Dari Kampus, Menjadi Dampak - Yoni Pamudra Kurniawan, Alumni Profesi Insinyur UMI, Founder dan Presiden Direktur PT Pamitra Jaya Konstruksi, Bangun Infrastruktur Energi Nasional
Sejak mendirikan PT Pamitra Jaya Konstruksi pada Mei 2011, Yoni Pamudra Kurniawan mengembangkan perusahaan rekayasa dan konstruksi yang menangani proyek terminal BBM, fasilitas LPG, sistem perpipaan, hingga infrastruktur pendukung industri energi.
MAKASSAR, umi.ac.id — Ketika masyarakat menggunakan bahan bakar minyak dan gas untuk kebutuhan sehari-hari, tidak banyak yang melihat kompleksitas infrastruktur di balik proses penyimpanan dan distribusinya. Terminal BBM, fasilitas LPG, tangki penyimpanan, jaringan perpipaan, hingga dermaga industri membutuhkan perencanaan teknik, konstruksi, dan pengendalian keselamatan yang ketat.
Di bidang inilah Yoni Pamudra Kurniawan, alumni Program Profesi Insinyur Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, mengembangkan perjalanan profesional dan kepemimpinan usahanya. Yoni merupakan Founder sekaligus Presiden Direktur PT Pamitra Jaya Konstruksi, perusahaan yang didirikannya pada Mei 2011 dan bergerak dalam jasa rekayasa serta konstruksi, khususnya pada sektor energi, minyak, dan gas bumi. Melalui perusahaan tersebut, Yoni terlibat dalam pengembangan berbagai fasilitas infrastruktur energi, termasuk proyek di Surabaya, Semarang, dan Morowali. Perjalanannya memperlihatkan bagaimana kompetensi teknik sipil dapat berkembang menjadi kepemimpinan usaha yang menangani pekerjaan rekayasa lintas disiplin.
Dari Teknik Sipil ITS hingga Profesi Insinyur UMI
Yoni menyelesaikan pendidikan Teknik Sipil di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada 1998. Pendidikan tersebut memberinya dasar keilmuan dalam bidang perencanaan konstruksi, analisis struktur, pemilihan material, dan pengelolaan pekerjaan teknik sipil. Setelah membangun pengalaman profesional, ia melanjutkan pengembangan kompetensi melalui Program Profesi Insinyur Universitas Muslim Indonesia. Pendidikan profesi tersebut menjadi bagian dari perjalanan penguatan kompetensi dan tanggung jawab keinsinyurannya.
Dalam praktik konstruksi, kemampuan seorang insinyur tidak hanya berkaitan dengan perhitungan teknis. Pekerjaan juga membutuhkan pemahaman risiko, pengendalian mutu, efisiensi sumber daya, serta koordinasi berbagai disiplin ilmu. Kompetensi inilah yang relevan dengan perjalanan Yoni ketika memasuki dunia usaha di bidang rekayasa dan konstruksi.
Mendirikan dan Memimpin PT Pamitra Jaya Konstruksi Sejak 2011
Pada Mei 2011, Yoni mendirikan PT Pamitra Jaya Konstruksi dan mengemban posisi Presiden Direktur. Perusahaan tersebut bergerak dalam bidang Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC), yakni layanan yang mencakup rekayasa teknik, pengadaan, konstruksi, serta pengujian dan persiapan pengoperasian fasilitas.
Dalam sektor energi, pendekatan ini dibutuhkan karena pembangunan infrastruktur melibatkan sejumlah pekerjaan yang saling terhubung. Sebuah terminal bahan bakar, misalnya, tidak hanya membutuhkan bangunan dan tangki penyimpanan, tetapi juga sistem perpipaan, peralatan pendukung, instalasi keselamatan, serta pengujian sebelum fasilitas digunakan. Melalui PT Pamitra Jaya Konstruksi, Yoni mengembangkan kegiatan usaha yang menangani kebutuhan rekayasa dan konstruksi tersebut. Sebagai pendiri dan pimpinan perusahaan, perannya berkaitan dengan pengembangan usaha, pengambilan keputusan strategis, serta pengelolaan organisasi dan kegiatan perusahaan.
Menangani Proyek Infrastruktur Energi di Berbagai Daerah
Portofolio PT Pamitra Jaya Konstruksi yang tercantum dalam riwayat profesional Yoni menunjukkan keterlibatan perusahaan dalam sejumlah proyek infrastruktur energi. Pada 2021, perusahaan tercatat menangani pekerjaan pembangunan fasilitas penerimaan LPG di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Fasilitas penerimaan LPG merupakan bagian dari infrastruktur yang mendukung penanganan dan distribusi gas petroleum cair.
Selanjutnya, pada 2023, portofolio perusahaan mencakup pembangunan fasilitas loading jetty dan filling station di Morowali. Pekerjaan tersebut berkaitan dengan pengembangan fasilitas pendukung aktivitas industri dan penanganan produk energi. Pada 2023–2024, perusahaan juga tercatat menangani peningkatan fasilitas proteksi kebakaran di Integrated Terminal Surabaya. Proyek proteksi kebakaran memiliki kaitan langsung dengan aspek keselamatan fasilitas yang menangani bahan mudah terbakar.
