Dari Kampus, Menjadi Dampak - Muhammad Arrijal Akram, S.T.: Alumni Teknik Pertambangan dan Profesi Insinyur UMI, Kini Kepala Teknik Tambang PT Indonusa Arta Mulya
MAKASSAR, umi.ac.id — Di industri pertambangan, semakin tinggi posisi seseorang, semakin besar pula tanggung jawab yang dipikul. Produksi memang penting, tetapi keselamatan, kepatuhan, dan penerapan kaidah teknik pertambangan yang baik tidak boleh menjadi nomor dua.
Tanggung jawab itu kini diemban Muhammad Arrijal Akram, S.T., alumnus Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI UMI) yang menyelesaikan pendidikannya pada 2015.
Setelah meniti perjalanan profesional di industri pertambangan, Arrijal kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Teknik Tambang (KTT) PT Indonusa Arta Mulya. Posisi tersebut menempatkannya pada ruang kepemimpinan teknis yang membutuhkan bukan hanya pengetahuan pertambangan, tetapi juga ketegasan dalam menjaga standar operasional dan keselamatan. Di tambang, kepemimpinan bukan hanya memastikan produksi berjalan. Kepemimpinan juga memastikan setiap orang dapat bekerja dengan benar dan selamat.
Dari Teknik Pertambangan FTI UMI
Pendidikan Teknik Pertambangan FTI UMI menjadi salah satu fondasi perjalanan profesional Arrijal. Setelah menyelesaikan pendidikan pada 2015, ia memasuki dunia pertambangan dan membangun pengalaman secara bertahap. Di sinilah ilmu yang diperoleh di kampus bertemu dengan realitas industri. Pertambangan merupakan aktivitas yang kompleks. Ada manusia, alat, kondisi lapangan, target operasional, aspek teknis, keselamatan, serta berbagai ketentuan yang harus berjalan dalam satu sistem.
Karena itu, seorang profesional pertambangan tidak cukup hanya mengetahui bagaimana aktivitas produksi dilakukan. Ia juga harus memahami bagaimana kegiatan pertambangan dijalankan secara benar, aman, disiplin, dan bertanggung jawab. Pengalaman profesional kemudian memperluas apa yang sebelumnya dipelajari Arrijal di bangku kuliah. Kampus memberikan fondasi pengetahuan. Lapangan menghadirkan persoalan nyata. Pengalaman mengajarkan bagaimana keputusan harus diambil ketika pengetahuan dan tanggung jawab bertemu.
Dipercaya sebagai Kepala Teknik Tambang
Perjalanan tersebut kemudian membawa Arrijal pada amanah yang lebih besar. Ia dipercaya menjadi Kepala Teknik Tambang PT Indonusa Arta Mulya. Sebagai KTT, Arrijal berada pada posisi penting dalam kepemimpinan teknis kegiatan pertambangan perusahaan. Ia mengemban tanggung jawab untuk mengawal agar kegiatan operasional dilaksanakan dengan memperhatikan kaidah teknik pertambangan yang baik serta aspek keselamatan dan ketentuan yang berlaku. Tanggung jawab tersebut membuat posisi KTT berbeda dari sekadar jabatan struktural.
Di baliknya terdapat amanah profesional. Setiap keputusan teknis dapat berhubungan dengan kelancaran operasi. Setiap pengawasan dapat berhubungan dengan keselamatan. Setiap ketidakpatuhan dapat membawa konsekuensi. Karena itu, seorang KTT dituntut mampu mempertemukan kompetensi, kepemimpinan, disiplin, dan tanggung jawab dalam satu keputusan.
“Produksi menunjukkan apa yang berhasil dihasilkan. Tetapi keselamatan dan kepatuhan menunjukkan bagaimana hasil itu dicapai.”
Ketika Kompetensi Berubah Menjadi Tanggung Jawab
Ada satu perubahan penting dalam perjalanan seorang profesional ketika mulai dipercaya memimpin. Pada fase awal karier, seseorang banyak bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang berada di hadapannya. Ketika tanggung jawab meningkat, perspektifnya juga harus berubah.
