Alumni di Pemerintahan & Pelayanan Publik Thursday, 17 September 2026

Dari Kampus, Menjadi Dampak - Muid Wael: Dari Keperawatan UMI, Kini Memimpin Komisi I DPRD Kabupaten Buru

Anisa Safitri 51 dilihat 3 menit baca
Dari Kampus, Menjadi Dampak - Muid Wael: Dari Keperawatan UMI, Kini Memimpin Komisi I DPRD Kabupaten Buru

Berangkat dari pendidikan Keperawatan Universitas Muslim Indonesia, Muid Wael memilih kembali ke Kabupaten Buru setelah menyelesaikan studi pada 2016. Ia pernah bekerja sebagai tenaga kesehatan di Puskesmas Teluk Kayeli, kemudian menjalani dunia usaha sebelum memperoleh mandat sebagai anggota DPRD Kabupaten Buru periode 2024–2029. Kini, ia dipercaya memimpin Komisi I DPRD Kabupaten Buru—membawa perjalanan pelayanan dari ruang kesehatan menuju ruang representasi publik.

MAKASSAR, umi.ac.id — Setelah menempuh pendidikan jauh dari kampung halaman, ada satu pertanyaan sederhana yang dihadapi seorang lulusan: setelah selesai, ke mana ilmu itu akan dibawa?

Bagi Muid Wael, jawabannya adalah pulang. Setelah menyelesaikan pendidikan Keperawatan di Universitas Muslim Indonesia (UMI) pada 2016, ia kembali ke Kabupaten Buru, Maluku. Bukan langsung menuju ruang politik. Ia lebih dahulu bekerja sebagai tenaga non-PNS di Puskesmas Teluk Kayeli selama lebih dari satu tahun. Di sanalah ilmu yang dipelajarinya di Makassar bertemu dengan kehidupan masyarakat secara langsung.

Ketika Ilmu Pulang ke Kampung

Ada perbedaan antara mempelajari pelayanan kesehatan di ruang kuliah dan menjalaninya di tengah masyarakat. Di kampus, mahasiswa belajar teori, prosedur, komunikasi, dan pelayanan. Di puskesmas, seluruh pengetahuan tersebut bertemu dengan manusia.

Ada warga yang sakit.

Ada keluarga yang membutuhkan penjelasan.

Ada keterbatasan pelayanan.

Ada kondisi sosial dan ekonomi yang berbeda.

Dan ada kebutuhan untuk tetap memberikan pelayanan sebaik mungkin.

Pengalaman tersebut memperlihatkan kepada Muid bahwa pelayanan bukan hanya tentang menjalankan pekerjaan. Pelayanan dimulai dari kemampuan memahami apa yang sedang dibutuhkan orang lain.

Nilai itu kemudian ikut terbawa ketika perjalanan profesionalnya berubah.

Dari Keperawatan menuju Pengalaman yang Lebih Luas

Setelah menjalani pelayanan kesehatan, Muid memasuki dunia usaha. Ruang kerjanya berubah. Namun, pengalaman tersebut justru mempertemukannya dengan sisi lain kehidupan masyarakat. Jika puskesmas memperlihatkan persoalan kesehatan, dunia usaha mempertemukannya dengan persoalan ekonomi, pekerjaan, relasi sosial, dan kehidupan sehari-hari.

Perjalanan profesional memang tidak selalu bergerak dalam satu garis lurus. Seseorang dapat belajar satu disiplin ilmu, bekerja pada satu bidang, kemudian memperoleh tanggung jawab pada ruang yang berbeda. Yang menentukan bukan hanya di mana seseorang bekerja. Tetapi nilai apa yang tetap dibawa ketika tanggung jawabnya berubah.

Ketika Pelayanan Berubah Bentuk

Pada Pemilu 2024, Muid Wael maju sebagai calon anggota DPRD Kabupaten Buru melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari Daerah Pemilihan Buru 2. Hasil resmi KPU Kabupaten Buru mencatat ia memperoleh 2.739 suara sah, sekaligus menjadi calon PPP dengan perolehan suara tertinggi di dapil tersebut. Ia kemudian dilantik sebagai anggota DPRD Kabupaten Buru periode 2024–2029.

