TERKINI
Rektor UMI Prof. Hambali Thalib: “Ini Kehormatan Besar”, Kemendiktisaintek Percayakan Monev Riset Prototipe kepada UMI di Indonesia Timur Prof. Hambali Thalib: Setiap Anak Memiliki Talenta, UMI Buka Pendaftaran Maba Tahap 2, Jalur Talenta dan Akses Generasi Indonesia Emas Konsisten Perkuat Mutu, UMI Raih detikTimur Awards 2026; Transformasi Digital Jadi Penguat Tata Kelola Rektor UMI: Sebelum Mengubah Teknologi, UMI Menyiapkan Pemimpinnya #2 UMI Connection Memasuki Fase Pembangunan Infrastruktur Digital Menuju Smart Islamic Digitally-Empowered University “Kami Sedang Membangun Otak Digital Universitas, Bukan Sekadar Gedung Baru” UMI Berangkatkan 393 Mahasiswa KKN Tematik untuk Hadirkan Solusi dan Pemberdayaan di 19 Desa Kabupaten Bantaeng
Alumni Akademisi & Peneliti Saturday, 12 September 2026

Dari Kampus, Menjadi Dampak - Prof. Misri Gozan: Dari Program Profesi Insinyur UMI, Mengawal Mutu Pendidikan Teknik Indonesia sebagai Ketua LAM Teknik

Anisa Safitri 1,042 dilihat 3 menit baca
Dari Kampus, Menjadi Dampak - Prof. Misri Gozan: Dari Program Profesi Insinyur UMI, Mengawal Mutu Pendidikan Teknik Indonesia sebagai Ketua LAM Teknik

Guru Besar Teknik Kimia Universitas Indonesia ini merupakan alumni Program Profesi Insinyur Fakultas Teknologi Industri UMI. Dari riset bioproses, bioenergi dan lingkungan, perjalanan pengabdiannya berkembang hingga dipercaya memimpin Komite Eksekutif LAM Teknik PII—ruang strategis yang ikut menjaga mutu pendidikan teknik dan menyiapkan generasi insinyur Indonesia.

MAKASSAR, umi.ac.id — Ketika sebuah gedung berdiri kokoh, teknologi bekerja, energi dihasilkan, atau industri beroperasi, perhatian kita biasanya tertuju pada hasil akhirnya. Namun ada pertanyaan yang jauh lebih mendasar: siapa yang memastikan orang-orang yang merancang semua itu benar-benar memiliki kompetensi yang dibutuhkan?

Di sinilah mutu pendidikan teknik menjadi penting. Sebelum seorang insinyur merancang infrastruktur, mengembangkan teknologi, mengoperasikan industri atau mengambil keputusan teknis, ada proses pendidikan yang harus memastikan bahwa pengetahuan, kompetensi, etika dan profesionalismenya terbentuk dengan baik.

Pada ruang itulah Prof. Dr.-Ing. Ir. Misri Gozan, M.Tech., IPU., ASEAN Eng., INV. kini mengambil salah satu peran pentingnya. Ia merupakan Guru Besar Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia sekaligus Ketua Komite Eksekutif Lembaga Akreditasi Mandiri Program Studi Keteknikan Persatuan Insinyur Indonesia (LAM Teknik PII).

Menariknya, di tengah perjalanan panjang sebagai akademisi, peneliti dan profesional keinsinyuran, Prof. Misri juga pernah kembali menjadi mahasiswa. Pada 2020, ia menyelesaikan Program Profesi Insinyur Angkatan VII pada Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (UMI).

Dari sana terlihat satu perjalanan yang menarik: dari ilmu teknik menuju riset, dari riset menuju pendidikan, dari pendidikan menuju profesi, dan dari profesi menuju sistem yang ikut menjaga mutu pendidikan teknik Indonesia.

Fondasi Keilmuan yang Dibangun Panjang

Perjalanan akademik Prof. Misri dibangun selama bertahun-tahun. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Indonesia pada 1993. Kemudian melanjutkan pendidikan Master of Technology pada bidang teknologi proses dan lingkungan di Massey University, Selandia Baru. Perjalanan akademiknya berlanjut ke Jerman hingga meraih gelar Doktor-Ingenieur (Dr.-Ing.) dari Technische Universität Dresden.

Pendidikan tersebut mempertemukannya dengan berbagai bidang yang kemudian menjadi bagian dari perjalanan risetnya: teknik kimia, bioproses, teknologi lingkungan, bioenergi, biorefinery, pemanfaatan limbah, hingga pengembangan teknologi untuk kebutuhan manusia.

Keilmuannya terus bergerak mengikuti persoalan yang berkembang. Karena dalam dunia teknik, ilmu tidak cukup hanya dipahami. Ilmu harus mampu digunakan untuk menyelesaikan masalah.

Dari Laboratorium ke Ruang Pendidikan

Sebagai Guru Besar di Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Prof. Misri menjalankan salah satu tugas paling mendasar seorang akademisi: mendidik generasi berikutnya. Namun pendidikan teknik tidak hanya berbicara tentang mentransfer rumus, teori atau metode.

Mahasiswa teknik harus belajar bagaimana pengetahuan digunakan, bagaimana risiko dihitung, bagaimana keselamatan dijaga, bagaimana lingkungan diperhatikan, bagaimana keputusan dapat dipertanggungjawabkan, dan bagaimana teknologi pada akhirnya memberikan manfaat kepada manusia.

Karena itu, ruang pendidikan dan ruang penelitian tidak pernah benar-benar terpisah. Penelitian memperbarui pengetahuan. Pengetahuan masuk ke ruang pendidikan. Mahasiswa membawa pengetahuan tersebut menuju profesi. Dan profesi membawanya ke masyarakat. Prof. Misri berada dalam rantai tersebut sebagai pendidik sekaligus peneliti.

Ketika Riset Mencari Jawaban

Bidang keilmuan Prof. Misri antara lain meliputi bioprocess engineering, bioenergy, biorefinery, environmental engineering, serta pemanfaatan limbah menjadi sumber daya bernilai. Tema-tema tersebut memiliki satu benang merah: bagaimana teknologi digunakan untuk menjawab kebutuhan manusia sekaligus menghadapi keterbatasan sumber daya dan persoalan lingkungan.

Riset bioenergi, misalnya, tidak berhenti pada pertanyaan bagaimana energi dapat dihasilkan. Ada pertanyaan lain: bisakah limbah dimanfaatkan? Bisakah biomassa memperoleh nilai tambah? Bisakah proses dibuat lebih efisien? Bisakah dampak lingkungan dikurangi? Dan bisakah hasil penelitian bergerak menuju penggunaan yang lebih luas?

Di situlah pekerjaan seorang akademisi bertemu dengan pekerjaan seorang insinyur. Peneliti mencari pengetahuan baru. Insinyur memastikan pengetahuan itu dapat bekerja di dunia nyata.

Ketika Penelitian Bertemu Inovasi

Perjalanan Prof. Misri juga bersentuhan dengan ruang inovasi dan hilirisasi. Ia pernah terlibat dalam pengelolaan pusat riset dan ekosistem inovasi di Universitas Indonesia, termasuk pada pengembangan rekayasa biomedis dan lingkungan inkubasi inovasi.

Ruang seperti ini penting karena salah satu tantangan perguruan tinggi adalah jarak antara penelitian dan pemanfaatan. Banyak pengetahuan lahir di laboratorium. Namun tidak semuanya sampai kepada masyarakat.

Karena itu, riset membutuhkan jembatan: dari laboratorium menuju prototipe, dari prototipe menuju inovasi, dari inovasi menuju penggunaan, dan dari penggunaan menuju dampak.

Di sinilah seorang akademisi tidak hanya bertanya, "Apa yang bisa diteliti?" Tetapi juga, "Untuk apa penelitian ini dilakukan?"

Kembali Menjadi Mahasiswa di UMI

Ada bagian yang menarik dalam perjalanan tersebut. Setelah menempuh pendidikan sampai tingkat doktor, menjadi akademisi, peneliti dan profesor, Prof. Misri kembali memasuki pendidikan profesi. Pada 2020, ia menyelesaikan Program Profesi Insinyur Angkatan VII Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia.

Pada fase itu, ia bukan lagi seseorang yang baru memasuki dunia teknik. Ia telah memiliki pengalaman akademik dan profesional yang panjang. Namun pengalaman tersebut tidak membuat proses belajar menjadi selesai. Justru profesi keinsinyuran menuntut kompetensi, etika, tanggung jawab, serta kesadaran bahwa setiap keputusan teknis dapat membawa konsekuensi kepada manusia dan lingkungan.

Di sinilah pendidikan profesi menemukan maknanya. Gelar akademik menunjukkan kedalaman ilmu. Profesi mengingatkan untuk siapa ilmu itu digunakan dan bagaimana tanggung jawabnya dijalankan.

Dari Alumni PPI UMI Menuju Penguatan Mutu Nasional

Hubungan Prof. Misri dengan pendidikan profesi insinyur kemudian memperoleh dimensi yang lebih luas. Ia tidak hanya menjalani profesi keinsinyuran. Ia kini berada pada salah satu posisi penting dalam sistem penjaminan mutu pendidikan teknik Indonesia.

Prof. Misri dipercaya menjadi Ketua Komite Eksekutif LAM Teknik PII. Sebelumnya, ia juga telah lama terlibat dalam dunia akreditasi dan penjaminan mutu pendidikan tinggi.

Peran tersebut mungkin tidak selalu terlihat publik seperti pembangunan jalan, jembatan, kilang atau teknologi. Tetapi dampaknya bekerja lebih jauh ke dalam sistem. LAM Teknik berhadapan dengan program-program studi yang mendidik calon insinyur. Ketika mutu program studi diperkuat, kualitas proses pendidikan diharapkan meningkat. Ketika proses pendidikan semakin baik, kompetensi lulusan ikut diperkuat. Dan ketika lulusan tersebut memasuki dunia profesi, kualitas pendidikan yang mereka peroleh ikut menentukan kualitas pekerjaan yang mereka hasilkan.

Karena itu: akreditasi bukan sekadar memberi peringkat. Akreditasi adalah salah satu cara menjaga kepercayaan terhadap proses yang melahirkan para insinyur.

Mutu Tidak Berhenti pada Nilai Akreditasi

Salah satu kekeliruan dalam melihat akreditasi adalah menganggapnya selesai ketika sebuah program studi memperoleh status tertentu. Padahal akreditasi pada hakikatnya merupakan bagian dari proses membangun budaya mutu. Ada evaluasi diri, data, proses pendidikan, sumber daya manusia, mahasiswa, lulusan, luaran, capaian, dampak. Dan ada perbaikan yang harus terus berjalan.

Itulah sebabnya penjaminan mutu tidak boleh menjadi pekerjaan yang hanya dilakukan ketika masa akreditasi mendekat. Mutu bukan acara lima tahunan. Mutu adalah kebiasaan setiap hari.

Dalam konteks pendidikan teknik, hal itu bahkan menjadi semakin penting. Karena lulusan kelak akan merancang, mengoperasikan, mengawasi dan mengambil keputusan pada berbagai sistem yang menyangkut keselamatan dan kehidupan masyarakat.

Dari Input menuju Outcome

Menariknya, perhatian Prof. Misri terhadap mutu pendidikan teknik juga masuk ke dalam ruang akademik. Ia turut menulis publikasi mengenai kerangka Input–Process–Output dalam akreditasi pendidikan tinggi keteknikan di Indonesia.

Ini memperlihatkan bahwa akreditasi baginya bukan hanya pekerjaan administratif. Ia juga menjadi objek pemikiran akademik: bagaimana sumber daya masuk ke dalam pendidikan, bagaimana proses pendidikan berlangsung, apa yang dihasilkan. Dan yang semakin penting: apa yang terjadi setelah lulusan meninggalkan kampus?

Pertanyaan terakhir itulah yang membawa penjaminan mutu menuju outcome. Sebuah program studi tidak cukup hanya menunjukkan bahwa ia memiliki dosen, laboratorium dan kurikulum. Ia juga harus mampu menunjukkan bahwa proses tersebut benar-benar menghasilkan kompetensi dan manfaat.

Dampak yang Bekerja Melalui Sistem

Serial Dari Kampus, Menjadi Dampak selama ini memperlihatkan beragam bentuk dampak alumni. Ada yang bekerja melalui pemerintahan, parlemen, rumah sakit, industri, riset, pendidikan, energi, dan pelayanan masyarakat.

Pada Prof. Misri Gozan, mekanismenya berbeda. Dampaknya bekerja melalui sistem mutu. Ia memang mendidik mahasiswa, mengembangkan penelitian, membangun inovasi. Namun ketika berada pada sistem akreditasi pendidikan teknik, dampaknya dapat menjangkau lebih jauh.

Satu standar yang baik dapat memengaruhi banyak program studi. Satu program studi yang membaik mendidik banyak mahasiswa. Mahasiswa tersebut kemudian menjadi insinyur. Dan para insinyur itu kelak bekerja pada berbagai sektor pembangunan Indonesia. Di sinilah terdapat efek berantai yang sangat besar: satu sistem mutu dapat memengaruhi ribuan ruang belajar yang kelak melahirkan ribuan keputusan keinsinyuran.

Dari Mengajar Insinyur hingga Menjaga Sistem yang Melahirkan Insinyur

Ada perbedaan antara mengajar seorang mahasiswa dan membangun sistem pendidikan. Seorang dosen dapat mendidik mahasiswa di kelasnya. Seorang pembimbing dapat membentuk peneliti di laboratoriumnya. Namun ketika seseorang ikut bekerja pada sistem penjaminan mutu, ruang pengaruhnya bertambah luas. Ia ikut memikirkan bagaimana sebuah program studi seharusnya berjalan, bagaimana capaian diukur, bagaimana kualitas dievaluasi, dan bagaimana perbaikan harus dilakukan.

Karena itu, perjalanan Prof. Misri dapat dibaca sebagai perkembangan ruang pengabdian: dari menghasilkan pengetahuan, menjadi mendidik manusia, kemudian ikut menjaga sistem yang mendidik manusia tersebut.

Indonesia Tidak Hanya Membutuhkan Lebih Banyak Insinyur

Indonesia terus membangun infrastruktur, energi, industri, teknologi, digitalisasi, lingkungan, ketahanan pangan, kesehatan, dan berbagai sektor lainnya yang membutuhkan kemampuan rekayasa. Artinya, Indonesia membutuhkan insinyur. Namun jumlah saja tidak cukup.

Indonesia membutuhkan insinyur yang kompeten, profesional, beretika, mampu beradaptasi, menguasai teknologi, memahami keselamatan, memiliki kepedulian lingkungan, dan mampu mempertanggungjawabkan keputusan profesionalnya.

Karena itu, membangun Indonesia sesungguhnya juga berarti membangun mutu orang-orang yang akan membangunnya. Di sinilah pendidikan teknik dan sistem akreditasi memperoleh posisi strategis.

UMI dan Ekosistem Profesi Insinyur

Perjalanan Prof. Misri juga memberi perspektif menarik bagi UMI. Program Profesi Insinyur FTI UMI tidak hanya diikuti oleh profesional yang baru memasuki dunia keinsinyuran. Di dalam perjalanan program tersebut hadir pula akademisi, praktisi dan pemimpin profesi dengan pengalaman yang telah berkembang panjang.

Prof. Misri merupakan salah satu contohnya. Ia datang ke Program Profesi Insinyur UMI ketika telah memiliki fondasi akademik dan pengalaman yang kuat. Kemudian perjalanan pengabdiannya terus berkembang hingga kini dipercaya berada pada salah satu posisi strategis dalam sistem akreditasi program studi keteknikan Indonesia.

Hubungan seperti ini memperlihatkan bahwa pendidikan profesi dapat menjadi ruang pertemuan antara: pengalaman → ilmu → profesi → standar → mutu. Dan ketika orang-orang di dalam jejaring tersebut bergerak pada berbagai sektor, dampaknya ikut meluas.

Dari Ilmu Menjadi Standar

Jika perjalanan Prof. Misri ditarik menjadi satu garis, terdapat pola yang menarik. Teknik membangun fondasi. Bioproses memperdalam keilmuan. Riset menghasilkan pengetahuan. Pendidikan mentransfer pengetahuan. Inovasi mendorong pemanfaatan. Program Profesi Insinyur memperkuat dimensi profesional. Dan akreditasi membawa pengalaman itu menuju sistem penjaminan mutu.

Semua bergerak menuju satu pertanyaan: bagaimana memastikan pendidikan teknik benar-benar menghasilkan manusia yang mampu menjalankan tanggung jawab keinsinyuran dengan baik? Karena pada akhirnya, teknologi yang baik membutuhkan insinyur yang baik. Dan insinyur yang baik membutuhkan ekosistem pendidikan yang juga baik.

Dari Kampus, Menjadi Dampak

Prof. Dr.-Ing. Ir. Misri Gozan, M.Tech., IPU., ASEAN Eng., INV. telah melalui perjalanan yang panjang: dari pendidikan teknik menuju teknologi lingkungan, dari bioproses menuju bioenergi dan pemanfaatan limbah, dari penelitian menuju pendidikan, dari pendidikan menuju inovasi, dari pengalaman akademik menuju Program Profesi Insinyur UMI, dan dari profesi menuju kepemimpinan dalam penjaminan mutu pendidikan teknik Indonesia.

Kini, sebagai Ketua Komite Eksekutif LAM Teknik PII, ruang pengabdiannya menyentuh sesuatu yang sangat fundamental: mutu generasi insinyur yang akan ikut membangun Indonesia.

Karena pembangunan yang baik tidak dimulai ketika beton dituangkan. Tidak dimulai ketika mesin dinyalakan. Dan tidak dimulai ketika sebuah teknologi digunakan. Jauh sebelum itu, pembangunan dimulai dari manusia yang dipersiapkan untuk merancang semuanya.

Maka menjaga mutu pendidikan teknik sesungguhnya adalah menjaga salah satu fondasi pembangunan bangsa.

Dari riset menjadi pengetahuan. Dari pengetahuan menjadi pendidikan. Dari pendidikan menjadi profesi. Dari profesi menjadi standar. Dan dari standar, lahir mutu yang dampaknya menjangkau banyak generasi.

Itulah perjalanan Prof. Misri Gozan. Dari Program Profesi Insinyur UMI. Menuju ruang pengabdian yang ikut menjaga kualitas pendidikan teknik Indonesia. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)

Bagikan:

Langganan Berita UMI

Dapatkan berita dan informasi terbaru UMI langsung di email Anda.

Mitra & Kerjasama
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Pemerintah Kabupaten Fakfak
Universitas Lamappapoleonro
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Universitas Cokroaminoto Palopo
Politeknik Sorowako
Detik.com
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Bank Panin Dubai Syariah
Online Scholarship Competition (OSC)
Universitas Balikpapan
PT Putra Mekongga Sejahtera
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Universiti Sains Islam Malaysia
Institut Teknologi Bandung
AMDA International
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
STISIP Veteran Palopo
Pemerintah Kota Makassar
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Islam Riau
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Politeknik Dewantara
Politeknik Keuangan Negara STAN
Hiroshima University
Kementerian Hukum RI
Perbanas Institute
Erzurum Technical University
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Universitas Muhammadiyah Parepare
PT Indosat Tbk
Bank Sulselbar Syariah
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
PT Kogas Driyap Konsultan
Universitas Muhammadiyah Palopo
Pemerintah Kabupaten Gowa
Ruijie Networks Co., Ltd.
Marinduque State University
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Pemerintah Kota Ternate
Universitas Mega Buana
National University of Singapore
Bank Syariah Indonesia
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Bank Syariah Nasional
Universitas 17 Agustus - Surabaya
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Universitas Islam Al-Azhar
Universitas Hasanuddin
Universitas Ibnu Sina
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Tribun Timur
Universitas Andi Djemma
Universiti Malaya
Bank CIMB Niaga Syariah
Bank Sulselbar
Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan
Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Pemerintah Kabupaten Fakfak
Universitas Lamappapoleonro
Lembaga Amil Zakat Hadji Kalla
Universitas Cokroaminoto Palopo
Politeknik Sorowako
Detik.com
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Bank Panin Dubai Syariah
Online Scholarship Competition (OSC)
Universitas Balikpapan
PT Putra Mekongga Sejahtera
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Arta Kabanjahe
Universiti Sains Islam Malaysia
Institut Teknologi Bandung
AMDA International
Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia
STISIP Veteran Palopo
Pemerintah Kota Makassar
Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulawesi Selatan
Universitas Islam Riau
Pemerintah Kabupaten Pinrang
Politeknik Dewantara
Politeknik Keuangan Negara STAN
Hiroshima University
Kementerian Hukum RI
Perbanas Institute
Erzurum Technical University
Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia
Universitas Muhammadiyah Parepare
PT Indosat Tbk
Bank Sulselbar Syariah
Politeknik Adiguna Maritim Indonesia Medan
Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU)
PT Kogas Driyap Konsultan
Universitas Muhammadiyah Palopo
Pemerintah Kabupaten Gowa
Ruijie Networks Co., Ltd.
Marinduque State University
Badan Riset dan Inovasi Nasional
Pemerintah Kota Ternate
Universitas Mega Buana
National University of Singapore
Bank Syariah Indonesia
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Bank Syariah Nasional
Universitas 17 Agustus - Surabaya
AMIK Ibnu Khaldun Palopo
Universitas Dayanu Ikhsanuddin
Universitas Islam Al-Azhar
Universitas Hasanuddin
Universitas Ibnu Sina
King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) THAILAND
Tribun Timur
Universitas Andi Djemma
Universiti Malaya
Bank CIMB Niaga Syariah
Bank Sulselbar
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Bank Negara Indonesia
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Rakyat Sulsel
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Sanjivani University
Universitas Kurnia Jaya Persada
Bank Mandiri
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Universiti Kebangsaan Malaysia
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Binaskil Academy Malaysia
Politeknik Palopo
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Alliance Française de Makassar
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Bank Rakyat Indonesia
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
ITBM Malaysia
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Politeknik Cendana
Universitas Muhammadiyah Jakarta
University Of Michigan - Ann Arbo
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Junior Chamber International Indonesia
Pemerintah Kabupaten Bombana
PT Marlip Indo Mandiri
Sekolah Putri Darul Istiqamah
PT Nas Media Indonesia
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Griffith University
Universiti Malaysia Terengganu
Universitas Islam Sumatera Utara
PT Jasa Raharja
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Istanbul Sabahattin Zaim University
Bank Mega Syariah
Universitas Islam Bandung
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Institut Leimena
PT Zahir Internasional
Bank Muamalat
Universitas Alkhairaat Palu
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah
Pemerintah Daerah Kota Parepare
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Medan
Bank Negara Indonesia
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur
Rakyat Sulsel
Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna
Sanjivani University
Universitas Kurnia Jaya Persada
Bank Mandiri
Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Sulawesi Selatan
Chulalongkorn University (The Halal Science Center)
Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (BPOM)
Universiti Kebangsaan Malaysia
Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Pertiwi Luwu Raya
Binaskil Academy Malaysia
Politeknik Palopo
Universiti Teknikal Malaysia Melaka
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Datu Kamanre
Alliance Française de Makassar
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah
Bank Rakyat Indonesia
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Selatan
ITBM Malaysia
Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I)
Pemerintah Kabupaten Jeneponto
Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Hasil Perkebunan, Mineral Logam, dan Maritim
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan As Syifa Kisaran
Politeknik Cendana
Universitas Muhammadiyah Jakarta
University Of Michigan - Ann Arbo
Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sukma
Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato
Junior Chamber International Indonesia
Pemerintah Kabupaten Bombana
PT Marlip Indo Mandiri
Sekolah Putri Darul Istiqamah
PT Nas Media Indonesia
Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Griffith University
Universiti Malaysia Terengganu
Universitas Islam Sumatera Utara
PT Jasa Raharja
Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar
Kyushu Institute of Technology (School of Computer Science and System Engineering)
Istanbul Sabahattin Zaim University
Bank Mega Syariah
Universitas Islam Bandung
Komite Olahraga Nasional Indonesia Sulawesi Selatan
Institut Leimena
PT Zahir Internasional
Bank Muamalat
Universitas Alkhairaat Palu
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu
Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah