TERKINI
Rektor UMI Prof. Hambali Thalib: “Ini Kehormatan Besar”, Kemendiktisaintek Percayakan Monev Riset Prototipe kepada UMI di Indonesia Timur Prof. Hambali Thalib: Setiap Anak Memiliki Talenta, UMI Buka Pendaftaran Maba Tahap 2, Jalur Talenta dan Akses Generasi Indonesia Emas Konsisten Perkuat Mutu, UMI Raih detikTimur Awards 2026; Transformasi Digital Jadi Penguat Tata Kelola Rektor UMI: Sebelum Mengubah Teknologi, UMI Menyiapkan Pemimpinnya #2 UMI Connection Memasuki Fase Pembangunan Infrastruktur Digital Menuju Smart Islamic Digitally-Empowered University “Kami Sedang Membangun Otak Digital Universitas, Bukan Sekadar Gedung Baru” UMI Berangkatkan 393 Mahasiswa KKN Tematik untuk Hadirkan Solusi dan Pemberdayaan di 19 Desa Kabupaten Bantaeng
Alumni di Pemerintahan & Pelayanan Publik Saturday, 19 September 2026

Dari Kampus, Menjadi Dampak - Herdianto Marsuki: Dari UMI, Pernah Menjadi Pengepul Barang Bekas hingga Memimpin DPRD Morowali

Anisa Safitri 294 dilihat 3 menit baca
Dari Kampus, Menjadi Dampak - Herdianto Marsuki: Dari UMI, Pernah Menjadi Pengepul Barang Bekas hingga Memimpin DPRD Morowali

Perjalanan Herdianto Marsuki, S.E. tidak hanya dibentuk di ruang kuliah. Ketika merantau dan menempuh pendidikan di Universitas Muslim Indonesia (UMI), ia pernah bekerja sebagai pengepul barang bekas di Makassar. Pengalaman hidup tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang sebelum ia kembali ke Morowali, memasuki lembaga legislatif, dan kini menjalankan amanah sebagai Ketua DPRD Kabupaten Morowali.

MAKASSAR, umi.ac.id — Jauh sebelum duduk di kursi Ketua DPRD Kabupaten Morowali, Herdianto Marsuki pernah berkeliling mengumpulkan barang bekas di kawasan BTP, Makassar. Bukan untuk membangun cerita. Tetapi untuk membangun kehidupan. Saat itu, ia adalah seorang perantau yang datang ke Makassar untuk belajar dan menata masa depan. Herdianto kemudian menempuh pendidikan tinggi di Universitas Muslim Indonesia (UMI). Namun, kehidupan di Makassar memberinya pendidikan lain yang tidak seluruhnya tersedia di ruang kuliah.

Tentang bekerja.

Tentang bertahan.

Tentang menghargai penghasilan.

Dan tentang memahami kehidupan dari bawah.

Puluhan tahun kemudian, ruang hidupnya berubah. Dari mahasiswa perantau menjadi anggota DPRD. Dari anggota DPRD menjadi pimpinan komisi. Dan kini menjadi Ketua DPRD Kabupaten Morowali.

Jarak antara keduanya panjang. Tetapi pengalaman masa lalu tidak harus ditinggalkan ketika seseorang memperoleh tanggung jawab yang lebih besar.

Merantau ke Makassar

Herdianto lahir di Pulau Dua, Morowali, pada 25 Juli 1980. Perjalanannya ke Makassar dimulai sejak usia muda. Setelah menempuh pendidikan dasar di daerah asalnya, ia melanjutkan pendidikan di Pondok Madinah Makassar sebelum kemudian menempuh pendidikan tinggi di Universitas Muslim Indonesia.

Sebagai anak perantauan, kehidupan tidak selalu berjalan mudah. Ada pendidikan yang harus diselesaikan. Ada kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Dan ada masa depan yang harus dibangun.

Dalam sebuah wawancara yang kemudian dipublikasikan pada 2025, Herdianto menceritakan salah satu bagian dari masa tersebut. Ia pernah bekerja sebagai pengepul barang bekas di kawasan BTP, Makassar. Dari pekerjaan itu, sedikit demi sedikit kehidupan dibangun. Ia bahkan mengenang bahwa penghasilan dari pekerjaan tersebut ikut membantunya membangun rumah pada 2005.

Ketika Kehidupan Menjadi Ruang Belajar

Kampus mengajarkan ilmu. Tetapi kehidupan mengajarkan banyak hal yang tidak selalu tertulis dalam buku.

Bagaimana rasanya mencari penghasilan.

Bagaimana mengatur kebutuhan.

Bagaimana menghadapi ketidakpastian.

Bagaimana menghargai pekerjaan.

Dan bagaimana melihat kehidupan dari posisi orang yang sedang berjuang.

