Dukung Transisi Energi Nasional, UMI Perkuat Kurikulum, Riset dan Inovasi
Dewan Energi Nasional dorong UMI berperan aktif menyiapkan SDM dan kajian kebijakan energi di Indonesia Timur
MAKASSAR, umi.ac.id — Universitas Muslim Indonesia (UMI) memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sumber daya manusia (SDM), kurikulum, riset, dan inovasi di bidang energi. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Rektor V UMI, Ir. Hj. Setyawati Yani, Ph.D., IPM., ASEAN Eng., dalam kegiatan Diskusi dan Dialog Kebijakan Energi Nasional: Peran Perguruan Tinggi dalam Mendukung Ketahanan dan Transisi Energi Nasional di Kampus Pascasarjana UMI, Rabu (16/9/2026).
Setyawati mengatakan, UMI terus mempersiapkan SDM yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan sektor energi. Perguruan tinggi juga memiliki peran penting dalam menghasilkan penelitian dan inovasi untuk mendukung pengembangan energi yang bersih dan berkelanjutan.
“Kami melakukan berbagai persiapan untuk meningkatkan SDM kami terkait dengan pemenuhan dan ketahanan energi melalui penelitian dan inovasi sumber daya energi yang bersih dan berkelanjutan,” ungkap Setyawati Yani.
Menurutnya, dukungan UMI terhadap ketahanan energi juga terintegrasi dalam proses akademik. Sejumlah bidang keilmuan di UMI memiliki keterkaitan langsung dengan pengembangan dan pengelolaan energi.
Fakultas Teknik dan Fakultas Teknologi Industri menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi tersebut. Isu ketahanan, pemenuhan, dan transisi energi juga telah menjadi bagian dari pengembangan kurikulum pada berbagai jenjang pendidikan.
“Di UMI terdapat fakultas yang memiliki keterkaitan erat dengan produksi dan pengembangan energi, terutama Fakultas Teknik dan Fakultas Teknologi Industri. Bidang energi menjadi bagian penting dalam kurikulum, baik pada jenjang S1, S2 maupun S3, khususnya terkait ketahanan dan pemenuhan energi,” jelasnya.
Selain melalui kurikulum, isu energi juga diarahkan menjadi bagian dari agenda penelitian dosen. Langkah ini menjadi bentuk kontribusi akademik UMI dalam mendukung implementasi kebijakan transisi energi.
“Secara kelembagaan kami mendukung, baik melalui penyiapan SDM, penelitian dan inovasi, maupun penerapan kurikulum dalam implementasi kebijakan transisi energi,” tegasnya.
DEN Dorong Peran Aktif Perguruan Tinggi
Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (DEN), Dr. Ir. Sripeni Inten Cahyani, M.M., IPM., ASEAN Eng., mengatakan keterlibatan perguruan tinggi dibutuhkan untuk memperkuat kebijakan ketahanan dan transisi energi nasional. Menurutnya, dialog bersama sivitas akademika UMI tidak hanya bertujuan menyampaikan arah kebijakan energi nasional. DEN juga ingin mendapatkan masukan dari kalangan akademisi.
“Kami melakukan kegiatan ini berbeda dengan sarasehan karena selain memberikan informasi terkait arah energi nasional, kami juga ingin mendapatkan masukan,” ujarnya.
Sripeni menilai perguruan tinggi memiliki posisi penting karena dapat melihat persoalan energi melalui perspektif akademik. Karena itu, DEN berharap UMI dapat berkontribusi melalui kajian dan naskah akademik yang dapat menjadi masukan dalam pengembangan kebijakan energi.
“Kita membutuhkan dukungan seperti naskah akademik karena perguruan tinggi dapat lebih objektif melihat persoalan, termasuk apa yang harus dilakukan dan terobosan apa yang diperlukan dalam pengelolaan energi agar lebih berpihak kepada masyarakat,” jelas Sripeni.
Menurutnya, peran perguruan tinggi tidak hanya berada pada penelitian. Kampus juga memiliki posisi strategis dalam memberikan komunikasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai ketahanan dan transisi energi.
Peluang Indonesia Timur
Sripeni secara khusus berharap UMI dapat mengambil peran lebih aktif dalam pengembangan sektor energi di kawasan Indonesia Timur. Sulawesi memiliki potensi sumber daya energi yang besar, termasuk energi panas bumi dan sumber daya air. Potensi tersebut membutuhkan dukungan SDM, riset, teknologi dan kajian kebijakan yang kuat. Perguruan tinggi juga diharapkan mampu mempersiapkan lulusan dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan industri energi. Kebutuhan tersebut semakin penting seiring berkembangnya proyek energi, migas, hilirisasi dan pengelolaan sumber daya alam di kawasan Indonesia Timur.
Bagi UMI, dialog bersama DEN menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara perguruan tinggi dan pemangku kepentingan sektor energi. Forum tersebut sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan SDM, kurikulum, penelitian, inovasi dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan yang diikuti dosen dan mahasiswa UMI tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai tantangan energi nasional. Dari ruang akademik tersebut, UMI terus mendorong lahirnya SDM yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri energi. (Humas UMI)























































































































