Dari Kampus, Menjadi Dampak - Yazid Asyraf Farid, Alumni Profesi Insinyur UMI, Berkarier sebagai Project Manager PT Benetic Multimedia dan Pengurus HIPMI Kota Bogor
Berawal sebagai supervisor konstruksi di PT Wijaya Karya, Yazid Asyraf Farid, S.T., mengembangkan karier dalam manajemen proyek sekaligus memperluas jejaring profesional melalui organisasi pengusaha muda.
MAKASSAR, umi.ac.id — Sebuah proyek tidak cukup hanya selesai dibangun. Pekerjaan harus sesuai desain, anggaran terkendali, mutu terjaga, dan pelaksanaannya memenuhi ketentuan keselamatan. Untuk mencapai semuanya, dibutuhkan tenaga profesional yang memahami pekerjaan lapangan sekaligus mampu mengelola keseluruhan proses proyek. Pengalaman inilah yang menjadi bagian dari perjalanan Yazid Asyraf Farid, S.T., alumni Program Profesi Insinyur Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Setelah memulai karier sebagai Supervisor di PT Wijaya Karya pada 2017, Yazid melanjutkan perjalanan profesionalnya sebagai Project Manager di PT Benetic Multimedia sejak Februari 2020. Di luar pekerjaan profesional, ia juga aktif dalam organisasi pengusaha muda. Pada periode 2024–2026, Yazid dipercaya menjadi Ketua Bidang 3 Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Bogor, yang membidangi sumber daya mineral dan lingkungan hidup. Perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana pengalaman teknik sipil dapat berkembang menuju pengelolaan proyek dan keterlibatan dalam organisasi dunia usaha.
Dari Teknik Sipil Universitas Pancasila ke Profesi Insinyur UMI
Yazid menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Sipil di Universitas Pancasila pada 2017, dengan IPK 3,60. Dalam tugas akhirnya, ia meneliti pengaruh penggunaan fly ash sebagai bahan pengisi atau filler terhadap mutu campuran aspal beton lapis permukaan. Kajian tersebut berkaitan dengan pemanfaatan material dalam pekerjaan perkerasan jalan dan pengaruhnya terhadap karakteristik campuran aspal. Penelitian itu menjadi bagian dari bekal akademik Yazid untuk memahami pentingnya material dan pengendalian kualitas dalam pekerjaan konstruksi.
Seiring perkembangan kariernya, Yazid kemudian menempuh Program Profesi Insinyur Universitas Muslim Indonesia. Pendidikan profesi tersebut menjadi bagian dari upayanya memperkuat kompetensi dan tanggung jawab profesional dalam bidang keinsinyuran. Bagi Yazid, pendidikan teknik tidak berhenti pada penguasaan perhitungan atau desain. Pengetahuan tersebut juga harus dapat diterapkan dalam pengambilan keputusan ketika menghadapi kondisi nyata di lapangan.
Memulai Karier sebagai Supervisor di PT Wijaya Karya
Pada September 2017, Yazid memulai karier profesional di PT Wijaya Karya sebagai supervisor. Dalam posisi tersebut, ia bertanggung jawab mengatur pelaksanaan pekerjaan konstruksi di lapangan agar sesuai dengan kontrak dan gambar desain yang telah disetujui. Pekerjaan seorang supervisor membutuhkan pemahaman teknis sekaligus kemampuan mengoordinasikan kegiatan lapangan. Perencanaan yang telah disusun harus diterjemahkan menjadi pelaksanaan pekerjaan yang terukur. Ketika muncul kendala, diperlukan koordinasi dan penanganan yang sesuai dengan kewenangan serta ketentuan proyek.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perkembangan karier Yazid. Ia memperoleh pemahaman mengenai hubungan antara dokumen perencanaan, kebutuhan pelaksanaan, dan pengendalian pekerjaan di lapangan. Bekal inilah yang kemudian relevan ketika tanggung jawabnya berkembang ke bidang manajemen proyek.
Mengembangkan Karier sebagai Project Manager PT Benetic Multimedia
Pada Februari 2020, Yazid bergabung dengan PT Benetic Multimedia sebagai Project Manager. Posisi tersebut menandai perkembangan tanggung jawabnya dari pengawasan pelaksanaan pekerjaan menuju pengelolaan proyek secara lebih menyeluruh. Sebagai Project Manager, Yazid menangani pengendalian siklus proyek, mulai dari tahap awal hingga penyelesaian pekerjaan. Perhatiannya mencakup ketepatan waktu, pengelolaan anggaran, standar kualitas, dan keselamatan kerja.
Keempat aspek tersebut saling berkaitan. Keterlambatan pekerjaan dapat memengaruhi biaya. Perubahan pelaksanaan perlu mempertimbangkan kualitas. Sementara itu, pencapaian target tidak boleh mengabaikan keselamatan. Karena itu, manajemen proyek membutuhkan kemampuan teknis, komunikasi, koordinasi, dan pengambilan keputusan.
Pengalaman Yazid menunjukkan bahwa memahami pekerjaan lapangan merupakan bekal penting untuk mengelola proyek, tetapi tanggung jawab manajerial juga menuntut kemampuan melihat keseluruhan proses pekerjaan. Peralihan dari supervisor menjadi Project Manager memperlihatkan perkembangan ruang tanggung jawabnya dalam dunia profesional.