Di sinilah bentuk pelayanannya berubah. Dulu, masyarakat datang membawa persoalan kesehatan. Kini, persoalan yang ditemuinya jauh lebih beragam.

Pemerintahan.

Pelayanan publik.

Administrasi desa.

Pertanahan.

Pembangunan.

Dan berbagai aspirasi masyarakat.

Ruang kerjanya berubah, tetapi masyarakat tetap berada di pusat tanggung jawabnya.

Dari Puskesmas menuju Komisi I

Dalam perjalanan sebagai anggota DPRD, Muid kemudian dipercaya menjadi Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Buru. Peran tersebut menempatkannya pada ruang kerja kelembagaan yang bersentuhan dengan berbagai persoalan pemerintahan dan masyarakat. Pada 2026, misalnya, Komisi I yang dipimpinnya terlibat dalam pembahasan pelaksanaan pemilihan kepala desa bersama pemerintah daerah dan para camat. Pada Juli 2026, Muid juga memimpin pembahasan bersama Kantor Pertanahan Kabupaten Buru mengenai kepastian hukum pertanahan, sengketa tanah, serta penataan aset desa.

Persoalan yang dihadapinya tentu berbeda dengan persoalan ketika bekerja di puskesmas. Namun ada satu kesamaan: masyarakat datang membawa masalah yang membutuhkan respons.

Dari Merawat Individu menuju Melayani Publik

Keperawatan memiliki satu kebiasaan dasar yang penting: mendengar sebelum bertindak. Seorang tenaga kesehatan harus memahami keluhan. Mengamati kondisi. Mengumpulkan informasi. Menentukan kebutuhan. Kemudian mengambil tindakan sesuai kompetensi dan kewenangannya.

Dalam pelayanan publik, prinsip mendengar juga penting. Masyarakat datang dengan kebutuhan yang berbeda. Tidak semua persoalan dapat diselesaikan seorang anggota DPRD. Tidak semua aspirasi otomatis dapat menjadi kebijakan. Tetapi setiap tanggung jawab publik membutuhkan kemampuan mendengar, memahami persoalan, memeriksa informasi, dan menjalankan kewenangan sesuai aturan.

Di sinilah pendidikan keperawatan menemukan konteks yang berbeda. Bukan karena kerja legislatif sama dengan praktik keperawatan. Tetapi karena keduanya membutuhkan kepekaan terhadap manusia yang dilayani.

Ilmu Tidak Selalu Bekerja dalam Bentuk yang Sama

Muid sendiri melihat perjalanan tersebut tetap memiliki hubungan dengan pendidikan yang pernah ditempuhnya di UMI. Ia mengatakan:

"Alhamdulillah saya bisa memberikan manfaat kepada orang lain sesuai tupoksi saya. Dan semua ini tidak terlepas dari disiplin ilmu yang saya serap semasa menuntut ilmu di UMI Makassar."

Pernyataan tersebut memperlihatkan satu cara memandang pendidikan. Ilmu tidak selalu bekerja dalam bentuk yang sama sepanjang hidup. Sebagian menjadi keterampilan teknis. Sebagian membentuk cara berpikir. Sebagian lagi membentuk cara seseorang melihat dan memperlakukan manusia. Karena itu, pendidikan keperawatan tidak kehilangan maknanya ketika ruang kerja seorang alumni berubah. Profesi dapat berubah. Nilai pelayanan dapat tetap tinggal.

Dari Pelayanan Langsung menuju Pelayanan melalui Institusi

Perjalanan dari Puskesmas Teluk Kayeli menuju DPRD Kabupaten Buru memperlihatkan perubahan skala pelayanan. Di puskesmas, pelayanan berlangsung langsung kepada individu dan keluarga. Di lembaga legislatif, pelayanan berlangsung melalui fungsi kelembagaan.

Ada rapat.

Ada pembahasan.

Ada pengawasan.

Ada aspirasi.

Ada regulasi.

Ada pemerintah daerah.

Dan ada keputusan yang harus dibangun melalui proses bersama.

Karena itu, tanggung jawab publik tidak dapat dijalankan seorang diri. Ia membutuhkan koordinasi, data, dialog, serta mekanisme kelembagaan. Dari melayani warga satu per satu, menuju membawa persoalan masyarakat ke dalam ruang pengambilan keputusan.

Ilmu yang Pulang

Ada satu bagian sederhana tetapi penting dalam perjalanan Muid Wael: ia kembali.

Setelah belajar di Makassar, ia pulang ke Buru. Ia membawa ilmu keperawatan ke puskesmas. Kemudian membangun pengalaman di dunia usaha. Lalu memperoleh mandat elektoral sebagai anggota DPRD. Kini, ia memimpin Komisi I DPRD Kabupaten Buru.

Perjalanan tersebut dapat disebut sebagai "Ilmu yang Pulang." Pendidikan tidak hanya menjadi jalan untuk meninggalkan kampung halaman demi memperoleh kehidupan yang lebih baik. Pendidikan juga dapat menjadi jalan untuk kembali dengan kapasitas yang lebih besar. Belajar boleh jauh. Manfaatnya harus bisa pulang.

UMI dalam Perjalanan Muid Wael

Bagi Universitas Muslim Indonesia, perjalanan Muid Wael menghadirkan bentuk dampak alumni yang dekat dengan masyarakat daerah. Seorang anak Buru datang ke Makassar. Belajar Keperawatan di UMI. Menyelesaikan pendidikan. Kemudian pulang. Bekerja di puskesmas. Memasuki dunia usaha. Lalu memperoleh kepercayaan masyarakat melalui proses elektoral untuk menjadi anggota DPRD. Kini ruang tanggung jawabnya berkembang sebagai Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Buru. Jalannya berubah beberapa kali. Tetapi ada satu benang merah yang tetap terlihat: kembali kepada masyarakat.

Dari Kampus, Menjadi Dampak

Muid Wael membawa pendidikan Keperawatan UMI kembali ke Kabupaten Buru. Pada awalnya, ilmu itu hadir melalui pelayanan kesehatan di Puskesmas Teluk Kayeli. Perjalanannya kemudian berkembang ke dunia usaha. Lalu ke lembaga legislatif. Dari tenaga kesehatan menjadi anggota DPRD. Dari anggota DPRD kemudian dipercaya memimpin Komisi I.

Skala tanggung jawabnya berubah. Tetapi ukuran akhirnya tetap sama: seberapa jauh amanah yang diterima dapat memberi manfaat kepada masyarakat. Perjalanan Muid juga menunjukkan bahwa pendidikan tidak selalu menentukan satu pekerjaan yang harus dijalani seumur hidup. Pendidikan membentuk pengetahuan, disiplin, cara berpikir, dan nilai yang dapat dibawa ketika kehidupan menghadirkan tanggung jawab yang berbeda.

