TERKINI
Rektor UMI Prof. Hambali Thalib: “Ini Kehormatan Besar”, Kemendiktisaintek Percayakan Monev Riset Prototipe kepada UMI di Indonesia Timur Prof. Hambali Thalib: Setiap Anak Memiliki Talenta, UMI Buka Pendaftaran Maba Tahap 2, Jalur Talenta dan Akses Generasi Indonesia Emas Konsisten Perkuat Mutu, UMI Raih detikTimur Awards 2026; Transformasi Digital Jadi Penguat Tata Kelola Rektor UMI: Sebelum Mengubah Teknologi, UMI Menyiapkan Pemimpinnya #2 UMI Connection Memasuki Fase Pembangunan Infrastruktur Digital Menuju Smart Islamic Digitally-Empowered University “Kami Sedang Membangun Otak Digital Universitas, Bukan Sekadar Gedung Baru” UMI Berangkatkan 393 Mahasiswa KKN Tematik untuk Hadirkan Solusi dan Pemberdayaan di 19 Desa Kabupaten Bantaeng
Alumni di Pemerintahan & Pelayanan Publik Wednesday, 16 September 2026

Dari Kampus, Menjadi Dampak - M. Yunus Wahab: Dari Fakultas Hukum UMI, Kini Menjadi Hakim Agung Mahkamah Agung RI

Anisa Safitri 2,277 dilihat 3 menit baca
Dari Kampus, Menjadi Dampak - M. Yunus Wahab: Dari Fakultas Hukum UMI, Kini Menjadi Hakim Agung Mahkamah Agung RI

Perjalanan Dr. Drs. Muhammad Yunus Wahab, S.H., M.H. membawa pendidikan hukum dari Universitas Muslim Indonesia menuju salah satu ruang tanggung jawab tertinggi dalam kekuasaan kehakiman Indonesia. Alumni Fakultas Hukum UMI ini kini menjadi Hakim Agung Kamar Perdata Mahkamah Agung Republik Indonesia—tempat pengalaman, pengetahuan hukum, fakta perkara dan pertimbangan keadilan bertemu dalam sebuah putusan.

MAKASSAR, umi.ac.id — Di ruang kuliah, mahasiswa hukum belajar membaca putusan. Mempelajari pertimbangan hakim. Menganalisis penerapan undang-undang. Mendiskusikan keadilan. Dan mempertanyakan mengapa suatu perkara diputus dengan cara tertentu.

Puluhan tahun kemudian, Dr. Drs. Muhammad Yunus Wahab, S.H., M.H., alumni Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia, berada di sisi yang berbeda. Ia bukan lagi mahasiswa yang membaca putusan. Ia menjadi salah satu hakim yang ikut memutus perkara pada Mahkamah Agung Republik Indonesia. Di sinilah perjalanan pendidikannya memperoleh bentuk pengabdian yang sangat khas: dari mempelajari hukum menuju tanggung jawab memutus berdasarkan hukum.

Berawal dari Fakultas Hukum UMI

Muhammad Yunus Wahab merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (FH UMI) angkatan 1986. Pendidikan hukum menjadi salah satu fondasi perjalanan profesionalnya. Di kampus, hukum dipelajari melalui norma, pasal, asas, teori, doktrin, yurisprudensi, dan berbagai persoalan mengenai hubungan antara hukum dan keadilan.

Tetapi setelah memasuki dunia peradilan, seluruh pengetahuan tersebut bertemu dengan sesuatu yang jauh lebih kompleks: manusia dan persoalannya. Sengketa tidak datang sebagai soal ujian. Ia datang bersama fakta yang diperdebatkan, bukti yang harus dinilai, argumentasi para pihak, prosedur yang harus ditaati, serta akibat hukum yang nyata bagi mereka yang berperkara.

Ketika Hukum Bertemu Perkara Nyata

Menjadi hakim berarti berada pada ruang tempat teori hukum diuji setiap hari. Sebuah perkara tidak selalu menyediakan jawaban sederhana. Ada fakta, ada bukti, ada norma, ada yurisprudensi, ada argumentasi para pihak, dan ada pertimbangan yang harus disusun secara dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, pengalaman seorang hakim dibangun melalui proses panjang: membaca, mendengar, memeriksa, menimbang, kemudian memutus. Hukum memberi aturan. Perkara menghadirkan kenyataan. Hakim bekerja di ruang tempat keduanya harus dipertemukan.

Perjalanan Panjang menuju Mahkamah Agung

Karier Muhammad Yunus Wahab berkembang melalui lingkungan peradilan sebelum akhirnya mencapai Mahkamah Agung. Puncak penting perjalanan tersebut terjadi pada 7 November 2017. Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia saat itu melantik lima Hakim Agung baru. Salah satunya adalah Dr. Drs. Muhammad Yunus Wahab, S.H., M.H. Ia ditempatkan sebagai Hakim Agung Kamar Perdata.

Pengangkatan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 117/P Tahun 2017 tanggal 26 Oktober 2017. Sejak itu, ruang pengabdiannya berada pada lembaga peradilan tertinggi dalam sistem peradilan Indonesia.

Ketika Tanggung Jawab Berada pada Tingkat Kasasi

Mahkamah Agung memiliki posisi penting dalam kekuasaan kehakiman Indonesia. Perkara yang sampai ke tingkat kasasi telah melalui proses sebelumnya di pengadilan. Artinya, seorang Hakim Agung tidak sekadar berhadapan dengan sengketa. Ia berhadapan dengan persoalan penerapan hukum yang telah melewati tahapan pemeriksaan sebelumnya.

Pada tingkat ini, tanggung jawab terhadap konsistensi penerapan hukum menjadi semakin penting. Karena putusan tidak hanya mempunyai arti bagi para pihak. Dalam perkembangan hukum tertentu, putusan juga dapat menjadi referensi bagi praktik peradilan berikutnya. Semakin tinggi tingkat peradilan, semakin besar tanggung jawab menjaga konsistensi penerapan hukum.

Kamar Perdata dan Kehidupan Sehari-hari

Yunus Wahab berada pada Kamar Perdata Mahkamah Agung. Istilah "perdata" terdengar sangat yuridis. Padahal persoalannya sangat dekat dengan kehidupan masyarakat: tanah, kepemilikan, perjanjian, utang-piutang, wanprestasi, perbuatan melawan hukum, hubungan bisnis, hak dan kewajiban antarorang, hingga berbagai sengketa yang muncul dari aktivitas ekonomi.

Artinya, di balik nomor perkara terdapat persoalan yang sangat nyata. Ada rumah, ada tanah, ada kontrak, ada perusahaan, ada keluarga, ada hak yang diperselisihkan, dan ada orang yang menunggu kepastian. Perkara memiliki nomor. Tetapi di balik setiap nomor perkara selalu ada manusia yang menunggu kepastian hukum.

Pengabdian yang Masih Berlangsung

Perjalanan Yunus Wahab di Mahkamah Agung bukan sekadar catatan masa lalu. Pada 2026, namanya masih tercatat sebagai Hakim Agung Kamar Perdata Mahkamah Agung Republik Indonesia. Direktori Putusan Mahkamah Agung juga menunjukkan keterlibatannya dalam berbagai perkara sepanjang tahun ini. Dalam sejumlah perkara, ia bertindak sebagai Ketua Majelis. Dalam perkara lainnya, sebagai anggota majelis.

Pada 5 Agustus 2026, misalnya, Muhammad Yunus Wahab tercatat sebagai Ketua Majelis dalam Putusan Nomor 3145 K/PDT/2026, perkara perdata mengenai wanprestasi. Pada 18 Agustus 2026, ia kembali tercatat sebagai Ketua Majelis dalam Putusan Nomor 3535 K/PDT/2026.

Artinya, perjalanan yang dimulai puluhan tahun lalu masih terus bergerak. Dari seorang mahasiswa hukum, menjadi hakim, kemudian Hakim Agung, dan hingga hari ini masih menjalankan tanggung jawab yudisial pada tingkat nasional.

Putusan sebagai Bentuk Tanggung Jawab

Dalam dunia peradilan, putusan bukan sekadar dokumen akhir. Di dalamnya terdapat proses penalaran. Fakta dipertimbangkan, argumentasi diuji, norma diterapkan, dan kesimpulan hukum dirumuskan.

Karena itu, kualitas putusan berkaitan erat dengan kualitas penalaran hukum. Hakim tidak bekerja berdasarkan apa yang populer. Bukan berdasarkan siapa yang paling kuat. Dan bukan berdasarkan siapa yang paling banyak mendapat dukungan. Pengadilan bekerja melalui proses hukum. Di sinilah tanggung jawab hakim memperoleh bobotnya. Putusan bukan tempat hukum berhenti. Putusan adalah tempat hukum harus menjelaskan alasan mengapa keadilan diputus dengan cara tertentu.

Dari Kepastian Hukum menuju Kepercayaan

Ada hubungan yang sangat dekat antara putusan dan kepercayaan publik. Masyarakat datang ke pengadilan karena mengharapkan penyelesaian. Mereka membawa persoalan yang sering kali telah berlangsung lama: konflik tanah, perjanjian yang tidak dipenuhi, hak yang diperselisihkan, kerugian yang diminta dipulihkan.

Karena itu, proses peradilan memiliki dimensi yang lebih besar daripada administrasi perkara. Ia berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap hukum. Kepercayaan tersebut tidak dibangun melalui slogan. Ia dibangun melalui proses yang dapat dipertanggungjawabkan. Dan melalui putusan yang memiliki argumentasi hukum.

Dari Putusan menuju Kaidah Hukum

Ada dimensi lain dari pekerjaan Hakim Agung yang penting bagi dunia akademik. Putusan Mahkamah Agung dapat menghasilkan atau menegaskan kaidah hukum yang kemudian dipelajari kembali oleh hakim, advokat, dosen, peneliti, dan mahasiswa hukum.

Siklusnya menjadi menarik. Mahasiswa belajar hukum melalui putusan. Setelah puluhan tahun pengalaman, seorang alumni menjadi bagian dari majelis yang menghasilkan putusan. Kemudian putusan tersebut kembali dipelajari di kampus. Dari kampus membaca putusan, menuju Mahkamah Agung menghasilkan putusan, lalu putusan kembali menjadi pengetahuan di kampus. Inilah salah satu sirkulasi pengetahuan hukum.

Hukum Perdata Juga Sedang Berubah

Namun hukum tidak hidup dalam ruang yang berhenti bergerak. Masyarakat berubah. Teknologi berubah. Cara orang bertransaksi berubah. Hubungan ekonomi berubah. Dan sengketa baru muncul mengikuti perubahan tersebut.

Pada 2 September 2026, Muhammad Yunus Wahab hadir sebagai Hakim Agung Kamar Perdata dalam forum yang membahas pembaruan hukum perdata Indonesia dan tantangannya di era modern. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah perubahan pola transaksi. Kontrak tidak lagi selalu dibuat di atas kertas. Transaksi berlangsung secara elektronik. Klausula baku digunakan dalam berbagai layanan. Pembuktian semakin bersentuhan dengan teknologi. Dan hubungan hukum berkembang jauh melampaui kondisi ketika berbagai ketentuan hukum perdata dahulu dirumuskan. Di sinilah hukum menghadapi tantangan baru: bagaimana menjaga kepastian ketika masyarakat berubah lebih cepat daripada aturan.

Dari Sengketa Konvensional menuju Sengketa Digital

Bayangkan transaksi hari ini. Seseorang dapat membeli barang tanpa pernah bertemu penjual. Menyetujui kontrak hanya dengan menekan tombol. Membayar melalui aplikasi. Menyimpan dokumen di cloud. Berkomunikasi melalui pesan digital. Dan menghasilkan jejak transaksi yang sepenuhnya elektronik.

Ketika sengketa terjadi, persoalannya ikut berubah. Apa yang menjadi bukti? Bagaimana sebuah persetujuan dibaca? Bagaimana klausula baku dinilai? Bagaimana tanggung jawab para pihak ditentukan? Persoalan seperti ini menunjukkan bahwa hukum perdata tidak dapat hanya berbicara tentang masa lalu. Ia harus mampu menghadapi masyarakat yang sedang berubah.

Hakim dan Perubahan Zaman

Di sinilah pengalaman panjang seorang hakim bertemu tantangan baru. Hakim tidak hanya membutuhkan pemahaman mengenai hukum yang telah ada. Ia juga harus memahami konteks sosial tempat hukum itu bekerja: digitalisasi ekonomi, kontrak elektronik, perdagangan daring, aset digital, perubahan pola hubungan bisnis, dan teknologi yang terus berkembang. Semua menghadirkan pertanyaan hukum baru.

Karena itu, pengalaman bukan berarti berhenti belajar. Justru semakin panjang pengalaman, semakin penting menjaga kemampuan membaca perubahan. Hukum membutuhkan kepastian. Tetapi kepastian tidak berarti menutup mata terhadap perubahan.

Ketika Kampus dan Pengadilan Saling Terhubung

Perjalanan Yunus Wahab memiliki arti menarik bagi Fakultas Hukum UMI. Kampus mendidik mahasiswa memahami hukum. Pengadilan menerapkan hukum pada perkara nyata. Mahkamah Agung menghasilkan putusan. Kemudian putusan itu kembali masuk ke kampus sebagai bahan pembelajaran, penelitian dan diskusi.

Keduanya tidak berdiri sendiri. Perguruan tinggi membutuhkan perkembangan praktik hukum agar pendidikan tetap relevan. Dunia peradilan membutuhkan tradisi akademik agar hukum terus dikaji secara kritis. Hubungan inilah yang membuat perjalanan seorang alumni menjadi lebih dari sekadar cerita karier. Ia menunjukkan bagaimana pengetahuan dapat bergerak dari kampus menuju institusi negara, kemudian kembali menjadi sumber pengetahuan bagi generasi berikutnya.

UMI dalam Perjalanan Yunus Wahab

Bagi Universitas Muslim Indonesia, perjalanan Muhammad Yunus Wahab memiliki makna yang khas. Ia memperlihatkan bahwa pendidikan hukum dapat bergerak sangat jauh. Dari ruang kuliah Fakultas Hukum UMI, menuju lingkungan peradilan, menjalani pengalaman panjang sebagai hakim, hingga akhirnya dipercaya mengemban amanah sebagai Hakim Agung pada Kamar Perdata Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Namun nilai utama perjalanan tersebut bukan semata-mata pada tingginya jabatan. Nilainya berada pada tanggung jawab yang menyertai jabatan itu. Sebab semakin tinggi ruang seseorang menjalankan kekuasaan kehakiman, semakin besar pula tanggung jawab terhadap hukum, keadilan dan kepercayaan publik.

Dari Kampus, Menjadi Dampak

Dr. Drs. Muhammad Yunus Wahab, S.H., M.H. memulai salah satu fondasi perjalanan hukumnya dari Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia. Puluhan tahun kemudian, ia berada di Mahkamah Agung Republik Indonesia. Perjalanannya tidak dibangun dalam satu langkah. Ia ditempa melalui pendidikan, pengalaman, ribuan halaman berkas perkara, fakta yang harus diperiksa, argumentasi yang harus dipertimbangkan, dan keputusan yang harus dapat dipertanggungjawabkan.

Hari ini, ketika masyarakat dan teknologi terus berubah, tanggung jawab itu juga berkembang. Dari sengketa konvensional menuju transaksi digital. Dari kontrak di atas kertas menuju kontrak elektronik. Dari persoalan hukum yang telah lama dikenal menuju persoalan baru yang bahkan belum pernah dibayangkan generasi sebelumnya. Namun satu hal tidak berubah: hukum tetap membutuhkan orang-orang yang bersedia membaca dengan cermat, menimbang dengan jernih, dan mempertanggungjawabkan setiap keputusan.

Dari Fakultas Hukum UMI menuju Mahkamah Agung. Dari mempelajari putusan menuju ikut menghasilkan putusan. Dari pengetahuan hukum menuju tanggung jawab yudisial. Dan dari sebuah putusan, hukum kembali memberi kepastian kepada masyarakat. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Politeknik Keuangan Negara STAN
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Bank Mandiri
Universitas Muhammadiyah Parepare
Bank Muamalat
Universitas Islam Riau
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Universitas Hasanuddin
Istanbul Sabahattin Zaim University
Hiroshima University
Universitas Islam Sumatera Utara
Bank Negara Indonesia
Sanjivani University
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Bank Mega Syariah
Online Scholarship Competition (OSC)
Universiti Malaysia Terengganu
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Universiti Sains Islam Malaysia
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
PT Putra Mekongga Sejahtera
PT Jasa Raharja
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Universiti Kebangsaan Malaysia
Pemerintah Kota Ternate
AMDA International
Universitas Andi Djemma
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Politeknik Sorowako
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Bank Rakyat Indonesia
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
STISIP Veteran Palopo
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Bank Syariah Indonesia
Politeknik Cendana
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Universitas Balikpapan
PT Nas Media Indonesia
Griffith University
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Perbanas Institute
Rakyat Sulsel
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
ITBM Malaysia
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Politeknik Palopo
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
National University of Singapore
Universitas Islam Bandung
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Politeknik Keuangan Negara STAN
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Bank Mandiri
Universitas Muhammadiyah Parepare
Bank Muamalat
Universitas Islam Riau
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Universitas Hasanuddin
Istanbul Sabahattin Zaim University
Hiroshima University
Universitas Islam Sumatera Utara
Bank Negara Indonesia
Sanjivani University
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Bank Mega Syariah
Online Scholarship Competition (OSC)
Universiti Malaysia Terengganu
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Universiti Sains Islam Malaysia
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
PT Putra Mekongga Sejahtera
PT Jasa Raharja
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Universiti Kebangsaan Malaysia
Pemerintah Kota Ternate
AMDA International
Universitas Andi Djemma
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Politeknik Sorowako
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Bank Rakyat Indonesia
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
STISIP Veteran Palopo
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Bank Syariah Indonesia
Politeknik Cendana
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Universitas Balikpapan
PT Nas Media Indonesia
Griffith University
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Perbanas Institute
Rakyat Sulsel
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
ITBM Malaysia
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Politeknik Palopo
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
National University of Singapore
Universitas Islam Bandung
Universiti Malaya
Bank CIMB Niaga Syariah
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Bank Panin Dubai Syariah
Politeknik Dewantara
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Universitas Mega Buana
Erzurum Technical University
Binaskil Academy Malaysia
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Tribun Timur
Bank Sulselbar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
PT Marlip Indo Mandiri
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Pemerintah Kabupaten Fakfak
Marinduque State University
Bank Sulselbar Syariah
University Of Michigan - Ann Arbo
Institut Leimena
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Kementerian Kelautan dan Perikanan
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Universitas Ibnu Sina
Pemerintah Kabupaten Gowa
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Muhammadiyah Palopo
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Universitas Kurnia Jaya Persada
Bank Syariah Nasional
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
PT Zahir Internasional
Universitas Alkhairaat Palu
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
PT Kogas Driyap Konsultan
Universitas Lamappapoleonro
Kementerian Hukum RI
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Ruijie Networks Co., Ltd.
Universitas Islam Al-Azhar
Pemerintah Kabupaten Bombana
PT Indosat Tbk
Universitas Cokroaminoto Palopo
Alliance Française de Makassar
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Detik.com
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Pemerintah Kota Makassar
Institut Teknologi Bandung
Junior Chamber International Indonesia
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Universiti Malaya
Bank CIMB Niaga Syariah
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Bank Panin Dubai Syariah
Politeknik Dewantara
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Universitas Mega Buana
Erzurum Technical University
Binaskil Academy Malaysia
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Tribun Timur
Bank Sulselbar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
PT Marlip Indo Mandiri
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Pemerintah Kabupaten Fakfak
Marinduque State University
Bank Sulselbar Syariah
University Of Michigan - Ann Arbo
Institut Leimena
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Kementerian Kelautan dan Perikanan
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Universitas Ibnu Sina
Pemerintah Kabupaten Gowa
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Muhammadiyah Palopo
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Universitas Kurnia Jaya Persada
Bank Syariah Nasional
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
PT Zahir Internasional
Universitas Alkhairaat Palu
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
PT Kogas Driyap Konsultan
Universitas Lamappapoleonro
Kementerian Hukum RI
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Ruijie Networks Co., Ltd.
Universitas Islam Al-Azhar
Pemerintah Kabupaten Bombana
PT Indosat Tbk
Universitas Cokroaminoto Palopo
Alliance Française de Makassar
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Detik.com
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Pemerintah Kota Makassar
Institut Teknologi Bandung
Junior Chamber International Indonesia
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla