Dari Kampus, Menjadi Dampak - Dr. Ir. Achmad Bakir Pasaman: Dari Program Profesi Insinyur UMI, Memimpin Industri Pupuk Nasional
Berangkat dari Teknik Kimia dan dunia rekayasa pabrik, Dr. Ir. Achmad Bakir Pasaman, M.H., M.M., IPU. membangun perjalanan lebih dari tiga dekade di industri strategis. Alumni Program Profesi Insinyur Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia ini pernah memimpin PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Pupuk Indonesia (Persero), hingga mengemban amanah sebagai Komisaris Utama PT PLN Energi Primer Indonesia.
MAKASSAR, umi.ac.id — Sebuah pabrik tidak lahir ketika mesin pertama kali dinyalakan. Jauh sebelumnya, ada proses panjang: perencanaan, desain, perhitungan, pemilihan teknologi, pengadaan, konstruksi, pengujian, hingga akhirnya sebuah fasilitas siap beroperasi.
Di dunia itulah perjalanan profesional Dr. Ir. Achmad Bakir Pasaman, M.H., M.M., IPU. bermula. Ia tumbuh dari dunia rekayasa. Kemudian masuk ke industri pupuk. Dari mengembangkan fasilitas produksi, ia dipercaya memimpin perusahaan. Dari memimpin satu perusahaan pupuk, tanggung jawabnya berkembang hingga memimpin holding pupuk nasional. Kemudian pengalamannya berlanjut ke sektor energi primer.
Di tengah perjalanan panjang tersebut, pada 2019 ia juga menjadi bagian dari Program Profesi Insinyur Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI UMI) Angkatan VI.
Fondasi dari Teknik Kimia
Achmad Bakir Pasaman menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Kimia di Institut Teknologi Bandung pada 1984. Teknik Kimia menjadi fondasi perjalanan profesionalnya. Bidang ini mempertemukan ilmu dengan industri: ada proses, energi, material, keselamatan, efisiensi, peralatan, kontrol, dan bagaimana seluruh komponen tersebut dapat bekerja sebagai satu sistem produksi.
Setahun setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Bakir memasuki dunia rekayasa industri. Dari sinilah perjalanan panjangnya dimulai.
Belajar Industri dari Cara Pabrik Dibangun
Bakir memulai karier di PT Rekayasa Industri. Pengalaman ini menjadi fondasi penting karena perusahaan rekayasa bekerja sebelum sebuah fasilitas industri benar-benar beroperasi. Di sana, seorang insinyur belajar bahwa pabrik bukan sekadar kumpulan mesin. Pabrik adalah sebuah sistem. Satu komponen harus berhubungan dengan komponen lainnya. Kapasitas harus sesuai. Material harus tepat. Energi harus tersedia. Keselamatan harus dijaga. Biaya harus dikendalikan. Dan seluruh proses harus dapat beroperasi secara berkelanjutan.
Bakir meniti perjalanan panjang di lingkungan rekayasa industri hingga akhirnya dipercaya menduduki berbagai posisi kepemimpinan. Pengalaman tersebut membentuk cara melihat industri secara utuh: sebelum sebuah perusahaan menghasilkan produk, seseorang harus terlebih dahulu memastikan sistem yang menghasilkan produk itu dapat bekerja.
Dari Rekayasa menuju Industri Pupuk
Perjalanan berikutnya membawa Bakir menuju salah satu industri strategis Indonesia: industri pupuk. Pada 2010, ia dipercaya menjadi Direktur Teknik dan Pengembangan PT Pupuk Kalimantan Timur. Posisi tersebut sangat dekat dengan latar belakang keinsinyurannya.
Industri pupuk merupakan industri proses dengan kompleksitas tinggi. Ada bahan baku, energi, reaktor, utilitas, keselamatan, efisiensi, pemeliharaan, teknologi, dan tuntutan produksi yang harus terus dijaga. Di sinilah pengalaman bertahun-tahun dalam dunia rekayasa memperoleh ruang yang semakin luas. Ia tidak lagi hanya melihat bagaimana pabrik dirancang. Ia ikut memikirkan bagaimana fasilitas dikembangkan agar terus mampu mendukung kebutuhan industri.
Dari Membangun Pabrik menuju Memimpin Perusahaan
Pada Januari 2016, perjalanan Bakir memasuki fase baru. Ia dipercaya menjadi Direktur Utama PT Pupuk Kalimantan Timur. Perubahan tersebut membawa tanggung jawabnya ke tingkat berbeda.
