TERKINI
Rektor UMI Prof. Hambali Thalib: “Ini Kehormatan Besar”, Kemendiktisaintek Percayakan Monev Riset Prototipe kepada UMI di Indonesia Timur Prof. Hambali Thalib: Setiap Anak Memiliki Talenta, UMI Buka Pendaftaran Maba Tahap 2, Jalur Talenta dan Akses Generasi Indonesia Emas Konsisten Perkuat Mutu, UMI Raih detikTimur Awards 2026; Transformasi Digital Jadi Penguat Tata Kelola Rektor UMI: Sebelum Mengubah Teknologi, UMI Menyiapkan Pemimpinnya #2 UMI Connection Memasuki Fase Pembangunan Infrastruktur Digital Menuju Smart Islamic Digitally-Empowered University “Kami Sedang Membangun Otak Digital Universitas, Bukan Sekadar Gedung Baru” UMI Berangkatkan 393 Mahasiswa KKN Tematik untuk Hadirkan Solusi dan Pemberdayaan di 19 Desa Kabupaten Bantaeng
Akademik Tuesday, 15 September 2026

Dosen FH UMI Soroti Politisasi Pengawasan Lembaga Negara Independen

Anisa Safitri 292 dilihat 3 menit baca
Dosen FH UMI Soroti Politisasi Pengawasan Lembaga Negara Independen

Di KNHTN IX, Rizki Ramadani tawarkan model Constitutionally Balanced Oversight untuk menjaga keseimbangan independensi dan akuntabilitas

JAKARTA, umi.ac.id — Independensi lembaga negara tidak otomatis berarti bebas dari pengawasan. Namun, pengawasan yang tidak memiliki batas konstitusional yang jelas berpotensi berubah menjadi instrumen politik yang justru melemahkan independensi lembaga tersebut. Persoalan inilah yang disoroti Dosen Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (FH UMI), Rizki Ramadani, S.H., M.H., dalam Konferensi Nasional Hukum Tata Negara (KNHTN) IX Tahun 2026 di Jakarta.

Rizki membawa gagasan tersebut melalui makalah berjudul “Checks Without Balances? IRAs, Politisasi Pengawasan, dan Desain Pembaharuannya”, yang dipresentasikan dalam Parallel Group Discussion (PGD) 1 bertema “Konsolidasi Regulasi dan Kelembagaan Negara”. Dalam makalahnya, Rizki mengkaji persoalan Independent Regulatory Agencies (IRAs) atau lembaga negara independen di Indonesia, termasuk lembaga-lembaga yang memiliki fungsi strategis dalam sistem ketatanegaraan.

Menurutnya, lembaga independen menghadapi sebuah paradoks. Di satu sisi, independensi diperlukan agar lembaga dapat menjalankan mandat secara profesional tanpa intervensi politik. Di sisi lain, independensi tidak dapat dimaknai sebagai kekebalan dari prinsip akuntabilitas demokratis.

“LNI (Lembaga Negara Independen) ini punya ciri khas yang berbeda dengan lembaga negara biasa. Isunya bukan apakah LNI perlu diawasi atau tidak. Tentu harus ada akuntabilitas. Persoalannya adalah bagaimana memastikan pengawasan tidak disalahgunakan menjadi instrumen untuk memolitisasi lembaga yang secara konstitusional memang dirancang independen,” ujarnya.

Ketika Pengawasan Berpotensi Menjadi Instrumen Politik

Rizki menjelaskan, pelemahan independensi lembaga negara tidak selalu berlangsung melalui intervensi secara terbuka. Risiko tersebut dapat muncul melalui instrumen yang secara formal terlihat sah, seperti fungsi pengawasan parlemen, perubahan undang-undang, pengaturan anggaran, maupun mekanisme pengisian jabatan pimpinan lembaga.

Dalam kajiannya, Rizki mengidentifikasi sedikitnya empat pola pengawasan yang berpotensi memengaruhi ruang independensi lembaga, yakni legislative oversight, structural oversight, budgetary oversight, dan personnel oversight.

Menurutnya, persoalan tersebut penting diperhatikan karena suatu tindakan dapat terlihat legitimate secara administratif maupun prosedural, tetapi tetap berpotensi menimbulkan persoalan apabila secara substantif mengurangi ruang independensi lembaga.

“Bahaya bagi lembaga independen hari ini tidak selalu datang dalam bentuk pembubaran atau intervensi secara langsung. Ia bisa hadir melalui mekanisme yang secara administratif dan konstitusional terlihat legitimate, tetapi secara substantif perlahan mengurangi ruang independensi lembaga tersebut.”

