Alumni di Pemerintahan & Pelayanan Publik Saturday, 19 September 2026

Dari Kampus, Menjadi Dampak - Yopi Sabara: Dari Teknik Kimia UMI, Merawat Kerukunan Bahodopi hingga Memimpin Komisi I DPRD Morowali

Anisa Safitri 89 dilihat 3 menit baca
Dari Kampus, Menjadi Dampak - Yopi Sabara: Dari Teknik Kimia UMI, Merawat Kerukunan Bahodopi hingga Memimpin Komisi I DPRD Morowali

Berangkat dari Teknik Kimia Universitas Muslim Indonesia, Yopi Sabara, S.T. membawa pengalaman organisasi dan cara berpikir sistematis ke tengah dinamika sosial Bahodopi. Dari Kerukunan Masyarakat Kecamatan Bahodopi, pencegahan konflik sosial, hingga kerja kemanusiaan melalui PMI, perjalanan itu kemudian membawanya memperoleh mandat sebagai anggota DPRD Kabupaten Morowali periode 2024–2029. Kini, ia menjalankan tanggung jawab sebagai Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Morowali.

MAKASSAR, umi.ac.id — Di Teknik Kimia, mahasiswa belajar bahwa sebuah proses tidak pernah berdiri sendiri. Ada bahan yang masuk. Ada kondisi yang berubah. Ada interaksi. Ada risiko. Dan ada hasil yang sangat ditentukan oleh bagaimana proses tersebut dikelola. Bertahun-tahun setelah meninggalkan ruang kuliah Teknik Kimia Universitas Muslim Indonesia (UMI), Yopi Sabara, S.T. menghadapi sistem yang jauh lebih kompleks. Bukan reaktor. Bukan proses produksi. Tetapi manusia.

Di Bahodopi, Kabupaten Morowali, pertumbuhan industri mempertemukan masyarakat lokal, pekerja dari berbagai daerah, perusahaan, pemerintah, aparat, komunitas, agama, budaya, serta berbagai kepentingan dalam satu ruang yang bergerak sangat cepat. Di tengah dinamika itulah perjalanan pengabdian Yopi berkembang. Dari organisasi mahasiswa. Dunia kerja. Kerukunan masyarakat. Pencegahan konflik sosial. Kegiatan kemanusiaan. Hingga lembaga legislatif.

Dari Teknik Kimia UMI

Yopi menyelesaikan pendidikan Teknik Kimia di Universitas Muslim Indonesia pada 2016. Semasa mahasiswa, ia tidak hanya berhadapan dengan kuliah dan laboratorium. Organisasi menjadi bagian penting dari proses pembentukannya. Ia aktif dalam organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Teknologi Industri UMI dan Teknik Kimia serta dalam jejaring organisasi mahasiswa Teknik Kimia tingkat nasional.

Ruang-ruang tersebut mempertemukannya dengan pengalaman memimpin, berkomunikasi, membangun jaringan, mengelola perbedaan pendapat, dan bekerja bersama orang lain. Setelah menyelesaikan pendidikan, Yopi juga memperoleh pengalaman profesional sebelum aktivitas sosial kemasyarakatannya di Bahodopi semakin berkembang. Pada titik ini, perjalanan seorang lulusan teknik mulai mengambil arah yang berbeda. Ia tidak hanya berhadapan dengan sistem industri. Ia semakin banyak berhadapan dengan sistem sosial.

Bahodopi: Ketika Pertumbuhan Mempertemukan Banyak Manusia

Bahodopi merupakan salah satu kawasan industri penting di Kabupaten Morowali. Perkembangan ekonomi membawa banyak perubahan.

Lapangan kerja tumbuh.

Mobilitas manusia meningkat.

Penduduk dari berbagai daerah datang.

Usaha berkembang.

Kebutuhan infrastruktur bertambah.

Tetapi pertumbuhan juga membawa tantangan sosial. Semakin banyak manusia bertemu, semakin banyak pula kepentingan, kebiasaan, budaya, dan cara pandang yang berinteraksi. Perbedaan tidak otomatis menjadi konflik. Namun tanpa komunikasi dan ruang perjumpaan, kesalahpahaman dapat berkembang. Karena itu, pembangunan kawasan industri tidak cukup hanya dengan jalan, listrik, pabrik, dan investasi. Kawasan yang tumbuh juga membutuhkan infrastruktur sosial: komunikasi, kepercayaan, dan kerukunan. Di ruang inilah Yopi mengambil bagian.

