Dekan Teknik UMI Bertolak ke China Bersama JK, Benchmark Teknologi hingga Kampus Berbasis AI
MAKASSAR, umi.ac.id — Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus memperluas wawasan global dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis teknologi dan kebutuhan industri. Dekan Fakultas Teknik UMI, Prof. Dr. Ir. Hj. St. Maryam H., M.T., ambil bagian dalam kunjungan benchmarking pendidikan dan teknologi ke Shenzhen, China, pada 20–23 September 2026.
Kunjungan tersebut dipimpin oleh Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Muhammad Jusuf Kalla (JK), dan melibatkan delegasi Fakultas Teknik dari delapan perguruan tinggi di Makassar, yakni Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Negeri Makassar (UNM), UIN Alauddin Makassar, Universitas Muslim Indonesia (UMI), Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), Universitas Bosowa (Unibos), Universitas Islam Makassar (UIM), dan Kalla Institute.
Kegiatan yang diinisiasi Jusuf Kalla bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) tersebut diarahkan untuk melihat secara langsung kemajuan teknologi, industri, serta pengelolaan pendidikan tinggi di China. Sejumlah agenda dijadwalkan dalam kunjungan tersebut, di antaranya mengunjungi Huawei dan BYD, serta perguruan tinggi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan kampus yang berorientasi pada pengembangan bisnis.
Sebelum bertolak ke China, seluruh delegasi berkumpul di kediaman Jusuf Kalla pada Sabtu malam. Dalam pertemuan tersebut, JK menjelaskan bahwa kunjungan ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi perguruan tinggi di Makassar untuk melihat secara langsung perkembangan teknologi China sekaligus membandingkannya dengan kondisi Indonesia.
Menurut JK, China menjadi salah satu negara yang menunjukkan perkembangan teknologi dan industri yang sangat pesat. Kemajuan tersebut tidak hanya terlihat dari kemampuan mengadopsi teknologi, tetapi juga mengembangkan inovasi menjadi produk yang semakin kompetitif di pasar global. China saat ini juga berkembang dalam berbagai sektor teknologi tinggi, termasuk kendaraan listrik, kecerdasan buatan, industri manufaktur, serta berbagai inovasi digital.
Bagi Fakultas Teknik UMI, keikutsertaan dalam agenda ini menjadi kesempatan untuk memperoleh perspektif baru mengenai keterhubungan antara perguruan tinggi, perkembangan teknologi, inovasi, dan kebutuhan industri.
Dekan Fakultas Teknik UMI, Prof. Dr. Ir. Hj. St. Maryam H., M.T., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk melihat praktik dan perkembangan teknologi secara langsung di salah satu pusat industri dan inovasi dunia.
"Kunjungan ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi kami untuk melihat secara langsung bagaimana perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan industri di China diintegrasikan dengan pendidikan tinggi. Banyak hal yang tentu dapat menjadi inspirasi dan bahan pembelajaran untuk pengembangan pendidikan teknik di UMI," ungkapnya.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin cepat menuntut perguruan tinggi untuk terus melakukan adaptasi, terutama dalam menyiapkan kurikulum, pembelajaran, penelitian, dan kompetensi lulusan agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia industri.
"Perguruan tinggi tidak boleh berjalan sendiri dari perkembangan industri. Pendidikan teknik harus mampu membangun hubungan yang semakin kuat antara ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan kebutuhan nyata masyarakat serta dunia kerja," tambah Prof. St. Maryam.
Kunjungan ke perguruan tinggi berbasis AI juga menjadi bagian penting dari agenda delegasi. Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan memperoleh gambaran mengenai pemanfaatan teknologi maju dalam proses pendidikan sekaligus keterhubungannya dengan pengembangan bisnis dan industri.
Prof. St. Maryam berharap berbagai pengalaman dan praktik baik yang diperoleh selama kunjungan dapat menjadi referensi dalam memperkuat pengembangan Fakultas Teknik UMI, terutama dalam membangun pembelajaran yang adaptif terhadap transformasi teknologi.
"Kami berharap ada hal-hal konkret yang dapat dipelajari, dikembangkan, dan disesuaikan dengan kebutuhan kita di UMI. Semangatnya adalah bagaimana Fakultas Teknik terus melahirkan lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan inovasi dan siap menghadapi perkembangan teknologi global," tutupnya.
Keikutsertaan Fakultas Teknik UMI dalam benchmarking internasional tersebut sekaligus memperkuat komitmen UMI dalam mendorong internasionalisasi, inovasi, kolaborasi industri, serta peningkatan kualitas pendidikan sebagai bagian dari upaya menghadirkan perguruan tinggi yang adaptif dan berdampak























































































