Karena itu, kata Rizki, pengawasan perlu diarahkan pada aspek yang memang menjadi objek akuntabilitas, seperti legalitas tindakan, kepatuhan terhadap mandat, prosedur, penggunaan anggaran dan pencapaian kinerja. Sebaliknya, pengawasan tidak semestinya digunakan untuk mengendalikan substansi keputusan yang memang menjadi kewenangan independen suatu lembaga.

Menawarkan Constitutionally Balanced Oversight

Sebagai alternatif, Rizki menawarkan konsep “Constitutionally Balanced Oversight”, atau model pengawasan yang berimbang secara konstitusional. Model tersebut tidak menempatkan independensi sebagai kekebalan dari pengawasan. Sebaliknya, independensi dan akuntabilitas ditempatkan sebagai dua prinsip yang harus berjalan secara bersamaan dalam kerangka checks and balances.

Rizki menawarkan sedikitnya lima pembatasan utama dalam desain pengawasan tersebut, yakni limitasi objek pengawasan, pembatasan subjek pengawas, prosedur pengawasan berbasis bukti, mekanisme pengisian jabatan pimpinan lembaga independen, serta limitasi penggunaan kewenangan anggaran.

Menurutnya, desain tersebut diperlukan untuk memastikan fungsi pengawasan tetap berada dalam koridor konstitusional. DPR, Presiden maupun lembaga negara lainnya tetap memiliki peran dalam mekanisme checks and balances. Namun, kewenangan pengawasan perlu disesuaikan dengan kompetensi fungsional masing-masing lembaga dan objek yang diawasi.

“Tidak semua lembaga dapat menjadi supervisor terhadap seluruh aspek kegiatan lembaga independen. Pengawasan harus mengikuti prinsip functional competence sesuai dengan objek yang diawasi dan tidak digunakan untuk mengintervensi kewenangan substantif lembaga independen,” jelasnya.

Dari Political Selection ke Professional Selection

Selain mekanisme pengawasan, Rizki juga menyoroti persoalan pengisian jabatan pimpinan lembaga negara independen. Menurutnya, keterlibatan Presiden dan DPR dalam proses seleksi tetap memiliki dasar dan fungsi penting dalam sistem ketatanegaraan. Namun, proses tersebut perlu diperkuat agar tidak semata-mata menjadi arena political selection.

Karena itu, ia menawarkan pergeseran menuju konsep “Constitutional and Professional Selection”. Dalam model tersebut, proses seleksi diperkuat melalui keterlibatan unsur akademisi, masyarakat sipil dan profesional yang relevan, disertai mekanisme penjaringan publik yang transparan. Dengan demikian, legitimasi pimpinan lembaga independen tidak hanya bersumber dari proses politik, tetapi juga dari kapasitas, integritas dan kompetensi profesional.

Menguji Gagasan di Forum Nasional

Gagasan Rizki dipresentasikan dalam PGD 1 “Konsolidasi Regulasi dan Kelembagaan Negara”, salah satu ruang diskusi akademik dalam KNHTN IX. Forum tersebut dipandu oleh dua guru besar hukum tata negara, yakni Prof. Susi Dwi Harijanti dari Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran dan Prof. Zainal Arifin Mochtar dari Fakultas Hukum UGM. Presentasi tersebut kemudian mendapatkan sejumlah tanggapan dan masukan dari panelis maupun peserta diskusi. Bagi Rizki, kesempatan tersebut menjadi bagian penting dari proses akademik karena sebuah gagasan tidak cukup hanya dibangun melalui penelitian, tetapi juga perlu diuji melalui dialog dengan perspektif yang berbeda.

“Bagi saya, salah satu nilai penting dari KNHTN adalah kesempatan untuk menguji gagasan di hadapan para akademisi yang memiliki perspektif dan pengalaman berbeda. Masukan yang diberikan justru sangat penting untuk melihat kelemahan, memperkuat argumentasi, dan menyempurnakan desain yang kami tawarkan,” ujarnya.

Ia berharap gagasan tersebut tidak berhenti sebagai diskursus akademik dalam konferensi, tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi kajian yang memberikan kontribusi terhadap pembentukan desain kelembagaan dan regulasi di Indonesia.

