Prof. Hambali Thalib: Dua Program Doktor Teknik di UMI Menjadi Amanah untuk Melahirkan Lebih Banyak Peneliti dan Pemimpin Masa Depan
Setelah Doktor Teknik Kimia, UMI Resmi Terima SK Program Doktor Teknik Sipil dari Kemendiktisaintek
MAKASSAR, umi.ac.id — Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali mencatat capaian strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi. Setelah lebih dahulu menyelenggarakan Program Doktor (S3) Teknik Kimia, kini UMI secara resmi menerima Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 759/B/O/2026 tentang izin pembukaan Program Studi Doktor (S3) Teknik Sipil.
Surat Keputusan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sultanbatara, Dr. Andi Lukman, M.Si., kepada Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., pada pembukaan UMI Executive Strategic Summit (ESS) 2026 di Auditorium Al Jibra UMI, Sabtu (1/8).
Prosesi penyerahan turut disaksikan Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, S.E., M.Si., Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, M.A., Wakil Rektor I UMI Prof. Dr. Ir. H. Dirgahayu A. Lantara, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., Direktur Program Pascasarjana Prof. Dr. H. La Ode Husen, S.H., M.H., beserta jajaran pimpinan universitas.
Dengan diterbitkannya izin tersebut, Fakultas Teknik UMI kini memiliki dua Program Doktor, yaitu Program Doktor Teknik Kimia dan Program Doktor Teknik Sipil. Kehadiran kedua program ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas akademik UMI dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul, memperluas budaya riset, serta meningkatkan kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional, khususnya di Kawasan Timur Indonesia.
LLDIKTI: Program Doktor Menunjukkan Kematangan Akademik Perguruan Tinggi
Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Dr. Andi Lukman, M.Si., menyampaikan apresiasi atas konsistensi UMI dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui pembukaan Program Doktor Teknik Sipil.
Menurutnya, penyelenggaraan program doktor hanya dapat dilakukan oleh perguruan tinggi yang memenuhi berbagai persyaratan akademik yang ketat, mulai dari kualitas sumber daya manusia, ketersediaan profesor sesuai bidang keilmuan, tata kelola akademik, hingga budaya penelitian yang kuat.
“Program Doktor memiliki standar akademik yang jauh lebih tinggi dibandingkan program studi lainnya. Salah satu syarat utamanya adalah tersedianya profesor sesuai bidang keilmuan. UMI berhasil memenuhi seluruh persyaratan tersebut sehingga layak memperoleh kepercayaan untuk menyelenggarakan Program Doktor Teknik Sipil,” ujar Andi Lukman.
Ia menambahkan, hadirnya Program Doktor Teknik Sipil akan memperkuat ekosistem pendidikan tinggi, memperluas ruang lahirnya riset-riset berkualitas, sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional.
Dalam kesempatan yang sama, Andi Lukman juga mengapresiasi penyelenggaraan UMI Executive Strategic Summit (ESS) 2026 sebagai forum strategis yang mempertemukan seluruh pimpinan universitas untuk menyusun arah pengembangan institusi secara terintegrasi.
“Forum seperti ini menunjukkan komitmen UMI dalam membangun tata kelola yang adaptif, memperkuat kolaborasi, dan memastikan setiap kebijakan benar-benar mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi. Saya melihat UMI sedang membangun fondasi yang kuat untuk terus berkembang,” ungkapnya.
Rektor: Amanah untuk Menyiapkan Peneliti, Inovator, dan Pemimpin Masa Depan
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada Universitas Muslim Indonesia.
Menurutnya, pembukaan Program Doktor Teknik Sipil bukan sekadar penambahan program studi, melainkan amanah besar untuk menghadirkan pendidikan doktor yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Dua Program Doktor Teknik di UMI menjadi amanah untuk melahirkan lebih banyak peneliti, inovator, dan pemimpin masa depan yang mampu menghadirkan solusi bagi pembangunan Indonesia melalui ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi,” tegas Prof. Hambali.
Ia menegaskan bahwa setiap program doktor di UMI harus menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang menghasilkan penelitian aplikatif, inovasi yang relevan, serta kolaborasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dunia industri, dan pemerintah.
“Kami ingin setiap disertasi, setiap penelitian, dan setiap inovasi yang lahir dari UMI tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi menjadi solusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan berkontribusi terhadap pembangunan bangsa,” ujarnya.
Rektor juga menekankan bahwa penguatan pendidikan doktor merupakan bagian dari strategi besar universitas dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, produktivitas riset, publikasi ilmiah, serta jejaring kerja sama nasional dan internasional.
Penguatan Pascasarjana Sejalan dengan Transformasi UMI Connection
Penambahan Program Doktor Teknik Sipil menjadi bagian dari arah transformasi Universitas Muslim Indonesia menuju UMI 2030, yang dijalankan melalui implementasi UMI Connection sebagai budaya kerja bersama seluruh sivitas akademika.
Melalui pendekatan tersebut, pengembangan program doktor tidak hanya diarahkan pada penambahan jumlah program studi, tetapi juga pada penguatan kualitas tata kelola akademik, integrasi riset, kolaborasi lintas disiplin, peningkatan indikator kinerja utama, akreditasi, pemeringkatan, serta kontribusi nyata terhadap kebutuhan masyarakat.
Terima Kasih atas Kepercayaan Masyarakat
Prof. Hambali juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Wakaf UMI, para profesor, dosen, tenaga kependidikan, alumni, mitra, pemerintah, dan masyarakat yang terus memberikan dukungan kepada Universitas Muslim Indonesia.
“Kepercayaan yang diberikan kepada UMI merupakan amanah yang harus kami jawab dengan kerja yang lebih baik, pendidikan yang semakin bermutu, riset yang semakin produktif, serta pelayanan yang semakin berkualitas. Terima kasih kepada Yayasan Wakaf UMI, seluruh sivitas akademika, para alumni, para mitra, dan masyarakat yang terus mempercayakan pengembangan ilmu pengetahuan kepada Universitas Muslim Indonesia. Kepercayaan itu akan terus kami jaga dengan menghadirkan pendidikan tinggi yang bereputasi, berdampak, dan memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan negara,” tutur Prof. Hambali.
Sebagai Lembaga Pendidikan dan Dakwah, Universitas Muslim Indonesia terus memperkuat perannya sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak, serta Kampus Peduli dan Berbagi.
Dengan hadirnya dua Program Doktor di Fakultas Teknik, UMI semakin mempertegas komitmennya untuk melahirkan lulusan, peneliti, inovator, dan pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman melalui ilmu pengetahuan, riset, kolaborasi, dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masa depan umat, bangsa, dan dunia.























































































































