PT Antariksa Globalindo. Dua posisi tersebut mempertemukan pengalamannya sebagai pelaku usaha dengan keterlibatan dalam pengembangan organisasi profesi konsultan. Perjalanan Dahir menunjukkan bahwa membangun perusahaan dan memperkuat organisasi profesi merupakan dua ruang pengabdian yang dapat berjalan beriringan.
Membangun Usaha Konsultansi Sejak 1996
Perjalanan Muhammad Dahir dalam pengelolaan perusahaan konsultansi dimulai ketika ia dipercaya menjabat Direktur CV Antariksa Perkasa Utama pada 1996–2007. Selama periode tersebut, ia mengembangkan pengalaman dalam kepemimpinan dan pengelolaan badan usaha jasa konsultansi. Pada 2007, Dahir melanjutkan perjalanan profesionalnya dengan memimpin PT Antariksa Globalindo sebagai Direktur Utama, jabatan yang masih diembannya berdasarkan riwayat yang tersedia. Artinya, hampir dua dekade ia telah berada dalam kepemimpinan perusahaan tersebut.
Dalam dunia konsultansi, keberlanjutan usaha membutuhkan kemampuan memahami kebutuhan pengguna jasa, mengelola tenaga ahli, menjaga mutu layanan, serta mengikuti perkembangan ketentuan dan kebutuhan pembangunan. Pengalaman panjang Dahir menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya menghadapi dinamika sektor jasa konsultansi. Namun, aktivitasnya tidak hanya berlangsung di lingkungan perusahaan. Ia juga mengambil peran dalam organisasi yang menaungi para konsultan.
Dari Ketua INKINDO Sulsel hingga Pengurus Nasional
Keterlibatan Muhammad Dahir dalam Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) berlangsung melalui sejumlah tanggung jawab organisasi. Pada 2010–2014, ia menjabat Ketua Badan Sertifikasi Anggota Provinsi INKINDO Sulawesi Selatan. Pengalaman tersebut berkaitan dengan penguatan tata kelola dan pengembangan keanggotaan organisasi. Selanjutnya, pada 2014–2018, Dahir dipercaya menjadi Ketua Dewan Pengurus Provinsi INKINDO Sulawesi Selatan. Setelah menyelesaikan masa kepemimpinan tersebut, ia mengemban tanggung jawab sebagai Ketua Dewan Kehormatan Provinsi INKINDO Sulawesi Selatan pada 2018–2022.
Rangkaian jabatan itu memperlihatkan keterlibatannya dalam berbagai aspek organisasi, mulai dari sertifikasi anggota, kepemimpinan wilayah, hingga kelembagaan kehormatan profesi. Kini, perannya berkembang ke tingkat nasional sebagai Wakil Ketua Wilayah V DPN INKINDO. Jabatan tersebut menjadi kelanjutan dari pengalaman panjangnya dalam organisasi profesi konsultan. Dari memimpin organisasi di Sulawesi Selatan hingga mengemban tanggung jawab pada kepengurusan nasional, Dahir memperlihatkan konsistensi keterlibatan dalam pengembangan profesi konsultansi.
Dua Periode Memimpin ATAKI Sulawesi Selatan
Selain INKINDO, Muhammad Dahir juga aktif dalam Asosiasi Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia (ATAKI). Ia tercatat menjabat Ketua ATAKI Sulawesi Selatan pada 2011–2016, kemudian kembali memimpin DPD ATAKI Sulawesi Selatan periode 2016–2021. Pengalaman tersebut memperluas keterlibatannya dalam lingkungan organisasi yang berkaitan dengan tenaga ahli konstruksi.
Di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Dahir juga pernah memimpin Komite Konsultansi Nonkonstruksi dan Pengembangan Profesi. Keterlibatan dalam organisasi usaha dan profesi tersebut mempertemukannya dengan berbagai persoalan yang dihadapi pelaku jasa konsultansi, termasuk kebutuhan pengembangan kompetensi, kelembagaan, dan hubungan dunia usaha. Pengalaman itu melengkapi tanggung jawabnya sebagai pimpinan perusahaan.
Terlibat dalam Advokasi dan Pengembangan Regulasi
Pada tingkat nasional, perjalanan organisasi Dahir juga mencakup keterlibatan dalam Badan Advokasi dan Mediasi DPN INKINDO. Ia pernah menjadi Wakil Ketua II Musyawarah Nasional INKINDO pada 2010. Selain itu, Dahir terlibat dalam kelompok kerja penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) INKINDO, serta pembahasan revisi regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas organisasinya tidak hanya berkaitan dengan kepengurusan, tetapi juga dengan pembahasan aturan dan tata kelola yang relevan bagi dunia konsultansi. Regulasi pengadaan memiliki hubungan erat dengan kegiatan usaha konsultan, terutama ketika layanan diberikan untuk mendukung program pembangunan pemerintah. Karena itu, pemahaman terhadap ketentuan pengadaan, standar profesional, dan tanggung jawab penyedia jasa menjadi bagian penting dari ekosistem konsultansi. Dalam perjalanan Dahir, pengalaman sebagai pelaku usaha dan pengurus organisasi menjadi dua latar belakang yang saling melengkapi.
Menjaga Profesionalisme di Tengah Perubahan Industri
Dunia jasa konsultansi terus menghadapi perubahan. Kebutuhan pembangunan semakin beragam, teknologi berkembang, dan tuntutan terhadap kualitas layanan serta akuntabilitas semakin besar. Perusahaan konsultan tidak cukup hanya memiliki tenaga ahli. Mereka juga harus mampu menjaga kualitas pekerjaan, memenuhi ketentuan yang berlaku, dan membangun kepercayaan pengguna jasa.
Organisasi profesi memiliki ruang untuk mendukung penguatan kompetensi, etika, dan kelembagaan anggotanya. Dalam konteks tersebut, perjalanan Muhammad Dahir memperlihatkan dua sisi dunia konsultansi: menjalankan usaha secara profesional dan berpartisipasi dalam pengembangan organisasi. Hampir tiga dekade pengalamannya menjadi bagian dari rekam jejak panjang di sektor tersebut.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Ir. Muhammad Dahir telah berkecimpung dalam pengelolaan usaha jasa konsultansi sejak 1996. Ia pernah menjadi Direktur CV Antariksa Perkasa Utama pada 1996–2007, kemudian menjabat Direktur Utama PT Antariksa Globalindo sejak 2007. Di bidang organisasi profesi, ia pernah memimpin INKINDO Sulawesi Selatan periode 2014–2018, menjadi Ketua Dewan Kehormatan INKINDO Sulawesi Selatan periode 2018–2022, serta memimpin ATAKI Sulawesi Selatan selama dua periode pada 2011–2021. Kini, Dahir mengemban tanggung jawab sebagai Wakil Ketua Wilayah V DPN INKINDO, sekaligus melanjutkan kepemimpinan di PT Antariksa Globalindo.
Perjalanannya memperlihatkan bahwa kontribusi seorang profesional dapat berkembang melalui dua jalur sekaligus: membangun usaha dan memperkuat kelembagaan profesi. Dari kepemimpinan perusahaan hingga organisasi nasional, Muhammad Dahir menunjukkan bahwa pengalaman panjang dapat menjadi bekal untuk terus berperan dalam pengembangan profesionalisme dunia konsultansi.
DARI DUNIA JASA KONSULTANSI, MENUJU KEPEMIMPINAN USAHA DAN PENGUATAN ORGANISASI PROFESI NASIONAL. DARI KAMPUS, MENJADI DAMPAK. (Bersambung)























































































































