TERKINI
Rektor UMI Prof. Hambali Thalib: “Ini Kehormatan Besar”, Kemendiktisaintek Percayakan Monev Riset Prototipe kepada UMI di Indonesia Timur Prof. Hambali Thalib: Setiap Anak Memiliki Talenta, UMI Buka Pendaftaran Maba Tahap 2, Jalur Talenta dan Akses Generasi Indonesia Emas Konsisten Perkuat Mutu, UMI Raih detikTimur Awards 2026; Transformasi Digital Jadi Penguat Tata Kelola Rektor UMI: Sebelum Mengubah Teknologi, UMI Menyiapkan Pemimpinnya #2 UMI Connection Memasuki Fase Pembangunan Infrastruktur Digital Menuju Smart Islamic Digitally-Empowered University “Kami Sedang Membangun Otak Digital Universitas, Bukan Sekadar Gedung Baru” UMI Berangkatkan 393 Mahasiswa KKN Tematik untuk Hadirkan Solusi dan Pemberdayaan di 19 Desa Kabupaten Bantaeng
Alumni Akademisi & Peneliti Wednesday, 16 September 2026

Dari Kampus, Menjadi Dampak - Prof. Ma'ruf Kasim: Dari Perikanan UMI, Mengembangkan Inovasi Rumput Laut hingga Dunia Internasional

Anisa Safitri 424 dilihat 3 menit baca
Dari Kampus, Menjadi Dampak - Prof. Ma'ruf Kasim: Dari Perikanan UMI, Mengembangkan Inovasi Rumput Laut hingga Dunia Internasional

Berangkat dari pendidikan Perikanan di Universitas Muslim Indonesia, Prof. Ma'ruf Kasim, S.Pi., M.Si., Ph.D. membangun perjalanan akademik dari laut Indonesia menuju ruang riset internasional. Kini menjadi Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo, ia konsisten mengembangkan riset, teknologi budidaya, paten, dan inovasi rumput laut yang diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan pengetahuan, tetapi juga menjawab persoalan masyarakat pesisir.

MAKASSAR, umi.ac.id — Bagi sebagian orang, rumput laut mungkin hanya terlihat sebagai tanaman yang tumbuh di perairan. Bagi Prof. Ma'ruf Kasim, S.Pi., M.Si., Ph.D., rumput laut adalah ruang ilmu pengetahuan. Di dalamnya ada biologi.

Ekologi.

Teknologi budidaya.

Produktivitas.

Hama.

Lingkungan.

Ekonomi masyarakat pesisir.

Dan berbagai persoalan yang menunggu diselesaikan melalui penelitian.

Cara pandang itulah yang membawa alumni Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini menempuh perjalanan panjang dari pendidikan perikanan menuju riset kelautan, inovasi teknologi, kekayaan intelektual, dan jejaring akademik internasional.

Berawal dari Perikanan UMI

Prof. Ma'ruf Kasim menempuh pendidikan S1 Perikanan di Universitas Muslim Indonesia dan menyelesaikannya pada 1994. Dari UMI, fondasi keilmuan tentang perikanan dan sumber daya perairan mulai dibangun. Perjalanan akademiknya kemudian berlanjut ke Program Pascasarjana IPB dalam bidang Biologi Laut yang diselesaikan pada 1999. Ia selanjutnya menempuh pendidikan doktoral di Jepang dan meraih Ph.D. bidang Ekologi Laut dari Hokkaido University pada 2006. Perjalanan tersebut membawanya semakin jauh secara geografis. Tetapi objek keilmuannya justru semakin dekat dengan kekayaan yang dimiliki Indonesia: laut dan sumber daya pesisir.

Dari Laut menuju Laboratorium

Indonesia memiliki wilayah perairan yang luas. Tetapi kekayaan alam tidak otomatis menjadi kesejahteraan. Sumber daya harus dipahami.

Diteliti.

Dibudidayakan.

Dijaga.

Dan dikembangkan melalui teknologi.

Di sinilah penelitian memperoleh maknanya. Bagi Prof. Ma'ruf, laut bukan sekadar objek untuk diamati. Laut adalah laboratorium kehidupan.Salah satu bidang yang kemudian menjadi perhatian penting dalam perjalanan akademiknya adalah rumput laut. Keahliannya berkembang pada sumber daya perairan, marikultur, alga laut, konservasi, mikroalga, serta teknologi budidaya rumput laut.