Ketika Kerukunan Menjadi Infrastruktur Sosial

Jejak publik menunjukkan Yopi telah lama terlibat dalam Kerukunan Masyarakat Kecamatan Bahodopi (KMKB). Pada 2022, Pemerintah Kabupaten Morowali mencatatnya sebagai Ketua KMKB ketika organisasi tersebut menggelar Kerukunan Turnamen Futsal yang mempertemukan sekitar 40 tim dari berbagai kerukunan dan paguyuban di Bahodopi.

Tujuannya bukan hanya olahraga. Kegiatan itu menjadi ruang perjumpaan. Masyarakat yang berbeda latar belakang dapat bertemu. Berinteraksi. Membangun hubungan. Dan memperkuat silaturahmi.

Di wilayah heterogen, kegiatan sederhana semacam itu memiliki nilai sosial yang penting. Sebab kerukunan tidak selalu dibangun melalui forum resmi. Kadang ia tumbuh dari lapangan olahraga, kegiatan sosial, rumah ibadah, percakapan antartokoh, dan ruang tempat masyarakat saling mengenal.

Konflik sering tumbuh ketika orang berhenti berbicara. Kerukunan tumbuh ketika ruang perjumpaan terus dijaga.

Dari Kerukunan menuju Pencegahan Konflik

Perjalanan tersebut kemudian berkembang ke ruang yang lebih serius. Yopi terlibat dalam Tim Pencegahan Konflik Sosial Kecamatan Bahodopi, yang kemudian dikenal melalui GANKSO.

Pada 2023, ketika terjadi peristiwa kriminal yang memicu ketegangan sosial di Bahodopi, Yopi dalam kapasitasnya sebagai Ketua Kerukunan Masyarakat Kecamatan Bahodopi dan Tim Pencegahan Konflik Sosial menyerukan agar masyarakat tidak terpancing dan menyerahkan penanganan hukum kepada aparat.

Peristiwa seperti itu memperlihatkan betapa pentingnya komunikasi ketika masyarakat berada dalam situasi emosional. Sebab satu tindak kriminal dapat berkembang menjadi persoalan sosial yang lebih luas apabila identitas kelompok ikut ditarik ke dalamnya. Mencegah konflik karena itu bukan hanya bekerja setelah konflik terjadi. Yang lebih penting adalah mencegah persoalan membesar sebelum masyarakat kehilangan ruang untuk berdialog.

Rekayasa Kerukunan

Dalam ilmu teknik, masalah sering dicegah melalui desain sistem yang baik. Risiko dikenali. Variabel diperhatikan. Gangguan diantisipasi. Proses dijaga agar tetap berada dalam kondisi yang aman.

Masyarakat tentu bukan mesin. Namun ada satu prinsip yang dapat dipinjam: masalah besar lebih baik dicegah sebelum berkembang menjadi krisis. Dalam konteks sosial, caranya bukan dengan persamaan matematis. Caranya melalui komunikasi. Silaturahmi. Dialog. Kepercayaan. Kehadiran tokoh masyarakat. Koordinasi pemerintah. Keterlibatan aparat. Dan partisipasi dunia usaha.

Cara berpikir inilah yang dapat disebut sebagai: Rekayasa Kerukunan. Bukan merekayasa manusia. Tetapi merancang ruang agar perbedaan dapat bertemu sebelum berubah menjadi pertentangan.

Dialog sebelum Konflik

Pada Februari 2025, Tim Pencegahan Konflik Sosial Kecamatan Bahodopi menggelar dialog publik mengenai keamanan, ketertiban masyarakat, dan pembangunan. Yopi menyoroti kompleksitas persoalan serta heterogenitas penduduk Bahodopi. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan ruang dialog untuk merespons keresahan masyarakat dan menghasilkan rekomendasi bagi pemangku kepentingan.

Pendekatan ini penting. Sebab tidak semua persoalan harus menunggu menjadi demonstrasi. Tidak semua keresahan harus menunggu menjadi konflik. Tidak semua perbedaan harus menunggu menjadi pertentangan. Dialog adalah bentuk pencegahan yang paling murah sebelum konflik menjadi terlalu mahal.

Ketika Pemerintah, Aparat, Dunia Usaha, dan Masyarakat Duduk Bersama

Pada September 2025, Pemerintah Kabupaten Morowali mencatat sebuah pertemuan yang mempertemukan Bupati Morowali, Dandim, Kapolres, pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia usaha, komunitas, dan Tim GANKSO Bahodopi. Yopi hadir sebagai anggota DPRD sekaligus Ketua Umum GANKSO. Forum tersebut membahas sinergi menjaga keamanan serta mencegah potensi konflik di Bahodopi.

Model seperti ini menunjukkan satu hal penting. Kondusivitas kawasan industri tidak dapat dibebankan hanya kepada polisi. Tidak hanya kepada pemerintah. Tidak hanya kepada perusahaan. Dan tidak hanya kepada masyarakat. Ia membutuhkan kolaborasi. Keamanan bukan pekerjaan satu institusi. Keamanan adalah hasil dari kepercayaan banyak pihak yang terus dipelihara.

Dari Kerukunan menuju Kemanusiaan

Ruang pengabdian Yopi juga berkembang melalui Palang Merah Indonesia. Pada Februari 2026, ANTARA mencatatnya sebagai Ketua PMI Kecamatan Bahodopi ketika kegiatan donor darah dilaksanakan bersama PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan berbagai unsur terkait. Yopi ketika itu menyoroti tingginya kebutuhan darah di Morowali, khususnya Bahodopi, serta pentingnya keberlanjutan kolaborasi pemerintah, PMI, perusahaan, dan masyarakat.

Pada Agustus 2026, ruang tanggung jawab itu berkembang. Pemberitaan RRI dalam kegiatan donor darah IMIP menyebut Yopi sebagai Ketua PMI Kabupaten Morowali, sekaligus Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Morowali. Dalam kegiatan tersebut, lebih dari 400 kantong darah berhasil dihimpun.

Di sini, kerukunan memperoleh bentuk yang paling sederhana sekaligus paling manusiawi. Darah tidak bertanya seseorang berasal dari suku mana. Tidak bertanya agamanya. Tidak bertanya daerah asalnya. Tidak bertanya pekerjaannya. Ketika seseorang membutuhkan darah, yang dibutuhkan adalah manusia lain yang bersedia membantu. Di ruang kemanusiaan, perbedaan identitas berhenti menjadi jarak.

Dari Bahodopi menuju DPRD Morowali

Pengalaman panjang dalam organisasi dan kehidupan masyarakat kemudian berlanjut ke lembaga legislatif. Pada Pemilu 2024, Yopi maju dari Daerah Pemilihan Morowali 2 melalui Partai NasDem. Dokumen resmi Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Morowali mencatat Yopi, S.T. memperoleh 2.385 suara sah dan ditetapkan sebagai salah satu calon terpilih anggota DPRD Kabupaten Morowali. Ia kemudian menjalankan amanah sebagai anggota DPRD Kabupaten Morowali periode 2024–2029.

Ruang pengabdiannya berubah. Dari organisasi masyarakat menuju institusi pemerintahan daerah. Dari dialog sosial menuju ruang kebijakan. Dari menyampaikan persoalan masyarakat dari luar lembaga menuju membawanya ke dalam mekanisme kelembagaan.

Kini Memimpin Komisi I DPRD Morowali

Perjalanan tersebut berkembang lebih jauh. Pada 2026, sejumlah sumber publik mencatat Yopi sebagai Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Morowali, yang membidangi pemerintahan dan hukum.cPosisi ini memiliki hubungan menarik dengan perjalanan sebelumnya. Sebelum berada di DPRD, Yopi telah banyak berhadapan dengan persoalan kerukunan, keamanan sosial, komunikasi masyarakat, serta hubungan antara warga, pemerintah, perusahaan, dan aparat.

Kini, pengalaman tersebut bertemu dengan ruang kelembagaan yang memiliki fungsi pemerintahan dan hukum. Tentu tanggung jawab legislatif berbeda dengan organisasi kemasyarakatan. Ada aturan. Ada mekanisme. Ada pembahasan. Ada pengawasan. Ada proses politik. Dan keputusan tidak dibuat seorang diri. Namun pengalaman memahami masyarakat dapat menjadi konteks penting ketika persoalan publik masuk ke ruang kelembagaan.

Dari Teknik Kimia menuju Cara Berpikir Sistem

Menariknya, Yopi bukan lulusan ilmu politik. Ia adalah lulusan Teknik Kimia. Apakah pendidikan Teknik Kimia kemudian tidak relevan? Tidak sesederhana itu. Teknik Kimia mengajarkan mahasiswa melihat proses. Memahami hubungan antarvariabel. Mencari akar persoalan. Membaca risiko. Dan menyusun penyelesaian secara sistematis.

Dalam kehidupan sosial, objeknya tentu berbeda. Manusia tidak dapat dihitung seperti laju alir. Masyarakat tidak dapat diperlakukan seperti reaktor. Tetapi kemampuan berpikir sistem tetap memiliki nilai.

Sebab persoalan masyarakat hampir tidak pernah memiliki satu penyebab. Masalah lingkungan dapat berhubungan dengan industri. Industri berhubungan dengan tenaga kerja. Tenaga kerja berhubungan dengan kependudukan. Kependudukan berhubungan dengan pelayanan publik. Pelayanan publik berhubungan dengan pemerintah. Dan semuanya dapat memengaruhi stabilitas sosial.

Masalah yang saling terhubung membutuhkan cara berpikir yang juga mampu melihat keterhubungan.

Ketika Industri Membutuhkan Infrastruktur Sosial

Bahodopi memberikan pelajaran penting tentang pembangunan. Pabrik membutuhkan mesin. Industri membutuhkan listrik. Kawasan membutuhkan jalan. Pekerja membutuhkan rumah. Masyarakat membutuhkan pelayanan. Tetapi semua itu membutuhkan satu fondasi lain: kepercayaan sosial.

Tanpa komunikasi, kesalahpahaman mudah tumbuh. Tanpa dialog, keresahan dapat menumpuk. Tanpa ruang perjumpaan, perbedaan dapat semakin jauh.

Karena itu, pembangunan kawasan industri tidak hanya membutuhkan physical infrastructure atau infrastruktur fisik. Ia juga membutuhkan social infrastructure—Infrastruktur Sosial.

Kerukunan adalah bagian darinya. Dialog adalah bagian darinya. Kemanusiaan adalah bagian darinya. Dan kemampuan menyelesaikan persoalan tanpa memperbesar konflik adalah bagian darinya.

UMI dalam Perjalanan Yopi Sabara

Universitas Muslim Indonesia menjadi salah satu ruang pembentukan awal Yopi. Di Teknik Kimia FTI UMI, ia memperoleh pendidikan keinsinyuran. Di organisasi mahasiswa, ia memperoleh pengalaman berinteraksi dan memimpin. Setelah kembali ke daerah, bekal tersebut bertemu dengan kenyataan yang jauh lebih kompleks. Dunia kerja. Masyarakat. Kawasan industri. Kerukunan. Konflik sosial. Kemanusiaan. Dan akhirnya lembaga legislatif.

Perjalanannya menunjukkan bahwa pendidikan tidak selalu menentukan satu profesi yang harus dijalani sepanjang hidup. Kadang pendidikan bekerja dalam bentuk yang berbeda. Menjadi cara berpikir. Cara membaca masalah. Cara membangun komunikasi. Dan cara mengambil tanggung jawab.

Dari Kampus, Menjadi Dampak

Yopi Sabara berangkat dari Teknik Kimia Universitas Muslim Indonesia. Namun perjalanan setelah kampus membawanya jauh melampaui laboratorium. Di Bahodopi, ia bertemu masyarakat yang sangat beragam. Ia terlibat dalam kerukunan. Pencegahan konflik sosial. Dialog masyarakat. Kegiatan kemanusiaan. Dan kemudian memperoleh mandat sebagai anggota DPRD Kabupaten Morowali. Kini, ia menjalankan tanggung jawab sebagai Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Morowali.

Perjalanannya memperlihatkan satu pelajaran sederhana: pembangunan tidak hanya membutuhkan orang yang mampu membangun industri. Pembangunan juga membutuhkan orang-orang yang menjaga agar manusia di sekitarnya tetap dapat hidup berdampingan.

Dari Teknik Kimia, ia belajar melihat proses. Dari organisasi, ia belajar bekerja bersama orang lain. Dari Bahodopi, ia belajar menghadapi kompleksitas masyarakat. Dan dari ruang publik, ia belajar bahwa persoalan yang berbeda membutuhkan satu kemampuan yang sama: mendengar sebelum masalah menjadi lebih besar.

Sebab di kawasan yang tumbuh cepat, kerukunan bukan sekadar suasana. Kerukunan adalah infrastruktur pembangunan.

Dari proses menuju manusia. Dari dialog menuju kerukunan. Dari masyarakat menuju ruang kebijakan.

Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Bank Sulselbar
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
University Of Michigan - Ann Arbo
Hiroshima University
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
AMDA International
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Rakyat Sulsel
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Binaskil Academy Malaysia
Bank Syariah Indonesia
Universiti Malaya
Politeknik Sorowako
Universiti Kebangsaan Malaysia
Universiti Malaysia Terengganu
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Junior Chamber International Indonesia
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Perbanas Institute
Universitas Cokroaminoto Palopo
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Bank Muamalat
PT Nas Media Indonesia
Tribun Timur
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Hasanuddin
STISIP Veteran Palopo
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Bank Panin Dubai Syariah
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Erzurum Technical University
PT Indosat Tbk
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Universitas Islam Sumatera Utara
Ruijie Networks Co., Ltd.
PT Putra Mekongga Sejahtera
Pemerintah Kabupaten Gowa
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Institut Teknologi Bandung
Politeknik Cendana
Online Scholarship Competition (OSC)
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Bank Syariah Nasional
Pemerintah Kota Ternate
Universiti Sains Islam Malaysia
Universitas Mega Buana
Politeknik Keuangan Negara STAN
PT Zahir Internasional
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Bank Sulselbar
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
University Of Michigan - Ann Arbo
Hiroshima University
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
AMDA International
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Rakyat Sulsel
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Binaskil Academy Malaysia
Bank Syariah Indonesia
Universiti Malaya
Politeknik Sorowako
Universiti Kebangsaan Malaysia
Universiti Malaysia Terengganu
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Junior Chamber International Indonesia
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Perbanas Institute
Universitas Cokroaminoto Palopo
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Bank Muamalat
PT Nas Media Indonesia
Tribun Timur
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Hasanuddin
STISIP Veteran Palopo
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Bank Panin Dubai Syariah
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Erzurum Technical University
PT Indosat Tbk
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Universitas Islam Sumatera Utara
Ruijie Networks Co., Ltd.
PT Putra Mekongga Sejahtera
Pemerintah Kabupaten Gowa
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Institut Teknologi Bandung
Politeknik Cendana
Online Scholarship Competition (OSC)
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Bank Syariah Nasional
Pemerintah Kota Ternate
Universiti Sains Islam Malaysia
Universitas Mega Buana
Politeknik Keuangan Negara STAN
PT Zahir Internasional
Sanjivani University
PT Kogas Driyap Konsultan
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Politeknik Palopo
Universitas Islam Riau
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Istanbul Sabahattin Zaim University
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Universitas Islam Bandung
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Universitas Alkhairaat Palu
Universitas Balikpapan
Bank Mandiri
Bank Rakyat Indonesia
Universitas Muhammadiyah Palopo
Universitas Muhammadiyah Parepare
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Universitas Andi Djemma
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Pemerintah Kabupaten Fakfak
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Universitas Lamappapoleonro
PT Marlip Indo Mandiri
PT Jasa Raharja
Universitas Islam Al-Azhar
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Alliance Française de Makassar
Pemerintah Kota Makassar
Universitas Kurnia Jaya Persada
Pemerintah Kabupaten Bombana
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Bank Negara Indonesia
Bank Sulselbar Syariah
Bank CIMB Niaga Syariah
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Institut Leimena
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kementerian Hukum RI
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Universitas Ibnu Sina
Griffith University
Detik.com
ITBM Malaysia
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Bank Mega Syariah
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Marinduque State University
National University of Singapore
Politeknik Dewantara
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Sanjivani University
PT Kogas Driyap Konsultan
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Politeknik Palopo
Universitas Islam Riau
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Istanbul Sabahattin Zaim University
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Universitas Islam Bandung
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Universitas Alkhairaat Palu
Universitas Balikpapan
Bank Mandiri
Bank Rakyat Indonesia
Universitas Muhammadiyah Palopo
Universitas Muhammadiyah Parepare
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Universitas Andi Djemma
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Pemerintah Kabupaten Fakfak
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Universitas Lamappapoleonro
PT Marlip Indo Mandiri
PT Jasa Raharja
Universitas Islam Al-Azhar
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Alliance Française de Makassar
Pemerintah Kota Makassar
Universitas Kurnia Jaya Persada
Pemerintah Kabupaten Bombana
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Bank Negara Indonesia
Bank Sulselbar Syariah
Bank CIMB Niaga Syariah
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Institut Leimena
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kementerian Hukum RI
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Universitas Ibnu Sina
Griffith University
Detik.com
ITBM Malaysia
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Bank Mega Syariah
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Marinduque State University
National University of Singapore
Politeknik Dewantara
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND