Rektor UMI: Magister Kenotariatan Harus Lahirkan Notaris Berintegritas, Profesional, dan Siap Hadapi Era Digital
Makassar, umi.ac.id – Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan dunia profesi. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui Seminar dan Lokakarya Penyusunan Kurikulum Program Studi Magister Kenotariatan Berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang diselenggarakan Pascasarjana UMI di Gedung Pascasarjana UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (28/7).
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses penyusunan kurikulum yang berorientasi pada capaian pembelajaran (Outcome-Based Education) guna menghasilkan lulusan Magister Kenotariatan yang profesional, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global.
Seminar dan lokakarya tersebut dihadiri oleh Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., Direktur Pascasarjana UMI Prof. Dr. H. La Ode Husen, S.H., M.H., Ketua Bidang Program Studi Kenotariatan Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (PP INI) Sri Endah Wuandari, S.H., M.Kn., para Wakil Rektor, akademisi, praktisi, serta pemangku kepentingan di bidang kenotariatan.
Dalam sambutannya, Rektor UMI Prof. Hambali Thalib menegaskan bahwa pembukaan Program Studi Magister Kenotariatan bukan sekadar menambah program akademik baru, tetapi merupakan bagian dari upaya UMI dalam melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi profesional, integritas moral, dan kemampuan beradaptasi terhadap dinamika hukum serta perkembangan teknologi.
"Perguruan tinggi hari ini tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang menguasai teori. Kita harus melahirkan notaris yang memiliki integritas, menjunjung tinggi etika profesi, memahami perkembangan hukum nasional maupun global, serta mampu memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan sebagai bagian dari praktik profesinya," ujar Prof. Hambali.
Menurutnya, penyusunan kurikulum berbasis OBE menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh proses pembelajaran berorientasi pada kebutuhan dunia kerja dan perkembangan profesi notaris di masa depan.
"Kami ingin lulusan Magister Kenotariatan UMI tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap memimpin, memberikan solusi hukum bagi masyarakat, serta menjadi profesi yang menjaga kepercayaan publik dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, profesionalisme, dan integritas," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Pascasarjana UMI, Prof. La Ode Husen, menjelaskan bahwa lokakarya ini bertujuan mematangkan kurikulum Program Studi Magister Kenotariatan sejak tahap perancangannya dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (PP INI).
Menurutnya, pendekatan Outcome-Based Education (OBE) memungkinkan perguruan tinggi merancang profil lulusan sejak awal sehingga kompetensi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan profesi.
"Melalui kurikulum berbasis OBE, kita sudah dapat menentukan profil lulusan Magister Kenotariatan sejak awal. Lulusan nantinya diharapkan memiliki kemampuan profesional, menjunjung tinggi etika, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), serta siap menghadapi tantangan dunia kerja," jelas Prof. La Ode.
Ia menambahkan bahwa lulusan Program Studi Magister Kenotariatan UMI diharapkan menjadi notaris yang kompeten, berintegritas, menjunjung tinggi disiplin ilmu, berlandaskan nilai-nilai agama, serta memiliki daya saing pada tingkat nasional maupun internasional.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Program Studi Kenotariatan PP INI, Sri Endah Wuandari, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pascasarjana UMI dalam mempersiapkan Program Studi Magister Kenotariatan secara matang melalui penyusunan kurikulum yang melibatkan akademisi, praktisi, organisasi profesi, dan para pemangku kepentingan.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam menghasilkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan profesi kenotariatan di era transformasi digital dan Revolusi Industri 4.0.
"Lokakarya ini merupakan bentuk komitmen Pascasarjana UMI dalam menghadirkan kurikulum berbasis Outcome-Based Education yang disusun bersama para pakar, stakeholder, dan praktisi sehingga lulusan nantinya memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja," ungkap Sri Endah.
Ia mengungkapkan bahwa komunikasi antara Pascasarjana UMI dan PP INI telah dimulai sejak Mei 2026 sebagai bagian dari proses pembentukan Program Studi Magister Kenotariatan. Selama proses tersebut, PP INI terus dilibatkan dalam penyelarasan kurikulum, praktik kenotariatan, hingga perencanaan pembelajaran.
Selain itu, sesuai arahan Rektor UMI, sekitar 60 persen tenaga pengajar dirancang berasal dari kalangan praktisi notaris agar mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang selaras dengan praktik profesional di lapangan.
Melalui penyusunan kurikulum berbasis OBE ini, Pascasarjana UMI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan Program Studi Magister Kenotariatan yang berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan profesi. Kehadiran program studi ini diharapkan mampu melahirkan notaris-notaris yang unggul, berintegritas, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan hukum nasional dan pelayanan kepada masyarakat.
Sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan program studi tersebut, Pascasarjana UMI juga telah membuka pendaftaran mahasiswa baru Program Studi Magister Kenotariatan, dengan kuota awal sebanyak 40 mahasiswa guna menjaga efektivitas proses pembelajaran dan kualitas pendidikan.























































































































