Prof. Hambali Thalib: Bukan Sekadar Gelar Doktor, Riset Dosen FTI UMI Ubah Pala Menjadi Inovasi Bernilai Tinggi untuk Industri dan Masyarakat
MAKASSAR, umi.ac.id — Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menegaskan komitmennya dalam melahirkan akademisi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan industri. Komitmen tersebut kembali dibuktikan melalui keberhasilan salah seorang dosen Fakultas Teknologi Industri (FTI) UMI, Dr. Ir. Mustafiah, S.T., IPM., yang resmi meraih gelar Doktor Bidang Ilmu Teknik Kimia dari Program Pascasarjana Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Gelar doktor tersebut diraih melalui disertasi berjudul “Ekstraksi Minyak Atsiri dari Pala (Myristica fragrans Houtt.) dengan Metode Microwave Air-Hydrodistillation dan Enkapsulasi”, sebuah penelitian yang mengangkat potensi komoditas lokal Indonesia menjadi inovasi teknologi yang aplikatif, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi tinggi.
Melalui penelitian tersebut, Dr. Mustafiah berhasil mengembangkan metode ekstraksi minyak atsiri pala menggunakan teknologi Microwave Air-Hydrodistillation (MAHD) yang mampu menghasilkan proses ekstraksi lebih cepat, lebih efisien, hemat energi, sekaligus menghasilkan minyak atsiri berkualitas tinggi.
Tidak berhenti pada proses ekstraksi, penelitian ini juga mengembangkan teknologi mikroenkapsulasi berbasis kitosan dan maltodekstrin sehingga minyak atsiri pala menjadi lebih stabil, tidak mudah menguap, serta mampu melepaskan senyawa aktif secara bertahap (controlled release). Inovasi ini membuka peluang pemanfaatan yang lebih luas bagi berbagai sektor industri.
Hasil riset tersebut memiliki manfaat nyata di berbagai bidang
Di sektor pangan, kesehatan, dan kosmetik, minyak atsiri pala yang dihasilkan mengandung senyawa aktif seperti methyl eugenol, terpinen-4-ol, myristicin, dan eugenol yang berfungsi sebagai antioksidan dan antibakteri alami. Kandungan tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku produk pangan, obat-obatan, hingga kosmetik berbasis bahan alam.
Bagi sektor industri, teknologi ini menawarkan proses produksi yang lebih efisien, lebih hemat energi, dan lebih ramah lingkungan dibandingkan metode konvensional sehingga berpotensi meningkatkan daya saing industri berbasis minyak atsiri nasional.
Sementara bagi petani dan pelaku UMKM, inovasi tersebut membuka peluang peningkatan nilai tambah komoditas pala melalui teknologi pengolahan yang lebih sederhana, lebih cepat, dan memiliki kualitas produk yang lebih tinggi sehingga mampu meningkatkan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun internasional.
Rektor Universitas Muslim Indonesia, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas capaian akademik tersebut sekaligus menegaskan bahwa riset di perguruan tinggi harus mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
“Keluarga Besar Universitas Muslim Indonesia mengucapkan selamat dan sukses kepada Dr. Ir. Mustafiah, S.T., IPM. atas keberhasilannya meraih gelar doktor. Kami bangga karena disertasi ini tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi berkembang menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan industri. Inilah wajah perguruan tinggi yang kami bangun di UMI, yaitu kampus yang melahirkan ilmu pengetahuan sekaligus menghadirkan solusi bagi kehidupan,” ujar Prof. Hambali Thalib.
Menurut Rektor, penelitian yang memanfaatkan potensi lokal seperti pala merupakan contoh nyata bagaimana kekayaan sumber daya Indonesia dapat ditingkatkan nilai ekonominya melalui ilmu pengetahuan, inovasi, dan teknologi.
“Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Tugas perguruan tinggi adalah mengubah potensi tersebut menjadi inovasi yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketika riset mampu membantu petani, memperkuat UMKM, mendukung industri, dan membuka peluang ekonomi baru, di situlah perguruan tinggi menjalankan perannya secara utuh. Bukan sekadar menghasilkan publikasi, tetapi menghasilkan kebermanfaatan,” tambahnya.
Rektor juga berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi seluruh dosen dan peneliti UMI untuk terus mengembangkan riset-riset yang relevan dengan kebutuhan bangsa serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan nasional.
Keberhasilan Dr. Mustafiah semakin memperkuat kapasitas akademik Fakultas Teknologi Industri UMI dalam mengembangkan pendidikan, penelitian, dan inovasi yang berorientasi pada penyelesaian persoalan nyata di masyarakat.
Dengan bertambahnya dosen bergelar doktor, Universitas Muslim Indonesia terus memperkokoh posisinya sebagai perguruan tinggi terakreditasi Unggul yang konsisten mengembangkan Catur Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, serta Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter, untuk melahirkan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, inovatif, berdaya saing global, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
(HUMAS)























































































































