Dari Kampus, Menjadi Dampak - Rudianto, Alumni Profesi Insinyur UMI, Kini Kepala Divisi Produksi 3 PT Pamitra Jaya Konstruksi
Berawal sebagai Assistant QC Inspector pada 2011, Rudianto, S.ST., menapaki karier di bidang pengendalian mutu, manajemen proyek, hingga dipercaya memimpin Divisi Produksi 3 PT Pamitra Jaya Konstruksi sejak September 2025.
MAKASSAR, umi.ac.id — Di balik pembangunan sebuah proyek konstruksi, terdapat proses panjang yang membutuhkan ketelitian teknis, pengendalian mutu, koordinasi tenaga kerja, serta kemampuan memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan profesional Rudianto, S.ST., alumni Program Profesi Insinyur Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Mengawali karier sebagai Assistant Quality Control (QC) Inspector pada 2011, Rudianto terus mengembangkan kompetensinya hingga dipercaya menduduki posisi Kepala Divisi Produksi 3 PT Pamitra Jaya Konstruksi sejak September 2025. Sebelum menduduki jabatan tersebut, ia pernah menjabat Manager Quality Assurance/Quality Control (QA/QC) pada 2015–2017 dan Project Manager sejak 2017 hingga Agustus 2025 di perusahaan yang sama. Perjalanan lebih dari satu dekade ini memperlihatkan perkembangan tanggung jawabnya, dari pemeriksaan kualitas pekerjaan menuju pengelolaan proyek dan kepemimpinan divisi produksi.
Dari Teknik Pengelasan Menuju Dunia Konstruksi
Rudianto menyelesaikan pendidikan Diploma IV Teknik Pengelasan di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya pada 2012. Pendidikan tersebut memberinya bekal keilmuan yang berkaitan dengan proses pengelasan, material, fabrikasi, serta pengendalian kualitas pekerjaan teknik. Bahkan sebelum menyelesaikan pendidikan, ia telah memulai perjalanan profesional pada 2011 sebagai Assistant QC Inspector di PT Lintech Duta Pratama. Posisi tersebut menjadi salah satu pengalaman awalnya dalam memahami pentingnya kualitas pekerjaan di lingkungan industri.
Setelah itu, Rudianto mengembangkan pengalaman pada berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan inspeksi, pengendalian mutu, serta pengawasan fabrikasi dan instalasi. Pengalaman lapangan tersebut menjadi bagian dari fondasi profesionalnya sebelum memasuki tanggung jawab manajerial. Dalam perjalanan pengembangan kompetensinya, Rudianto juga menempuh Program Profesi Insinyur Universitas Muslim Indonesia. Pendidikan profesi tersebut melengkapi pengalaman keteknikan yang telah dibangunnya melalui pendidikan vokasi dan praktik industri.
Menjadi Manager QA/QC hingga Project Manager
Pada 2015, Rudianto bergabung dengan PT Pamitra Jaya Konstruksi. Ia dipercaya menjabat Manager QA/QC selama periode 2015–2017. Bidang ini berkaitan dengan upaya memastikan pekerjaan memenuhi persyaratan mutu dan spesifikasi teknis yang ditetapkan. Pengalaman dalam pengendalian mutu menjadi bekal penting ketika tanggung jawabnya berkembang ke pengelolaan proyek.
Pada 2017, Rudianto dipercaya menjadi Project Manager, jabatan yang diembannya hingga Agustus 2025. Selama sekitar delapan tahun dalam posisi tersebut, tanggung jawabnya mencakup perencanaan operasional proyek, penyusunan jadwal dan anggaran, pengelolaan sumber daya, pengendalian mutu, serta koordinasi dengan berbagai pihak.
Perubahan dari Manager QA/QC menjadi Project Manager menandai perluasan peran Rudianto. Ia tidak lagi hanya berfokus pada pemenuhan standar mutu, tetapi juga mengelola berbagai aspek pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai sasaran yang ditetapkan. Pengalaman tersebut kemudian mengantarkannya menuju tanggung jawab kepemimpinan yang lebih luas.
Dipercaya Memimpin Divisi Produksi 3 Sejak September 2025
Tahapan penting berikutnya berlangsung pada September 2025, ketika Rudianto dipercaya menjabat Kepala Divisi Produksi 3 PT Pamitra Jaya Konstruksi. Jabatan tersebut menempatkannya pada posisi kepemimpinan yang berkaitan dengan pengelolaan kegiatan produksi dan pelaksanaan proyek di lingkungan divisinya. Dalam tanggung jawab ini, Rudianto menangani penyusunan rencana kerja dan target produksi, pengawasan pelaksanaan proyek, serta pengendalian biaya. Ia juga bertanggung jawab pada penerapan standar mutu dan keselamatan kerja serta pengembangan sumber daya manusia di lingkungan divisinya.
