Petani Kakao Bantaeng Dikenalkan Pompa Pupuk Elektrik, Dorong Pertanian Lebih Efisien dan Efektif
Pengabdian kepada Masyarakat Kemendiktisaintek Hadirkan Teknologi Berbasis Ergonomi di Desa Lonrong
BANTAENG, umi.ac.id – Teknologi hasil pengembangan perguruan tinggi mulai diterapkan langsung untuk menjawab persoalan petani kakao di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun Anggaran 2026, tim pengabdian memperkenalkan pompa pupuk elektrik berbasis ergonomi kepada masyarakat di Desa Lonrong, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Pemanfaatan Pompa Pupuk Elektrik Berbasis Ergonomi untuk Meningkatkan Efisiensi Pemupukan pada Tanaman Kakao.”
Program ini dilaksanakan melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Tim pengabdian diketuai Dr (Cand). Ir. Nur Ihwan Safutra, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., dengan anggota Ir. Muh. Fachry Hafid, S.T., M.T., Muh. Ilham Angga, S.T., M.T., Ir. Asrul Fole, S.T., M.T., IPM, dan 2 Mahasiswa.
Kegiatan menyasar Kelompok Tani Kakao yang diketuai M. Hasanuddin dan melibatkan kelompok pemuda yang dipimpin Ali Akbar Agus, S.Sos., dengan jumlah peserta sekitar 30 peserta yang hadir. Berangkat dari Persoalan Petani untuk pemanfaatan Pompa pupuk elektrik tersebut dikembangkan sebagai alternatif untuk membantu petani melakukan pemupukan secara lebih praktis dan efisien.
Selama ini, aktivitas pemupukan dan penyemprotan di areal perkebunan masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari beban kerja, waktu aplikasi, penggunaan tenaga, hingga posisi tubuh petani ketika membawa dan mengoperasikan peralatan. Ketua Tim Pengabdian, Dr (Cand). Ir. Nur Ihwan Safutra, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., mengatakan inovasi yang dikembangkan perguruan tinggi harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat.
“Teknologi yang dikembangkan harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Karena itu, kami tidak hanya memperkenalkan alat, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pengoperasian, aspek ergonomi, efisiensi pemupukan, serta keselamatan dan kesehatan kerja petani,” ujar Nur Ihwan.
Ketua Kelompok Tani Kakao, M. Hasanuddin, menyambut baik penerapan teknologi tersebut. Keterlibatan petani secara langsung dinilai penting agar teknologi yang diperkenalkan benar-benar sesuai dengan kondisi kebun dan kebutuhan masyarakat.
“Kami menyambut baik adanya teknologi ini karena petani bisa melihat dan mencoba langsung cara penggunaannya. Harapannya, alat ini dapat membantu pekerjaan pemupukan menjadi lebih mudah dan efisien.” ujar M. Hasanuddin.
Dalam kegiatan tersebut, tim memberikan penjelasan mengenai persiapan alat dan bahan, penyiapan larutan pupuk, teknik pengoperasian, posisi kerja ergonomis, serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Petani kemudian diberi kesempatan mencoba penggunaan pompa pupuk elektrik secara langsung di areal tanaman kakao dengan pendampingan tim pengabdian.
Keterlibatan Kelompok Tani Kakao dan Kelompok Pemuda juga menjadi bagian dari upaya membangun regenerasi dan ekosistem pertanian berbasis teknologi. Program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan demonstrasi, tetapi berkembang menjadi proses hilirisasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi perguruan tinggi, kelompok tani, pemuda, dan pemangku kepentingan, inovasi pompa pupuk elektrik berbasis ergonomi diharapkan dapat mendukung efisiensi kerja, peningkatan kapasitas petani, dan keberlanjutan budidaya kakao di Kabupaten Bantaeng.























































































































