Dari Kampus, Menjadi Dampak - Muhammad Daffa Dyahulhaq Basry, S.T.: Alumni Teknik Pertambangan FTI UMI, Kini Pit Control PT Sultra Sarana Bumi
MAKASSAR, umi.ac.id — Di industri pertambangan, rencana teknis tidak cukup hanya tersusun di atas kertas. Di lapangan, aktivitas alat, kondisi area kerja, target produksi, dan berbagai dinamika operasional harus terus dipantau agar kegiatan pertambangan berjalan sesuai rencana. Di ruang inilah Muhammad Daffa Dyahulhaq Basry, S.T., alumnus Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI UMI), memulai perjalanan profesionalnya.
Lulus pada 2023, Daffa kini dipercaya sebagai Pit Control di PT Sultra Sarana Bumi. Posisi tersebut menempatkannya dekat dengan aktivitas operasional di area penambangan dan menjadi ruang untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperolehnya selama menempuh pendidikan di UMI. Dari mempelajari operasi pertambangan di kampus, kini Daffa ikut mengawal pelaksanaannya langsung di area pit.
Dari Teknik Pertambangan UMI Menuju Dunia Industri
Selama menempuh pendidikan di Teknik Pertambangan FTI UMI, Daffa memperoleh dasar pengetahuan mengenai berbagai aspek kegiatan pertambangan. Namun kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar. Ketika memasuki dunia industri, teori mulai bertemu dengan kondisi nyata. Ada aktivitas operasional yang bergerak dinamis, kondisi lapangan yang harus diamati, koordinasi yang harus dibangun, serta tanggung jawab yang harus dilaksanakan secara disiplin.
Bagi Daffa, fase inilah yang menjadi kelanjutan dari proses pendidikan. Kampus memberinya dasar untuk memahami pertambangan. Dunia kerja kemudian memberinya ruang untuk menggunakan pengetahuan tersebut dalam aktivitas nyata. Kampus memberi fondasi. Lapangan memberi konteks. Pengalaman mengubah keduanya menjadi kompetensi.
Mengawal Aktivitas di Area Pit
Sebagai Pit Control PT Sultra Sarana Bumi, Daffa menjalankan tanggung jawab yang berkaitan dengan pengawasan aktivitas operasional di area penambangan. Pit merupakan salah satu pusat kegiatan tambang. Berbagai aktivitas operasional berlangsung dan saling berkaitan di dalamnya.
Karena itu, pengawasan lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan rencana teknis dan kebutuhan operasional perusahaan.
Di sinilah peran Pit Control menjadi relevan. Pekerjaan tersebut membutuhkan ketelitian dalam melihat kondisi lapangan, kemampuan memahami aktivitas operasional, komunikasi, koordinasi, serta kesiapan merespons dinamika pekerjaan yang terjadi. Bagi seorang alumni yang baru beberapa tahun meninggalkan bangku kuliah, posisi ini memberikan pengalaman penting karena menempatkan Daffa langsung pada lingkungan tempat operasi pertambangan berlangsung.
Ia tidak lagi hanya mempelajari bagaimana tambang bekerja. Ia kini ikut melihat dan mengawal bagaimana rencana pertambangan diterjemahkan menjadi aktivitas nyata.
“Pit Control berada pada titik ketika rencana bertemu kenyataan. Di sanalah ketelitian, komunikasi, dan pemahaman operasi benar-benar diuji.”
Dari Teori Menjadi Tanggung Jawab
Perjalanan Daffa juga memperlihatkan fase penting yang dialami seorang lulusan baru. Di kampus, mahasiswa memperoleh pengetahuan. Di dunia kerja, pengetahuan tersebut berubah menjadi tanggung jawab. Apa yang sebelumnya dipelajari melalui perkuliahan kini harus digunakan untuk membaca situasi, memahami pekerjaan, berkomunikasi dengan tim, dan beradaptasi dengan kondisi lapangan.
Proses inilah yang perlahan membentuk seorang sarjana teknik menjadi profesional. Karena dunia pertambangan tidak hanya membutuhkan orang yang memahami teori. Industri juga membutuhkan kemampuan bekerja dalam sistem, disiplin menjalankan tanggung jawab, berkoordinasi, dan terus belajar dari kondisi nyata. Daffa sedang menjalani proses tersebut.
Perjalanan kariernya masih panjang, tetapi pengalaman sebagai Pit Control memberikan kesempatan untuk membangun pemahaman operasional sejak awal karier.
Belajar di Kampus, Bertumbuh di Lapangan
Jika dirangkum, perjalanan Daffa membentuk mata rantai yang sederhana tetapi jelas: Teknik Pertambangan FTI UMI → Lulus 2023 → Industri Pertambangan → Pit Control PT Sultra Sarana Bumi → Pengawasan Operasional Tambang. Perjalanan ini juga membawa pesan penting bagi mahasiswa Teknik Pertambangan UMI. Karier tidak harus dimulai dari jabatan besar.
Yang lebih penting adalah memperoleh ruang untuk belajar, bekerja dengan serius, dan memperbesar kemampuan melalui setiap tanggung jawab yang diberikan. Dunia kerja akan terus menghadirkan persoalan yang mungkin tidak seluruhnya ditemukan di ruang kuliah. Karena itu, kemampuan belajar tidak boleh berhenti setelah wisuda. Ilmu dari kampus menjadi fondasi. Pengalaman lapangan memperkaya fondasi tersebut. Sedangkan tanggung jawab profesional menjadi tempat keduanya diuji. Semakin dekat seorang insinyur dengan persoalan nyata, semakin besar kesempatan baginya untuk memahami bagaimana ilmu bekerja.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Kisah Muhammad Daffa Dyahulhaq Basry memperlihatkan bahwa dampak seorang alumni tidak harus menunggu puluhan tahun setelah lulus. Dampak dapat dimulai dari pekerjaan pertama, dari tanggung jawab yang dijalankan dengan baik, dan dari kesediaan menggunakan ilmu untuk membantu sebuah sistem bekerja sebagaimana mestinya.
Hari ini, Daffa berada di area operasional pertambangan sebagai Pit Control PT Sultra Sarana Bumi. Ia membawa bekal Teknik Pertambangan FTI UMI menuju lingkungan profesional, kemudian terus mengembangkannya melalui pengalaman di lapangan. Bagi UMI, perjalanan ini meninggalkan satu pengetahuan penting: lulusan Teknik Pertambangan FTI UMI hadir langsung dalam mata rantai operasional industri pertambangan.
Bagi mahasiswa, pesannya bahkan lebih sederhana. Jangan menunggu menjadi pemimpin untuk mulai memberi dampak. Mulailah dari tanggung jawab yang ada di depan mata. Kerjakan dengan serius. Belajar dari lapangan. Bangun kompetensi sedikit demi sedikit. Sebab karier profesional yang panjang hampir selalu dimulai dari kemampuan menjalankan tanggung jawab pertama dengan baik.
“Karier tidak selalu dimulai dari posisi besar. Ia dimulai ketika ilmu yang kita miliki dipercaya untuk menjalankan tanggung jawab nyata.”
Dari ruang kuliah, kini mengawal operasi di area pit. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































