Dari Kampus, Menjadi Dampak - Naim Dwianansya, Alumni Teknik Pertambangan UMI, Kini Direktur CV Gema Alam Semesta
Berawal dari bangku kuliah Teknik Pertambangan UMI, Naim Dwianansya, S.T., menapaki perjalanan hingga dipercaya memimpin perusahaan. Kisahnya menunjukkan bahwa ilmu, keberanian, dan kemauan untuk terus belajar dapat membuka jalan menuju dunia kewirausahaan.
MAKASSAR, umi.ac.id — Setiap mahasiswa memiliki perjalanan masing-masing setelah menyelesaikan pendidikan. Ada yang memilih bekerja di perusahaan tambang, melanjutkan studi, membangun usaha, atau mengambil peran dalam kepemimpinan profesional. Bagi Naim Dwianansya, S.T., perjalanan itu bermula dari Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Ia menyelesaikan pendidikan pada 2021. Dari ruang-ruang perkuliahan, praktikum, dan proses pembelajaran di kampus, Naim membawa bekal pengetahuan serta pengalaman untuk memasuki dunia profesional. Kini, alumni Teknik Pertambangan UMI tersebut dipercaya menjabat sebagai Direktur CV Gema Alam Semesta. Perubahan peran dari mahasiswa menjadi pemimpin perusahaan tidak terjadi dalam satu langkah. Di baliknya terdapat proses belajar, keberanian mengambil tanggung jawab, serta kemampuan menerapkan ilmu dalam situasi yang lebih nyata.
Berawal dari Bangku Kuliah
Sebagai mahasiswa Teknik Pertambangan, Naim mempelajari berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan pertambangan, perencanaan teknis, sistem kerja industri, serta penyelesaian persoalan secara terukur. Namun, pendidikan di kampus tidak hanya membentuk kemampuan teknis. Di tengah proses perkuliahan, mahasiswa juga dilatih untuk berpikir kritis, bekerja secara sistematis, memahami risiko, dan mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan yang matang.
Bagi Naim, bekal tersebut menjadi fondasi penting ketika ia mulai menapaki dunia profesional. Ilmu yang diperoleh di kampus tidak berhenti pada teori. Pengetahuan itu berkembang menjadi cara berpikir dan sikap kerja yang dapat diterapkan dalam berbagai bidang, termasuk pengelolaan usaha. Dari sinilah perjalanan Naim mulai bergerak dari dunia akademik menuju dunia kewirausahaan.
Menapaki Dunia Profesional
Setelah menyelesaikan pendidikan di UMI, Naim menghadapi tantangan baru. Dunia kerja menuntut lebih dari sekadar pemahaman terhadap teori. Ia perlu belajar membaca situasi, membangun komunikasi, memahami kebutuhan mitra, serta mengambil keputusan dengan penuh tanggung jawab. Proses tersebut menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk dirinya sebagai seorang profesional.
Pengalaman di dunia kerja juga memperluas cara pandangnya. Ia tidak hanya melihat persoalan dari sisi teknis, tetapi mulai memahami pentingnya perencanaan, koordinasi, pengelolaan sumber daya, dan keberlanjutan sebuah kegiatan usaha. Perjalanan itu kemudian mengantarkannya pada kepercayaan untuk menjabat sebagai Direktur CV Gema Alam Semesta.
Dari Mahasiswa Menjadi Direktur
Menjadi direktur bukan sekadar menduduki sebuah jabatan. Di balik posisi tersebut terdapat tanggung jawab untuk mengarahkan perusahaan, mengelola kegiatan usaha, membangun hubungan dengan mitra, serta memastikan setiap keputusan diambil secara tepat. Peran itu menuntut kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi.
Naim perlu menggabungkan bekal pendidikan teknik dengan kemampuan kepemimpinan. Ia dituntut memahami persoalan secara menyeluruh, menyusun langkah kerja, serta mempertimbangkan dampak dari setiap keputusan. Perubahan dari mahasiswa menjadi direktur memperlihatkan bahwa perjalanan karier tidak selalu berlangsung dalam garis yang lurus. Ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dapat menjadi titik awal untuk memasuki berbagai bidang. Dengan kemauan untuk berkembang, lulusan teknik juga dapat mengambil peran dalam dunia usaha dan kepemimpinan perusahaan.
