Dari Kampus, Menjadi Dampak - Ir. Ar. Musmuliyadi, S.T., IPM., IAI: Alumni Arsitektur dan Profesi Insinyur UMI, Dirut PT Rancang Rencana Indonesia, Dua Periode Pimpin PERKINDO Sulsel
MAKASSAR, umi.ac.id — Dunia arsitektur tidak berhenti pada kemampuan merancang bangunan. Di dalamnya ada tanggung jawab profesi, ketepatan teknis, kemampuan mengelola pekerjaan, kepemimpinan, serta komitmen untuk terus memperbarui kompetensi.
Perjalanan itu terlihat pada Ir. Ar. Musmuliyadi, S.T., IPM., IAI, alumnus Teknik Arsitektur Universitas Muslim Indonesia (UMI) yang kemudian kembali ke UMI untuk menempuh Program Profesi Insinyur. Dari dunia konsultansi konstruksi, ia berkembang menjadi pimpinan perusahaan sekaligus memperoleh kepercayaan memimpin dan terlibat dalam berbagai organisasi profesi konstruksi dan arsitektur.
Musmuliyadi menyelesaikan pendidikan S1 Teknik Arsitektur UMI pada 2002. Setelah memiliki pengalaman panjang dalam dunia profesional, ia kembali memperkuat kompetensinya melalui Program Profesi Insinyur Fakultas Teknologi Industri UMI pada 2019.
Kini, perjalanan akademiknya masih berlanjut. Ia tercatat sebagai mahasiswa Program Magister Arsitektur, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Ada satu pola yang konsisten dalam perjalanan tersebut: pendidikan memberi fondasi, pengalaman mengasah kompetensi, dan organisasi memperluas ruang kontribusi.
Memulai dari Staf Teknik, Kini Memimpin Perusahaan Konsultan
Selepas menyelesaikan pendidikan sarjana pada 2002, Musmuliyadi tidak langsung berada di pucuk pimpinan perusahaan. Ia memulai dari bawah sebagai Staf Teknik PT Bina Asih Consultants pada 2002–2004. Di sana, pengetahuan yang diperolehnya di ruang kuliah mulai berhadapan dengan realitas pekerjaan konsultansi konstruksi. Pengalaman awal tersebut menjadi salah satu fondasi perjalanan profesionalnya.
Karier Musmuliyadi kemudian berkembang. Sejak 2010 hingga sekarang, ia dipercaya sebagai Direktur Utama PT Rancang Rencana Indonesia, perusahaan penyedia jasa konsultansi konstruksi. Artinya, lebih dari satu dekade perjalanan profesionalnya tidak lagi hanya berhubungan dengan aspek teknis arsitektur. Tanggung jawabnya berkembang ke pengelolaan perusahaan, sumber daya manusia, kualitas pekerjaan, hubungan dengan pengguna jasa, hingga tanggung jawab profesional dalam industri konstruksi.
Dari memahami bagaimana sebuah bangunan dirancang, ia berkembang menuju bagaimana sebuah pekerjaan profesional direncanakan, dikelola, dan dipertanggungjawabkan.
Kembali ke UMI untuk Memperkuat Kompetensi Insinyur
Ada bagian menarik dari perjalanan Musmuliyadi. Setelah bertahun-tahun berada di dunia konsultansi konstruksi dan memimpin perusahaan, ia kembali menjadi mahasiswa di almamaternya. Pada 2019, Musmuliyadi mengikuti Program Profesi Insinyur di Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia.
Pilihan tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman panjang di dunia profesional tidak menghentikan kebutuhan untuk belajar. Justru semakin besar tanggung jawab seseorang, semakin penting kompetensi profesional terus diperbarui. Kini proses belajar itu kembali berlanjut melalui pendidikan Magister Arsitektur di UPI.
Perjalanannya memperlihatkan satu pesan sederhana bagi mahasiswa dan profesional muda: lulus bukan berarti selesai belajar.
Dua Periode Memimpin PERKINDO Sulawesi Selatan
Selain berkarya dalam dunia konsultansi, Musmuliyadi aktif dalam organisasi profesi. Kepercayaan tersebut salah satunya terlihat di Persatuan Konsultan Indonesia (PERKINDO) Sulawesi Selatan. Setelah menjadi pengurus harian pada 2012–2017, ia kemudian dipercaya menjadi Ketua DPD PERKINDO Provinsi Sulawesi Selatan periode 2018–2022. Kepercayaan itu berlanjut untuk periode kedua, 2022–2027.
Dua periode kepemimpinan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan profesionalnya. Ruang kontribusinya tidak lagi hanya berada dalam perusahaan yang dipimpinnya, tetapi juga dalam organisasi yang mempertemukan para pelaku jasa konsultansi dan konstruksi. Di sinilah perjalanan seorang profesional memasuki tahap yang lebih luas: dari membangun kompetensi pribadi menuju ikut membangun ekosistem profesi.
Aktif di Organisasi Arsitektur dan Konstruksi
Keterlibatan Musmuliyadi dalam organisasi profesi tidak berhenti di PERKINDO. Ia juga dipercaya sebagai Sekretaris Dewan Kehormatan Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia (PERTAHKINDO) periode 2022–2027. Sebelumnya, ia menjabat Ketua Dewan Pengawas Daerah PERTAHKINDO Provinsi Sulawesi Selatan periode 2018–2023.
Di lingkungan profesi arsitektur, Musmuliyadi tercatat sebagai Pengurus Harian Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Sulawesi Barat periode 2022–2026. Aktivitas organisasinya bahkan meluas ke bidang olahraga. Pada periode 2022–2026, ia pernah dipercaya sebagai Bendahara Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sulawesi Selatan.
Berbagai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan profesional tidak hanya dibangun melalui jabatan di perusahaan. Organisasi menjadi ruang untuk membangun jejaring, menjaga standar profesi, berbagi pengalaman, serta ikut memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang masing-masing.
Kompetensi Profesional Harus Terus Diperbarui
Musmuliyadi juga melengkapi perjalanan profesionalnya melalui berbagai pendidikan dan sertifikasi kompetensi. Pada 2022, ia mengikuti pendidikan Asesor Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Di bidang arsitektur, ia memperoleh Surat Tanda Registrasi Arsitek (STRA) jenjang Madya dari Dewan Arsitek Indonesia pada 2022 dan sertifikasi kompetensi Arsitek Madya dari LSP SARSI pada 2026. Pada 2024, ia juga tercatat sebagai Penilai Ahli Kegagalan Bangunan Kementerian PUPR–LPJK.
Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa profesionalisme bukan status yang diperoleh sekali kemudian selesai. Dunia konstruksi dan arsitektur terus berubah bersama perkembangan regulasi, teknologi, standar keselamatan, kebutuhan masyarakat, dan tantangan pembangunan. Karena itu, seorang profesional dituntut untuk terus belajar. Gelar membuka pintu profesi. Kompetensi menjaga kepercayaan di dalamnya.
Dari Profesional Menjadi Penggerak Ekosistem Profesi
Perjalanan Musmuliyadi dapat dibaca melalui lintasan yang jelas: Arsitektur UMI → Staf Teknik → Konsultan Konstruksi → Direktur Utama → Profesi Insinyur UMI → Sertifikasi Profesional → Kepemimpinan Organisasi Profesi → Pendidikan Magister.
Namun, nilai perjalanan tersebut bukan terletak pada panjangnya daftar jabatan. Yang lebih penting adalah perubahan ruang kontribusinya. Pada tahap awal, kompetensinya digunakan untuk menjalankan pekerjaan teknis. Ketika memimpin perusahaan, tanggung jawabnya berkembang pada pengelolaan pekerjaan dan organisasi. Ketika dipercaya memimpin organisasi profesi, ruang kontribusinya semakin luas menuju penguatan ekosistem konsultansi dan konstruksi.
Dari mengembangkan kompetensi diri, menuju ikut mengembangkan profesi. Itulah titik yang membuat perjalanan seorang alumni menjadi lebih dari sekadar cerita karier.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Bagi UMI, perjalanan Musmuliyadi juga memiliki sisi yang menarik. Ia bukan hanya alumnus S1 Teknik Arsitektur UMI. Setelah bertahun-tahun berada dalam dunia profesional, ia kembali ke almamater untuk menempuh Program Profesi Insinyur. Ada hubungan yang terus berlanjut antara kampus, profesi, dan pengembangan kompetensi.
Hal tersebut sejalan dengan pendidikan tinggi yang tidak seharusnya berhenti ketika seseorang menerima ijazah. Kampus memberi fondasi, dunia kerja menguji kompetensi, sementara pendidikan berkelanjutan menjaga seorang profesional tetap relevan.
"Profesionalisme bukan tentang seberapa lama seseorang bekerja, tetapi seberapa konsisten ia menjaga kompetensi, integritas, dan tanggung jawab atas pekerjaan yang dipercayakan kepadanya."
Bagi mahasiswa UMI, perjalanan Musmuliyadi membawa pesan bahwa karier tidak dibangun dalam satu malam. Ia dimulai dari belajar. Dilanjutkan dengan bekerja. Diperkuat dengan pengalaman. Dijaga melalui kompetensi. Kemudian diperluas melalui kepemimpinan dan pengabdian profesi.
Dari Arsitektur UMI, Musmuliyadi membangun fondasi keilmuan. Dari dunia konsultansi, ia membangun pengalaman. Melalui Program Profesi Insinyur UMI, ia kembali memperkuat kompetensi. Dan melalui organisasi profesi, ia memperluas ruang kontribusinya bagi dunia konstruksi dan arsitektur.
Dari merancang bangunan, menuju ikut membangun profesionalisme. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