Peran tersebut membutuhkan kemampuan menghubungkan perencanaan dengan pelaksanaan di lapangan. Target produksi harus dikelola dengan memperhatikan ketersediaan sumber daya, kualitas pekerjaan, keselamatan, serta efisiensi penggunaan biaya. Di sinilah pengalaman Rudianto sebagai QC Inspector, Manager QA/QC, dan Project Manager menjadi relevan dengan tanggung jawab barunya. Perjalanan Rudianto memperlihatkan bahwa kepemimpinan teknik dibangun melalui pemahaman pekerjaan lapangan, penguasaan mutu, dan pengalaman mengelola proyek secara menyeluruh.
Dari Kompetensi Teknis Menuju Kepemimpinan
Perjalanan karier Rudianto menunjukkan perubahan ruang tanggung jawab yang berlangsung secara bertahap. Pada awal karier, ia bekerja dalam bidang inspeksi dan pengendalian kualitas. Ketika menjadi Manager QA/QC, tanggung jawabnya berkembang pada pengelolaan sistem dan pelaksanaan pengendalian mutu. Sebagai Project Manager, ia kemudian menangani berbagai aspek pelaksanaan proyek, mulai dari jadwal, biaya, sumber daya, hingga koordinasi pekerjaan. Kini, sebagai Kepala Divisi Produksi 3, tanggung jawabnya mencakup pengelolaan kegiatan pada tingkat divisi.
Perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa kemampuan seorang profesional teknik tidak hanya ditentukan oleh penguasaan pengetahuan teknis. Kemampuan memimpin tim, mengambil keputusan, berkomunikasi, dan mengelola risiko juga menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju jabatan manajerial. Bagi mahasiswa dan peserta Program Profesi Insinyur UMI, pengalaman Rudianto memberikan gambaran bahwa kepemimpinan dalam industri konstruksi membutuhkan proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi yang berkelanjutan.
Alumni Profesi Insinyur UMI di Industri Konstruksi
Kiprah Rudianto menjadi salah satu contoh perjalanan alumni Program Profesi Insinyur UMI yang mengembangkan karier di sektor konstruksi. Pengalaman profesionalnya mempertemukan pendidikan teknik pengelasan, pengendalian mutu, manajemen proyek, dan kepemimpinan produksi. Dalam dunia konstruksi, perpaduan kompetensi tersebut penting karena keberhasilan pelaksanaan pekerjaan tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian target, tetapi juga dengan kualitas, keselamatan, dan pengelolaan sumber daya.
Perjalanan Rudianto sejalan dengan semangat UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, yang menempatkan profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab sebagai bagian dari pengembangan kompetensi keinsinyuran. Kisahnya juga menunjukkan bahwa pengalaman kerja merupakan ruang pembelajaran yang terus berkembang, bahkan setelah seseorang menyelesaikan pendidikan formal.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Rudianto, S.ST., mengawali karier pada 2011 sebagai Assistant QC Inspector di PT Lintech Duta Pratama. Setelah mengembangkan pengalaman dalam inspeksi, pengendalian mutu, dan pengawasan pekerjaan teknik, ia bergabung dengan PT Pamitra Jaya Konstruksi pada 2015. Di perusahaan tersebut, ia menjalani perkembangan karier dari Manager QA/QC periode 2015–2017, kemudian Project Manager periode 2017–Agustus 2025, hingga menjadi Kepala Divisi Produksi 3 sejak September 2025.
Sebagai alumni Program Profesi Insinyur Universitas Muslim Indonesia, Rudianto menjadi bagian dari jejaring profesional yang mengembangkan kompetensi keteknikan melalui pengalaman industri dan tanggung jawab kepemimpinan. Dari pemeriksaan mutu pekerjaan hingga memimpin divisi produksi konstruksi, Rudianto menunjukkan bahwa pengalaman teknis yang terus dikembangkan dapat menjadi fondasi kepemimpinan profesional.
DARI PROFESI INSINYUR UMI, MENUJU KEPEMIMPINAN PRODUKSI DAN MANAJEMEN KONSTRUKSI. DARI KAMPUS, MENJADI DAMPAK. (Bersambung)























































































































