Diwakili Asdir I PPS UMI, Forum Perguruan Tinggi Perikanan Nasional Dorong Hentikan Impor Udang
Forum rekomendasikan penguatan produksi domestik, pengendalian risiko penyakit, dan satu data udang nasional
SEMARANG, umi.ac.id — Forum pimpinan perguruan tinggi perikanan dan kelautan Indonesia mendorong pemerintah menghentikan impor udang dan mengutamakan udang hasil produksi budidaya dalam negeri. Dorongan tersebut menjadi salah satu rekomendasi dalam Pertemuan Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia yang berlangsung di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, 9–11 September 2026.
Asisten Direktur I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Program Pascasarjana (PPS) Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof. Dr. Ir. H. Andi Tamsil, MS., IPM., hadir mewakili UMI dalam forum nasional yang membahas berbagai persoalan strategis pembangunan perikanan dan kelautan Indonesia.
Salah satu perhatian utama forum adalah komoditas udang yang dinilai memiliki posisi strategis bagi perekonomian nasional. Udang berperan terhadap ekspor, ekonomi masyarakat, industri pengolahan dan penyerapan tenaga kerja, termasuk bagi alumni perguruan tinggi.
Forum juga merespons persoalan impor udang yang dinilai dapat memengaruhi harga dan menurunkan serapan industri pengolahan dalam negeri. Karena itu, kebijakan impor dinilai perlu mempertimbangkan kepentingan nasional, keberlanjutan usaha budidaya, daya saing industri dan biosekuriti. Atas pertimbangan tersebut, forum menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Pemerintah Republik Indonesia.
Pertama, menghentikan impor udang dan mengutamakan udang produksi budidaya dalam negeri, dengan pertimbangan bahwa produksi domestik budidaya masih mampu memenuhi kebutuhan industri udang.
Kedua, melakukan uji dampak impor dan menghentikan impor berisiko penyakit. Temuan penyakit atau ketidaksesuaian persyaratan keamanan harus menjadi dasar penghentian sementara impor dan evaluasi risiko secara menyeluruh.
Ketiga, mencegah kebocoran udang impor ke pasar domestik.
Keempat, membangun satu data udang nasional.
Kelima, melibatkan perguruan tinggi sebagai mitra strategis pemerintah dan industri dalam riset, pengembangan teknologi, kajian kebijakan, biosekuriti, peningkatan produktivitas dan daya saing udang nasional.
Rekomendasi tersebut menempatkan penguatan produksi domestik, perlindungan usaha budidaya dan peningkatan daya saing industri sebagai bagian penting dalam pembangunan sektor udang nasional.
Bagi Prof. Andi Tamsil, keterlibatan perguruan tinggi dalam persoalan tersebut penting karena kampus memiliki kapasitas keilmuan untuk mendukung pemerintah dan industri melalui penelitian, pengembangan teknologi serta kajian berbasis data.
Keikutsertaan PPS UMI dalam forum tersebut sekaligus membuka ruang bagi UMI untuk memperkuat jejaring dengan perguruan tinggi perikanan dan kelautan di tingkat nasional. (Humas UMI)























































































