Ketiga contoh tersebut menunjukkan cakupan pekerjaan perusahaan, mulai dari fasilitas penerimaan LPG, infrastruktur dermaga dan pengisian, hingga peningkatan sistem keselamatan terminal energi. Bagi Yoni, pengelolaan perusahaan pada bidang ini menuntut perhatian terhadap keandalan fasilitas, kualitas pekerjaan, keselamatan, biaya, dan jadwal pelaksanaan.
Mengembangkan Pendekatan Value Engineering
Salah satu kompetensi yang tercantum dalam rekam jejak Yoni adalah penerapan value engineering atau rekayasa nilai. Pendekatan ini digunakan untuk mengkaji alternatif desain, material, maupun metode pelaksanaan agar suatu pekerjaan dapat memenuhi fungsi dan persyaratan teknis dengan biaya yang lebih efisien.
Dalam tugas akhirnya di bidang Teknik Sipil, Yoni pernah melakukan analisis value engineering pada proyek pembangunan gedung rawat inap Paviliun RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Melalui kajian alternatif material dan metode pelaksanaan, analisis tersebut mengidentifikasi potensi efisiensi biaya sebesar Rp233,57 juta. Angka tersebut merupakan hasil analisis potensi penghematan, bukan klaim realisasi penghematan proyek. Kajian tersebut tetap mempertimbangkan fungsi, mutu, dan persyaratan teknis bangunan.
Pengalaman ini menjadi contoh konkret bagaimana pendekatan rekayasa dapat digunakan untuk mengevaluasi efisiensi biaya tanpa mengabaikan kebutuhan teknis. Dalam konstruksi, efisiensi bukan sekadar mencari biaya paling rendah, melainkan menemukan cara yang lebih tepat untuk memenuhi fungsi, mutu, dan keselamatan. Prinsip tersebut relevan dengan pengelolaan proyek energi yang membutuhkan keseimbangan antara aspek teknis, biaya, dan risiko.
Dari Kompetensi Insinyur Menuju Kepemimpinan Industri
Perjalanan Yoni menunjukkan perkembangan peran seorang lulusan teknik, dari penguasaan keilmuan konstruksi menuju kepemimpinan perusahaan. Dalam kegiatan EPCC, seorang pemimpin usaha perlu memahami keterkaitan antara perencanaan teknik, pengadaan material, pelaksanaan konstruksi, dan kesiapan fasilitas untuk dioperasikan. Pekerjaan tersebut juga melibatkan koordinasi tenaga profesional dari berbagai bidang, termasuk teknik sipil, mekanikal, elektrikal, perpipaan, serta keselamatan kerja. Kompleksitas tersebut menjadikan pengelolaan risiko dan pengendalian mutu sebagai bagian penting dari kegiatan perusahaan.
Bagi peserta Program Profesi Insinyur UMI, perjalanan Yoni memperlihatkan bahwa kompetensi keinsinyuran dapat dikembangkan tidak hanya melalui pekerjaan teknis, tetapi juga melalui kewirausahaan dan kepemimpinan organisasi. Hal ini sejalan dengan semangat UMI sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, yang menempatkan profesionalisme, integritas, dan tanggung jawab sebagai bagian dari praktik keinsinyuran.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Yoni Pamudra Kurniawan menyelesaikan pendidikan Teknik Sipil ITS pada 1998 dan kemudian memperkuat kompetensi profesionalnya melalui Program Profesi Insinyur UMI. Sejak Mei 2011, ia mendirikan dan memimpin PT Pamitra Jaya Konstruksi sebagai Founder dan Presiden Direktur. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan memiliki portofolio pekerjaan yang mencakup fasilitas penerimaan LPG di Semarang, fasilitas loading jetty dan filling station di Morowali, serta peningkatan proteksi kebakaran terminal energi di Surabaya.
Rekam jejak tersebut memperlihatkan keterlibatan alumni Profesi Insinyur UMI dalam dunia usaha yang berkaitan dengan pembangunan dan keandalan infrastruktur energi. Dari pendidikan teknik menuju kepemimpinan perusahaan konstruksi energi, Yoni Pamudra Kurniawan menunjukkan bahwa kompetensi insinyur dapat berkembang menjadi kemampuan membangun usaha sekaligus menangani kebutuhan infrastruktur industri.
DARI PROFESI INSINYUR UMI, MENUJU KEPEMIMPINAN PERUSAHAAN DAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR ENERGI NASIONAL. DARI KAMPUS, MENJADI DAMPAK. (Bersambung)























































































































