Dari Kampus, Menjadi Dampak - Zelika Almadinah, S.T.: Alumni Teknik Pertambangan FTI UMI, dari Asisten Laboratorium dan Pemegang Hak Cipta Kini Berkarier sebagai Datatech Production PT Trinusa Mining Services
MAKASSAR, umi.ac.id — Karier di industri pertambangan tidak selalu dimulai ketika seseorang menerima ijazah. Bagi Zelika Almadinah, S.T., proses itu telah dibangun sejak masih menjadi mahasiswa melalui laboratorium, kuliah lapangan, kolaborasi akademik bersama dosen, hingga menghasilkan karya yang memperoleh pencatatan Hak Kekayaan Intelektual. Alumni Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (FTI UMI) yang menyelesaikan pendidikan pada 2025 itu kini memasuki fase baru perjalanan profesionalnya.
Zelika berkarier sebagai Datatech Production di PT Trinusa Mining Services, membawa pengalaman akademik Teknik Pertambangan UMI menuju lingkungan kerja yang semakin dekat dengan data dan aktivitas produksi pertambangan. Perjalanannya memperlihatkan satu hal penting: kesiapan memasuki dunia kerja tidak dibangun hanya pada semester terakhir. Ia tumbuh dari pengalaman-pengalaman kecil yang dikumpulkan selama menjadi mahasiswa. Kampus memberi ruang untuk mencoba. Pengalaman membentuk kesiapan. Dunia kerja kemudian menguji keduanya.
Dari Teknik Pertambangan FTI UMI
Zelika menempuh pendidikan pada Program Studi Teknik Pertambangan FTI UMI dan menyelesaikannya pada 2025. Selama menjadi mahasiswa, ia tidak membatasi proses belajar pada ruang kelas. Ia mengambil kesempatan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan akademik yang mempertemukannya dengan praktik, kerja tim, komunikasi, dan tanggung jawab. Salah satunya melalui peran sebagai Asisten Laboratorium Geologi Dasar.
Menjadi asisten laboratorium memberikan pengalaman berbeda dibandingkan sekadar mengikuti praktikum sebagai mahasiswa. Zelika tidak hanya berhadapan dengan materi akademik, tetapi juga ikut mendampingi kegiatan laboratorium dan berinteraksi dengan mahasiswa dalam proses pembelajaran. Pengalaman tersebut melatih ketelitian, komunikasi, kedisiplinan, serta tanggung jawab terhadap pekerjaan yang dipercayakan kepadanya.
Dari Laboratorium Menuju Lapangan
Pengalaman Zelika kemudian berkembang melalui keterlibatannya sebagai Asisten Kuliah Lapangan. Bagi mahasiswa Teknik Pertambangan, lapangan merupakan ruang penting untuk mempertemukan teori dengan kondisi nyata. Apa yang dipelajari melalui buku, ruang kuliah, peta, data, dan laboratorium harus mampu dibaca kembali ketika berhadapan dengan kondisi di lapangan. Keterlibatan sebagai asisten memberi Zelika pengalaman lebih dari sekadar mengikuti kegiatan.
Ia belajar berkoordinasi, mendampingi kegiatan, berkomunikasi, dan bekerja bersama dalam lingkungan yang berbeda dari ruang kelas. Dari laboratorium, ia belajar ketelitian. Dari lapangan, ia belajar melihat konteks. Dari keduanya, ia mulai membangun kesiapan profesional.
Menghasilkan Karya Bersama Dosen hingga Tercatat sebagai Hak Cipta
Perjalanan akademik Zelika juga diwarnai pengalaman menghasilkan karya bersama tim dosen. Ia tercatat sebagai salah satu pemegang Surat Pencatatan Ciptaan atas karya akademik yang dikerjakan bersama tim dosen, yaitu Hardin, Ana, dan Alam.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari proses pembelajarannya di FTI UMI. Mahasiswa tidak hanya menjadi penerima pengetahuan dari dosen.
Mahasiswa juga dapat dilibatkan sebagai mitra belajar untuk menghasilkan karya. Inilah salah satu pengalaman yang memperlihatkan bagaimana ruang akademik dapat berkembang dari pola belajar menjadi berkarya. Keterlibatan dalam karya yang memperoleh pencatatan hak cipta juga memberi pengalaman kepada Zelika mengenai pentingnya dokumentasi dan penghargaan terhadap karya intelektual. Ilmu menjadi lebih bernilai ketika tidak berhenti dipelajari, tetapi mulai diolah menjadi karya.
Belajar Berani Tampil
Selain pengalaman laboratorium, lapangan, dan karya akademik, Zelika juga pernah tampil sebagai presenter dalam lomba ISS. Pengalaman menjadi presenter memberikan ruang pembelajaran yang berbeda. Seseorang dapat memiliki pengetahuan yang baik, tetapi dunia profesional juga membutuhkan kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas. Kemampuan teknis dan kemampuan komunikasi semakin sulit dipisahkan.
Seorang profesional pertambangan tidak hanya bekerja dengan angka, data, kondisi lapangan, dan target produksi. Ia juga harus mampu berkomunikasi dengan tim dan menjelaskan informasi yang dibutuhkan dalam pekerjaan. Pengalaman tampil sebagai presenter menjadi salah satu bagian kecil tetapi penting dari proses pembentukan tersebut.
Kini Datatech Production PT Trinusa Mining Services
Setelah menyelesaikan pendidikan pada 2025, perjalanan Zelika berlanjut ke dunia profesional. Kini ia berkarier sebagai Datatech Production di PT Trinusa Mining Services. Posisi ini menjadi menarik karena mempertemukan latar belakang Teknik Pertambangan dengan pengelolaan data yang mendukung aktivitas produksi. Dalam lingkungan industri modern, data semakin memiliki posisi penting.
Aktivitas produksi menghasilkan berbagai informasi yang perlu dicatat, disusun, diperiksa, dan diolah agar dapat menjadi dasar untuk memahami kondisi operasional. Karena itu, data bukan sekadar kumpulan angka. Data yang baik membantu operasi melihat dirinya sendiri: apa yang telah dicapai, apa yang sedang terjadi, dan bagian mana yang membutuhkan perhatian.
Bagi Zelika, memasuki posisi Datatech Production berarti memasuki fase pembelajaran baru.
Pengalaman laboratorium yang membutuhkan ketelitian, kegiatan lapangan yang membangun pemahaman terhadap kondisi nyata, serta latar belakang Teknik Pertambangan menjadi modal awal untuk memahami data dalam konteks operasi pertambangan.
Ketika Pertambangan Bertemu Data
Perjalanan Zelika juga menggambarkan perubahan yang sedang terjadi dalam dunia industri. Pertambangan semakin membutuhkan kemampuan menghubungkan aktivitas lapangan dengan data. Produksi perlu diukur. Pergerakan operasi perlu dicatat. Kinerja perlu dipantau. Informasi perlu disusun agar dapat digunakan untuk mendukung evaluasi dan pengambilan keputusan. Karena itu, lulusan Teknik Pertambangan masa depan tidak cukup hanya memahami aktivitas fisik pertambangan.
Mereka juga perlu memiliki literasi data.
Di sinilah perjalanan Zelika menjadi relevan. Ia berasal dari Teknik Pertambangan, memiliki pengalaman laboratorium dan lapangan, kemudian memasuki dunia kerja pada posisi yang bersentuhan dengan data produksi. Dari membaca kondisi di lapangan, kini ia belajar membaca operasi melalui data.
Pengalaman Kampus Menjadi Modal Awal
Jika dilihat kembali, perjalanan Zelika selama di UMI memiliki benang merah yang cukup jelas. Sebagai Asisten Laboratorium Geologi Dasar, ia belajar ketelitian dan tanggung jawab. Sebagai Asisten Kuliah Lapangan, ia belajar menghubungkan teori dengan kondisi nyata. Melalui kolaborasi karya bersama dosen yang memperoleh pencatatan hak cipta, ia belajar bahwa pengetahuan dapat menghasilkan karya. Sebagai presenter, ia belajar menyampaikan gagasan. Dan kini sebagai Datatech Production, pengalaman-pengalaman tersebut memasuki ruang baru: dunia profesional.
Tidak semuanya digunakan dengan cara yang sama. Tetapi semuanya ikut membentuk kesiapan. Inilah salah satu makna penting pengalaman selama kuliah. Mahasiswa tidak selalu mengetahui pekerjaan apa yang akan dijalani beberapa tahun kemudian. Namun setiap kesempatan belajar dapat membangun kompetensi yang suatu hari menemukan relevansinya.
Dari Kampus, Menjadi Dampak
Perjalanan Zelika dapat dirangkum melalui lintasan: Teknik Pertambangan FTI UMI → Asisten Laboratorium Geologi Dasar → Asisten Kuliah Lapangan → Kolaborasi Karya dan Hak Cipta → Presenter → Datatech Production PT Trinusa Mining Services.
Ia memang baru memulai perjalanan profesional. Namun justru di situlah pesan penting kisahnya.
Dampak tidak harus menunggu seseorang berada pada posisi tertinggi. Dampak dapat dimulai ketika seorang lulusan mampu membawa pengetahuan, pengalaman, karakter belajar, dan tanggung jawab dari kampus menuju pekerjaan pertamanya.
Bagi mahasiswa UMI, perjalanan Zelika juga memberikan pelajaran sederhana: jangan menunggu lulus untuk mulai mempersiapkan karier. Masuklah ke laboratorium. Ikuti kegiatan lapangan. Belajar bersama dosen. Cobalah menghasilkan karya. Beranilah melakukan presentasi. Bangun kemampuan membaca data.
Karena ketika dunia kerja datang, yang dibawa bukan hanya ijazah, tetapi seluruh pengalaman yang telah dikumpulkan selama menjadi mahasiswa. Bagi UMI, perjalanan Zelika memperlihatkan bagaimana aktivitas akademik mahasiswa dapat menjadi bagian dari proses pembentukan kesiapan kerja. Dari laboratorium menuju lapangan. Dari lapangan menuju karya. Dari karya menuju pengalaman profesional. Dan kini, dari Teknik Pertambangan FTI UMI, Zelika mulai membangun karier sebagai Datatech Production PT Trinusa Mining Services.
“Kampus bukan hanya tempat memperoleh gelar. Kampus adalah tempat mengumpulkan pengalaman sebelum dunia kerja meminta kita membuktikannya.”
Dari lapangan membaca batuan, kini dari data membaca produksi. Dari Kampus, Menjadi Dampak. (Bersambung)























































































































