Dari Kampus, Menjadi Dampak - Sitti Zulaiha Aziz, S.KM.: Alumnus FKM UMI yang Mengabdi sebagai Kepala Tata Usaha Puskesmas dan Penggerak Kesehatan Masyarakat di Kaimana
MAKASSAR, umi.ac.id — Pengabdian di bidang kesehatan masyarakat tidak hanya berlangsung di ruang pelayanan. Ia juga hadir melalui pengelolaan administrasi, penguatan program kesehatan, dan keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial masyarakat.
Perjalanan Sitti Zulaiha Aziz, S.KM., menjadi gambaran tentang bagaimana ilmu kesehatan masyarakat dapat dibawa ke ruang pengabdian yang lebih luas. Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini telah mengabdikan diri di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, sejak awal perjalanan kariernya.
Lahir di Kaimana pada 19 Oktober 1985, Sitti Zulaiha menempuh pendidikan di FKM UMI mulai 2003 dan menyelesaikannya pada 2008. Kini, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Tata Usaha UPTD Puskesmas Kaimana di bawah Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana. Di luar tugas kedinasan, ia juga aktif dalam organisasi perempuan, organisasi profesi kesehatan, kegiatan keagamaan, serta berbagai aktivitas kemasyarakatan.
Dari FKM UMI, Menumbuhkan Kepedulian Sosial
Masa kuliah menjadi bagian penting dalam perjalanan Sitti Zulaiha. Selama menempuh pendidikan di FKM UMI, ia tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga terlibat dalam aktivitas sosial dan seni budaya kampus. Salah satu pengalamannya adalah bergabung dalam kelompok sholawat yang tampil dalam berbagai kegiatan di lingkungan UMI. Ia juga aktif berdiskusi dan mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan dirinya selama menjadi mahasiswa. Kehidupan kampus memberinya ruang untuk belajar, berinteraksi, dan membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Nilai-nilai keislaman, kedisiplinan, dan pengalaman berorganisasi menjadi bagian dari bekal yang dibawanya ketika memasuki dunia pengabdian profesional.
Kembali Mengabdi di Tanah Kelahiran
Setelah menyelesaikan pendidikan pada 2008, Sitti Zulaiha membawa ilmu kesehatan masyarakat ke tanah kelahirannya, Kaimana. Sejak 2012, ia dipercaya mengemban jabatan sebagai Kepala Tata Usaha UPTD Puskesmas Kaimana, di bawah naungan Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana.
Dalam lingkungan puskesmas, tata usaha menjadi bagian penting dari dukungan administratif dan pengelolaan organisasi pelayanan kesehatan. Kelancaran administrasi dan koordinasi menjadi unsur yang menyertai pelaksanaan tugas pelayanan kepada masyarakat. Pengabdian Sitti Zulaiha selama bertahun-tahun di lingkungan Puskesmas Kaimana memperlihatkan perjalanan profesional yang dibangun melalui tanggung jawab dan kesinambungan tugas.
Menggerakkan Program Kesehatan Masyarakat
Selain menjalankan tugas manajerial, Sitti Zulaiha juga terlibat dalam upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan masyarakat. Sejak 2013, ia menjadi penggerak program Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) di wilayah kerjanya.
Program ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan kegiatan pemantauan dan pencegahan penyakit tidak menular kepada masyarakat. Keterlibatan dalam program tersebut memperlihatkan bahwa pengabdian di bidang kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pelayanan ketika seseorang sakit, tetapi juga dengan upaya membangun kesadaran untuk menjaga kesehatan. Melalui perannya, Sitti Zulaiha terlibat dalam kegiatan yang berorientasi pada penguatan perhatian masyarakat terhadap kesehatan.
Aktif dalam Organisasi Perempuan dan Profesi
Pengabdian Sitti Zulaiha tidak terbatas pada lingkungan puskesmas. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi yang mempertemukannya dengan masyarakat dari beragam latar belakang.
Pada periode 2025–2030, ia dipercaya menjadi Ketua Ikatan Wanita Keluarga Bone Kabupaten Kaimana. Ia juga menjabat sebagai Sekretaris Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Cabang Kaimana periode 2025–2029. Selain itu, ia menjadi pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Kaimana dan Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Kabupaten Kaimana, masing-masing untuk periode 2024–2028.
Keterlibatan dalam organisasi tersebut menunjukkan luasnya ruang pengabdian yang dijalani. Di satu sisi, ia berkiprah dalam organisasi profesi kesehatan. Di sisi lain, ia terlibat dalam organisasi perempuan dan keagamaan yang menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.
Berbagi Keterampilan dan Menghidupkan Ruang Publik
Sitti Zulaiha juga mengembangkan peran di bidang komunikasi dan kegiatan publik. Pada 2025–2026, ia tercatat menjadi narasumber dalam pelatihan public speaking dan tata rias bagi anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lapas dan Pelabuhan. Ia juga dipercaya menjadi Master of Ceremony (MC) dalam berbagai kegiatan resmi yang diselenggarakan oleh PHBI Kabupaten Kaimana dan sejumlah instansi lainnya sejak 2024 hingga sekarang.
Kegiatan tersebut memperlihatkan sisi lain dari kiprahnya. Kemampuan berkomunikasi dan berbicara di depan umum menjadi keterampilan yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan organisasi, pelatihan, dan acara kemasyarakatan. Dengan berbagai peran tersebut, aktivitas Sitti Zulaiha menjangkau lebih dari satu lingkungan: pelayanan kesehatan, organisasi profesi, kegiatan keagamaan, dan pemberdayaan perempuan.
Dari Kampus, Menjadi Pengabdian yang Berkelanjutan
Perjalanan Sitti Zulaiha Aziz memperlihatkan bagaimana pendidikan kesehatan masyarakat dapat menjadi fondasi untuk menjalankan berbagai bentuk pengabdian. Dari bangku kuliah FKM UMI, ia melangkah ke dunia kerja dan mengabdikan diri di Puskesmas Kaimana. Di sana, ia menjalankan tanggung jawab sebagai Kepala Tata Usaha sekaligus terlibat dalam penggerakan program kesehatan masyarakat.
Pengabdiannya juga berkembang melalui organisasi profesi, organisasi perempuan, kegiatan keagamaan, dan pelatihan keterampilan. Kisah ini menunjukkan bahwa dampak seorang alumni dapat tumbuh melalui pekerjaan yang dijalankan secara konsisten dan keterlibatan dalam kehidupan masyarakat.
Dari FKM UMI, Sitti Zulaiha membawa ilmu dan pengalaman untuk terus mengabdi di Kaimana, menghubungkan pelayanan kesehatan dengan kepedulian sosial.
Dari FKM UMI, menuju pengabdian kesehatan dan pemberdayaan masyarakat di kaimana. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































