Dari Kampus, Menjadi Dampak - Muhammad Nasir, S.KM., M.Sc.: Alumni FKM UMI Peraih Beasiswa Fulbright, Kini Peneliti dan Kandidat Doktor Epidemiologi di University of Georgia, Amerika Serikat
MAKASSAR, umi.ac.id — Ketika suhu bumi semakin panas dan bencana semakin sering mengancam kehidupan masyarakat, ada pertanyaan penting yang perlu dijawab dunia kesehatan: bagaimana melindungi ibu hamil, anak-anak, dan kelompok rentan dari risiko kesehatan akibat perubahan iklim?
Pertanyaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademik Muhammad Nasir, S.KM., M.Sc., alumnus Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Muslim Indonesia (UMI), yang kini menempuh pendidikan doktoral bidang Epidemiologi dan Biostatistik di University of Georgia, Amerika Serikat, melalui beasiswa Fulbright.
Lulusan FKM UMI tahun 2012 ini mengembangkan penelitian pada persimpangan kesehatan ibu dan anak, perubahan iklim, serta kebencanaan. Perjalanan akademiknya telah membawanya dari Makassar ke University of Birmingham, Inggris, hingga University of Georgia, Amerika Serikat.
Di balik perjalanan internasional tersebut, terdapat pengalaman panjang melakukan penelitian kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk keterlibatannya dalam asesmen kesehatan lingkungan dan penelitian pascabencana gempa bumi Sulawesi Tengah tahun 2018. Nasir juga merupakan dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako. Pengalaman sebagai akademisi dan peneliti menjadi bagian dari upayanya menghubungkan pengetahuan ilmiah dengan kebutuhan masyarakat, terutama mereka yang menghadapi risiko kesehatan akibat bencana dan perubahan lingkungan.
Dari FKM UMI, Membangun Fondasi Kesehatan Lingkungan
Muhammad Nasir menyelesaikan pendidikan Sarjana Kesehatan Masyarakat di FKM UMI pada 2012 dengan konsentrasi Kesehatan Lingkungan.
Selama menjadi mahasiswa, ia tidak hanya mengikuti kegiatan akademik, tetapi juga aktif dalam organisasi. Pada periode 2011–2012, Nasir dipercaya menjadi Presiden Environmental Health Student Association (ENVIHSA) FKM UMI. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama yang kemudian berkembang dalam perjalanan profesionalnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Nasir melanjutkan studi Master of Science bidang Public and Environmental Health Science di University of Birmingham, Inggris, dan berhasil menyelesaikannya pada 2016. Dari pendidikan kesehatan lingkungan, perhatiannya semakin berkembang pada hubungan antara kondisi lingkungan, kejadian bencana, dan kesehatan manusia.
Pilihan bidang tersebut menjadi semakin relevan ketika perubahan iklim menghadirkan tantangan baru bagi kesehatan masyarakat, mulai dari paparan panas ekstrem hingga meningkatnya kerentanan kelompok tertentu dalam situasi darurat.
Pengalaman Pascabencana Sulawesi Tengah Mengubah Perspektif Penelitian
Salah satu pengalaman penting dalam perjalanan Nasir berlangsung setelah gempa bumi dan tsunami Sulawesi Tengah pada 2018. Ia terlibat dalam asesmen Water, Sanitation, and Hygiene (WASH) atau air bersih, sanitasi, dan higiene pascabencana yang didukung World Health Organization (WHO).
Dalam situasi kebencanaan, ketersediaan air bersih dan sanitasi bukan sekadar persoalan infrastruktur. Keduanya berkaitan langsung dengan pencegahan penyakit dan perlindungan kesehatan masyarakat terdampak. Pengalaman lapangan tersebut mempertemukan Nasir dengan persoalan kesehatan yang tidak selalu dapat diselesaikan melalui pendekatan medis semata.
Pada 2019, ia kembali terlibat dalam penelitian pascabencana sebagai koordinator provinsi untuk studi kesehatan mental kaum muda di Sulawesi Tengah, melalui kolaborasi Universitas Indonesia dan UNICEF.
Dari dua pengalaman tersebut, perhatian penelitiannya semakin meluas. Dampak bencana tidak hanya terlihat pada kerusakan bangunan dan lingkungan, tetapi juga pada kesehatan fisik, kondisi psikologis, serta kemampuan masyarakat untuk kembali menjalani kehidupan. Pengalaman ini memperkuat pemahamannya bahwa penelitian kesehatan masyarakat perlu melihat manusia secara utuh, termasuk kondisi sosial, lingkungan, dan kerentanan yang dihadapi.
Meneliti Perlindungan Perempuan dan Ibu dalam Situasi Bencana
Perjalanan profesional Nasir kemudian berlanjut sebagai peneliti di Kerti Praja Foundation pada 2020 hingga September 2022. Dalam periode tersebut, ia terlibat dalam penelitian implementasi integrasi pencegahan kekerasan berbasis gender dan kesehatan reproduksi di wilayah rawan bencana, dengan dukungan UNFPA Indonesia dan pendanaan Pemerintah Jepang. Penelitian ini berkaitan dengan kebutuhan perempuan, termasuk ibu hamil, serta kelompok rentan lainnya dalam situasi kebencanaan.
Perhatian terhadap kelompok tersebut menjadi penting karena bencana dapat mengganggu akses terhadap layanan kesehatan, memperburuk kondisi lingkungan, dan meningkatkan risiko keselamatan bagi masyarakat yang membutuhkan perlindungan khusus. Bagi perempuan hamil, misalnya, keterbatasan layanan kesehatan dan kondisi tempat tinggal yang tidak memadai dapat menambah risiko selama kehamilan.
Pengalaman tersebut membawa Nasir semakin dekat pada satu persoalan penting dalam kesehatan masyarakat: bagaimana penelitian dapat digunakan untuk merancang perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan kelompok rentan, sebelum maupun setelah bencana terjadi.
Beasiswa Fulbright dan Perjalanan Doktoral di Amerika Serikat
Pada Agustus 2023, Nasir memulai pendidikan doktoral bidang Epidemiologi dan Biostatistik di University of Georgia, Amerika Serikat, dengan dukungan beasiswa Fulbright. Program doktoralnya direncanakan berlangsung hingga Juli 2028.
Melalui pendidikan tersebut, ia memperdalam kemampuan memahami pola penyakit, menganalisis faktor risiko kesehatan, serta mengevaluasi efektivitas intervensi berbasis bukti. Bidang penelitian yang dikembangkannya berada pada hubungan antara kesehatan ibu dan anak, perubahan iklim, kebencanaan, dan kesehatan masyarakat.
Sejak Agustus 2024, Nasir juga menjalankan peran sebagai Graduate Teaching Assistant dalam bidang Biostatistik dan Epidemiologi di University of Georgia. Sebelumnya, pada Januari hingga Mei 2024, ia tercatat sebagai Graduate Research Assistant di Family Matter Lab. Keterlibatan dalam pengajaran dan penelitian tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan kapasitas akademiknya di lingkungan universitas internasional. Nasir juga dipercaya menjadi Presiden Graduate Scholars of Epidemiology and Biostatistics untuk periode 2024–2026, memperlihatkan keterlibatannya dalam organisasi akademik mahasiswa pascasarjana.
Meneliti Panas Ekstrem dan Risiko Kesehatan Ibu Hamil
Salah satu arah penelitian Nasir yang menarik adalah upaya memahami risiko kesehatan akibat paparan panas terhadap perempuan hamil. Perubahan iklim dapat meningkatkan frekuensi dan intensitas suhu panas ekstrem. Kondisi tersebut menimbulkan tantangan kesehatan, terutama bagi kelompok yang memiliki kerentanan fisiologis tertentu.
Dalam pengembangan gagasan penelitiannya, Nasir menaruh perhatian pada penggunaan lapisan film reflektif pada jendela rumah sebagai salah satu kemungkinan intervensi untuk mengurangi paparan panas selama kehamilan. Gagasan ini berangkat dari persoalan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: bagaimana menjaga kondisi rumah agar lebih aman bagi penghuninya ketika suhu lingkungan meningkat?
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa inovasi kesehatan masyarakat tidak selalu harus berupa teknologi yang rumit atau mahal. Perubahan pada lingkungan tempat tinggal, apabila terbukti efektif melalui penelitian, berpotensi menjadi bagian dari strategi adaptasi terhadap risiko kesehatan akibat perubahan iklim.
Namun, penggunaan film reflektif tersebut masih merupakan arah penelitian yang perlu diuji. Manfaatnya terhadap kesehatan ibu hamil tidak dapat dinyatakan sebagai hasil yang telah terbukti sebelum tersedia data dan evaluasi ilmiah yang memadai.
Sejak 2024, Nasir juga terlibat sebagai asisten peneliti dalam The Athens Community Climate Resilience Project through Technology and Transportation Innovation di University of Georgia. Kegiatan tersebut memperluas pengalamannya dalam penelitian berbasis komunitas, adaptasi perubahan iklim, dan pengembangan pendekatan yang dapat membantu masyarakat menghadapi risiko lingkungan.
Dari Pengalaman Lokal Menuju Kolaborasi Ilmiah Global
Perjalanan Nasir menunjukkan hubungan yang kuat antara pengalaman penelitian di Indonesia dan pengembangan keilmuan pada tingkat internasional. Pengalaman menghadapi persoalan sanitasi pascabencana, kesehatan mental kaum muda, serta perlindungan perempuan dalam situasi darurat menjadi bekal untuk mengembangkan pertanyaan penelitian yang lebih luas.
Pada 2020, ia mendirikan Healthy.Us sebagai bagian dari The Indonesian Public Health Union. Sebelumnya, pada periode 2016–2019, ia juga terlibat sebagai koordinator Indonesia untuk Early Career Networking dalam kegiatan Asia-Pacific Academic Consortium for Public Health Conference di Tokyo.
Nasir turut mempresentasikan karya ilmiahnya dalam berbagai forum internasional, termasuk konferensi Housing, Health and Extreme Events di University of Birmingham serta World Congress on Disaster and Emergency Medicine 2025. Keterlibatan tersebut memperlihatkan upayanya membangun jejaring akademik dan memperluas pertukaran pengetahuan di bidang kesehatan masyarakat.
Pengalaman lapangan dari Sulawesi Tengah tidak berhenti sebagai catatan kegiatan pascabencana. Pengalaman itu menjadi bagian dari perjalanan intelektual yang terus berkembang melalui penelitian, pendidikan doktoral, dan kolaborasi internasional.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Bagi Universitas Muslim Indonesia, perjalanan Muhammad Nasir merupakan salah satu jejak alumni FKM UMI yang mengembangkan kompetensi kesehatan masyarakat hingga tingkat internasional. Dari konsentrasi Kesehatan Lingkungan di UMI, ia melanjutkan pendidikan ke Inggris, menjalankan penelitian kebencanaan di Indonesia, dan kini memperdalam Epidemiologi dan Biostatistik melalui pendidikan doktoral di Amerika Serikat.
Kisah tersebut menunjukkan bahwa pengalaman menghadapi persoalan masyarakat dapat menjadi sumber pertanyaan ilmiah yang relevan bagi dunia. Persoalan air bersih setelah bencana, kesehatan mental kaum muda, perlindungan perempuan, hingga risiko panas ekstrem terhadap ibu hamil memiliki hubungan dengan satu tujuan yang sama, yakni bagaimana ilmu pengetahuan dapat membantu melindungi kehidupan manusia.
Perjalanan Nasir juga sejalan dengan semangat Catur Dharma UMI yang menghubungkan Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, serta Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter.
Sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, UMI terus mendorong lahirnya lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kepekaan terhadap persoalan kemanusiaan dan keberanian mengembangkan pengetahuan untuk menjawab tantangan masa depan.
Bagi mahasiswa, perjalanan Nasir memberikan pelajaran bahwa penelitian yang memiliki relevansi internasional dapat berawal dari persoalan yang ditemukan di lingkungan sendiri. Pengalaman lokal tidak harus berhenti sebagai cerita daerah. Dengan ketekunan, metode ilmiah, dan kolaborasi yang tepat, pengalaman tersebut dapat berkembang menjadi kontribusi bagi pengetahuan global.
Kini, Muhammad Nasir melanjutkan pendidikan doktoralnya di University of Georgia dengan perhatian pada kesehatan ibu dan anak, perubahan iklim, serta kebencanaan.
Perjalanan akademiknya masih berlangsung. Namun, jejak pengabdian dan penelitiannya telah memperlihatkan bagaimana pendidikan kesehatan masyarakat dapat membuka jalan untuk memahami persoalan kemanusiaan yang semakin kompleks.
Sebab, penelitian yang bermakna bukan hanya menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga membuka kemungkinan hadirnya perlindungan yang lebih baik bagi kehidupan manusia.
Dari kesehatan lingkungan di umi, menuju penelitian global untuk melindungi kelompok rentan. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































