FSIKP UMI Peringati Bulan Bahasa 2026, Perkuat Literasi dan Kolaborasi Internasional di Era Digital
MAKASSAR, umi.ac.id – Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar peringatan Bulan Bahasa 2026 dengan menghadirkan sejumlah kegiatan akademik, kebahasaan, kesastraan, dan kebudayaan yang melibatkan akademisi, praktisi, mahasiswa, serta mitra nasional dan internasional. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 19 Oktober 2026, di Kampus UMI Makassar tersebut mengusung tema “Menggali Esensi Bahasa, Sastra, dan Budaya di Tengah Arus Percepatan Digital dan Krisis Refleksi.”
Peringatan Bulan Bahasa 2026 menjadi momentum strategis bagi FSIKP UMI untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjaga eksistensi bahasa dan budaya, sekaligus membangun kesadaran kritis generasi muda terhadap perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi antara UMI, Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Alekawa Language and Culture Center, serta mitra lainnya dalam pengembangan pendidikan, literasi, bahasa, dan kebudayaan.
Dekan FSIKP UMI, Dr. Hj. Nurjannah Abna, S.S., M.Pd., menyampaikan bahwa peringatan Bulan Bahasa tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan harus dimaknai sebagai gerakan akademik dan kebudayaan untuk memperkuat kemampuan literasi, daya kritis, dan kesadaran berbahasa di tengah perkembangan teknologi. Menurutnya, kemajuan teknologi digital telah memberikan kemudahan dalam mengakses dan menyebarluaskan informasi. Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan tantangan terhadap kualitas komunikasi, penggunaan bahasa, serta kemampuan masyarakat dalam merefleksikan informasi secara mendalam.
“Peringatan Bulan Bahasa merupakan momentum penting untuk mengingatkan kita bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga sarana membangun peradaban, membentuk karakter, dan memperkuat identitas budaya. Di tengah percepatan digital, kita perlu memastikan bahwa kemajuan teknologi tetap diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, kepekaan berbahasa, dan kesadaran terhadap nilai-nilai budaya,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa tema yang diangkat tahun ini memiliki relevansi kuat dengan kondisi masyarakat, khususnya generasi muda yang semakin dekat dengan penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, penggunaan teknologi harus tetap memberikan ruang bagi pengembangan kreativitas, apresiasi sastra, dan kemampuan reflektif agar masyarakat tidak sekadar menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan yang bermakna.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang perjumpaan antara ilmu pengetahuan, bahasa, sastra, budaya, dan teknologi. Kami berharap mahasiswa semakin menyadari bahwa kemampuan berbahasa yang baik, kecakapan literasi digital, serta pemahaman budaya merupakan kompetensi penting yang harus terus dikembangkan,” tambahnya.
Dekan FSIKP UMI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang berpartisipasi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan, khususnya USIM Malaysia dan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat berlanjut melalui kegiatan akademik, pengembangan pembelajaran bahasa, penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama kelembagaan.
Hadirkan Enam Rangkaian Kegiatan Akademik dan Kebudayaan
Peringatan Bulan Bahasa 2026 FSIKP UMI dirancang melalui enam agenda utama, yakni Seminar Internasional, Festival Handai UMI, Pelatihan Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), Gaukang, Penandatanganan Kerja Sama, dan Sosialisasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif. Seminar internasional menjadi salah satu agenda penting dengan menghadirkan perspektif akademik lintas negara dalam membahas perkembangan bahasa, sastra, dan budaya di tengah transformasi digital.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah tokoh dan mitra, di antaranya Rektor UMI Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., Dekan FSIKP UMI Dr. Hj. Nurjannah Abna, S.S., M.Pd., Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan Dr. Herawati, S.S., M.A., serta akademisi USIM Malaysia, Assoc. Prof. Dr. Mohd Azmir bin Mohd Nizah. Selain itu, rangkaian kegiatan juga melibatkan Faisal Oddang, sastrawan, dan Nur Rahmat Hidayat, S.Pd., M.Pd., Direktur Alekawa Language and Culture Center.
Festival Handai UMI dihadirkan sebagai wadah penguatan kecintaan terhadap bahasa dan sastra, sedangkan pelatihan pengajaran BIPA diarahkan untuk mendukung peningkatan kompetensi dalam pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing. Agenda Gaukang turut menjadi bagian dari peringatan Bulan Bahasa sebagai ruang apresiasi terhadap kekayaan budaya. Sementara itu, penandatanganan kerja sama dan sosialisasi UKBI Adaptif diharapkan dapat memperluas jejaring kelembagaan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kemahiran berbahasa Indonesia.
Ketua Panitia: Bulan Bahasa Menjadi Ruang Pengembangan Kompetensi dan Kreativitas
Ketua Panitia Peringatan Bulan Bahasa 2026 FSIKP UMI, Kasma F. Amin, menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan tahun ini dirancang secara kolaboratif dengan mengintegrasikan aspek akademik, pengembangan keterampilan berbahasa, kreativitas sastra, dan pelestarian budaya. Menurutnya, enam agenda yang disiapkan merupakan bentuk komitmen panitia untuk menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga manfaat praktis bagi mahasiswa, dosen, guru, dan peserta lainnya.
“Peringatan Bulan Bahasa 2026 kami rancang sebagai ruang pembelajaran, kreativitas, dan kolaborasi. Melalui enam rangkaian kegiatan, kami ingin memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperluas wawasan, mengembangkan keterampilan berbahasa, meningkatkan apresiasi terhadap sastra dan budaya, serta memahami tantangan komunikasi di era digital,” jelasnya.
Kasma F. Amin menambahkan bahwa keterlibatan berbagai mitra menjadi salah satu kekuatan kegiatan ini, terutama dalam mempertemukan perspektif akademik, praktik pengajaran bahasa, serta pengalaman para pelaku sastra dan budaya. Ia juga menekankan pentingnya kegiatan pelatihan BIPA dan sosialisasi UKBI Adaptif sebagai bagian dari penguatan kompetensi kebahasaan yang relevan dengan kebutuhan pendidikan dan perkembangan masyarakat.
“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum peringatan Bulan Bahasa, tetapi juga menghasilkan pengalaman, pengetahuan, dan jejaring kerja sama yang dapat terus dikembangkan. Kami ingin mahasiswa memperoleh manfaat langsung, baik dalam peningkatan kemampuan akademik maupun penguatan kreativitas dan kecintaan terhadap bahasa Indonesia,” tambahnya.























































































































