TERKINI
Rektor UMI Prof. Hambali Thalib: “Ini Kehormatan Besar”, Kemendiktisaintek Percayakan Monev Riset Prototipe kepada UMI di Indonesia Timur Prof. Hambali Thalib: Setiap Anak Memiliki Talenta, UMI Buka Pendaftaran Maba Tahap 2, Jalur Talenta dan Akses Generasi Indonesia Emas Konsisten Perkuat Mutu, UMI Raih detikTimur Awards 2026; Transformasi Digital Jadi Penguat Tata Kelola Rektor UMI: Sebelum Mengubah Teknologi, UMI Menyiapkan Pemimpinnya #2 UMI Connection Memasuki Fase Pembangunan Infrastruktur Digital Menuju Smart Islamic Digitally-Empowered University “Kami Sedang Membangun Otak Digital Universitas, Bukan Sekadar Gedung Baru” UMI Berangkatkan 393 Mahasiswa KKN Tematik untuk Hadirkan Solusi dan Pemberdayaan di 19 Desa Kabupaten Bantaeng
Alumni di Pemerintahan & Pelayanan Publik Thursday, 10 September 2026

Dari Kampus, Menjadi Dampak - Dr. Ir. Muh. Thamrin, M.Si.: Dari Pertanian UMI, Menggerakkan Modernisasi Pertanian Nasional

Anisa Safitri 274 dilihat 3 menit baca
Dari Kampus, Menjadi Dampak - Dr. Ir. Muh. Thamrin, M.Si.: Dari Pertanian UMI, Menggerakkan Modernisasi Pertanian Nasional

Alumni Universitas Muslim Indonesia ini menempuh perjalanan melalui penelitian, pengujian teknologi, standardisasi, dan pengembangan inovasi hingga dipercaya memimpin Direktorat Pengembangan Sistem dan Modernisasi Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

MAKASSAR, umi.ac.id — Pertanian Indonesia sedang menghadapi perubahan besar. Petani tetap menjadi pelaku utama. Tanah dan air tetap menjadi bagian mendasar. Tetapi cara bertani terus berkembang.

Ada mekanisasi.

Ada teknologi digital.

Ada varietas baru.

Ada data.

Ada inovasi.

Dan ada kebutuhan untuk membuat seluruh perkembangan itu benar-benar dapat digunakan di lapangan.

Di salah satu ruang yang mengurus perubahan tersebut terdapat Dr. Ir. Muh. Thamrin, M.Si. Alumni Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini kini dipercaya sebagai Direktur Pengembangan Sistem dan Modernisasi Pertanian pada Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Amanah itu menempatkannya pada satu persoalan penting: bagaimana kemajuan ilmu dan teknologi pertanian dapat diterjemahkan menjadi sistem yang lebih efektif bagi petani dan produksi pangan Indonesia.

Namun perjalanan menuju ruang tersebut tidak dimulai dari jabatan. Ia dimulai dari ilmu pertanian, penelitian, dan pengalaman panjang melihat bagaimana sebuah inovasi harus diuji sebelum digunakan masyarakat.

Berawal dari Ilmu Pertanian UMI

Sebelum memasuki berbagai posisi dalam penelitian dan birokrasi pertanian, Muh. Thamrin menempuh pendidikan di Universitas Muslim Indonesia. Dari kampus, ia memperoleh fondasi keilmuan pertanian yang kemudian terus berkembang bersama perjalanan profesionalnya.

Pertanian memberinya cara memahami proses yang saling berkaitan. Tanaman membutuhkan lingkungan yang tepat. Teknologi membutuhkan pengujian. Inovasi membutuhkan adaptasi. Dan apa yang berhasil di satu wilayah belum tentu dapat diterapkan dengan cara yang sama di wilayah lain.

Prinsip-prinsip tersebut kelak menjadi sangat relevan ketika ia bekerja di bidang penelitian, pengujian, dan modernisasi pertanian.

Ketika Ilmu Masuk ke Dunia Penelitian

Perjalanan Muh. Thamrin kemudian berkembang di lingkungan penelitian dan pengembangan pertanian Kementerian Pertanian. Di ruang ini, ilmu tidak cukup hanya dipahami. Ia harus diuji.

Sebuah varietas baru harus dilihat karakteristiknya. Sebuah teknologi harus diketahui manfaat dan risikonya. Sebuah inovasi harus diuji kesesuaiannya. Dan sebuah hasil penelitian harus dapat dipertanggungjawabkan sebelum diterapkan lebih luas.

Pengalaman tersebut kemudian membawanya pada tanggung jawab sebagai Kepala Balai Besar Pengujian Standardisasi Instrumen Padi. Di sana, salah satu pekerjaannya bersentuhan langsung dengan pengujian inovasi tanaman pangan.

Menguji Inovasi Sebelum Sampai kepada Masyarakat

Pada 2024, Muh. Thamrin sebagai Kepala BBPSI Padi terlibat dalam pengujian terbatas padi emas atau golden rice. Pengujian dilakukan untuk melihat karakter agronomi, morfologi, serta aspek lain yang dibutuhkan sebelum inovasi tersebut dapat melangkah ke tahapan berikutnya.

Padi emas dikembangkan dengan kandungan provitamin A dan diuji pada sejumlah lokasi di Indonesia. Prosesnya tidak sederhana. Pengujian dilakukan dengan protokol yang ketat dan pengawasan aspek keamanan hayati.

Kegiatan tersebut menunjukkan bagaimana sebuah inovasi pertanian bekerja sebelum dikenal masyarakat. Tidak cukup hanya menemukan teknologi baru. Harus ada bukti.

Ada pengujian.

Ada standar.

Ada pengawasan.

Dan ada kepastian bahwa teknologi tersebut layak untuk dikembangkan.

Di sinilah penelitian memiliki tanggung jawab besar. Inovasi yang baik bukan hanya sesuatu yang baru, tetapi sesuatu yang telah diuji dan memiliki manfaat yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dari Penelitian Menuju Standardisasi

Ketika memimpin BBPSI Padi, Muh. Thamrin juga berada dalam proses penguatan standardisasi instrumen pertanian. Dalam kunjungan lapang Kementerian Pertanian pada 2024, ia menjelaskan peran BBPSI Padi dalam pengujian dan penerapan standar instrumen pertanian.

Standardisasi sering kali tidak terlihat oleh masyarakat. Namun perannya sangat penting. Sebab teknologi pertanian tidak dapat diterapkan hanya karena terlihat menjanjikan.

Ada mutu yang harus dijaga.

Ada kesesuaian yang harus diuji.

Ada prosedur yang harus dipenuhi.

Dan ada kepastian bahwa teknologi tersebut dapat digunakan dengan baik.

Tanpa proses itu, inovasi berisiko berhenti sebagai eksperimen. Dengan pengujian dan standardisasi, inovasi memiliki peluang lebih besar untuk menjadi bagian dari sistem pertanian.

Ketika Tantangannya Bukan Lagi Menemukan, tetapi Menerapkan

Perjalanan profesional Muh. Thamrin kemudian memasuki fase yang lebih luas. Jika penelitian berusaha menemukan jawaban, maka modernisasi memiliki tantangan berbeda: bagaimana jawaban tersebut digunakan.

Ada banyak hasil riset yang baik.

Ada teknologi yang tersedia.

Ada mesin pertanian yang semakin maju.

Ada aplikasi digital.

Ada data produksi.

Ada sistem monitoring.

Namun seluruh teknologi tersebut baru memiliki arti ketika dapat digunakan petani dan membantu proses produksi.

Di sinilah modernisasi pertanian bekerja. Bukan hanya memperkenalkan alat baru. Tetapi membangun sistem agar teknologi, manusia, kelembagaan, data, dan proses produksi dapat bekerja bersama.

Modernisasi Bukan Sekadar Mesin

Istilah modernisasi pertanian sering kali langsung diasosiasikan dengan traktor, drone, mesin tanam, atau teknologi digital. Padahal persoalannya lebih luas.

Mesin tanpa sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan tidak akan optimal. Data tanpa sistem pengambilan keputusan hanya menjadi angka. Teknologi tanpa kesesuaian dengan kondisi petani dapat sulit digunakan. Inovasi tanpa pendampingan dapat berhenti pada demonstrasi.

Karena itu, modernisasi membutuhkan pendekatan sistem.

Ada teknologi.

Ada manusia.

Ada kelembagaan.

Ada pembiayaan.

Ada infrastruktur.

Ada data.

Ada pasar.

Dan semuanya harus dirancang agar saling mendukung. Pengalaman Muh. Thamrin dalam penelitian dan standardisasi menjadi relevan ketika tanggung jawabnya berkembang ke wilayah tersebut.

Memimpin Pengembangan Sistem dan Modernisasi Pertanian

Kini, Muh. Thamrin dipercaya memimpin Direktorat Pengembangan Sistem dan Modernisasi Pertanian. Tanggung jawab ini menempatkannya pada ruang yang mempertemukan banyak pengalaman sebelumnya. Ia pernah berada dalam penelitian. Pernah memimpin pengujian teknologi. Berhadapan dengan standardisasi. Memahami bagaimana inovasi diuji. Dan kini berada pada tahap bagaimana inovasi, teknologi, dan sistem dikembangkan agar modernisasi pertanian dapat berjalan lebih luas. Pada titik ini, persoalannya bukan lagi hanya: apa teknologi terbaru? Pertanyaan yang lebih penting adalah:

Apakah teknologi tersebut dapat digunakan petani?

Apakah sesuai dengan kebutuhan?

Apakah membuat pekerjaan lebih efisien?

Apakah mampu meningkatkan produktivitas?

Apakah dapat diterapkan di berbagai kondisi wilayah?

Dan apakah investasi teknologi tersebut menghasilkan manfaat nyata?

Teknologi Harus Mempermudah Petani

Modernisasi pertanian pada akhirnya tidak boleh menjauhkan petani dari sistem yang dibangun. Justru petani harus menjadi pusatnya. Teknologi harus membantu pekerjaan menjadi lebih cepat. Data harus membantu keputusan menjadi lebih tepat. Mekanisasi harus mengurangi beban pekerjaan. Inovasi harus membantu meningkatkan produktivitas. Dan sistem yang dibangun harus memudahkan petani memperoleh dukungan yang mereka butuhkan. Karena teknologi hanyalah alat. Tujuan akhirnya tetap pada manusia yang menggunakannya. Di sinilah modernisasi menjadi lebih dari sekadar perubahan alat. Ia merupakan perubahan cara kerja.

Dari Peneliti Menjadi Penggerak Sistem

Jika perjalanan Muh. Thamrin dilihat dari awal, terdapat perkembangan skala tanggung jawab. Pada dunia penelitian, fokusnya adalah menghasilkan dan menguji pengetahuan. Dalam standardisasi, fokusnya memastikan teknologi memenuhi persyaratan. Dalam kepemimpinan kelembagaan, tanggung jawabnya berkembang kepada organisasi dan program. Dan dalam modernisasi pertanian, seluruh pengalaman tersebut bertemu dalam sebuah sistem.

Ia tidak lagi hanya melihat satu varietas atau satu teknologi. Ia harus melihat bagaimana berbagai inovasi dapat menjadi bagian dari transformasi pertanian yang lebih luas. Di sinilah seorang peneliti berkembang menjadi penggerak sistem.

Pertanian Masa Depan Membutuhkan Ilmu dan Adaptasi

Tantangan pertanian Indonesia terus berubah. Perubahan iklim memengaruhi musim. Ketersediaan tenaga kerja pertanian berubah. Kebutuhan pangan meningkat. Petani muda memiliki cara kerja berbeda. Teknologi berkembang semakin cepat. Dan produktivitas harus tetap dijaga. Dalam keadaan seperti itu, pertanian tidak dapat hanya mengandalkan cara kerja lama. Namun modernisasi juga tidak berarti meninggalkan pengalaman petani. Justru ilmu, teknologi, dan pengalaman lapangan harus dipertemukan.