Seorang Direktur Teknik dapat berkonsentrasi pada teknologi dan pengembangan. Seorang Direktur Utama harus melihat seluruh perusahaan: produksi, keuangan, pemasaran, SDM, investasi, keselamatan, lingkungan, risiko, teknologi, dan masa depan perusahaan.
Di sinilah kompetensi seorang insinyur mulai berkembang menjadi kepemimpinan korporasi. Insinyur membangun sistem agar dapat bekerja. Pemimpin membangun organisasi agar seluruh sistem dapat bekerja bersama.
Industri Pupuk dan Ketahanan Pangan
Pupuk bukan sekadar produk industri. Ia berada dalam rantai yang jauh lebih besar. Petani membutuhkan pupuk. Produktivitas pertanian dipengaruhi ketersediaannya. Produksi pangan berkaitan dengan produktivitas pertanian. Dan pangan berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, industri pupuk memiliki posisi strategis.
Pabrik yang beroperasi dengan baik mungkin berada jauh dari sawah. Namun hasil produksinya sampai ke petani. Di sinilah dampak keinsinyuran kadang tidak langsung terlihat. Seorang insinyur mungkin bekerja di antara pipa, reaktor dan mesin. Tetapi sistem yang ia bangun dan kelola dapat berakhir pada sesuatu yang sangat dekat dengan masyarakat: pangan di atas meja.
Kembali ke Kampus melalui Program Profesi Insinyur UMI
Di tengah perjalanan profesional yang telah panjang, Bakir kembali memasuki ruang pendidikan. Pada 2019, ia mengikuti dan menyelesaikan Program Profesi Insinyur Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia Angkatan VI.
Ketika itu, ia bukan profesional yang baru memulai karier. Ia telah memiliki pengalaman puluhan tahun di dunia rekayasa. Telah mengembangkan industri. Dan sedang mengemban amanah sebagai Direktur Utama PT Pupuk Kalimantan Timur. Namun ia kembali menjadi mahasiswa.
Fase tersebut membawa pesan penting: pengalaman panjang tidak membuat seorang profesional selesai belajar. Justru semakin besar tanggung jawab seseorang, semakin penting kompetensi profesional, etika dan akuntabilitas diperkuat. Program Profesi Insinyur UMI menjadi salah satu bagian dari perjalanan tersebut.
Profesi Insinyur Lebih dari Gelar
Profesi insinyur bukan hanya tentang penggunaan gelar Ir. Di dalamnya terdapat tanggung jawab, keselamatan manusia, keandalan teknologi, efisiensi sumber daya, lingkungan, etika, dan konsekuensi dari setiap keputusan teknik.
Dalam industri besar, keputusan seorang insinyur dapat bertahan puluhan tahun. Desain yang baik dapat meningkatkan efisiensi selama bertahun-tahun. Kesalahan desain juga dapat menghasilkan risiko dalam waktu yang sama panjangnya. Karena itu: keinsinyuran bukan hanya kemampuan membuat sesuatu bekerja, tetapi tanggung jawab memastikan apa yang bekerja juga aman, efisien dan bermanfaat.
Dari Pupuk Kaltim menuju Pupuk Indonesia
Pada 4 Agustus 2020, perjalanan Bakir memasuki skala yang lebih besar. Ia dipercaya menjadi Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero). Jika sebelumnya ia memimpin satu perusahaan produsen pupuk, kini ruang tanggung jawabnya mencakup grup industri pupuk nasional.
Skala persoalannya ikut berubah. Bukan hanya bagaimana satu pabrik beroperasi. Tetapi bagaimana sebuah kelompok industri dikelola. Bagaimana produksi dijaga. Bagaimana distribusi berjalan. Bagaimana investasi diarahkan. Bagaimana transformasi perusahaan dilakukan. Bagaimana teknologi dikembangkan. Dan bagaimana industri pupuk nasional tetap mampu mendukung kebutuhan pertanian Indonesia.
Bakir mengemban amanah tersebut hingga 26 Juli 2023.
Dari Pabrik menuju Ekosistem Industri
Ada perubahan skala yang menarik dalam perjalanan Bakir. Pada awal karier, fokusnya adalah rekayasa fasilitas. Kemudian menjadi pengembangan pabrik. Setelah itu memimpin perusahaan. Lalu memimpin holding industri nasional.