Ia tidak lagi hanya memikirkan pekerjaannya sendiri. Ia harus melihat sistem secara lebih luas.
Ada tim yang bekerja. Ada aktivitas yang harus dikendalikan. Ada standar yang harus dipenuhi. Ada risiko yang harus dikelola. Dan ada keselamatan manusia yang harus dijaga. Di titik inilah kompetensi teknis berubah menjadi amanah profesional.
Perjalanan Arrijal dari mahasiswa Teknik Pertambangan UMI hingga menjadi Kepala Teknik Tambang memperlihatkan perkembangan tersebut. Ilmu memberinya kemampuan memahami pekerjaan. Pengalaman membangun kematangan. Sedangkan kepercayaan sebagai KTT menempatkan kompetensi tersebut pada tanggung jawab yang lebih besar.
KTT sebagai Penjaga Disiplin Operasi
Industri pertambangan bekerja dengan target. Namun target tidak boleh membuat standar teknis dan keselamatan kehilangan tempat. Karena itu, kepemimpinan teknik pertambangan membutuhkan kemampuan menjaga keseimbangan antara pencapaian operasional dan disiplin pelaksanaan pekerjaan. Dalam konteks inilah peran KTT memiliki arti penting.
KTT bukan hanya mengawal bagaimana tambang berproduksi, tetapi bagaimana pertambangan dijalankan secara bertanggung jawab. Prinsip tersebut penting karena keberhasilan sebuah operasi tidak seharusnya hanya dilihat dari berapa banyak hasil yang diperoleh. Cara memperoleh hasil juga menentukan kualitas sebuah operasi. Bagi Arrijal, amanah sebagai Kepala Teknik Tambang menjadi ruang tempat kompetensi Teknik Pertambangan yang dibangun sejak pendidikan bertemu langsung dengan kepemimpinan dan tanggung jawab profesional.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Jika dirangkum, perjalanan Muhammad Arrijal Akram membentuk lintasan yang jelas: Teknik Pertambangan FTI UMI → Lulus 2015 → Pengalaman Profesional → Industri Pertambangan → Kepemimpinan Teknis → Kepala Teknik Tambang PT Indonusa Arta Mulya. Lalu Kembali memperkuat keilmuan melalui profesi insinyur UMI.
Perjalanan tersebut memberikan pesan penting bagi mahasiswa Teknik Pertambangan UMI. Jangan hanya mempersiapkan diri untuk mendapatkan pekerjaan. Persiapkan diri untuk suatu hari dipercaya memikul tanggung jawab. Sebab dunia industri tidak hanya mencari orang yang mampu mengerjakan sesuatu. Pada jenjang tertentu, industri membutuhkan orang yang mampu memastikan pekerjaan banyak orang berlangsung dengan benar, aman, dan sesuai ketentuan. Di situlah pendidikan, pengalaman, integritas, dan kepemimpinan bertemu.
Bagi UMI, perjalanan Arrijal juga meninggalkan jejak pengetahuan penting: alumnus Teknik Pertambangan FTI UMI tidak hanya hadir sebagai tenaga profesional di industri, tetapi berkembang hingga dipercaya mengemban kepemimpinan teknis dalam kegiatan pertambangan.
Dari ruang kuliah, Arrijal membangun fondasi keilmuan. Dari lapangan, ia membangun pengalaman. Dari pengalaman, lahir kepercayaan. Dan dari kepercayaan itu, kini hadir amanah sebagai Kepala Teknik Tambang.
“Semakin tinggi jabatan dalam pertambangan, semakin besar tanggung jawab untuk memastikan produksi, keselamatan, kepatuhan, dan manusia tetap berjalan dalam satu arah.”
Dari kompetensi teknis, menuju amanah kepemimpinan tambang. Dari Kampus, Menjadi Dampak.
(Bersambung)























































































































