Dirjen Riset Kemdiktisaintek di UMI: Riset Harus Menjadi Solusi Nyata bagi Masyarakat
Makassar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Sosialisasi Arah Penguatan Kebijakan Riset dan Pengembangan Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bekerja sama dengan LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Al-Jibra UMI, Selasa (21/7), diikuti oleh 112 perguruan tinggi dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.
Sosialisasi menghadirkan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, M. Fauzan Adziman, sebagai narasumber utama. Turut hadir Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Prof. Andi Lukman, jajaran pimpinan perguruan tinggi, peneliti, dosen, serta sivitas akademika.
Dalam pemaparannya, M. Fauzan Adziman menegaskan bahwa arah kebijakan riset nasional ke depan harus berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, khususnya di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Menurutnya, perguruan tinggi tidak lagi bekerja sendiri-sendiri, tetapi didorong membangun kolaborasi lintas institusi agar hasil penelitian benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
"Kami mendorong kampus-kampus besar seperti UMI untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi di daerah 3T. Pendanaan riset kini diarahkan pada model kolaboratif sehingga penelitian yang dihasilkan benar-benar mampu memberikan solusi atas persoalan masyarakat," ujar Fauzan.
Ia menjelaskan bahwa berbagai persoalan strategis, seperti stunting, perubahan iklim, pengembangan produk berbasis rumput laut, ketahanan pangan, hingga pengembangan transportasi kereta api di Sulawesi, menjadi isu prioritas yang perlu mendapat perhatian para peneliti.
Menurut Fauzan, perubahan iklim yang semakin ekstrem juga harus menjadi fokus riset perguruan tinggi karena berdampak langsung terhadap sektor pertanian, kesehatan, dan pembangunan daerah.
"Kampus harus hadir memberikan solusi melalui penelitian yang menyentuh akar persoalan masyarakat. Karena itu, dialog seperti ini penting untuk memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi dalam menghasilkan riset yang berdampak," tambahnya.
Ia juga memperkenalkan Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) sebagai salah satu program unggulan Kemdiktisaintek yang mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi besar dengan perguruan tinggi di wilayah 3T, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam menghasilkan inovasi yang berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Rektor V UMI, Ir. Hj. Setyawati Yani, M.T., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UMI sebagai tuan rumah penyelenggaraan forum strategis tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem riset perguruan tinggi sekaligus memperluas jejaring kolaborasi antarlembaga.
"Kegiatan ini sangat strategis bagi penguatan ekosistem penelitian dan pengembangan perguruan tinggi. Ke depan, kita tidak hanya dituntut menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga menghadirkan riset yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Setyawati menambahkan bahwa penguatan kapasitas peneliti, tata kelola penelitian, serta kolaborasi menjadi faktor utama dalam meningkatkan kualitas riset nasional.
"Saya meyakini bahwa kolaborasi merupakan kunci. Penelitian tidak boleh berhenti pada laporan atau publikasi semata, tetapi harus menghasilkan inovasi yang dapat diimplementasikan dan memberikan dampak bagi pembangunan masyarakat," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Prof. Andi Lukman, mengajak seluruh perguruan tinggi untuk turut mengambil peran dalam menyelesaikan berbagai persoalan daerah melalui penelitian, salah satunya persoalan pengelolaan sampah yang saat ini menjadi tantangan di banyak wilayah.
"Perguruan tinggi harus hadir memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat, termasuk isu pengelolaan sampah yang kini menjadi tantangan di berbagai daerah. Inilah makna riset yang berdampak," katanya.
Melalui kegiatan ini, Universitas Muslim Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan nasional di bidang riset dan inovasi. Sebagai perguruan tinggi yang terus mendorong budaya kolaborasi, UMI optimistis sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia industri, dan masyarakat akan melahirkan penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata bagi pembangunan daerah dan kemajuan Indonesia.
























































































































