Dari Kampus, Menjadi Dampak - Niciawati Daeng Malureng, Alumni Teknik Pertambangan dan Magister Teknik Kimia UMI, Kini Berkarier sebagai Engineer di PT Samudera Mulia Abadi
MAKASSAR, umi.ac.id — Dunia pertambangan membutuhkan tenaga profesional yang tidak hanya memahami proses penambangan, tetapi juga mampu menghadapi berbagai tantangan teknis di industri. Hal ini tercermin dalam perjalanan Niciawati Daeng Malureng, S.T., M.T., yang akrab disapa Eca. Alumni Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini kini berkarier sebagai Engineer di PT Samudera Mulia Abadi.
Niciawati merupakan angkatan 2016 dan menyelesaikan pendidikan sarjana pada bidang Teknik Pertambangan di Fakultas Teknologi Industri (FTI) UMI pada tahun 2020. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan magister pada bidang Teknik Kimia di Pascasarjana UMI untuk memperluas pengetahuan dan kompetensinya di bidang rekayasa pertambangan. Teknik Pertambangan mempelajari eksplorasi, perencanaan, dan pengelolaan sumber daya mineral. Sementara itu, Teknik Kimia berfokus pada proses industri, pengolahan bahan galian. Kedua bidang ini memiliki keterkaitan dalam mendukung kegiatan industri pertambangan yang aman, efisien, dan berkelanjutan.
Dengan menempuh pendidikan di dua bidang tersebut, Niciawati memperoleh wawasan yang lebih luas dalam memahami persoalan teknis dan industri pertambangan. Perjalanan pendidikannya juga menunjukkan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Berkarier sebagai Engineer di PT Samudera Mulia Abadi
Saat ini, Niciawati bekerja sebagai Engineer di PT Samudera Mulia Abadi, perusahaan yang bergerak di bidang jasa pertambangan. Dalam dunia kerja, seorang engineer dituntut untuk memahami persoalan teknis, bekerja secara sistematis, berkoordinasi dengan tim, serta menjalankan tugas sesuai prosedur dan standar keselamatan.
Latar belakang pendidikan Teknik Pertambangan dan Teknik Kimia menjadi bekal akademik bagi Niciawati dalam menjalani kariernya. Namun, kemampuan profesional tidak hanya diperoleh dari bangku kuliah. Pengalaman kerja, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar juga menjadi bagian penting dalam pengembangan karier. Industri pertambangan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan meningkatnya perhatian terhadap keselamatan kerja serta kelestarian lingkungan. Karena itu, tenaga profesional perlu terus memperbarui pengetahuan dan meningkatkan keterampilan agar mampu menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Perjalanan Niciawati menjadi contoh bahwa lulusan perguruan tinggi dapat terus mengembangkan kompetensi melalui pendidikan lanjutan dan pengalaman profesional. Mahasiswa juga dapat menjadikan kisah ini sebagai motivasi untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dengan memperkuat pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional.
Dua Jenjang Pendidikan di UMI, Satu Perjalanan Profesional
Salah satu hal menarik dari perjalanan Niciawati adalah pendidikan sarjana dan magisternya yang sama-sama ditempuh di Universitas Muslim Indonesia. Ia mengembangkan pengetahuan dari Teknik Pertambangan hingga Teknik Kimia sebagai bagian dari upayanya memperluas kompetensi di bidang rekayasa pertambangan. Bagi UMI, perjalanan ini menjadi salah satu gambaran bahwa pendidikan tinggi dapat menjadi ruang bagi mahasiswa dan alumni untuk terus berkembang, baik melalui pendidikan formal maupun pengalaman kerja.
Sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, UMI tidak hanya mendorong penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter. Hal ini sejalan dengan semangat Catur Dharma UMI yang mencakup pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta komitmen Ke-UMI-an dan pendidikan karakter.
Kisah Niciawati mengingatkan bahwa pendidikan bukan sekadar tentang memperoleh gelar, tetapi juga tentang membangun kemampuan, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri untuk memberikan kontribusi melalui pekerjaan dan keahlian yang dimiliki. Dari bangku kuliah Teknik Pertambangan FTI UMI, melanjutkan pendidikan Magister Teknik Kimia Pascasarjana UMI, hingga berkarier sebagai Engineer di industri pertambangan, Niciawati menunjukkan bahwa proses belajar dan pengembangan diri terus berlanjut seiring perjalanan profesional.
Dari teknik pertambangan dan teknik kimia umi, menuju profesionalisme rekayasa di dunia industri pertambangan. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