Dari Keperawatan UMI, ia pulang ke Buru. Dari puskesmas, ia mengenal pelayanan secara langsung. Dari masyarakat, ia memasuki ruang representasi publik. Dan dari ruang legislatif, ia kini menjalankan tanggung jawab kelembagaan yang lebih luas. Dari merawat individu menuju melayani publik. Dari Makassar kembali ke Buru. Dari kampus, kembali kepada masyarakat. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama
Universitas Islam Riau
Pemerintah Kabupaten Bombana
Bank Syariah Nasional
PT Putra Mekongga Sejahtera
Universitas Balikpapan
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Bank Sulselbar
Istanbul Sabahattin Zaim University
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Bank Negara Indonesia
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Universitas Ibnu Sina
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
PT Zahir Internasional
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
University Of Michigan - Ann Arbo
PT Marlip Indo Mandiri
Institut Leimena
Universiti Malaya
Universiti Kebangsaan Malaysia
Universiti Malaysia Terengganu
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Kementerian Hukum RI
Alliance Française de Makassar
Universitas Muhammadiyah Parepare
Politeknik Dewantara
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Politeknik Palopo
Universiti Sains Islam Malaysia
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Perbanas Institute
Politeknik Keuangan Negara STAN
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
PT Nas Media Indonesia
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Ruijie Networks Co., Ltd.
Pemerintah Kabupaten Fakfak
Tribun Timur
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Universitas Muhammadiyah Palopo
Marinduque State University
PT Kogas Driyap Konsultan
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Online Scholarship Competition (OSC)
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Universitas Islam Sumatera Utara
Universitas Islam Riau
Pemerintah Kabupaten Bombana
Bank Syariah Nasional
PT Putra Mekongga Sejahtera
Universitas Balikpapan
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Bank Sulselbar
Istanbul Sabahattin Zaim University
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Bank Negara Indonesia
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Universitas Ibnu Sina
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
PT Zahir Internasional
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
University Of Michigan - Ann Arbo
PT Marlip Indo Mandiri
Institut Leimena
Universiti Malaya
Universiti Kebangsaan Malaysia
Universiti Malaysia Terengganu
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Kementerian Hukum RI
Alliance Française de Makassar
Universitas Muhammadiyah Parepare
Politeknik Dewantara
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Politeknik Palopo
Universiti Sains Islam Malaysia
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Perbanas Institute
Politeknik Keuangan Negara STAN
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
PT Nas Media Indonesia
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Ruijie Networks Co., Ltd.
Pemerintah Kabupaten Fakfak
Tribun Timur
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Universitas Muhammadiyah Palopo
Marinduque State University
PT Kogas Driyap Konsultan
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Online Scholarship Competition (OSC)
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Universitas Islam Sumatera Utara
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Erzurum Technical University
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Pemerintah Kabupaten Gowa
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Griffith University
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Universitas Cokroaminoto Palopo
Universitas Hasanuddin
Bank Panin Dubai Syariah
Sanjivani University
PT Indosat Tbk
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Pemerintah Kota Makassar
Hiroshima University
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Bank Sulselbar Syariah
Junior Chamber International Indonesia
PT Jasa Raharja
Bank Mega Syariah
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
National University of Singapore
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Politeknik Cendana
ITBM Malaysia
Universitas Alkhairaat Palu
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Universitas Islam Al-Azhar
Universitas Mega Buana
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Universitas Lamappapoleonro
Bank CIMB Niaga Syariah
Pemerintah Kota Ternate
Bank Syariah Indonesia
Institut Teknologi Bandung
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Bank Mandiri
Detik.com
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Bank Muamalat
Rakyat Sulsel
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Universitas Kurnia Jaya Persada
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
STISIP Veteran Palopo
Badan Riset dan Inovasi Nasional
AMDA International
Politeknik Sorowako
Universitas Andi Djemma
Binaskil Academy Malaysia
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Universitas Islam Bandung
Bank Rakyat Indonesia
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Erzurum Technical University
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Pemerintah Kabupaten Gowa
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Griffith University
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Universitas Cokroaminoto Palopo
Universitas Hasanuddin
Bank Panin Dubai Syariah
Sanjivani University
PT Indosat Tbk
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Pemerintah Kota Makassar
Hiroshima University
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Bank Sulselbar Syariah
Junior Chamber International Indonesia
PT Jasa Raharja
Bank Mega Syariah
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
National University of Singapore
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Politeknik Cendana
ITBM Malaysia
Universitas Alkhairaat Palu
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Universitas Islam Al-Azhar
Universitas Mega Buana
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Universitas Lamappapoleonro
Bank CIMB Niaga Syariah
Pemerintah Kota Ternate
Bank Syariah Indonesia
Institut Teknologi Bandung
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Bank Mandiri
Detik.com
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Bank Muamalat
Rakyat Sulsel
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Universitas Kurnia Jaya Persada
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
STISIP Veteran Palopo
Badan Riset dan Inovasi Nasional
AMDA International
Politeknik Sorowako
Universitas Andi Djemma
Binaskil Academy Malaysia
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Universitas Islam Bandung
Bank Rakyat Indonesia
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara