Dari Kampus, Menjadi Dampak - Prof. Deffi Ayu Puspito Sari, Alumni Profesi Insinyur UMI, Kini Pimpin Lembaga Penelitian dan Pengembangan Universitas Bakrie
Dari Teknologi Pangan IPB, pendidikan magister dan doktor di Jepang, hingga kepemimpinan riset di Universitas Bakrie, Prof. Deffi mengembangkan keilmuan lintas disiplin untuk menjawab persoalan pembangunan dan keberlanjutan.
MAKASSAR, umi.ac.id — Penelitian yang baik tidak berhenti ketika hasilnya terbit dalam jurnal ilmiah. Tantangan berikutnya adalah bagaimana pengetahuan tersebut dapat dikembangkan menjadi inovasi, memperkuat kebijakan, dan membantu menjawab persoalan nyata di masyarakat. Semangat inilah yang mewarnai perjalanan Prof. Deffi Ayu Puspito Sari, S.TP., M.Agr.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., alumni Program Profesi Insinyur Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Saat ini, Deffi dipercaya menjabat Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Universitas Bakrie untuk periode 2024–2028. Sebagai pimpinan lembaga, ia mengemban tanggung jawab dalam perencanaan, koordinasi, pengembangan, dan evaluasi kegiatan penelitian serta pengembangan institusi. Perannya juga berkaitan dengan penguatan mutu riset, perluasan kerja sama, dan dorongan terhadap luaran penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Bagi UMI, kiprah Deffi memperlihatkan bahwa alumni Program Profesi Insinyur memiliki ruang kontribusi yang luas, tidak hanya dalam praktik industri, tetapi juga dalam kepemimpinan akademik, pengembangan ilmu pengetahuan, dan inovasi.
Dari Teknologi Pangan hingga Meraih Doktor di Jepang
Perjalanan akademik Deffi dimulai dari Institut Pertanian Bogor (IPB), tempat ia menyelesaikan pendidikan sarjana Teknologi Pangan pada 2004. Pada jenjang tersebut, penelitiannya membahas penerapan pengendalian proses secara statistik untuk menjaga konsistensi mutu produk. Minat akademiknya kemudian berkembang ke persoalan yang lebih luas, terutama hubungan antara sumber daya, ekonomi, dan pembangunan masyarakat.
Deffi melanjutkan pendidikan di Tohoku University, Jepang, pada bidang Biological Resource Sciences atau ilmu sumber daya hayati. Ia meraih gelar magister pada 2009 dan doktor pada 2012. Pada jenjang magister, penelitiannya mengkaji hubungan respons harga dengan luas panen komoditas pangan di Indonesia. Sementara itu, disertasinya membahas kemiskinan dan kebijakan pengentasannya melalui pendekatan kapabilitas, yakni perspektif yang menempatkan kemampuan serta kesempatan manusia untuk menjalani kehidupan yang bernilai sebagai bagian penting dari pembangunan. Perjalanan tersebut menunjukkan perkembangan fokus keilmuan Deffi, dari pengendalian mutu produk menuju persoalan ekonomi, kesejahteraan, dan kebijakan pembangunan.
Dalam pengembangan kompetensi profesionalnya, Deffi juga menempuh Program Profesi Insinyur Universitas Muslim Indonesia. Pendidikan profesi ini menjadi bagian dari perjalanan akademik dan profesional yang mempertemukan pengetahuan teknik, penelitian, dan tanggung jawab keinsinyuran.
Memimpin Riset Universitas Bakrie Periode 2024–2028
Setelah mengembangkan pengalaman dalam pendidikan tinggi dan penelitian, Deffi dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Universitas Bakrie. Jabatan yang diembannya untuk periode 2024–2028 menempatkannya dalam peran kepemimpinan yang berkaitan dengan penguatan ekosistem riset perguruan tinggi.
Di lingkungan universitas, lembaga penelitian memiliki fungsi penting untuk membantu dosen dan peneliti mengembangkan gagasan, membangun kolaborasi, serta menghasilkan karya ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Namun, tantangannya tidak hanya terletak pada jumlah penelitian yang dihasilkan. Perguruan tinggi juga perlu mendorong agar kegiatan riset memiliki arah yang jelas, menjawab kebutuhan masyarakat, dan membuka peluang penerapan hasil penelitian.
Dalam tanggung jawabnya, Deffi memimpin perencanaan, koordinasi, pengembangan, dan evaluasi kegiatan penelitian serta pengembangan institusi. Ia juga terlibat dalam upaya memperluas jejaring kerja sama dan mendorong peningkatan mutu serta luaran penelitian. Perjalanan Deffi memperlihatkan bahwa kepemimpinan riset bukan hanya tentang menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga membangun lingkungan yang memungkinkan pengetahuan berkembang dan dimanfaatkan.
Menekuni Isu Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan
Salah satu kekhasan perjalanan akademik Deffi adalah luasnya bidang yang menjadi perhatian penelitiannya. Selain teknologi pangan dan ekonomi pembangunan, aktivitas akademiknya mencakup isu pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, inovasi lingkungan, dan pengurangan risiko bencana. Bidang-bidang tersebut memiliki keterkaitan dengan tantangan keberlanjutan yang dihadapi masyarakat.
