Dari Kampus, Menjadi Dampak - Ibnu Kasir Amahoru, Alumni Ilmu Komunikasi UMI: Dari Redaksi Media Digital hingga Mengajar Calon Jurnalis di Kampus
Berkarier sebagai reporter, redaktur, editor video, dan desainer grafis di sejumlah media, Ibnu Kasir Amahoru membawa pengalaman jurnalistiknya kembali ke ruang kuliah Universitas Muslim Indonesia untuk berbagi pengetahuan dengan mahasiswa.
MAKASSAR, umi.ac.id — Tidak semua alumni kembali ke kampus untuk mengajar. Sebagian membawa pengalaman dari ruang redaksi, tempat sebuah informasi harus diperiksa, disusun, dan dipertanggungjawabkan sebelum menjadi berita yang dibaca masyarakat.
Perjalanan tersebut menjadi bagian dari kiprah Ibnu Kasir Amahoru, S.I.Kom., M.I.Kom., alumnus Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang membangun karier di dunia jurnalisme sekaligus memiliki pengalaman mengajar di perguruan tinggi. Ibnu pernah berkarier sebagai reporter, redaktur, editor video, dan desainer grafis pada sejumlah media digital, yakni Rakyatku.com, Bukamatanews, dan Herald Indonesia.
Pengalamannya di industri media kemudian terhubung kembali dengan dunia akademik ketika ia dipercaya menjadi Dosen Luar Biasa Program Studi Ilmu Komunikasi UMI pada 2022–2024 serta terlibat dalam Program Praktisi Mengajar Angkatan 4 pada 2024. Kisah Ibnu memperlihatkan hubungan penting antara pendidikan komunikasi, pengalaman profesional di ruang redaksi, dan kebutuhan mahasiswa untuk memahami praktik jurnalistik yang terus berkembang.
Dari Maluku Tengah, Menemukan Jalan di Ilmu Komunikasi UMI
Ibnu Kasir Amahoru lahir di Masohi, Maluku Tengah, pada 2 Maret 1994. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di daerah asalnya, ia melanjutkan perjalanan pendidikan ke Makassar dengan memilih Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muslim Indonesia. Ibnu menempuh pendidikan sarjana pada 2011–2015 dan meraih gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom.).
Masa kuliah menjadi periode penting dalam membangun pengetahuan akademik sekaligus memperluas pengalaman berorganisasi. Ia aktif dalam Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMIKOM) UMI, Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia (IMIKI) Makassar, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Diafragma UMI, serta UKM UPPM UMI.
Keterlibatan dalam berbagai organisasi tersebut mempertemukannya dengan kegiatan komunikasi, kerja sama tim, pengelolaan program, dan dinamika kehidupan mahasiswa. Pengalaman berorganisasi juga memberikan ruang untuk melatih kepercayaan diri, kepemimpinan, serta kemampuan memahami persoalan dari beragam sudut pandang.
Bagi mahasiswa komunikasi, proses pembelajaran memang tidak hanya berlangsung di ruang kuliah. Kemampuan menyampaikan gagasan, mendengarkan orang lain, membangun jejaring, dan bekerja di tengah perbedaan menjadi bagian penting dari persiapan memasuki dunia profesional.
Dari Reporter hingga Redaktur Media Digital
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana pada 2015, Ibnu mulai membangun perjalanan profesional di industri media. Ia bergabung dengan Rakyatku.com dan menjalankan tugas sebagai reporter serta redaktur pada periode 2015–2020. Pengalaman tersebut menjadi bagian awal dari kiprahnya di dunia jurnalistik profesional.
Pekerjaan reporter menuntut kemampuan menemukan informasi, memahami peristiwa, melakukan wawancara, dan menyusun laporan berdasarkan fakta. Sementara itu, tanggung jawab redaktur berkaitan dengan proses penyuntingan, penilaian kelayakan informasi, serta penjagaan kualitas naskah sebelum dipublikasikan. Perjalanan Ibnu kemudian berlanjut ke Bukamatanews pada 2020–2021. Di media tersebut, ia menjalankan peran sebagai redaktur sekaligus editor video.
Perpindahan dari pengolahan berita berbasis teks menuju penyuntingan konten audiovisual memperlihatkan perkembangan keterampilan yang relevan dengan perubahan industri media digital. Pada 2022–2026, Ibnu melanjutkan kiprahnya di Herald Indonesia sebagai redaktur dan desainer grafis. Pengalaman tersebut memperluas cakupan pekerjaan profesionalnya dari penulisan dan penyuntingan berita menuju pengolahan komunikasi visual.
Dalam perkembangan media digital, informasi tidak lagi hanya disajikan melalui tulisan panjang. Berita juga hadir melalui video, foto, ilustrasi, infografis, dan berbagai bentuk konten yang disesuaikan dengan kebutuhan pembaca. Perjalanan Ibnu di tiga media tersebut menggambarkan pentingnya kemampuan beradaptasi bagi seorang profesional komunikasi. Jurnalis dituntut memahami substansi informasi, sementara keterampilan digital membantu memastikan pesan dapat disampaikan melalui format yang sesuai tanpa mengabaikan akurasi dan tanggung jawab editorial.
Kembali ke UMI, Membawa Pengalaman Redaksi ke Ruang Kuliah
Salah satu bagian menarik dari perjalanan Ibnu adalah keterlibatannya kembali di lingkungan akademik Universitas Muslim Indonesia. Pada 2022–2024, ia dipercaya menjadi Dosen Luar Biasa pada Program Studi Ilmu Komunikasi UMI. Ia juga terlibat sebagai Praktisi Mengajar Angkatan 4 pada 2024. Peran tersebut mempertemukan pengalaman profesional di industri media dengan kebutuhan pembelajaran mahasiswa.
Dalam pendidikan komunikasi, pemahaman teori menjadi fondasi penting. Namun, mahasiswa juga perlu mengenal bagaimana teori tersebut diterapkan dalam pekerjaan yang memiliki tenggat waktu, standar editorial, dan tanggung jawab terhadap publik. Pengalaman seorang praktisi dapat membantu memperlihatkan bagaimana proses pencarian berita berlangsung, mengapa verifikasi informasi diperlukan, dan bagaimana sebuah materi disunting sebelum diterbitkan. Begitu pula dalam komunikasi visual dan audiovisual, mahasiswa perlu memahami bahwa penguasaan perangkat digital harus disertai kemampuan menyusun pesan secara jelas, akurat, dan bertanggung jawab.
Kehadiran alumni yang memiliki pengalaman profesional memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat hubungan antara materi perkuliahan dan kebutuhan dunia kerja. Bagi Ibnu, keterlibatan dalam pengajaran menjadi ruang untuk membagikan pengalaman yang diperoleh selama bekerja di berbagai media. Sementara bagi UMI, hubungan antara alumni dan lingkungan akademik menjadi bagian penting dalam memperkuat keterkaitan pendidikan tinggi dengan perkembangan profesi.
Terus Belajar, Meraih Magister Ilmu Komunikasi
Di tengah perjalanan profesionalnya, Ibnu juga melanjutkan pendidikan pada jenjang magister. Ia menempuh Program Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Hasanuddin pada 2022–2024 dan meraih gelar Magister Ilmu Komunikasi (M.I.Kom.). Langkah tersebut menunjukkan kesinambungan pengembangan kompetensi akademik di tengah pengalaman kerja profesional. Pendidikan lanjutan memberikan ruang untuk memperdalam pemahaman mengenai ilmu komunikasi, sementara pengalaman di industri media menghadirkan persoalan nyata yang dapat menjadi bahan refleksi akademik.
Perpaduan pengalaman profesional dan pendidikan magister menjadi bekal bagi Ibnu dalam menjalankan perannya sebagai praktisi komunikasi yang juga memiliki pengalaman mengajar. Perjalanan ini memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa memasuki dunia kerja bukan berarti proses belajar telah selesai. Sebaliknya, perkembangan teknologi, perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi, serta tantangan komunikasi digital membuat pembaruan pengetahuan semakin penting.
Jurnalisme di Era Digital: Cepat Saja Tidak Cukup
Kiprah Ibnu memiliki relevansi dengan perubahan dunia jurnalisme saat ini. Media digital bekerja dalam lingkungan yang menuntut kecepatan penyampaian informasi. Namun, kecepatan tersebut harus tetap diimbangi dengan akurasi, verifikasi, dan tanggung jawab terhadap pembaca. Perkembangan media sosial, video pendek, teknologi kecerdasan buatan, serta berbagai perangkat produksi konten membuka peluang baru bagi profesi komunikasi.
Pada saat yang sama, perkembangan tersebut menghadirkan tantangan berupa penyebaran informasi keliru, manipulasi konten, dan semakin ketatnya persaingan memperoleh perhatian publik.
Karena itu, kemampuan teknis tidak dapat dipisahkan dari etika profesi. Seorang jurnalis perlu memahami bagaimana memperoleh informasi yang dapat dipercaya. Seorang redaktur harus mampu menilai kelayakan publikasi. Sementara pengolah konten visual memiliki tanggung jawab agar penyajian informasi tidak menyesatkan.
Pengalaman Ibnu sebagai reporter, redaktur, editor video, dan desainer grafis menunjukkan beragam jalur kompetensi yang dapat dikembangkan lulusan Ilmu Komunikasi. Bidang ini tidak hanya membuka peluang pada profesi reporter, tetapi juga pada penyuntingan berita, produksi konten audiovisual, komunikasi digital, dan pendidikan komunikasi. Bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UMI, perjalanan tersebut dapat menjadi referensi tentang pentingnya membangun kemampuan yang relevan dengan kebutuhan industri tanpa meninggalkan integritas profesi.
Alumni sebagai Jembatan Kampus dan Dunia Profesional
Kisah Ibnu Kasir Amahoru memperlihatkan salah satu bentuk kontribusi alumni yang tidak hanya berlangsung di tempat kerja, tetapi juga melalui keterlibatan dalam pendidikan. Ia memulai perjalanan dari Program Studi Ilmu Komunikasi UMI, membangun pengalaman jurnalistik di berbagai media, melanjutkan pendidikan magister, kemudian membagikan pengalaman profesionalnya melalui kegiatan pengajaran di kampus. Hubungan tersebut sejalan dengan komitmen Universitas Muslim Indonesia sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, yang menempatkan pengetahuan, integritas, dan tanggung jawab sosial sebagai bagian dari pendidikan.
Dalam bidang komunikasi dan jurnalistik, nilai-nilai tersebut memiliki makna penting. Informasi yang dipublikasikan dapat memengaruhi pemahaman masyarakat, membentuk opini, serta menjadi dasar pengambilan keputusan.
Karena itu, pendidikan komunikasi perlu mempersiapkan lulusan yang bukan hanya terampil memproduksi informasi, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap konsekuensi sosial dari setiap pesan yang disampaikan.
Semangat tersebut sejalan dengan Catur Dharma UMI, khususnya pendidikan dan pengajaran, pengabdian kepada masyarakat, serta komitmen Ke-UMI-an dan pendidikan karakter. Melalui keterlibatan alumni dalam pembelajaran, pengalaman industri dapat menjadi sumber pengetahuan yang memperkaya proses pendidikan generasi berikutnya.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Perjalanan Ibnu Kasir Amahoru, S.I.Kom., M.I.Kom., menambah kisah alumni Universitas Muslim Indonesia yang mengembangkan kiprah di dunia media dan pendidikan. Dari Masohi, Maluku Tengah, ia merantau ke Makassar untuk menempuh pendidikan Ilmu Komunikasi di UMI.
Setelah menyelesaikan studi sarjana, ia membangun pengalaman sebagai reporter dan redaktur di Rakyatku.com, redaktur dan editor video di Bukamatanews, serta redaktur dan desainer grafis di Herald Indonesia. Ia juga melanjutkan pendidikan Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Hasanuddin dan pernah kembali ke UMI sebagai Dosen Luar Biasa serta Praktisi Mengajar. Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa ilmu komunikasi dapat berkembang melalui berbagai peran, dari ruang redaksi hingga ruang kelas.
Bagi mahasiswa, kisah ini membawa pesan bahwa kompetensi profesional perlu dibangun melalui pengetahuan, pengalaman, keberanian belajar, dan kemampuan beradaptasi. Sementara bagi perguruan tinggi, alumni yang kembali berbagi pengalaman menjadi penghubung antara pembelajaran akademik dan perkembangan dunia profesional. Dari kampus tempat ia menimba ilmu, Ibnu melangkah ke dunia jurnalisme. Melalui pengalaman mengajar, sebagian pengetahuan dan praktik yang diperolehnya kembali hadir di lingkungan pendidikan.
Dari ruang redaksi ke ruang kuliah, alumni ilmu komunikasi umi berbagi pengalaman untuk generasi berikutnya. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































