Prof Hambali Thalib: Sambut Executive Strategic Summit, Saatnya Menyatukan Langkah, Mempercepat Transformasi Menuju UMI 2030”
Makassar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus mempercepat transformasi kelembagaan melalui UMI Executive Strategic Summit (UMI ESS) 2026, forum strategis yang mempertemukan seluruh unsur pimpinan universitas untuk menyelaraskan kebijakan, memperkuat sinergi, dan mengakselerasi pencapaian Visi UMI 2030.
Forum yang akan digelar pada 1 Agustus 2026 ini menjadi bagian dari implementasi Statuta UMI, Rencana Strategis (Renstra), dan Rencana Operasional (Renop) 2025–2029, sekaligus memperkuat tata kelola universitas yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada mutu serta daya saing global.
Untuk memastikan pelaksanaan berjalan optimal, Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H. telah menerbitkan Surat Penunjukan Panitia Pelaksana Nomor 2579/H.20/UMI/VII/2026.
Kepanitiaan dipimpin Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. H. Dirgahayu A. Lantara, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. sebagai Ketua, didampingi Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Infrastruktur, Prof. Dr. Ir. H. Zakir Sabara HW, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng. sebagai Wakil Ketua, serta Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Prof. Dr. Syamsuri Rahim, S.E., M.Si., Ak., CA. sebagai Sekretaris.
Rektor UMI menegaskan, UMI Executive Strategic Summit bukan sekadar agenda koordinasi, melainkan ruang bersama untuk memastikan setiap kebijakan, program, dan sumber daya bergerak menuju sasaran strategis yang sama.
“Saatnya menyatukan langkah, mempercepat transformasi menuju UMI 2030. UMI Executive Strategic Summit adalah momentum untuk memastikan setiap keputusan, setiap program, dan setiap inovasi saling terhubung dalam satu arah, yaitu menghadirkan universitas yang semakin unggul, bereputasi, dan berdampak,” ujar Prof. Hambali.
Menurut dia, forum ini akan menjadi ruang penyelarasan implementasi Catur Dharma UMI, penguatan Indikator Kinerja Utama (IKU), penyusunan Rencana Anggaran Tahunan (RAT/RAAT), peningkatan akreditasi nasional dan internasional, transformasi digital melalui UMI Connection, hingga penguatan tata kelola berbasis risiko (risk-based governance) dalam kerangka Good University Governance.
Rektor juga mengajak seluruh pimpinan fakultas, Sekolah Pascasarjana, lembaga, badan, pusat, dan unit kerja menjadikan UMI ESS sebagai ruang kolaborasi untuk melahirkan keputusan yang visioner sekaligus implementatif.
“Kemajuan universitas lahir dari kesamaan visi, kekuatan kolaborasi, dan keberanian berinovasi. Saya mengajak seluruh pimpinan UMI menjadikan forum ini sebagai ruang berpikir strategis untuk menghasilkan kebijakan yang mampu memperkuat reputasi institusi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
UMI ESS 2026 akan menghadirkan berbagai agenda strategis, mulai dari Sidang Pleno, Executive Strategic Review, Executive Hearing, Komisi Strategis, hingga Working Session yang melibatkan Pembina dan Pengurus Yayasan Wakaf UMI, jajaran Rektorat, Dekan, Direktur Sekolah Pascasarjana, Kepala Lembaga, Kepala Badan, Kepala Pusat, serta pimpinan unit kerja di lingkungan UMI.
Forum ini ditargetkan menghasilkan sejumlah dokumen strategis, antara lain Keputusan Strategis UMI, Strategic Alignment Matrix, dan Kontrak Kinerja, sebagai pedoman bersama dalam mempercepat implementasi program prioritas universitas.
Sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, UMI terus membangun budaya kepemimpinan yang kolaboratif, tata kelola yang adaptif, serta transformasi berbasis data melalui UMI Connection. Melalui UMI Executive Strategic Summit 2026, UMI menegaskan komitmennya untuk memperkuat budaya kinerja, mempercepat transformasi kelembagaan, dan mengakselerasi pencapaian Visi UMI 2030 sebagai World Class Islamic University yang bereputasi dan berdampak bagi Indonesia serta masyarakat global.























































































