Dari sini muncul satu pertanyaan penting: bagaimana ilmu dapat membantu rumput laut tumbuh lebih baik, terlindungi dari gangguan, lebih mudah dibudidayakan, dan memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat pesisir?

Ketika Penelitian Harus Menyelesaikan Masalah

Budidaya rumput laut memiliki persoalan nyata.

Hama.

Penyakit.

Kondisi perairan.

Teknik budidaya.

Efisiensi tenaga kerja.

Produktivitas.

Hingga keberlanjutan usaha.

Persoalan seperti itu tidak cukup dijawab melalui teori. Ia membutuhkan penelitian yang berangkat dari lapangan. Karena itu, perjalanan riset Prof. Ma'ruf berkembang bukan hanya untuk menjelaskan fenomena. Tetapi juga mencari solusi. Riset yang baik tidak berhenti pada pertanyaan "apa yang terjadi?", tetapi bergerak menuju "apa yang dapat kita lakukan?"

Dari Penelitian menjadi Teknologi

Di titik inilah perjalanan Prof. Ma'ruf menjadi menarik. Riset mengenai rumput laut berkembang menjadi berbagai inovasi teknologi budidaya.

Ada Basket Net Rumput Laut.

Ada LongNet Rumput Laut.

Ada teknologi jaring.

Ada perangkat untuk membantu mengatasi hama.

Dan berbagai pengembangan metode budidaya lainnya.

Teknologi tersebut lahir dari persoalan yang konkret. Bagaimana melindungi rumput laut? Bagaimana mengurangi gangguan herbivora? Bagaimana memperbaiki metode budidaya? Bagaimana meningkatkan efisiensi? Artinya, teknologi bukan diciptakan karena terlihat canggih. Teknologi diciptakan karena ada masalah yang harus diselesaikan.

Inovasi bukan tentang membuat sesuatu yang baru. Inovasi memperoleh makna ketika sesuatu yang baru itu menyelesaikan persoalan yang lama.

Dari Laboratorium menuju Paten

Ketika sebuah penelitian menghasilkan metode atau teknologi baru, pengetahuan tersebut dapat bergerak menuju tahap berikutnya: kekayaan intelektual. Jejak inovasi Prof. Ma'ruf menunjukkan berbagai invensi terkait teknologi budidaya rumput laut telah masuk dalam sistem kekayaan intelektual. Di antaranya teknologi jaring budidaya dan perangkat pengendalian hama.

Pada 2025, misalnya, tercatat invensi alat penghasil suara untuk menghalau ikan dan penyu pada area budidaya rumput laut, dengan Prof. Ma'ruf Kasim menjadi salah satu inventor. Perjalanan ini menunjukkan perubahan bentuk pengetahuan: masalah lapangan → penelitian → prototipe → teknologi → kekayaan intelektual. Inilah salah satu jalur penting agar riset perguruan tinggi tidak berhenti menjadi dokumen.

Jaring yang Mengubah Cara Budidaya

Salah satu inovasi yang dikembangkan dalam ekosistem penelitian Prof. Ma'ruf adalah metode Horizontal Net. Teknologi ini dikembangkan sebagai alternatif dalam budidaya rumput laut, termasuk untuk membantu melindungi tanaman dari gangguan epifit dan herbivora. Penelitian juga telah menguji aspek kelayakan usaha penggunaan teknologi tersebut pada masyarakat pembudidaya.

Di sini inovasi memasuki tahap yang lebih penting. Pertanyaannya bukan lagi hanya: "Apakah alat ini bekerja?" Tetapi: "Apakah masyarakat dapat menggunakannya?" Sebab teknologi untuk masyarakat pesisir harus bertemu dengan realitas masyarakat pesisir.

Biaya.

Kemudahan penggunaan.

Produktivitas.

Kondisi perairan.

Dan keberlanjutan usaha.

Ketika Inovasi Sampai kepada Masyarakat

Pada 2025, Prof. Ma'ruf bersama tim juga mempublikasikan kegiatan pengembangan kebun bibit rumput laut oleh perempuan dengan memanfaatkan inovasi jaring horizontal. Ini memperlihatkan dimensi dampak yang berbeda. Teknologi tidak lagi hanya berada pada peneliti. Ia mulai bertemu kelompok masyarakat. Bahkan membuka ruang keterlibatan perempuan dalam aktivitas produktif budidaya rumput laut.