Pengelolaan sampah, misalnya, tidak hanya membutuhkan teknologi pengolahan, tetapi juga pemahaman terhadap perilaku masyarakat, tata kelola, dan kelayakan penerapan solusi. Demikian pula ekonomi sirkular, yang mendorong penggunaan sumber daya secara lebih efisien melalui pengurangan limbah, pemanfaatan kembali material, dan pengembangan proses yang lebih berkelanjutan.
Persoalan seperti ini sulit diselesaikan oleh satu disiplin ilmu saja. Diperlukan kolaborasi antara bidang teknik, ekonomi, lingkungan, kebijakan publik, serta ilmu sosial. Latar belakang pendidikan dan pengalaman penelitian Deffi memperlihatkan bagaimana pendekatan lintas disiplin dapat menjadi bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan.
Pengakuan atas Kiprah Akademik dan Profesional
Selain memimpin Lembaga Penelitian dan Pengembangan, Deffi juga tercatat menjadi anggota Senat Universitas Bakrie dan Senat Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer. Keterlibatannya dalam forum akademik tersebut melengkapi perannya dalam pengembangan institusi dan tata kelola pendidikan tinggi. Deffi juga memiliki pengalaman dalam organisasi profesi, termasuk keterlibatan di lingkungan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan sejumlah organisasi profesional lainnya.
Dedikasinya dalam pendidikan tinggi memperoleh sejumlah pengakuan. Pada 2019, ia menerima penghargaan Dosen Berprestasi dari LLDIKTI Wilayah III. Ia juga tercatat memperoleh penghargaan Dosen Terbaik Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Bakrie pada periode 2021–2025. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari rekam jejak profesionalnya dalam pendidikan dan penelitian.
Di samping gelar akademik profesor, Deffi juga memiliki pengakuan profesi keinsinyuran melalui kualifikasi Insinyur Profesional Madya (IPM) dan ASEAN Engineer (ASEAN Eng.). Perpaduan antara pengalaman akademik, pengembangan profesi, dan kepemimpinan lembaga menjadi salah satu karakter penting dalam perjalanan profesionalnya.
Alumni Profesi Insinyur UMI dalam Kepemimpinan Akademik Nasional
Kisah Prof. Deffi memberikan gambaran mengenai luasnya latar belakang profesional alumni Program Profesi Insinyur UMI. Peserta pendidikan profesi tidak hanya berasal dari lingkungan industri dan konstruksi, tetapi juga dari kalangan akademisi, peneliti, serta pimpinan lembaga pendidikan tinggi.
Dalam perjalanan Deffi, pendidikan profesi insinyur menjadi bagian dari pengembangan kompetensi yang berjalan bersama pendidikan doktoral, penelitian lintas disiplin, dan kepemimpinan akademik. Hal ini sejalan dengan semangat UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, yang menempatkan penguasaan ilmu pengetahuan, profesionalisme, dan tanggung jawab sebagai bagian dari pengabdian. Kiprah Deffi juga relevan dengan penguatan Catur Dharma UMI, khususnya dalam mendorong keterhubungan antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Bagi mahasiswa dan peserta Program Profesi Insinyur UMI, perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa kompetensi teknik dapat menjadi fondasi untuk mengembangkan peran yang lebih luas dalam ilmu pengetahuan dan kepemimpinan institusi.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Prof. Deffi Ayu Puspito Sari, S.TP., M.Agr.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., menyelesaikan pendidikan Teknologi Pangan di IPB pada 2004, kemudian meraih gelar magister dan doktor dari Tohoku University, Jepang, masing-masing pada 2009 dan 2012. Ia juga mengembangkan kompetensi profesional melalui Program Profesi Insinyur Universitas Muslim Indonesia. Kini, Deffi menjabat Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Universitas Bakrie periode 2024–2028, dengan pengalaman akademik yang mencakup teknologi pangan, ekonomi pembangunan, pengelolaan lingkungan, dan keberlanjutan.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan tidak harus berhenti pada satu bidang keahlian. Ketika penelitian, kolaborasi, dan kepemimpinan berjalan bersama, perguruan tinggi memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dari pendidikan teknik dan penelitian internasional menuju kepemimpinan lembaga riset, Prof. Deffi memperlihatkan bahwa kompetensi akademik dan keinsinyuran dapat dikembangkan untuk memperkuat inovasi serta pembangunan berkelanjutan.
DARI PROFESI INSINYUR UMI, MENUJU KEPEMIMPINAN RISET DAN INOVASI BERKELANJUTAN. DARI KAMPUS, MENJADI DAMPAK. (Bersambung)























































































































