Dari Kampus, Menjadi Dampak - Kuwaydin Ismanura, S.H.I.: Alumni Ahwal Al-Syakhshiyah FAI UMI, dari Penghulu Kini Kepala KUA Kecamatan Bajawa, NTT
MAKASSAR, umi.ac.id — Pengabdian tidak selalu dimulai dari jabatan besar. Kuwaydin Ismanura, S.H.I., alumnus Program Studi Ahwal Al-Syakhshiyah Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Indonesia (FAI UMI), memulainya sebagai tenaga honorer di lingkungan Kementerian Agama. Perjalanan itu membawanya menjadi penghulu, PNS, hingga pada April 2026 dipercaya memimpin Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, sebagai Kepala KUA.
Perjalanan Kuwaydin menarik karena memiliki garis pengabdian yang konsisten. Ilmu yang dipelajarinya di FAI UMI bertemu langsung dengan profesi yang dijalani: pelayanan keagamaan, hukum keluarga Islam, dan kehidupan masyarakat. Kuwaydin menyelesaikan pendidikan di UMI pada 2015. Selepas kuliah, ia kembali ke daerah dan pada 2016 mulai bekerja sebagai tenaga honorer di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ngada.
Dua tahun lebih ia menjalani fase tersebut. Tidak langsung menjadi ASN, tidak pula langsung menduduki jabatan struktural. Ia memulai dari pekerjaan yang memberinya kesempatan mengenal pelayanan keagamaan dari dekat.
Dari Tenaga Honorer Menjadi Penghulu
Kesempatan baru datang pada 2019. Kuwaydin mengikuti seleksi CPNS dan dinyatakan lulus untuk formasi Penghulu Ahli Pertama.
Pada tahun yang sama, kemampuan akademiknya juga memperoleh ruang untuk berkembang. Ia mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah Penghulu di Kupang dan berhasil meraih peringkat ketiga.
Pada 2020, Kuwaydin kemudian dilantik sebagai PNS. Perjalanan tersebut memperlihatkan kesinambungan antara pendidikan dan profesi. Ahwal Al-Syakhshiyah yang dipelajarinya di FAI UMI memiliki kedekatan dengan persoalan hukum keluarga Islam, perkawinan, dan kehidupan keagamaan masyarakat. Setelah meninggalkan kampus, bidang tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan akademik, tetapi menjadi bagian dari pekerjaan yang dijalaninya.
Sebagai penghulu, ruang kerjanya juga mempertemukan ilmu dengan manusia secara langsung. Pelayanan perkawinan bukan hanya urusan administrasi. Di dalamnya terdapat tanggung jawab keagamaan, hukum, komunikasi, dan pelayanan kepada masyarakat. Di kampus ia mempelajari hukum keluarga Islam. Di tengah masyarakat, ilmu itu berubah menjadi pelayanan.
April 2026, Dipercaya Memimpin KUA Bajawa
Perjalanan dari tenaga honorer, CPNS, penghulu, hingga PNS kemudian memasuki fase kepemimpinan. Pada April 2026, Kuwaydin dipercaya sebagai Kepala KUA Kecamatan Bajawa pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Ia juga menjalankan tugas fungsional sebagai Penghulu Ahli Pertama. Amanah sebagai Kepala KUA memperluas ruang pengabdiannya. KUA merupakan salah satu unit pelayanan Kementerian Agama yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat di tingkat kecamatan.
Karena itu, memimpin KUA bukan hanya mengelola administrasi kantor. Di dalamnya terdapat pelayanan keagamaan yang membutuhkan ketelitian, pemahaman regulasi, kemampuan berkomunikasi, serta kepekaan terhadap kondisi masyarakat. Perjalanan Kuwaydin menunjukkan bagaimana karier dapat bertumbuh dari proses yang dijalani secara bertahap. Dari tenaga honorer yang belajar melayani, menjadi penghulu yang menjalankan profesi, hingga dipercaya memimpin pelayanan keagamaan di tingkat kecamatan.
Bekal dari FAI UMI
Bagi Kuwaydin, FAI UMI menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan tersebut. Ia mengenang proses perkuliahan, pembelajaran dari para dosen, serta pelayanan sivitas akademika sejak menjadi mahasiswa hingga menyelesaikan studi sebagai pengalaman yang memberinya bekal untuk memasuki dunia kerja. Bekal itu kemudian diuji bukan lagi melalui ujian semester, tetapi melalui persoalan nyata yang hadir di tengah masyarakat.
Di sinilah pendidikan menemukan ukuran yang lebih luas. Keberhasilan seorang alumni bukan hanya ketika memperoleh pekerjaan, tetapi ketika ilmu yang diperolehnya tetap relevan dan memberi manfaat dalam profesi yang dijalani. Bagi UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, perjalanan tersebut juga memiliki makna tersendiri. Ilmu agama tidak cukup berhenti menjadi pengetahuan. Ia menemukan nilai ketika hadir dalam pelayanan, keteladanan, dan pengabdian.
Pengabdian Tidak Berhenti di Kantor
Ruang pengabdian Kuwaydin tidak hanya berada dalam tugas kedinasan. Di tengah masyarakat, ia juga dipercaya sebagai Ketua Pembangunan Masjid Jami Baburrahman Golokutu, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, NTT. Peran tersebut memperlihatkan sisi lain perjalanan alumnus FAI UMI ini. Setelah menyelesaikan tugas sebagai aparatur negara, masih ada ruang pengabdian sosial dan keagamaan yang membutuhkan keterlibatan.
Kantor menjadi tempat pelayanan profesi. Masyarakat menjadi ruang pengabdian. Keduanya bertemu dalam perjalanan yang sama.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Perjalanan Kuwaydin Ismanura dapat dibaca melalui lintasan yang sederhana tetapi konsisten: Ahwal Al-Syakhshiyah FAI UMI → Tenaga Honorer Kementerian Agama → CPNS → Penghulu Ahli Pertama → PNS → Kepala KUA Kecamatan Bajawa → Pengabdian Keagamaan di Masyarakat.
Tidak ada lompatan yang terjadi dalam semalam. Ada proses dari bawah. Ada masa sebagai tenaga honorer. Ada seleksi yang harus dilalui. Ada profesi yang harus dijalankan. Dan akhirnya, ada kepercayaan yang semakin besar.
Kisah ini menjadi pesan bagi mahasiswa FAI UMI bahwa ilmu keislaman memiliki ruang pengabdian yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Hukum keluarga, pelayanan keagamaan, komunikasi, dan pemahaman sosial bukan sekadar materi perkuliahan. Semua itu kelak berhadapan dengan manusia dan persoalan nyata.
"Jabatan dapat datang setelah perjalanan panjang. Tetapi pengabdian dapat dimulai sejak kita bersedia menggunakan ilmu untuk melayani."
Dari FAI UMI, Kuwaydin membawa ilmu ke Nusa Tenggara Timur. Dari tenaga honorer, ia tumbuh menjadi penghulu. Dari melayani masyarakat, ia kemudian dipercaya memimpin KUA Kecamatan Bajawa.
Dari mempelajari hukum keluarga islam, menuju pelayanan keagamaan masyarakat. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































