Dari Kampus, Menjadi Dampak - Supardin Nompo, Alumni Teknik Pertambangan UMI, Kini Komisaris PT Cakrawala Resources Indonesia
Dari Fakultas Teknologi Industri UMI menuju jajaran pengawasan perusahaan, Supardin Nompo, S.T., menempatkan nilai akidah, akhlak, dan integritas sebagai bekal dalam menjalankan tanggung jawab profesional.
MAKASSAR, umi.ac.id — Dunia pertambangan tidak hanya membutuhkan tenaga ahli yang memahami persoalan teknis. Industri ini juga memerlukan kepemimpinan, pengawasan, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Perjalanan Supardin Nompo, S.T., alumni Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, menjadi salah satu gambaran kiprah lulusan teknik dalam lingkungan korporasi.
Supardin menyelesaikan pendidikan Teknik Pertambangan UMI pada 2011. Kini, ia dipercaya menjabat Komisaris PT Cakrawala Resources Indonesia. Jabatan tersebut menempatkannya dalam struktur pengawasan perusahaan, dengan tanggung jawab yang berbeda dari kegiatan operasional sehari-hari. Bagi Supardin, perjalanan dari bangku kuliah menuju dunia korporasi juga berkaitan dengan nilai-nilai yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di UMI. Ia memandang pembinaan akidah dan akhlak sebagai bagian penting dari bekal dalam menjalani kehidupan profesional.
Dari Teknik Pertambangan UMI ke Dunia Korporasi
Supardin merupakan lulusan Program Studi Teknik Pertambangan FTI UMI tahun 2011. Pendidikan tersebut menjadi bagian dari fondasi akademiknya sebelum melanjutkan perjalanan profesional di dunia usaha. Bidang teknik pertambangan menuntut pemahaman terhadap berbagai aspek teknis, termasuk pengelolaan sumber daya, perencanaan kegiatan, keselamatan kerja, serta tanggung jawab terhadap lingkungan.
Namun, perjalanan karier seorang lulusan teknik tidak selalu berhenti pada pekerjaan teknis di lapangan. Pengalaman profesional juga dapat berkembang menuju bidang manajemen, tata kelola, dan pengawasan perusahaan. Hal tersebut tercermin dalam perjalanan Supardin yang kini mengemban jabatan Komisaris PT Cakrawala Resources Indonesia. Posisi ini memperlihatkan salah satu jalur pengembangan karier alumni Teknik Pertambangan UMI menuju tanggung jawab pada tingkat korporasi.
Menjabat Komisaris PT Cakrawala Resources Indonesia
Sebagai Komisaris PT Cakrawala Resources Indonesia, Supardin berada dalam organ perusahaan yang menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan pengurusan dan jalannya perusahaan. Secara umum, dewan komisaris juga memiliki fungsi memberikan nasihat kepada direksi sesuai ketentuan perundang-undangan dan anggaran dasar perusahaan. Tanggung jawab tersebut berbeda dari peran direksi yang menjalankan pengurusan dan operasional perusahaan sehari-hari.
Karena itu, jabatan komisaris membutuhkan pemahaman terhadap tata kelola, pengawasan risiko, kepatuhan, dan akuntabilitas perusahaan. Dalam menjalankan fungsi pengawasan, integritas menjadi salah satu prinsip penting agar keputusan dan rekomendasi dapat diberikan secara bertanggung jawab. Perjalanan Supardin dari pendidikan teknik menuju posisi komisaris menunjukkan bahwa kompetensi profesional dapat berkembang ke dalam tanggung jawab kelembagaan yang lebih luas.
Akidah dan Akhlak sebagai Bekal Profesional
Salah satu hal yang mendapat perhatian Supardin dalam mengenang pendidikan di UMI adalah pembinaan nilai keislaman. Baginya, pengalaman kuliah tidak hanya memberikan pengetahuan dalam bidang teknik pertambangan, tetapi juga memperkuat pemahaman mengenai akidah dan akhlak. Nilai tersebut menjadi bagian dari pegangan pribadinya dalam menjalani kehidupan dan tanggung jawab profesional.
Dalam dunia korporasi, prinsip akhlak dapat diterjemahkan melalui kejujuran, kedisiplinan, sikap amanah, penghormatan terhadap aturan, dan tanggung jawab atas keputusan. Sementara itu, kompetensi teknis tetap diperlukan agar setiap pertimbangan profesional didasarkan pada pengetahuan dan informasi yang memadai. Ilmu memberikan kemampuan untuk memahami pekerjaan, sedangkan akhlak menjadi pedoman tentang bagaimana tanggung jawab itu dijalankan. Kedua aspek tersebut mencerminkan semangat pendidikan UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, yang menempatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter sebagai bagian dari proses pendidikan.
Alumni FTI UMI dalam Kepemimpinan Perusahaan
Kiprah Supardin menambah gambaran keberagaman bidang karier alumni Fakultas Teknologi Industri UMI. Lulusan teknik pertambangan dapat mengembangkan profesi dalam kegiatan teknis, perencanaan, pengelolaan operasional, hingga tata kelola dan pengawasan perusahaan. Setiap bidang memiliki tuntutan kompetensi dan tanggung jawab yang berbeda.
Bagi mahasiswa Teknik Pertambangan UMI, perjalanan Supardin memberikan gambaran bahwa pendidikan teknik dapat menjadi salah satu fondasi untuk memasuki ruang kepemimpinan profesional. Namun, jabatan yang diemban tetap harus disertai pelaksanaan tanggung jawab yang terukur, kepatuhan terhadap ketentuan, dan pengawasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Dalam konteks itulah nilai integritas dan profesionalisme memiliki arti penting. Bagi UMI, kisah Supardin menjadi bagian dari jejak alumni yang berkiprah di berbagai sektor, termasuk lingkungan korporasi.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Supardin Nompo, S.T., menyelesaikan pendidikan Teknik Pertambangan di FTI UMI pada 2011. Perjalanannya kemudian berkembang hingga dipercaya menduduki jabatan Komisaris PT Cakrawala Resources Indonesia. Di tengah tanggung jawab tersebut, ia tetap menempatkan nilai akidah dan akhlak yang diperolehnya selama menempuh pendidikan sebagai bagian dari prinsip hidup dan profesionalismenya.
Perjalanan Supardin memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya menjadi bekal penguasaan ilmu, tetapi juga dapat membentuk nilai yang menyertai seseorang ketika memperoleh tanggung jawab lebih besar. Dari Teknik Pertambangan UMI menuju jajaran komisaris perusahaan, Supardin Nompo membawa dua bekal yang saling melengkapi: kompetensi keilmuan dan nilai akidah serta akhlak.
DARI TEKNIK PERTAMBANGAN UMI, MENUJU PENGAWASAN KORPORASI YANG BERLANDASKAN INTEGRITAS. DARI KAMPUS, MENJADI DAMPAK. (Bersambung)























































































