Ilmu Teknik yang Menjadi Bekal Kepemimpinan
Pendidikan Teknik Pertambangan membiasakan mahasiswa untuk bekerja dengan data, memahami proses, mengenali risiko, dan mencari solusi secara terstruktur. Kemampuan tersebut memiliki relevansi yang kuat dalam dunia bisnis.
Seorang pemimpin perusahaan perlu mampu mengidentifikasi persoalan, menyusun prioritas, mengelola sumber daya, dan menentukan langkah yang paling tepat. Dalam prosesnya, ketelitian dan kemampuan berpikir analitis menjadi bagian penting. Namun, kepemimpinan juga membutuhkan kemampuan untuk memahami manusia. Komunikasi, kepercayaan, kerja sama, integritas, dan kesediaan untuk mendengarkan menjadi unsur yang tidak kalah penting dalam menjalankan perusahaan.
Perjalanan Naim menunjukkan bahwa pendidikan teknik dapat menjadi fondasi awal. Selanjutnya, pengalaman dan kemauan untuk terus belajar menjadi bagian yang menyempurnakan proses menuju kepemimpinan.
Menjadi Inspirasi bagi Mahasiswa
Kisah Naim memberikan gambaran kepada mahasiswa Teknik Pertambangan UMI bahwa masa depan lulusan tidak terbatas pada satu jalur karier. Lulusan dapat bekerja di bidang teknis, bergabung dengan perusahaan, membangun usaha, atau memimpin organisasi dan badan usaha. Yang terpenting adalah kemampuan untuk mengenali potensi diri, berani mengambil kesempatan, dan terus mengembangkan kompetensi.
Perjalanan dari mahasiswa menuju direktur juga mengajarkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh posisi akhir, tetapi oleh proses yang dilalui untuk mencapainya. Setiap tugas, tantangan, dan pengalaman dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter profesional. Bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan, kisah Naim menjadi pengingat bahwa apa yang dipelajari hari ini dapat memberikan manfaat pada masa depan, bahkan dalam bidang yang mungkin belum pernah dibayangkan sebelumnya.
Alumni FTI UMI dalam Dunia Kewirausahaan
Perjalanan Naim menjadi bagian dari keberagaman kiprah alumni Fakultas Teknologi Industri UMI. Sebagian alumni berkarier dalam bidang engineering, perencanaan tambang, keselamatan kerja, dan pengelolaan operasional. Sebagian lainnya memilih mengembangkan usaha dan mengambil peran sebagai pemimpin perusahaan. Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga membentuk keberanian untuk menciptakan peluang.
Sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, UMI juga menanamkan nilai amanah, integritas, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut menjadi penting ketika seorang alumni menjalankan peran dalam dunia usaha. Kepemimpinan tidak hanya diukur dari kemampuan mencapai target, tetapi juga dari cara menjalankan tanggung jawab dan menjaga kepercayaan.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Naim Dwianansya, S.T., memulai perjalanan sebagai mahasiswa Teknik Pertambangan FTI UMI dan menyelesaikan pendidikannya pada 2021. Beberapa tahun kemudian, ia dipercaya menjabat sebagai Direktur CV Gema Alam Semesta.
Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa kampus dapat menjadi tempat tumbuhnya pengetahuan, keberanian, dan cita-cita. Dari sana, seorang mahasiswa dapat melangkah menuju dunia profesional dengan membawa bekal yang terus berkembang. Kisah Naim bukan hanya tentang perubahan status dari mahasiswa menjadi direktur. Lebih dari itu, kisah ini adalah tentang proses belajar, keberanian mengambil tanggung jawab, dan kemampuan mengubah ilmu menjadi kontribusi nyata. Dari bangku Teknik Pertambangan UMI menuju kepemimpinan perusahaan, Naim Dwianansya menunjukkan bahwa pendidikan dapat menjadi awal dari perjalanan panjang untuk memberi dampak.
DARI TEKNIK PERTAMBANGAN UMI, MENUJU KEPEMIMPINAN DAN KEWIRAUSAHAAN. DARI KAMPUS, MENJADI DAMPAK. (Bersambung)























































































