Artinya, ruang dampaknya terus bertambah. Dari satu proses, menjadi satu pabrik, menjadi satu perusahaan, kemudian menjadi sebuah ekosistem industri. Semakin luas tanggung jawab seorang insinyur, semakin besar sistem yang harus mampu ia pahami.
Inilah salah satu pembeda perjalanan Bakir. Kompetensi teknik menjadi fondasi. Tetapi dampaknya berkembang melalui kepemimpinan.
Teknik Bertemu Manajemen
Bakir kemudian memperkuat perjalanan akademiknya melalui pendidikan manajemen dan hukum bisnis. Ia menyelesaikan Magister Manajemen di Prasetiya Mulya dan Magister Hukum Bisnis di Universitas Padjadjaran. Pada 2019, ia menyelesaikan pendidikan Doktor Ilmu Administrasi Bisnis Universitas Brawijaya.
Perjalanan pendidikan tersebut menggambarkan perkembangan tanggung jawab profesionalnya. Teknik menjawab bagaimana proses industri bekerja. Manajemen menjawab bagaimana organisasi digerakkan. Hukum membantu memahami bagaimana keputusan bisnis berada dalam kerangka regulasi. Administrasi bisnis memperluas cara melihat transformasi organisasi.
Empat perspektif tersebut bertemu dalam kepemimpinan korporasi. Karena pada tingkat strategis: persoalan industri jarang hanya merupakan persoalan teknik. Ia juga merupakan persoalan manusia, organisasi, ekonomi, regulasi dan keputusan.
Meneliti Transformasi Organisasi
Pendidikan doktoralnya juga memiliki hubungan dengan perjalanan kepemimpinannya. Bakir meneliti persoalan kepemimpinan transformasional, pembelajaran organisasi, teknologi informasi, perubahan organisasi, dan kepuasan kerja.
Topik tersebut sangat dekat dengan realitas industri modern. Teknologi berubah. Pasar berubah. Kompetisi berubah. Model bisnis berubah. Cara orang bekerja berubah. Karena itu, perusahaan tidak dapat hanya mengandalkan pengalaman masa lalu. Organisasi harus terus belajar.
Pabrik dapat diperbarui dengan teknologi. Organisasi diperbarui melalui manusia yang mau belajar. Di sinilah kompetensi seorang pemimpin industri tidak lagi sekadar memahami mesin. Ia harus mampu memahami perubahan.
Dari Pupuk menuju Energi Primer
Setelah menyelesaikan amanah sebagai Direktur Utama Pupuk Indonesia pada Juli 2023, Bakir memasuki ruang pengabdian berikutnya. Ia dipercaya sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen PT PLN Energi Primer Indonesia. Ia mengemban amanah tersebut pada periode 2023 hingga 2025.
Perpindahan dari industri pupuk menuju energi primer memiliki hubungan yang kuat. Industri proses membutuhkan energi. Pembangkit listrik juga membutuhkan kepastian pasokan energi primer: batubara, gas, BBM, biomassa. Semuanya merupakan bagian dari rantai pasok yang menentukan apakah sistem pembangkitan dapat bekerja dengan andal. Di sini, pengalaman Bakir kembali bersentuhan dengan persoalan sistem.
Industri Strategis Saling Terhubung
Pupuk dan listrik terlihat seperti dua sektor berbeda. Namun keduanya memiliki satu karakter yang sama: masyarakat baru menyadari betapa pentingnya ketika pasokannya terganggu. Ketika pupuk tidak tersedia, petani terdampak. Ketika listrik tidak tersedia, hampir seluruh aktivitas ikut terganggu.
Keduanya membutuhkan industri yang andal. Keduanya membutuhkan rantai pasok. Keduanya membutuhkan investasi. Keduanya membutuhkan teknologi. Dan keduanya membutuhkan insinyur.
Perjalanan Bakir dari pupuk menuju energi memperlihatkan bahwa keahlian keinsinyuran dapat bergerak lintas sektor selama prinsip dasarnya sama: memahami sistem, risiko, proses dan keberlanjutan operasi.
Dari Pabrik menuju Ketahanan Nasional
Jika perjalanan Bakir dibaca lebih jauh, terdapat hubungan dengan dua kebutuhan paling mendasar sebuah negara: pangan dan energi.
Industri pupuk mendukung produktivitas pertanian. Pertanian mendukung ketahanan pangan. Energi primer mendukung pembangkitan listrik. Listrik mendukung hampir seluruh aktivitas ekonomi.
Karena itu, perjalanan profesional tersebut tidak hanya mengenai perusahaan. Ia berada pada rantai industri yang berkaitan dengan kebutuhan nasional. Pupuk menjaga produktivitas pangan. Energi menjaga produktivitas kehidupan. Di antara keduanya terdapat industri, teknologi dan manusia yang memastikan sistem terus bekerja.
Dampak Seorang Insinyur Tidak Selalu Berbentuk Bangunan
Kita sering membayangkan dampak insinyur melalui sesuatu yang terlihat: jembatan, gedung, jalan, mesin, pabrik. Namun ketika seorang insinyur bergerak menuju kepemimpinan, dampaknya tidak selalu memiliki bentuk fisik.
Dampaknya dapat berupa keputusan investasi, transformasi perusahaan, peningkatan efisiensi, penguatan tata kelola, pengembangan SDM, keandalan produksi, atau sistem yang mampu terus bekerja ketika dibutuhkan.
Karena itu: semakin tinggi tanggung jawab seorang insinyur, semakin sering dampaknya terlihat bukan pada apa yang ia bangun sendiri, tetapi pada sistem yang ia buat mampu terus bekerja.
UMI di Tengah Perjalanan Profesional
Bagi Universitas Muslim Indonesia, perjalanan Achmad Bakir Pasaman memberi perspektif yang menarik. Hubungannya dengan UMI hadir bukan ketika ia baru memulai karier. Ia datang ketika telah menjadi profesional senior dan pemimpin industri. Pada 2019, ia menjadi bagian dari Angkatan VI Program Profesi Insinyur FTI UMI.
Hal ini menunjukkan karakter penting pendidikan profesi. Kampus tidak hanya menjadi titik awal. Kampus juga dapat menjadi tempat seorang profesional kembali memperkuat kompetensi setelah puluhan tahun berada di dunia kerja. Pengalaman industri masuk ke ruang pendidikan. Standar profesi memperkuat pengalaman. Kemudian kompetensi itu kembali dibawa menuju ruang pengabdian yang lebih luas.
Dari Merancang Sistem menuju Memimpin Sistem
Ada satu garis yang menyatukan perjalanan Bakir. Pada awal karier, ia belajar bagaimana sistem industri dirancang. Kemudian bagaimana sistem tersebut dibangun. Lalu bagaimana sistem dioperasikan dan dikembangkan. Setelah itu, bagaimana perusahaan yang memiliki sistem tersebut dipimpin. Dan pada akhirnya bagaimana kumpulan perusahaan dalam suatu industri diarahkan sebagai satu ekosistem.
Inilah transformasinya. Dari merancang sistem, menuju memimpin sistem. Teknik menjadi fondasi. Pengalaman menjadi sekolah. Pendidikan profesi memperkuat tanggung jawab. Dan kepemimpinan memperbesar skala dampaknya.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Dr. Ir. Achmad Bakir Pasaman, M.H., M.M., IPU. telah melalui perjalanan panjang dari Teknik Kimia menuju industri strategis Indonesia. Ia tumbuh dari dunia rekayasa. Masuk ke industri pupuk. Menjadi Direktur Teknik dan Pengembangan. Memimpin Pupuk Kalimantan Timur. Kembali memperkuat profesinya melalui Program Profesi Insinyur FTI UMI. Kemudian dipercaya memimpin PT Pupuk Indonesia (Persero). Dan setelah itu turut mengawal sektor energi primer melalui PLN Energi Primer Indonesia.
Perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana ruang pengabdian seorang insinyur dapat terus berkembang. Dari desain, menuju pabrik. Dari pabrik menuju perusahaan. Dari perusahaan menuju industri. Dan dari industri menuju sistem yang menopang kebutuhan bangsa.
Karena keinsinyuran tidak berhenti ketika sebuah pabrik berhasil dibangun. Keinsinyuran juga hadir ketika pabrik harus terus bekerja. Ketika industri harus bertahan. Ketika organisasi harus berubah. Ketika produksi harus dijaga. Dan ketika sebuah bangsa membutuhkan pangan serta energi untuk terus bergerak.
Dari merancang pabrik, menuju memimpin industri. Itulah perjalanan seorang insinyur ketika kompetensi berkembang menjadi kepemimpinan dan kepemimpinan berkembang menjadi dampak. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