Dipercaya Menjadi Pengurus HIPMI Kota Bogor
Selain berkarier dalam pengelolaan proyek, Yazid juga mengembangkan pengalaman melalui organisasi dunia usaha. Pada periode 2024–2026, ia tercatat menjabat Ketua Bidang 3 BPC HIPMI Kota Bogor, yang membidangi sumber daya mineral dan lingkungan hidup. Keterlibatan tersebut mempertemukannya dengan lingkungan organisasi pengusaha muda yang memiliki latar belakang usaha dan keahlian beragam.
Bagi seorang profesional teknik, pengalaman organisasi dapat menjadi ruang untuk memperluas pemahaman mengenai dunia usaha, membangun jejaring, serta mengembangkan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan. Bidang sumber daya mineral dan lingkungan hidup juga memiliki keterkaitan dengan kebutuhan pembangunan yang semakin memperhatikan pemanfaatan sumber daya dan pengelolaan dampak lingkungan. Pengalaman organisasi ini melengkapi perjalanan profesional Yazid dalam manajemen proyek. Meski berbeda ruang kegiatan, keduanya membutuhkan kemampuan bekerja sama, mengelola tanggung jawab, dan memahami kepentingan berbagai pihak.
Dari Keahlian Teknik Menuju Kepemimpinan Proyek
Perjalanan Yazid memperlihatkan bahwa lulusan teknik sipil memiliki peluang untuk berkembang ke berbagai bidang pekerjaan. Keahlian dalam memahami gambar teknik, material, spesifikasi, dan pelaksanaan konstruksi dapat menjadi dasar untuk mengembangkan kemampuan pengelolaan proyek. Namun, peningkatan tanggung jawab juga membutuhkan kompetensi tambahan. Seorang Project Manager harus mampu memahami hubungan antara pekerjaan teknis, anggaran, jadwal, mutu, keselamatan, dan koordinasi tim.
Pengalaman profesional sejak 2017 menjadi bagian dari proses Yazid mengembangkan kemampuan tersebut. Keterlibatannya dalam HIPMI juga memperlihatkan bahwa pengembangan karier dapat berjalan beriringan dengan partisipasi dalam organisasi dunia usaha. Bagi mahasiswa teknik dan peserta Program Profesi Insinyur UMI, perjalanan ini memberikan gambaran bahwa kompetensi profesional tidak dibangun melalui pendidikan saja, tetapi juga melalui pengalaman kerja dan kemauan untuk terus belajar.
Alumni Profesi Insinyur UMI dalam Dunia Manajemen Proyek
Sebagai alumni Program Profesi Insinyur UMI, Yazid menjadi bagian dari jejaring profesional yang mengembangkan karier di berbagai sektor. Perjalanannya menghubungkan pendidikan teknik sipil, pengalaman pengawasan konstruksi, manajemen proyek, dan aktivitas organisasi pengusaha muda. Kiprah tersebut relevan dengan semangat UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, yang mendorong pengembangan ilmu pengetahuan, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam pekerjaan.
Bagi dunia pendidikan tinggi, pengalaman alumni seperti Yazid memperlihatkan pentingnya keterhubungan antara pembelajaran akademik dan kebutuhan nyata dunia kerja. Pendidikan memberikan fondasi pengetahuan, sedangkan pengalaman profesional menjadi ruang untuk menguji dan mengembangkannya.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Yazid Asyraf Farid, S.T., menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Sipil di Universitas Pancasila pada 2017 dengan IPK 3,60, kemudian mengembangkan kompetensi melalui Program Profesi Insinyur Universitas Muslim Indonesia. Ia memulai karier sebagai Supervisor di PT Wijaya Karya pada September 2017 dan melanjutkan perjalanan profesional sebagai Project Manager PT Benetic Multimedia sejak Februari 2020. Di bidang organisasi, ia dipercaya menjadi Ketua Bidang 3 BPC HIPMI Kota Bogor periode 2024–2026, dengan lingkup sumber daya mineral dan lingkungan hidup.
Perjalanan tersebut memperlihatkan perkembangan seorang profesional teknik dari pekerjaan pengawasan lapangan menuju manajemen proyek dan keterlibatan dalam organisasi dunia usaha. Dari memahami mutu material di bangku kuliah, mengawasi pekerjaan konstruksi, hingga mengelola proyek, Yazid menunjukkan bahwa keahlian teknik dapat berkembang menjadi kemampuan kepemimpinan dan pengelolaan pekerjaan yang lebih luas.
DARI PROFESI INSINYUR UMI, MENUJU MANAJEMEN PROYEK DAN KEPEMIMPINAN ORGANISASI DUNIA USAHA. DARI KAMPUS, MENJADI DAMPAK. (Bersambung)























































































