Karena inovasi yang terbaik bukan selalu teknologi yang paling canggih. Yang dibutuhkan adalah teknologi yang paling sesuai, dapat digunakan, dan memberi hasil bagi masyarakat.

Dari Kampus Menuju Transformasi Pertanian

Di sinilah perjalanan Muh. Thamrin menjadi relevan dalam Dari Kampus, Menjadi Dampak. Ia memulai perjalanan dari pendidikan pertanian di UMI. Kemudian masuk ke penelitian. Mengembangkan pengalaman dalam pengujian dan standardisasi. Memimpin institusi pertanian. Dan kini mengambil bagian dalam agenda modernisasi pertanian nasional. Ilmu yang dibawa dari kampus tidak berhenti sebagai pengetahuan. Ia diuji. Dikembangkan. Diterapkan. Kemudian dibawa ke dalam sistem yang lebih luas.

Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa dampak seorang alumni tidak selalu hadir sebagai sesuatu yang langsung terlihat. Ada dampak yang bekerja melalui teknologi. Melalui standar. Melalui sistem. Melalui kebijakan. Dan melalui perubahan cara kerja yang baru terasa setelah digunakan masyarakat.

Dari Kampus, Menjadi Dampak

Dr. Ir. Muh. Thamrin, M.Si. membawa ilmu pertanian melalui perjalanan panjang. Dari ruang akademik menuju penelitian. Dari penelitian menuju pengujian. Dari pengujian menuju standardisasi. Dan dari pengalaman tersebut menuju tanggung jawab mengembangkan sistem dan modernisasi pertanian Indonesia. Pada setiap tahap, pertanyaannya berubah.

Ketika menjadi peneliti: apakah inovasi ini bekerja?

Ketika berada dalam pengujian: apakah inovasi ini layak?

Ketika masuk ke standardisasi: apakah mutunya dapat dijaga?

Dan ketika berada dalam modernisasi: bagaimana inovasi itu benar-benar dapat digunakan di lapangan?

Di situlah perjalanan seorang alumni menemukan dampaknya. Bukan pada seberapa banyak teknologi yang diperkenalkan. Tetapi pada seberapa jauh teknologi membantu petani bekerja lebih baik. Bukan pada banyaknya inovasi yang dihasilkan. Tetapi pada berapa banyak inovasi yang akhirnya dapat digunakan. Bukan pula pada seberapa modern sebuah sistem terlihat. Tetapi pada apakah sistem tersebut benar-benar memperbaiki pertanian.

Dari UMI, membangun dasar ilmu pertanian. Dari penelitian, memahami bukti. Dari standardisasi, menjaga kualitas inovasi. Dan dari modernisasi, membawa teknologi agar semakin dekat dengan kebutuhan petani.