Pada titik ini, inovasi memperoleh ukuran keberhasilan yang lebih manusiawi. Bukan hanya berapa publikasi yang dihasilkan. Bukan hanya berapa paten yang didaftarkan. Tetapi: siapa yang akhirnya dapat menggunakan pengetahuan tersebut?

Rekayasa Laut untuk Rakyat

Di sinilah perjalanan keilmuan Prof. Ma'ruf dapat dirangkum dalam satu gagasan: Rekayasa Laut untuk Rakyat.

Laut menyediakan sumber daya. Kampus menghasilkan pengetahuan. Penelitian menemukan persoalan. Teknologi menawarkan solusi. Dan masyarakat menjadi tempat manfaat itu seharusnya kembali.

Hubungan tersebut penting. Sebab inovasi kelautan tidak cukup menjadi kebanggaan laboratorium. Ia harus mampu menjawab persoalan pembudidaya.

Teknologi laut mencapai makna tertingginya ketika masyarakat pesisir dapat merasakan manfaatnya.

JAGA: Dari Inovasi menuju Masa Depan Budidaya

Jejak pengembangan teknologi rumput laut Prof. Ma'ruf juga masuk dalam program Matching Fund KEDAIREKA. Salah satu programnya membawa nama yang sangat kuat: "Jaring Alga (JAGA) Masa Depan Budidaya Rumput Laut Indonesia."

Nama tersebut menggambarkan orientasi riset yang semakin aplikatif. Bukan sekadar mempelajari rumput laut. Tetapi membangun metode dan teknologi yang dapat membantu menjaga proses budidayanya.

Dari sini terlihat sebuah perubahan penting: rumput laut bukan hanya komoditas yang diteliti, tetapi ekosistem ekonomi pesisir yang perlu diperkuat melalui ilmu pengetahuan.

Dari Indonesia menuju Jepang

Perjalanan akademik Prof. Ma'ruf juga berkembang melalui jejaring internasional. Setelah menyelesaikan pendidikan doktoral di Hokkaido University, hubungan akademiknya dengan Jepang terus berlanjut. Ia memiliki pengalaman akademik di Kyoto University serta kembali ke Hokkaido University sebagai profesor tamu dalam beberapa kesempatan.

Pengalaman internasional tersebut penting bukan hanya karena membawa seorang akademisi Indonesia ke luar negeri. Yang lebih penting adalah terjadinya pertukaran pengetahuan.

Metode.

Perspektif.

Jejaring.

Kolaborasi.

Dan standar penelitian.

Internasionalisasi ilmu bukan sekadar pergi ke luar negeri. Internasionalisasi terjadi ketika pengetahuan lokal mampu masuk ke percakapan global.

Membawa Persoalan Lokal ke Percakapan Global

Rumput laut Indonesia adalah persoalan lokal sekaligus global.

Ia berkaitan dengan pangan.

Industri.

Biomaterial.

Ekonomi pesisir.

Ekologi.

Perubahan iklim.

Dan berbagai produk turunan.

Karena itu, ketika seorang peneliti Indonesia membawa persoalan budidaya rumput laut ke jurnal dan forum internasional, yang dibawa bukan sekadar data penelitian. Yang ikut dibawa adalah persoalan dan potensi wilayah pesisir Indonesia. Di sinilah penelitian memiliki fungsi diplomasi pengetahuan. Kita tidak harus meninggalkan persoalan lokal untuk menjadi ilmuwan global. Justru persoalan lokal yang diteliti dengan serius dapat menjadi kontribusi Indonesia kepada ilmu pengetahuan dunia.

Profesor yang Tetap Meneliti

Menjadi guru besar bukan akhir dari perjalanan akademik. Jejak publikasi Prof. Ma'ruf menunjukkan aktivitas penelitian mengenai rumput laut dan sumber daya perairan masih terus berlangsung. Pada 2026, namanya masih muncul dalam penelitian mengenai kelayakan perairan untuk budidaya rumput laut di Perairan Bungin Permai, Konawe Selatan. Ini memperlihatkan satu prinsip penting dalam kehidupan akademik. Profesor bukan gelar yang menandai seseorang selesai belajar. Justru pada tingkat tersebut, tanggung jawab mengembangkan ilmu menjadi semakin besar.

Guru besar bukan puncak tempat penelitian berhenti. Guru besar adalah posisi tempat pengetahuan harus semakin banyak diturunkan kepada generasi berikutnya.

Dari Peneliti menjadi Pembangun Ekosistem

Perjalanan Prof. Ma'ruf juga berkembang dalam kepemimpinan akademik. Ia pernah memperoleh berbagai amanah di lingkungan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo. Pengalaman tersebut mempertemukan penelitian dengan pengelolaan institusi.

Ini penting. Sebab dampak seorang akademisi dapat berkembang dalam beberapa lapisan. Lapisan pertama adalah menghasilkan pengetahuan. Lapisan kedua adalah menghasilkan inovasi. Lapisan ketiga adalah mentransfer teknologi kepada masyarakat. Dan lapisan berikutnya adalah membangun ekosistem agar peneliti dan mahasiswa lain dapat melanjutkannya. Pada tahap terakhir inilah dampak ilmu dapat bertahan melampaui satu orang.

Dari Mahasiswa menjadi Guru Besar

Jika perjalanan Prof. Ma'ruf ditarik menjadi satu garis, transformasinya terlihat jelas. Perikanan UMI membangun fondasi. Pendidikan pascasarjana memperdalam biologi laut. Hokkaido University memperkuat ekologi laut. Riset mempertemukannya dengan persoalan pesisir. Rumput laut menjadi salah satu fokus keilmuan. Penelitian berkembang menjadi teknologi. Teknologi berkembang menjadi kekayaan intelektual. Inovasi bergerak menuju masyarakat. Dan jejaring akademik membawa pengetahuan tersebut ke ruang internasional.

Fisheries Education → Marine Science → Seaweed Research → Cultivation Technology → Intellectual Property → Community Application → Global Knowledge Network.

UMI dalam Perjalanan Prof. Ma'ruf Kasim

Bagi Universitas Muslim Indonesia, perjalanan Prof. Ma'ruf Kasim menunjukkan satu bentuk dampak alumni yang sangat penting. UMI menjadi salah satu tempat fondasi ilmu perikanannya dibangun. Dari fondasi tersebut, ia melanjutkan perjalanan akademik hingga menjadi guru besar. Namun ukuran perjalanan itu bukan hanya gelar profesor. Bukan hanya pendidikan luar negeri. Dan bukan hanya jumlah publikasi. Yang jauh lebih penting adalah apa yang dilakukan dengan pengetahuan tersebut.

Ketika ilmu menghasilkan teknologi. Ketika teknologi membantu budidaya. Ketika penelitian melahirkan kekayaan intelektual. Ketika mahasiswa memperoleh pengetahuan baru. Dan ketika masyarakat pesisir memperoleh peluang menggunakan inovasi. Di situlah pendidikan mulai berubah menjadi dampak.

Dari Kampus, Menjadi Dampak

Prof. Ma'ruf Kasim memulai salah satu fondasi perjalanan akademiknya dari Universitas Muslim Indonesia.

Dari Perikanan UMI, ia bergerak menuju biologi laut. Dari Indonesia menuju Jepang. Dari ekologi laut menuju rumput laut. Dari penelitian menuju teknologi. Dari teknologi menuju paten. Dari paten menuju masyarakat. Dan dari persoalan pesisir Indonesia menuju percakapan ilmiah internasional.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kekayaan laut Indonesia tidak cukup hanya dimiliki. Ia harus dipahami. Diteliti. Dijaga. Dikembangkan. Dan diubah menjadi pengetahuan yang memberi manfaat. Karena masa depan kelautan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa luas laut yang kita miliki, tetapi juga oleh seberapa dalam ilmu pengetahuan mampu memberi nilai pada kekayaan laut tersebut. Dari kampus, menjadi ilmu. Dari ilmu, menjadi inovasi. Dari inovasi, kembali kepada masyarakat. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama
Bank Sulselbar Syariah
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Universitas Islam Al-Azhar
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Perbanas Institute
Universitas Ibnu Sina
Institut Teknologi Bandung
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Universitas Balikpapan
Universitas Andi Djemma
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Universiti Malaysia Terengganu
Hiroshima University
Universitas Islam Sumatera Utara
Erzurum Technical University
Politeknik Palopo
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Universitas Muhammadiyah Palopo
Universitas Kurnia Jaya Persada
Politeknik Sorowako
Politeknik Keuangan Negara STAN
Universitas Islam Bandung
Binaskil Academy Malaysia
PT Putra Mekongga Sejahtera
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
PT Kogas Driyap Konsultan
Bank Mandiri
Bank Rakyat Indonesia
Tribun Timur
Kementerian Hukum RI
Ruijie Networks Co., Ltd.
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Politeknik Cendana
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Pemerintah Kabupaten Fakfak
PT Zahir Internasional
Universiti Sains Islam Malaysia
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Pemerintah Kabupaten Gowa
Bank Mega Syariah
Online Scholarship Competition (OSC)
Universiti Kebangsaan Malaysia
Rakyat Sulsel
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
PT Indosat Tbk
Bank Sulselbar Syariah
Universitas 17 Agustus - Surabaya
Universitas Islam Al-Azhar
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Perbanas Institute
Universitas Ibnu Sina
Institut Teknologi Bandung
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Universitas Balikpapan
Universitas Andi Djemma
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Universiti Malaysia Terengganu
Hiroshima University
Universitas Islam Sumatera Utara
Erzurum Technical University
Politeknik Palopo
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Universitas Muhammadiyah Palopo
Universitas Kurnia Jaya Persada
Politeknik Sorowako
Politeknik Keuangan Negara STAN
Universitas Islam Bandung
Binaskil Academy Malaysia
PT Putra Mekongga Sejahtera
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
PT Kogas Driyap Konsultan
Bank Mandiri
Bank Rakyat Indonesia
Tribun Timur
Kementerian Hukum RI
Ruijie Networks Co., Ltd.
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Politeknik Cendana
Universitas Muhammadiyah Jakarta
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Pemerintah Kabupaten Fakfak
PT Zahir Internasional
Universiti Sains Islam Malaysia
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Pemerintah Kabupaten Gowa
Bank Mega Syariah
Online Scholarship Competition (OSC)
Universiti Kebangsaan Malaysia
Rakyat Sulsel
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
PT Indosat Tbk
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Bank Muamalat
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Marinduque State University
Pemerintah Kabupaten Bombana
Griffith University
Alliance Française de Makassar
PT Nas Media Indonesia
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Universitas Hasanuddin
Istanbul Sabahattin Zaim University
Bank Sulselbar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Sanjivani University
University Of Michigan - Ann Arbo
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
National University of Singapore
AMDA International
STISIP Veteran Palopo
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
PT Marlip Indo Mandiri
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Universitas Mega Buana
Universitas Muhammadiyah Parepare
Universiti Malaya
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Bank Panin Dubai Syariah
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
PT Jasa Raharja
Pemerintah Kota Makassar
Universitas Cokroaminoto Palopo
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Detik.com
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
ITBM Malaysia
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Politeknik Dewantara
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Pemerintah Kota Ternate
Junior Chamber International Indonesia
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Bank Syariah Indonesia
Universitas Islam Riau
Universitas Alkhairaat Palu
Bank Syariah Nasional
Bank Negara Indonesia
Bank CIMB Niaga Syariah
Institut Leimena
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Universitas Lamappapoleonro
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Bank Muamalat
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Marinduque State University
Pemerintah Kabupaten Bombana
Griffith University
Alliance Française de Makassar
PT Nas Media Indonesia
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Universitas Hasanuddin
Istanbul Sabahattin Zaim University
Bank Sulselbar
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Sanjivani University
University Of Michigan - Ann Arbo
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
National University of Singapore
AMDA International
STISIP Veteran Palopo
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
PT Marlip Indo Mandiri
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Universitas Mega Buana
Universitas Muhammadiyah Parepare
Universiti Malaya
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Bank Panin Dubai Syariah
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
PT Jasa Raharja
Pemerintah Kota Makassar
Universitas Cokroaminoto Palopo
Sekolah Putri Darul Istiqamah
Detik.com
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
ITBM Malaysia
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Politeknik Dewantara
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Pemerintah Kota Ternate
Junior Chamber International Indonesia
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Bank Syariah Indonesia
Universitas Islam Riau
Universitas Alkhairaat Palu
Bank Syariah Nasional
Bank Negara Indonesia
Bank CIMB Niaga Syariah
Institut Leimena
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Universitas Lamappapoleonro
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan