Dari Kampus, Menjadi Dampak - Muhammad Ramdhan Olii, Alumni Teknik Sipil UMI: Doktor UGM, Dua Periode Dekan, Peraih Academic Leader LLDIKTI XVI
Dari penelitian Embung Balangsikuyu di Bantaeng hingga pemodelan erosi berbasis kecerdasan buatan, Dr. Ir. Muhammad Ramdhan Olii, S.T., M.Eng., IPM., mengembangkan karier sebagai akademisi, peneliti sumber daya air, dan pemimpin perguruan tinggi.
MAKASSAR, umi.ac.id — Banjir, erosi, dan sedimentasi bukan sekadar persoalan air dan tanah. Ketiganya berkaitan dengan keselamatan masyarakat, keberlanjutan lingkungan, dan perencanaan infrastruktur. Persoalan-persoalan itulah yang menjadi bagian penting perjalanan Dr. Ir. Muhammad Ramdhan Olii, S.T., M.Eng., IPM., alumni Teknik Sipil Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Berawal dari pendidikan sarjana di UMI, Ramdhan melanjutkan studi hingga meraih doktor Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2018. Perjalanan akademiknya kemudian berkembang melalui penelitian sumber daya air, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, dan kepemimpinan perguruan tinggi. Di Universitas Gorontalo, ia dipercaya memimpin Fakultas Teknik selama dua periode, yakni 2019–2023 dan 2023–2027. Pada 2024, ia memperoleh penghargaan Dosen Terbaik Academic Leader LLDIKTI Wilayah XVI. Memasuki 2026, tanggung jawabnya bertambah melalui penugasan sebagai Kepala Pengembangan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Gorontalo periode 2026–2030. Perjalanan tersebut memperlihatkan bagaimana seorang alumni Teknik Sipil mengembangkan ilmu rekayasa menjadi kegiatan penelitian, pendidikan, dan kontribusi profesional.
Dari Teknik Sipil UMI, Meneliti Persoalan Air dan Lingkungan
Muhammad Ramdhan Olii lahir di Ujung Pandang pada 24 Mei 1987. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Sipil di Universitas Muslim Indonesia pada 2009. Ketertarikannya pada bidang sumber daya air telah terlihat melalui tugas akhir tentang perencanaan Embung Balangsikuyu di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Embung merupakan salah satu bentuk infrastruktur penyimpanan air yang dapat mendukung pengelolaan sumber daya air sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah. Topik tersebut menjadi awal perjalanan akademiknya dalam bidang teknik sipil yang berkaitan dengan air dan lingkungan.
Setelah lulus dari UMI, Ramdhan melanjutkan pendidikan Magister Teknik Sipil di Fakultas Teknik UGM dan menyelesaikannya pada 2013. Dalam tesisnya, ia meneliti tingkat kekritisan dan arahan konservasi lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Limboto, Gorontalo. Penelitian itu memperluas perhatiannya pada hubungan antara kondisi lahan, erosi, dan pengelolaan daerah aliran sungai.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan doktor di UGM dan menyelesaikannya pada 2018. Disertasinya membahas pengembangan model Sediment Delivery Ratio, yaitu pendekatan untuk memahami hubungan antara sedimen yang dihasilkan akibat erosi dan sedimen yang mencapai titik tertentu dalam suatu daerah aliran sungai. Dalam riwayat akademiknya, Ramdhan mencatat diri sebagai lulusan doktor termuda Fakultas Teknik UGM pada 2018. Pencapaian tersebut menjadi salah satu penanda perjalanan pendidikan yang dimulainya dari Teknik Sipil UMI.
Ketika Teknik Sipil Bertemu GIS dan Kecerdasan Buatan
Perkembangan penelitian Ramdhan menunjukkan bahwa teknik sipil tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur fisik. Bidang ini juga berkembang melalui pemanfaatan teknologi pemetaan, analisis data, dan pemodelan komputasi. Dalam berbagai publikasinya, Ramdhan menggunakan Sistem Informasi Geografis atau Geographic Information System (GIS), penginderaan jauh, dan metode pemodelan untuk mengkaji persoalan erosi, banjir, kekeringan, serta pengelolaan sumber daya air.
Pada 2023, ia menulis penelitian tentang pemetaan wilayah rawan erosi di DAS Bone, Gorontalo, menggunakan pendekatan GIS-AHP. Metode tersebut menggabungkan informasi spasial dengan analisis pembobotan sejumlah faktor untuk membantu mengidentifikasi wilayah yang memiliki kerentanan terhadap erosi. Perkembangan berikutnya terlihat pada penelitian tahun 2025 mengenai penggunaan algoritma machine learning (pembelajaran mesin) untuk memprediksi kerentanan erosi di DAS Saddang, Sulawesi Selatan. Penelitian ini menunjukkan bagaimana teknologi komputasi dapat digunakan untuk membantu memahami persoalan lingkungan yang kompleks. Melalui pendekatan tersebut, data mengenai kondisi wilayah dapat dianalisis untuk menghasilkan informasi yang berpotensi mendukung perencanaan konservasi dan pengelolaan sumber daya air.
Dari perhitungan teknik hingga kecerdasan buatan, riset Ramdhan bergerak pada satu persoalan penting: bagaimana ilmu rekayasa membantu manusia memahami risiko lingkungan sebelum dampaknya semakin besar.
Dari Dosen hingga Dua Periode Memimpin Fakultas Teknik
Perjalanan profesional Ramdhan dimulai pada 2010. Ia pernah bekerja sebagai fasilitator teknik PNPM-Mandiri Perdesaan, kemudian mengajar sebagai dosen kontrak di Universitas Gorontalo. Pada 2011–2015, ia menjadi dosen tetap yayasan di perguruan tinggi tersebut. Selanjutnya, pada 2015, ia menjalani penugasan sebagai dosen DPK LLDIKTI Wilayah IX dengan penempatan di Universitas Gorontalo. Sejak 2021, dalam riwayat profesionalnya ia tercatat sebagai dosen DPK LLDIKTI Wilayah XVI dengan penempatan yang sama.
Selain mengajar dan meneliti, Ramdhan mengembangkan pengalaman dalam pengelolaan pendidikan tinggi. Ia pernah menjabat Ketua Program Studi Teknik Sipil pada 2011 dan Kepala Laboratorium Terpadu Universitas Gorontalo pada 2018. Kepercayaan kepemimpinan kemudian berlanjut ketika ia menjabat Dekan Fakultas Teknik Universitas Gorontalo periode 2019–2023. Setelah menyelesaikan periode tersebut, ia kembali dipercaya untuk periode 2023–2027. Pada 2026, Ramdhan juga mendapat tanggung jawab sebagai Kepala Pengembangan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Gorontalo periode 2026–2030.
Rangkaian jabatan tersebut memperlihatkan pengembangan kariernya dari ruang kelas dan laboratorium menuju tanggung jawab pengelolaan fakultas serta penguatan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Peraih Academic Leader LLDIKTI XVI
Perjalanan akademik Ramdhan juga disertai sejumlah penghargaan. Ia tercatat memperoleh beasiswa BPPDN pada 2011 dan 2013 untuk mendukung pendidikan lanjutannya. Dalam berbagai forum ilmiah, Ramdhan memperoleh penghargaan pemakalah terbaik, antara lain pada Konferensi Nasional Pascasarjana Teknik Sipil tahun 2015 dan 2017 serta seminar internasional HATHI pada 2016. Penghargaan serupa juga diraihnya dalam The 1st International Conference on Innovation in Science, Health, and Technology pada 2020. Pada 2023, ia memperoleh predikat Favorite Presenter dalam Aceh International Symposium Conference Engineering.
Salah satu pencapaian penting berikutnya terjadi pada 2024 ketika ia dinobatkan sebagai Dosen Terbaik Academic Leader LLDIKTI Wilayah XVI. Pada 2025, ia kembali tercatat memperoleh penghargaan pemakalah terbaik dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan HATHI ke-42 di Manado. Berbagai penghargaan tersebut menjadi bagian dari rekam jejak akademiknya dalam pengembangan penelitian dan kegiatan ilmiah.
Menulis Buku, Mengembangkan Riset, dan Berkontribusi sebagai Tenaga Ahli
Selain menghasilkan publikasi jurnal, Ramdhan mengembangkan karya ilmiah melalui penulisan buku. Pada 2021, ia menerbitkan buku Erosi dan Konservasi Lahan melalui UGM Press. Karya tersebut berkaitan erat dengan bidang penelitian yang telah dikembangkannya sejak pendidikan magister dan doktor. Pada 2025, ia juga menghasilkan buku mengenai infrastruktur hijau-biru sebagai pendekatan untuk menghadapi persoalan banjir perkotaan. Selain itu, ia terlibat dalam penulisan sejumlah bab buku yang membahas lingkungan, sumber daya air, geoteknik, dan pengelolaan bencana hidrometeorologi.
Pengalaman profesionalnya juga mencakup keterlibatan sebagai tenaga ahli. Sejak 2019, ia tercatat berkontribusi sebagai tenaga ahli Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Bone Bolango. Ia juga memiliki pengalaman dalam kegiatan teknis bersama sejumlah lembaga pemerintah, termasuk penugasan yang berkaitan dengan sumber daya air. Keterlibatan tersebut memperlihatkan hubungan antara penelitian akademik dan kebutuhan analisis teknis di lapangan.
Di bidang organisasi profesi, Ramdhan tercatat sebagai Wakil Ketua Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) Cabang Gorontalo periode 2022–2027. Ia juga menjadi Dewan Penasihat Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Kabupaten Gorontalo periode 2023–2028. Melalui kegiatan akademik, publikasi, organisasi profesi, dan penugasan teknis, ia terus mengembangkan ruang kontribusinya dalam bidang teknik sipil.
Alumni UMI yang Menghubungkan Ilmu, Teknologi, dan Kepemimpinan
Perjalanan Muhammad Ramdhan Olii memberikan gambaran tentang luasnya peluang pengembangan karier lulusan Teknik Sipil. Seorang sarjana teknik tidak hanya memiliki pilihan bekerja dalam perencanaan dan pelaksanaan konstruksi. Ia juga dapat mengembangkan kompetensi dalam penelitian, pengelolaan sumber daya air, pemodelan lingkungan, pendidikan tinggi, dan kepemimpinan akademik.
Ramdhan memperlihatkan salah satu jalur tersebut. Berawal dari tugas akhir mengenai embung di Kabupaten Bantaeng, ia melanjutkan penelitian konservasi lahan di DAS Limboto, pemodelan sedimentasi, hingga penggunaan teknologi GIS dan pembelajaran mesin untuk menganalisis kerentanan erosi. Pada saat yang sama, ia mengembangkan karier sebagai dosen dan dipercaya memimpin Fakultas Teknik Universitas Gorontalo.
Perjalanan tersebut relevan dengan identitas Universitas Muslim Indonesia sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, serta Kampus Bereputasi dan Berdampak. Kiprahnya juga berkaitan dengan Catur Dharma UMI, terutama Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, serta Pengabdian kepada Masyarakat, yang dilandasi Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter.
Bagi mahasiswa Teknik Sipil UMI, perjalanan Ramdhan menjadi contoh bahwa pengembangan ilmu dapat terus berlangsung setelah menyelesaikan pendidikan sarjana. Teknologi berubah, persoalan lingkungan berkembang, dan kebutuhan masyarakat semakin kompleks. Karena itu, kemampuan untuk terus belajar, meneliti, dan mengembangkan kompetensi menjadi bagian penting dalam perjalanan profesional seorang insinyur.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Dr. Ir. Muhammad Ramdhan Olii, S.T., M.Eng., IPM., menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Sipil di Universitas Muslim Indonesia pada 2009. Ia kemudian meraih gelar magister dan doktor Teknik Sipil di Universitas Gadjah Mada, mengembangkan penelitian sumber daya air, serta membangun karier akademik di Universitas Gorontalo. Kepercayaan sebagai Dekan Fakultas Teknik selama dua periode, penghargaan Academic Leader LLDIKTI Wilayah XVI pada 2024, dan penugasan dalam pengembangan penelitian serta pengabdian masyarakat pada 2026 menjadi bagian penting perjalanan profesionalnya.
Melalui penelitian tentang erosi, sedimentasi, konservasi lahan, dan pemanfaatan teknologi komputasi, ia mengembangkan pengetahuan yang relevan dengan persoalan lingkungan dan infrastruktur. Dari Teknik Sipil UMI, Muhammad Ramdhan Olii menunjukkan bahwa seorang insinyur tidak hanya mempelajari cara membangun infrastruktur, tetapi juga dapat mengembangkan ilmu untuk memahami, mengantisipasi, dan membantu mengatasi risiko lingkungan.
DARI TEKNIK SIPIL UMI, MENUJU RISET SUMBER DAYA AIR, INOVASI TEKNOLOGI, DAN KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN TINGGI. DARI KAMPUS, MENJADI DAMPAK. (Bersambung)























































































