Bagi FH UMI, kehadiran dosen dalam forum seperti KNHTN IX menunjukkan bahwa tradisi akademik tidak berhenti di ruang kelas. Gagasan, penelitian dan pemikiran dosen perlu terus dibawa ke ruang dialog nasional untuk diuji, dikembangkan dan, pada akhirnya, memberikan kontribusi bagi penguatan hukum dan demokrasi konstitusional di Indonesia. (Humas UMI)

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama
PT Jasa Raharja
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Politeknik Dewantara
Universitas Balikpapan
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
ITBM Malaysia
AMDA International
Bank Negara Indonesia
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Islam Sumatera Utara
Universiti Kebangsaan Malaysia
Bank Muamalat
Kementerian Hukum RI
Perbanas Institute
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Lamappapoleonro
Rakyat Sulsel
Universitas Hasanuddin
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
University Of Michigan - Ann Arbo
PT Zahir Internasional
Istanbul Sabahattin Zaim University
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Universitas Islam Al-Azhar
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
STISIP Veteran Palopo
PT Kogas Driyap Konsultan
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Bank Panin Dubai Syariah
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Institut Teknologi Bandung
National University of Singapore
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Ruijie Networks Co., Ltd.
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Universiti Malaysia Terengganu
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Politeknik Sorowako
Pemerintah Kabupaten Bombana
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Online Scholarship Competition (OSC)
Universitas Mega Buana
Sanjivani University
Marinduque State University
Pemerintah Kabupaten Fakfak
Institut Leimena
Tribun Timur
Junior Chamber International Indonesia
PT Jasa Raharja
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Politeknik Dewantara
Universitas Balikpapan
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
ITBM Malaysia
AMDA International
Bank Negara Indonesia
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Islam Sumatera Utara
Universiti Kebangsaan Malaysia
Bank Muamalat
Kementerian Hukum RI
Perbanas Institute
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Lamappapoleonro
Rakyat Sulsel
Universitas Hasanuddin
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
University Of Michigan - Ann Arbo
PT Zahir Internasional
Istanbul Sabahattin Zaim University
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Universitas Islam Al-Azhar
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
STISIP Veteran Palopo
PT Kogas Driyap Konsultan
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Bank Panin Dubai Syariah
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Institut Teknologi Bandung
National University of Singapore
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Ruijie Networks Co., Ltd.
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Universiti Malaysia Terengganu
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Politeknik Sorowako
Pemerintah Kabupaten Bombana
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Online Scholarship Competition (OSC)
Universitas Mega Buana
Sanjivani University
Marinduque State University
Pemerintah Kabupaten Fakfak
Institut Leimena
Tribun Timur
Junior Chamber International Indonesia
Binaskil Academy Malaysia
Pemerintah Kabupaten Pinrang
PT Marlip Indo Mandiri
Erzurum Technical University
Politeknik Cendana
PT Nas Media Indonesia
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Universiti Malaya
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Universitas Islam Riau
Bank Syariah Indonesia
Bank Mandiri
Bank Sulselbar
Bank Rakyat Indonesia
Universitas Muhammadiyah Parepare
Bank Mega Syariah
Hiroshima University
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Pemerintah Kota Ternate
Universitas Kurnia Jaya Persada
Universiti Sains Islam Malaysia
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Bank Syariah Nasional
Universitas Andi Djemma
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Detik.com
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Bank Sulselbar Syariah
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Universitas Ibnu Sina
Pemerintah Kota Makassar
PT Indosat Tbk
Pemerintah Kabupaten Gowa
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Universitas Islam Bandung
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Universitas Alkhairaat Palu
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Muhammadiyah Palopo
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Bank CIMB Niaga Syariah
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Griffith University
Politeknik Keuangan Negara STAN
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Universitas Cokroaminoto Palopo
PT Putra Mekongga Sejahtera
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Alliance Française de Makassar
Politeknik Palopo
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Binaskil Academy Malaysia
Pemerintah Kabupaten Pinrang
PT Marlip Indo Mandiri
Erzurum Technical University
Politeknik Cendana
PT Nas Media Indonesia
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Universiti Malaya
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Universitas Islam Riau
Bank Syariah Indonesia
Bank Mandiri
Bank Sulselbar
Bank Rakyat Indonesia
Universitas Muhammadiyah Parepare
Bank Mega Syariah
Hiroshima University
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Pemerintah Kota Ternate
Universitas Kurnia Jaya Persada
Universiti Sains Islam Malaysia
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Bank Syariah Nasional
Universitas Andi Djemma
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Detik.com
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Bank Sulselbar Syariah
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Universitas Ibnu Sina
Pemerintah Kota Makassar
PT Indosat Tbk
Pemerintah Kabupaten Gowa
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Universitas Islam Bandung
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Universitas Alkhairaat Palu
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Muhammadiyah Palopo
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Bank CIMB Niaga Syariah
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Griffith University
Politeknik Keuangan Negara STAN
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Universitas Cokroaminoto Palopo
PT Putra Mekongga Sejahtera
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Alliance Française de Makassar
Politeknik Palopo
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan