Prof. Masrurah Mokhtar: Kampus Hebat Dimulai dari Cara Bertutur yang Baik
Ketua Yayasan Wakaf UMI Ajak Sivitas Akademika Jadikan Etika Komunikasi Al-Qur'an sebagai Budaya Kepemimpinan
Pangkep, umi.ac.id – Membangun universitas yang unggul tidak hanya dimulai dari penguatan akademik, tetapi juga dari cara setiap orang berkomunikasi. Tutur kata yang santun, menghargai orang lain, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an menjadi fondasi penting dalam membangun budaya organisasi yang sehat dan kepemimpinan yang berkarakter.
Pesan ini disampaikan Ketua Pengurus Yayasan Wakaf Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, M.A., saat memberikan materi pada UMI Islamic Strategic Leadership Reorientation Forum (UISLRF) 2026 di Aula Wakaf Produktif Pesantren Unggulan Mahasiswa Darul Mukhlisin UMI, Padanglampe, Kabupaten Pangkep, Selasa (4/8).
Kegiatan ini dihadiri Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, S.E., M.Si., Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., jajaran Wakil Rektor, para dekan, direktur, ketua lembaga, wakil dekan, ketua program studi, hingga kepala unit di lingkungan UMI.
Pada Materi yang bertajuk "Etika dan Akhlak Komunikasi dalam Al-Qur'an dan Implementasi Catur Dharma UMI", Prof. Masrurah menegaskan bahwa komunikasi tidak hanya dinilai dari apa yang disampaikan, tetapi juga bagaimana cara menyampaikannya.
Menurutnya, Al-Qur'an telah memberikan pedoman yang sangat lengkap mengenai etika berbicara melalui berbagai konsep qawlan atau cara bertutur yang baik. Mulai dari qawlan sadida (ucapan yang benar), qawlan baligha (ucapan yang menyentuh), qawlan karima (ucapan yang mulia), qawlan ma'rufa (ucapan yang baik), qawlan maysura (ucapan yang menenangkan), hingga qawlan layyina (ucapan yang lemah lembut).
"Kalimat yang baik mampu menjaga hubungan, menyelesaikan persoalan, bahkan menjadi bagian dari dakwah. Sebaliknya, kalimat yang kasar dapat melukai hati dan merusak persaudaraan," ujarnya.
Prof. Masrurah juga mengajak seluruh peserta membiasakan memilih diksi yang lebih santun dalam kehidupan sehari-hari, baik saat berdiskusi, memberikan arahan, maupun menyampaikan kritik.
Ia memberikan sejumlah contoh sederhana. Ketika tidak sependapat, seseorang tidak harus mengatakan, "Saya menolak pendapat itu." Kalimat tersebut dapat disampaikan dengan lebih santun, misalnya, "Saya masih belum memahami sehingga belum bisa sependapat."
Demikian pula ketika meminta bantuan. Alih-alih memberi perintah secara langsung, akan lebih baik jika diawali dengan ungkapan permohonan dan penghargaan kepada orang lain.
Menurutnya, perubahan cara bertutur seperti ini tampak sederhana, tetapi memiliki dampak besar dalam membangun suasana kerja yang saling menghormati dan penuh kekeluargaan.
Selain etika berbicara, Prof. Masrurah juga mengingatkan pentingnya menjaga lisan dari sikap riya, kesombongan, serta kebiasaan memberikan julukan yang dapat menyakiti orang lain.
Ia mengutip pesan Al-Qur'an agar umat Islam tidak saling merendahkan maupun memanggil orang lain dengan gelar yang buruk. Sebaliknya, Rasulullah SAW memberikan teladan dengan memanggil para sahabat menggunakan panggilan yang baik dan penuh penghormatan.
Menurutnya, pemimpin dan sivitas akademika UMI harus mampu menjadi teladan, bukan hanya melalui kebijakan dan keputusan, tetapi juga melalui akhlak dalam berkomunikasi.
"Kalau kita ingin membangun budaya organisasi yang baik, maka mulailah dari memperbaiki cara berbicara. Kata-kata yang baik akan melahirkan hubungan yang baik, dan hubungan yang baik akan melahirkan kerja sama yang kuat," jelasnya.
Menutup pemaparannya, Prof. Masrurah mengajak seluruh keluarga besar UMI menjadikan etika komunikasi sebagai bagian dari implementasi Catur Dharma UMI dan budaya kerja sehari-hari.
"Mari kita biasakan bertutur kata yang baik, sopan, dan memuliakan orang lain dalam setiap pengabdian kita. Dari lisan yang baik akan lahir organisasi yang kuat, kepemimpinan yang bermartabat, dan kampus yang membawa keberkahan," pungkasnya.























































































































