UISLRF 2026 Siapkan Pemimpin Perubahan, Percepat Transformasi UMI 2030 Berbasis Artificial Intelligence
MAKASSAR, UMI.AC.ID – Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengambil langkah strategis untuk memastikan transformasi menuju UMI 2030 tidak hanya bertumpu pada pembangunan teknologi, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia yang memimpinnya. Melalui UMI Islamic Strategic Leadership Reorientation Forum (UISLRF) 2026, yang akan berlangsung pada 3–4 Agustus 2026 di Pesantren Unggulan Mahasiswa Darul Mukhlisin UMI, Padanglampe, Kabupaten Pangkep, UMI membangun fondasi kepemimpinan baru yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis nilai-nilai Islam dalam menghadapi era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Forum ini menjadi salah satu instrumen strategis UMI dalam menyiapkan para pimpinan agar mampu mengawal implementasi UMI Connection, ekosistem digital terintegrasi yang akan menghubungkan tata kelola, pelayanan akademik, pengambilan keputusan, hingga pelaksanaan Catur Dharma UMI secara lebih efektif dan berbasis data.
Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menegaskan, keberhasilan transformasi universitas tidak ditentukan oleh kecanggihan teknologi semata, melainkan oleh kualitas kepemimpinan yang mampu menggerakkan perubahan.
"Transformasi digital tidak akan berjalan tanpa transformasi kepemimpinan. Karena itu, UISLRF hadir untuk menyamakan visi seluruh pimpinan UMI agar memiliki cara berpikir, cara bekerja, dan cara mengambil keputusan yang selaras dengan arah pengembangan UMI menuju universitas bereputasi global dan berdampak bagi masyarakat."
Berbeda dengan pelatihan kepemimpinan pada umumnya, UISLRF dirancang sebagai forum reorientasi strategis yang mendorong perubahan paradigma kepemimpinan. Seluruh peserta akan dibekali kemampuan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan pemanfaatan Artificial Intelligence, tata kelola modern, serta budaya kerja kolaboratif dalam mendukung percepatan implementasi Catur Dharma UMI.
Dijadwalkan, setidaknya ada 100 pimpinan strategis UMI, mulai dari unsur Yayasan Wakaf UMI, Rektorat, Dekan, Wakil Dekan, Ketua Lembaga, Kepala Biro, Ketua Program Studi, hingga pimpinan unit strategis lainnya akan mengikuti forum ini. Mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga dituntut menghasilkan Leadership Transformation Blueprint sebagai peta jalan perubahan di unit kerja masing-masing.
Selain menghadirkan Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Prof. Dr. H. Mansyur Ramly, Ketua Pengurus Yayasan Wakaf UMI Prof. Dr. Hj. Masrurah Mokhtar, dan Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, forum ini juga menghadirkan narasumber nasional seperti Dr. Merza Gamal, Dr. H. Das'ad Latif, S.Ag., S.Sos., M.Si., Ph.D., dan Dr. H. Arrazy Hasyim, yang akan memperkaya perspektif kepemimpinan strategis Islam di tengah disrupsi teknologi.F
Output forum ini tidak berhenti pada diskusi. Setiap unit kerja diwajibkan menyusun Roadmap Implementasi UMI Connection, program percepatan transformasi, serta komitmen bersama membangun budaya Connected Islamic Leadership sebagai fondasi tata kelola universitas yang lebih adaptif, inovatif, dan berdampak.
Melalui UISLRF 2026, UMI menegaskan bahwa transformasi menuju UMI 2030 merupakan gerakan perubahan menyeluruh yang dimulai dari transformasi kepemimpinan. Dengan pemimpin yang memiliki visi yang sama, adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berakar pada nilai-nilai Islam, UMI optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi unggul yang melahirkan inovasi, memperluas kebermanfaatan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
(Humas UMI)























































































