Karena pada akhirnya, modernisasi pertanian bukan tentang membuat pertanian terlihat lebih canggih. Modernisasi harus membuat petani lebih mampu bekerja, produksi lebih efisien, dan sistem pertanian lebih kuat menghadapi perubahan. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
National University of Singapore
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Istanbul Sabahattin Zaim University
Institut Leimena
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
University Of Michigan - Ann Arbo
Universiti Malaysia Terengganu
Griffith University
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Tribun Timur
Erzurum Technical University
PT Nas Media Indonesia
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Alliance Française de Makassar
Universitas Balikpapan
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Politeknik Palopo
Ruijie Networks Co., Ltd.
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Bank Mega Syariah
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Politeknik Keuangan Negara STAN
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Universitas Islam Al-Azhar
Universitas Mega Buana
PT Jasa Raharja
PT Marlip Indo Mandiri
Sanjivani University
Junior Chamber International Indonesia
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
AMDA International
Bank Mandiri
Bank Sulselbar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Universitas Andi Djemma
Bank CIMB Niaga Syariah
Kementerian Hukum RI
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Bank Rakyat Indonesia
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Pemerintah Kota Makassar
Universitas Lamappapoleonro
Bank Panin Dubai Syariah
Institut Teknologi Bandung
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Universiti Malaya
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Hiroshima University
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
National University of Singapore
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Istanbul Sabahattin Zaim University
Institut Leimena
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
University Of Michigan - Ann Arbo
Universiti Malaysia Terengganu
Griffith University
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Tribun Timur
Erzurum Technical University
PT Nas Media Indonesia
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Alliance Française de Makassar
Universitas Balikpapan
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Politeknik Palopo
Ruijie Networks Co., Ltd.
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Bank Mega Syariah
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Politeknik Keuangan Negara STAN
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Universitas Islam Al-Azhar
Universitas Mega Buana
PT Jasa Raharja
PT Marlip Indo Mandiri
Sanjivani University
Junior Chamber International Indonesia
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
AMDA International
Bank Mandiri
Bank Sulselbar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Universitas Andi Djemma
Bank CIMB Niaga Syariah
Kementerian Hukum RI
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Bank Rakyat Indonesia
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Pemerintah Kota Makassar
Universitas Lamappapoleonro
Bank Panin Dubai Syariah
Institut Teknologi Bandung
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Universiti Malaya
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Hiroshima University
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Universitas Hasanuddin
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Islam Sumatera Utara
Universiti Kebangsaan Malaysia
Pemerintah Kabupaten Gowa
Universitas Islam Riau
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Politeknik Dewantara
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Bank Muamalat
Rakyat Sulsel
Universitas Cokroaminoto Palopo
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Universitas Muhammadiyah Parepare
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Politeknik Cendana
Perbanas Institute
Politeknik Sorowako
Pemerintah Kota Ternate
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Binaskil Academy Malaysia
Universitas Muhammadiyah Palopo
PT Indosat Tbk
Bank Syariah Indonesia
ITBM Malaysia
Universitas Kurnia Jaya Persada
PT Zahir Internasional
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Bank Syariah Nasional
PT Putra Mekongga Sejahtera
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Marinduque State University
Online Scholarship Competition (OSC)
PT Kogas Driyap Konsultan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Pemerintah Kabupaten Fakfak
Bank Sulselbar Syariah
Universitas Islam Bandung
STISIP Veteran Palopo
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Universitas Alkhairaat Palu
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Pemerintah Kabupaten Bombana
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Detik.com
Bank Negara Indonesia
Universiti Sains Islam Malaysia
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Universitas Ibnu Sina
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Universitas Hasanuddin
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Islam Sumatera Utara
Universiti Kebangsaan Malaysia
Pemerintah Kabupaten Gowa
Universitas Islam Riau
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Politeknik Dewantara
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Bank Muamalat
Rakyat Sulsel
Universitas Cokroaminoto Palopo
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Universitas Muhammadiyah Parepare
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Politeknik Cendana
Perbanas Institute
Politeknik Sorowako
Pemerintah Kota Ternate
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Binaskil Academy Malaysia
Universitas Muhammadiyah Palopo
PT Indosat Tbk
Bank Syariah Indonesia
ITBM Malaysia
Universitas Kurnia Jaya Persada
PT Zahir Internasional
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Bank Syariah Nasional
PT Putra Mekongga Sejahtera
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Marinduque State University
Online Scholarship Competition (OSC)
PT Kogas Driyap Konsultan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Pemerintah Kabupaten Fakfak
Bank Sulselbar Syariah
Universitas Islam Bandung
STISIP Veteran Palopo
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Universitas Alkhairaat Palu
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Pemerintah Kabupaten Bombana
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Detik.com
Bank Negara Indonesia
Universiti Sains Islam Malaysia
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Universitas Ibnu Sina
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur