PEKERTI dan AA Tak Lagi Sekadar Pelatihan, LP2S UMI Didorong Siapkan Dosen Menghadapi Transformasi Pembelajaran
MAKASSAR, umi.ac.id — Perubahan lanskap pendidikan tinggi, yaitu perubahan kondisi, lingkungan, dan arah perkembangan pendidikan tinggi, yang semakin dipengaruhi oleh transformasi digital, kecerdasan artifisial (AI), big data, serta pendekatan student-centered learning, menuntut peningkatan kapasitas pedagogik dosen secara berkelanjutan.
Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam LP2S Transformation & Impact Strategic Forum 2026 yang berlangsung pada 1–2 September 2026 di Gedung Menara, Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Salah satu narasumber yang hadir dalam forum tersebut adalah Prof. Yusring Sanusi Baso, Kepala Pusat Kajian dan Pengembangan Pendidikan LPMPP Universitas Hasanuddin (UNHAS).
Mengangkat materi "Peningkatan Kapasitas Pedagogi serta Pemutakhiran Materi PEKERTI/AA", beliau memaparkan pedoman dan arah baru penyelenggaraan pelatihan PEKERTI dan Applied Approach (AA) tahun 2026.
Reorientasi PEKERTI dan AA: Instrumen Strategis Kampus Berdampak
Prof. Yusring menjelaskan bahwa pelatihan PEKERTI/AA kini tak lagi boleh dipandang sekadar pemenuhan formalitas sertifikasi. Program ini diposisikan sebagai instrumen vital dalam merespons transformasi digital, pemanfaatan LMS, MOOC, hingga integrasi AI dan Virtual Reality (VR) dalam pembelajaran modern.
Perubahan model pelatihan dilakukan melalui metode blended learning, mencakup materi berstandar global seperti Outcome-Based Education (OBE), analisis bibliometrik, publikasi internasional, hingga media pembelajaran digital terintegrasi.
"Dosen masa depan bukan hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga mampu merancang pengalaman belajar yang inovatif, adaptif, berbasis teknologi, dan berorientasi pada capaian pembelajaran," tegas Prof. Yusring.
Penguatan P3AI LP2S UMI dalam Renop 2026–2031
Sementara itu, Sekertaris LP2S UMI Prof. Dr. Ir. Andi Aladin, MT. mengatakan bahwa Bagi UMI, pemutakhiran ini menjadi pijakan langsung bagi penguatan Pusat Pengembangan Peningkatan Aktivitas Instruksional (P3AI) di bawah naungan LP2S UMI.
Hasil forum ini diintegrasikan ke dalam penyusunan Rencana Operasional (Renop) LP2S UMI 2026–2031, ungkap Guru Besa Fakultas Teknologi Industri UMI tersebut.
Melalui sinergi kepakaran dan kolaborasi antarperguruan tinggi, UMI memastikan fasilitas TIK, kurikulum, hingga standar SPMI siap melahirkan tenaga pendidik yang berdaya saing global, ucapnya.
UMI membuktikan langkah nyatanya dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdampak langsung bagi peningkatan mutu lulusan serta masyarakat.
LP2S Transformation & Impact Strategic Forum 2026 diikuti peserta mulai dari Ketua LP2S UMI Prof. Dr. Ir. H. Muh. Hattah Fattah, MS., para Kepala Pusat LP2S UMI, para Tenaga Kependidikan LP2S UMI, Peneliti Fakultas, Peneliti PPs-UMI, JK Research Center UMI, Narasumber Pekerti/AA, Ketua LPM, Ketua LPkM, Saince Techno Park, MIIB UMI, Reviewer Etik Penelitian, dan BAUP UMI.
(HUMAS)























































































































