Dari Kampus, Menjadi Dampak - Hendra Setiawan, S.T.: Alumni Teknik Pertambangan FTI UMI, Kini Head Department Shipping PT Indrabakti Mustika di Industri Pertambangan Nikel
MAKASSAR, umi.ac.id — Aktivitas pertambangan tidak selesai ketika mineral berhasil ditambang. Ada tahapan penting setelahnya: memastikan komoditas dapat dimuat, dikirim, dan sampai ke tujuan sesuai perencanaan operasi. Di ruang inilah Hendra Setiawan, S.T., alumnus Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI UMI), membangun kariernya.
Lulus pada 2019, Hendra kini dipercaya mengemban posisi sebagai Head Department Shipping PT Indrabakti Mustika, perusahaan yang bergerak di industri pertambangan nikel. Posisi tersebut menempatkannya pada salah satu mata rantai penting operasi pertambangan: pengelolaan shipping atau pengapalan hasil tambang.
Perjalanan Hendra menunjukkan bahwa lulusan Teknik Pertambangan tidak hanya memiliki ruang karier pada kegiatan eksplorasi dan operasi tambang. Kompetensinya juga dapat berkembang pada pengelolaan logistik dan pengapalan yang menghubungkan produksi dengan rantai distribusi.Tambang menghasilkan komoditas. Tetapi logistik memastikan hasil produksi dapat bergerak menuju tujuan.
Dari Teknik Pertambangan FTI UMI
Hendra menyelesaikan pendidikan pada Program Studi Teknik Pertambangan FTI UMI pada 2019. Pendidikan Teknik Pertambangan memberinya fondasi untuk memahami bagaimana sebuah kegiatan pertambangan bekerja sebagai suatu sistem. Operasi tambang tidak berdiri pada satu aktivitas.
Di dalamnya terdapat perencanaan, produksi, pengelolaan sumber daya, keselamatan, lingkungan, peralatan, manusia, hingga proses pemindahan dan distribusi hasil tambang. Pemahaman terhadap keterkaitan antartahapan tersebut menjadi penting ketika seorang lulusan memasuki dunia industri. Hendra kemudian membawa fondasi tersebut ke lingkungan profesional dan mengembangkan kompetensinya pada bidang shipping.
Kini Head Department Shipping PT Indrabakti Mustika
Perjalanan profesional Hendra membawanya hingga dipercaya menjadi Head Department Shipping PT Indrabakti Mustika. Jabatan ini menjadi penting karena shipping berada pada titik pertemuan antara kegiatan pertambangan, logistik, transportasi laut, jadwal operasional, serta koordinasi berbagai pihak yang terlibat dalam proses pengapalan.
Dalam kegiatan pertambangan nikel, produksi yang baik harus diikuti pengelolaan distribusi yang baik. Keterlambatan pada satu tahapan dapat memengaruhi tahapan berikutnya. Karena itu, pekerjaan pada bidang shipping membutuhkan kemampuan merencanakan, berkoordinasi, membaca kondisi operasional, mengelola waktu, serta mengantisipasi risiko yang dapat mengganggu kelancaran pengapalan.
Sebagai Head Department Shipping, Hendra berada pada ruang tanggung jawab yang menuntut kemampuan teknis sekaligus kepemimpinan. Ia tidak hanya harus memahami pekerjaan. Ia juga harus mampu memastikan pekerjaan dalam departemennya bergerak secara terkoordinasi.
“Dalam industri pertambangan, produksi dan distribusi bukan dua dunia yang terpisah. Keduanya harus bergerak dalam satu ritme operasi.”
Ketika Teknik Pertambangan Bertemu Logistik Maritim
Ada sisi menarik dari perjalanan Hendra. Ia merupakan Sarjana Teknik Pertambangan, tetapi tanggung jawab profesionalnya berkembang pada bidang shipping. Sekilas keduanya dapat terlihat berbeda. Namun dalam sistem operasi pertambangan, keduanya saling terhubung.
Komoditas yang telah diproduksi harus melalui proses penanganan, pemuatan, pengangkutan, hingga pengiriman menuju tujuan berikutnya.
Di sinilah pemahaman terhadap proses pertambangan memberikan konteks penting bagi pekerjaan logistik. Hendra tidak hanya melihat shipping sebagai aktivitas memindahkan muatan.
Ia bekerja dalam sebuah mata rantai yang dimulai dari aktivitas pertambangan dan berakhir ketika komoditas berhasil dikirim sesuai kebutuhan operasional. Karena itu, perjalanan kariernya menunjukkan bahwa kompetensi seorang insinyur tidak harus berhenti pada satu bidang pekerjaan. Fondasi teknik dapat berkembang mengikuti kebutuhan industri.
