Pimpinan UMI Deklarasikan Transformasi Kepemimpinan, Teguhkan Komitmen Bangun Kampus Unggul Berbasis Nilai Islam
PANGKEP, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) menandai babak baru perjalanan menuju UMI 2030. Hal tersebut ditunjukkan melalui Deklarasi Transformasi Kepemimpinan UMI yang diikrarkan bersama oleh seluruh pimpinan universitas. Deklarasi dilaksanakan pada penutupan UMI Islamic Strategic Leadership Reorientation Forum (UISLRF) 2026 di Pesantren Unggulan Mahasiswa Darul Mukhlisin UMI, Padanglampe, Kabupaten Pangkep, Selasa (4/8/2026).
Deklarasi menjadi komitmen moral sekaligus pijakan strategis bagi seluruh pimpinan UMI untuk membangun kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Islam, adaptif terhadap perubahan, serta berorientasi pada kemajuan institusi. Seluruh ikrar ditegaskan berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah, Khittah Perjuangan UMI, Pancasila, serta Catur Dharma Perguruan Tinggi.
Proses deklarasi diikuti Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, S.E., M.Si., Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, M.A., Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., dan para wakil rektor, dekan, direktur, ketua lembaga, wakil dekan, ketua program studi, hingga kepala unit di lingkungan Universitas Muslim Indonesia.
Melalui ikrar tersebut, seluruh pimpinan meneguhkan komitmen menjadikan tauhid dan akhlakul karimah sebagai fondasi dalam setiap kebijakan dan praktik kepemimpinan. Sebab Kepemimpinan dipandang sebagai amanah dan ibadah yang harus dijalankan dengan integritas, profesionalisme, keadilan, serta berorientasi pada kemaslahatan umat.
Selain itu, para pimpinan juga bertekad membangun kepemimpinan yang visioner, adaptif, kolaboratif, inovatif, dan inklusif sebagai bekal menghadapi dinamika pendidikan tinggi di masa depan.
Komitmen tersebut turut menegaskan bahwa transformasi UMI tidak hanya berfokus pada penguatan teknologi dan tata kelola organisasi, tetapi juga pada pembangunan budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas, disiplin, pelayanan, kolaborasi, serta semangat perbaikan berkelanjutan. Pada saat yang sama, UMI berkomitmen mempercepat transformasi digital secara terintegrasi guna meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pelayanan, dan daya saing institusi.
Lebih jauh, para pimpinan menegaskan cita-cita menjadikan UMI sebagai rumah ilmu dan pusat peradaban yang melahirkan insan unggul dan berkarakter Islami. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan sinergi antarseluruh elemen universitas, kepemimpinan yang mengedepankan keteladanan, pengembangan sumber daya manusia, perluasan jejaring global, penguatan kewirausahaan, serta pembangunan yang berkelanjutan.
Salah satu poin penting dalam deklarasi adalah penguatan Semangat 5B, yaitu Beriman dan Bertakwa, Belajar dan Bertransformasi, Berbagi, Bermanfaat, serta Berbahagia Dunia dan Akhirat. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi budaya kerja sekaligus karakter kepemimpinan yang tumbuh dalam setiap aktivitas sivitas akademika UMI.
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menegaskan, deklarasi ini bukan sekadar seremoni penutupan forum, melainkan titik awal penguatan budaya kepemimpinan baru di Universitas Muslim Indonesia.
"Kita ingin memastikan bahwa setiap pemimpin di UMI tidak hanya mampu mengambil keputusan, tetapi juga menjadi teladan dalam integritas, pelayanan, kolaborasi, dan pengabdian. Deklarasi ini adalah komitmen bersama untuk membawa UMI semakin unggul, Islami, dan berdampak," ujar Prof. Hambali.
Menurut Rektor, transformasi institusi harus dimulai dari perubahan pola pikir, karakter, dan keteladanan para pemimpinnya. Seluruh rekomendasi dan hasil UISLRF 2026 akan menjadi pedoman dalam memperkuat tata kelola universitas, mempercepat transformasi organisasi, serta menyelaraskan seluruh unit kerja menuju visi UMI 2030.
Deklarasi tersebut ditutup dengan penegasan bahwa transformasi UMI tidak akan terwujud hanya melalui perubahan sistem dan teknologi, tetapi juga melalui transformasi pola pikir, karakter, budaya kerja, dan keteladanan kepemimpinan. Seluruh peserta menyatakan tekad menjadi bagian dari perubahan untuk mempersiapkan UMI menghadapi masa depan serta membangun peradaban ilmu yang berlandaskan iman dan akhlak.
Komitmen itu dirangkum dalam ikrar bersama:
"Bersama Kita Transformasikan Kepemimpinan, Bersama Kita Majukan UMI, Bersama Kita Bangun Peradaban."























































































