Pengalaman semacam itu tidak otomatis membuat seseorang menjadi pemimpin yang baik. Tetapi pengalaman dapat menjadi perspektif. Ia memberi seseorang ingatan tentang bagaimana kehidupan berjalan di luar ruang kekuasaan. Sebab sebelum seseorang berbicara tentang kesejahteraan masyarakat, ada nilai dalam pernah mengenal kehidupan masyarakat dari dekat. Inilah yang dapat disebut sebagai: Perspektif dari Bawah.

Pulang ke Morowali

Setelah menyelesaikan pendidikan dan menjalani kehidupan di Makassar, Herdianto kembali ke Morowali. Daerah yang ditinggalkannya sedang mengalami perubahan. Pertumbuhan industri, pertambangan, pembangunan infrastruktur, migrasi tenaga kerja, dan perkembangan ekonomi membawa peluang sekaligus persoalan baru. Pada 2013, Herdianto mulai memasuki dunia politik. Ia kemudian maju dalam Pemilu 2014 melalui Partai NasDem dan menjadi anggota DPRD Kabupaten Morowali. Dari sinilah perjalanan panjangnya di lembaga legislatif daerah dimulai.

Belajar dari Dalam Lembaga

Menjadi anggota DPRD bukan akhir perjalanan. Justru di dalam lembaga tersebut, seseorang harus belajar bagaimana aspirasi masyarakat bertemu dengan mekanisme pemerintahan.

Ada anggaran.

Ada regulasi.

Ada pengawasan.

Ada perencanaan pembangunan.

Ada kepentingan yang berbeda.

Dan ada keputusan yang tidak dapat dibuat seorang diri.

Herdianto menjalani proses tersebut secara bertahap. Dalam perjalanan legislatifnya, ia pernah memimpin komisi dan menjalankan berbagai tanggung jawab kelembagaan sebelum akhirnya memperoleh amanah yang lebih besar.

Pada periode 2024–2029, ia kembali menjadi anggota DPRD Kabupaten Morowali dan kemudian dipercaya menjadi Ketua DPRD Kabupaten Morowali. Situs resmi DPRD Kabupaten Morowali saat ini mencatat Herdianto Marsuki, S.E. sebagai Ketua DPRD dari Fraksi NasDem.

Dari Anggota menuju Ketua DPRD

Menjadi Ketua DPRD mengubah skala tanggung jawab. Seorang anggota membawa aspirasi konstituen dan menjalankan fungsi kelembagaan. Seorang ketua juga harus membantu memastikan lembaga dapat bekerja.

Memimpin rapat.

Mengelola perbedaan.

Menghubungkan proses politik dengan pemerintahan daerah.

Menandatangani keputusan kelembagaan.

Serta menjaga agar fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan dapat berjalan melalui mekanisme yang berlaku.

Pada 2025, misalnya, Herdianto memimpin berbagai rapat paripurna DPRD Kabupaten Morowali yang membahas agenda pembangunan daerah, termasuk RPJMD Kabupaten Morowali 2025–2029 serta sejumlah rancangan peraturan daerah.

Pada Juni 2026, dalam kapasitas sebagai Ketua DPRD, ia bersama Bupati Morowali menerima Laporan Hasil Pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali Tahun 2025.

Ruang kerjanya kini berada pada tingkat kelembagaan. Namun tantangan pembangunan tetap kembali kepada persoalan yang dirasakan masyarakat.

Morowali yang Sedang Berubah

Morowali hari ini menghadapi dinamika pembangunan yang berbeda dibanding beberapa dekade sebelumnya. Pertumbuhan industri menciptakan aktivitas ekonomi yang besar. Tetapi pembangunan daerah tidak hanya berbicara tentang industri.

Ada masyarakat kepulauan.

Ada petani.

Ada nelayan.

Ada desa.

Ada kebutuhan air bersih.

Ada listrik.

Ada pendidikan.

Ada pelayanan publik.

Ada lingkungan.

Dan ada kebutuhan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas.

Di sinilah lembaga legislatif memiliki tanggung jawab penting melalui fungsi yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan. Pertumbuhan ekonomi pada akhirnya harus diterjemahkan menjadi kualitas kehidupan masyarakat. Angka pertumbuhan menjadi berarti ketika masyarakat dapat merasakan perubahan dalam kehidupan sehari-hari.

Jabatan sebagai Amanah Kelembagaan

Dalam perjalanan politiknya, Herdianto memperoleh sejumlah tanggung jawab. Selain menjabat Ketua DPRD Kabupaten Morowali, data KPU mencatatnya sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Morowali sejak 2025. Namun jabatan politik tidak berdiri sendiri. Setiap jabatan membawa batas kewenangan.

Ada aturan.

Ada mekanisme.

Ada pengawasan.

Dan ada pertanggungjawaban kepada publik.

Karena itu, ukuran sebuah jabatan tidak hanya berada pada tinggi posisi yang dicapai. Ukuran yang lebih substantif adalah bagaimana kewenangan digunakan melalui mekanisme kelembagaan untuk menjalankan fungsi publik. Jabatan memberi kewenangan. Amanah menentukan untuk apa kewenangan itu digunakan.

Jangan Melupakan Rumah Kos

Ada satu bagian dari cerita Herdianto yang sederhana tetapi menarik. Dalam kisah perjalanan hidupnya, ia mengenang bagaimana bahkan setelah memasuki dunia politik, kehidupannya pernah tetap dekat dengan kesederhanaan yang dibangun sejak masa perantauan. Cerita seperti itu penting bukan karena kesederhanaan harus dipertontonkan. Tetapi karena seorang pejabat publik membutuhkan ingatan tentang kehidupan di luar ruang rapat.

Tentang orang yang menghitung pengeluaran setiap hari.

Tentang keluarga yang menunggu listrik.

Tentang masyarakat yang membutuhkan air bersih.

Tentang pekerja yang menggantungkan hidup pada penghasilan.

Tentang petani dan nelayan yang berharap pembangunan juga menyentuh kehidupan mereka.

Pengalaman masa lalu tidak otomatis menghasilkan kebijakan yang baik. Namun ia dapat menjadi pengingat: jangan sampai semakin tinggi kursi yang diduduki, semakin jauh seseorang dari kehidupan yang pernah membentuknya.

Dari Pengepul Barang Bekas menuju Ruang Kebijakan

Ada jarak yang sangat jauh antara mengumpulkan barang bekas di BTP Makassar dan memimpin DPRD Kabupaten Morowali. Tetapi perjalanan hidup tidak harus dibaca hanya dari titik awal dan titik akhirnya. Yang lebih penting adalah proses di antaranya.

Merantau.

Belajar.

Bekerja.

Menyelesaikan pendidikan.

Pulang.

Memasuki organisasi.

Menjadi anggota DPRD.

Belajar menjalankan fungsi legislatif.

Memimpin komisi.

Kemudian memimpin DPRD.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kehidupan seseorang dapat berkembang melalui tahapan yang tidak selalu direncanakan sejak awal. Yang pernah bekerja dari bawah dapat suatu hari berada di ruang pengambilan keputusan. Tantangannya adalah memastikan perspektif dari bawah tidak hilang ketika posisi berubah.

UMI dalam Perjalanan Herdianto Marsuki

Universitas Muslim Indonesia menjadi bagian dari perjalanan Herdianto ketika ia merantau di Makassar. Kampus memberinya ruang untuk memperoleh pendidikan tinggi. Tetapi pada saat yang sama, Makassar menjadi ruang tempat ia belajar menghadapi kehidupan secara langsung.

Karena itu, kisah alumni ini bukan hanya tentang gelar akademik. Ia juga tentang proses pembentukan manusia.

Ilmu diperoleh dari kampus.

Ketahanan dibentuk oleh kehidupan.

Pengalaman diperoleh dari masyarakat.

Dan seluruhnya kemudian dibawa kembali ke daerah.

Dari Makassar, Herdianto pulang ke Morowali. Bukan dengan perjalanan yang selesai. Justru tanggung jawab yang lebih besar menunggunya.

Dari Kampus, Menjadi Dampak

Hari ini, Herdianto Marsuki memimpin DPRD Kabupaten Morowali. Tetapi perjalanan menuju posisi tersebut pernah melewati ruang yang sangat berbeda.

Pondok.

Kampus.

Rumah kos.

Pekerjaan sebagai pengepul barang bekas.

Perantauan.

Kemudian ruang politik dan lembaga legislatif.

Setiap fase memberi pengalaman yang berbeda. Dari UMI, ia membawa pendidikan. Dari perjuangan hidup, ia memperoleh perspektif. Dari masyarakat, ia memperoleh mandat politik. Dan dari lembaga legislatif, ia kini menjalankan tanggung jawab publik. Kisah ini bukan tentang seberapa jauh seseorang dapat meninggalkan masa lalunya. Justru sebaliknya. Semakin jauh perjalanan seseorang, semakin penting ia mengingat dari mana perjalanan itu dimulai. Sebab kursi dapat berubah. Jabatan memiliki masa. Tetapi pengalaman hidup dapat menjadi pengingat tentang siapa yang harus tetap terlihat ketika keputusan dibuat: masyarakat.

Dari bekerja untuk bertahan hidup menuju bekerja dalam ruang pelayanan publik. Dari pengalaman dari bawah menuju tanggung jawab di ruang kebijakan. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama
Universitas Islam Sumatera Utara
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Pemerintah Kota Ternate
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
AMDA International
Tribun Timur
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Kementerian Hukum RI
Universitas Cokroaminoto Palopo
STISIP Veteran Palopo
Universitas Kurnia Jaya Persada
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Pemerintah Daerah Kota Parepare
PT Indosat Tbk
Universitas Balikpapan
Pemerintah Kota Makassar
Institut Leimena
PT Jasa Raharja
Sekolah Putri Darul Istiqamah
PT Putra Mekongga Sejahtera
Bank Rakyat Indonesia
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Hiroshima University
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Universiti Sains Islam Malaysia
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Universitas Alkhairaat Palu
Binaskil Academy Malaysia
Politeknik Palopo
Politeknik Dewantara
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Online Scholarship Competition (OSC)
Universitas Islam Al-Azhar
Bank CIMB Niaga Syariah
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Istanbul Sabahattin Zaim University
Universiti Malaya
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Universitas Islam Bandung
Pemerintah Kabupaten Gowa
Politeknik Keuangan Negara STAN
Rakyat Sulsel
Universiti Malaysia Terengganu
Marinduque State University
PT Marlip Indo Mandiri
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Ruijie Networks Co., Ltd.
Sanjivani University
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Pemerintah Kabupaten Fakfak
ITBM Malaysia
Bank Panin Dubai Syariah
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Bank Muamalat
Universitas Mega Buana
Perbanas Institute
Universitas Islam Sumatera Utara
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Pemerintah Kota Ternate
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
AMDA International
Tribun Timur
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Kementerian Hukum RI
Universitas Cokroaminoto Palopo
STISIP Veteran Palopo
Universitas Kurnia Jaya Persada
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Pemerintah Daerah Kota Parepare
PT Indosat Tbk
Universitas Balikpapan
Pemerintah Kota Makassar
Institut Leimena
PT Jasa Raharja
Sekolah Putri Darul Istiqamah
PT Putra Mekongga Sejahtera
Bank Rakyat Indonesia
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Hiroshima University
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Universiti Sains Islam Malaysia
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Universitas Alkhairaat Palu
Binaskil Academy Malaysia
Politeknik Palopo
Politeknik Dewantara
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Online Scholarship Competition (OSC)
Universitas Islam Al-Azhar
Bank CIMB Niaga Syariah
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Istanbul Sabahattin Zaim University
Universiti Malaya
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Universitas Islam Bandung
Pemerintah Kabupaten Gowa
Politeknik Keuangan Negara STAN
Rakyat Sulsel
Universiti Malaysia Terengganu
Marinduque State University
PT Marlip Indo Mandiri
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Ruijie Networks Co., Ltd.
Sanjivani University
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Pemerintah Kabupaten Fakfak
ITBM Malaysia
Bank Panin Dubai Syariah
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Bank Muamalat
Universitas Mega Buana
Perbanas Institute
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Bank Syariah Nasional
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Politeknik Sorowako
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Universitas Hasanuddin
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Griffith University
Bank Sulselbar Syariah
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Universitas Islam Riau
National University of Singapore
Universitas Muhammadiyah Parepare
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Universiti Kebangsaan Malaysia
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Bank Sulselbar
Erzurum Technical University
PT Kogas Driyap Konsultan
Institut Teknologi Bandung
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Bank Mega Syariah
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Politeknik Cendana
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
PT Nas Media Indonesia
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Universitas Ibnu Sina
Bank Syariah Indonesia
Universitas Lamappapoleonro
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
University Of Michigan - Ann Arbo
Bank Mandiri
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Alliance Française de Makassar
Junior Chamber International Indonesia
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Pemerintah Kabupaten Bombana
Universitas Muhammadiyah Palopo
Detik.com
Bank Negara Indonesia
PT Zahir Internasional
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Andi Djemma
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Bank Syariah Nasional
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Politeknik Sorowako
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Universitas Hasanuddin
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Griffith University
Bank Sulselbar Syariah
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Universitas Islam Riau
National University of Singapore
Universitas Muhammadiyah Parepare
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Universiti Kebangsaan Malaysia
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Bank Sulselbar
Erzurum Technical University
PT Kogas Driyap Konsultan
Institut Teknologi Bandung
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Bank Mega Syariah
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Politeknik Cendana
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
PT Nas Media Indonesia
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Universitas Ibnu Sina
Bank Syariah Indonesia
Universitas Lamappapoleonro
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
University Of Michigan - Ann Arbo
Bank Mandiri
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Alliance Française de Makassar
Junior Chamber International Indonesia
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Pemerintah Kabupaten Bombana
Universitas Muhammadiyah Palopo
Detik.com
Bank Negara Indonesia
PT Zahir Internasional
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Andi Djemma