Shipping: Menjaga Ritme Operasi
Pada industri berbasis komoditas, waktu memiliki nilai. Produksi dapat berjalan baik, tetapi jika pengiriman mengalami hambatan, rangkaian operasi ikut terdampak. Sebaliknya, jadwal pengapalan yang tersusun baik membutuhkan kesiapan muatan dan koordinasi operasional yang baik pula. Artinya, shipping bukan sekadar urusan kapal.
Ia merupakan bagian dari sistem. Ada jadwal. Ada muatan. Ada koordinasi. Ada keselamatan. Ada risiko operasional. Dan ada target yang harus dicapai. Di sinilah seorang Head Department Shipping dituntut melihat pekerjaan secara lebih luas. Tugasnya bukan hanya memastikan kapal bergerak. Yang harus dijaga adalah agar seluruh mata rantai pengapalan bergerak pada waktu yang tepat.
Dari Kompetensi Teknis Menuju Kepemimpinan Operasional
Kepercayaan sebagai Head Department menunjukkan perkembangan lain dalam perjalanan Hendra. Pendidikan teknik membangun kompetensi teknis. Namun ketika seseorang memasuki posisi kepemimpinan, kemampuan teknis saja tidak cukup. Ia harus mampu berkomunikasi. Mengambil keputusan. Mengelola tim. Menyelesaikan masalah. Membangun koordinasi lintas fungsi. Dan memastikan keselamatan serta target operasional tetap menjadi perhatian. Di sinilah pengalaman kerja mengembangkan apa yang dahulu dimulai di ruang kuliah.
Kampus memberikan fondasi berpikir. Dunia kerja menguji bagaimana fondasi tersebut digunakan menghadapi persoalan nyata. Dan ketika tanggung jawab meningkat, seorang profesional harus mampu bergerak dari sekadar memahami pekerjaan menjadi mengelola pekerjaan dan manusia di dalamnya.
Pelajaran bagi Mahasiswa Teknik Pertambangan
Perjalanan Hendra membawa pesan penting bagi mahasiswa Teknik Pertambangan UMI. Jangan melihat program studi sebagai batas sempit pilihan pekerjaan. Industri pertambangan memiliki ekosistem yang luas. Ada eksplorasi, perencanaan, produksi, keselamatan, lingkungan, pengolahan, pengangkutan, logistik, shipping, manajemen proyek, hingga berbagai fungsi pendukung lainnya.
Karena itu, yang dibutuhkan bukan hanya penguasaan satu keterampilan. Mahasiswa perlu memahami sistem pertambangan secara utuh. Semakin baik seseorang memahami hubungan antartahapan, semakin besar kemampuannya melihat peluang dan menyelesaikan persoalan ketika memasuki dunia industri. Hendra menunjukkan perjalanan tersebut. Dari Teknik Pertambangan UMI, ia kemudian berkembang pada bidang shipping hingga dipercaya memimpin departemen.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Perjalanan Hendra dapat dibaca melalui lintasan yang sederhana tetapi kuat: Teknik Pertambangan FTI UMI → Industri Pertambangan Nikel → Shipping dan Logistik → Kepemimpinan Operasional → Head Department Shipping PT Indrabakti Mustika. Yang penting dari perjalanan tersebut bukan hanya jabatan yang dicapai.
Ada transformasi kompetensi di dalamnya. Dari memahami pertambangan sebagai bidang keilmuan, Hendra berkembang memahami bagaimana hasil pertambangan harus bergerak melalui sistem logistik dan pengapalan. Dari seorang lulusan teknik, ia berkembang menjadi profesional yang dipercaya memimpin sebuah departemen.
Bagi UMI, perjalanan ini menjadi bagian dari bukti bagaimana ilmu yang dibangun di kampus dapat berkembang mengikuti kebutuhan nyata industri.
Bagi mahasiswa, kisah Hendra membawa satu pesan: jangan hanya belajar memahami bagaimana sesuatu diproduksi. Belajarlah memahami seluruh sistem yang membuat hasil produksi itu memiliki nilai dan sampai ke tujuan. Karena di dunia industri, keberhasilan tidak ditentukan oleh satu bagian yang bekerja sendiri.
Keberhasilan lahir ketika seluruh mata rantai mampu bergerak bersama.
“Produksi menciptakan hasil. Logistik menggerakkan hasil. Kepemimpinan memastikan keduanya bertemu dalam satu sistem yang bekerja.”
Dari teknik pertambangan umi, menuju kepemimpinan shipping industri nikel. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































