Dipercaya Pemerintah Kelola Beasiswa KNB 2026, UMI Satu-satunya PTS di Indonesia Timur, Perkuat Mutu Layanan Mahasiswa Internasional
Tim Kemendiktisaintek melakukan monitoring dan evaluasi di UMI. Kepercayaan pemerintah menjadi tanggung jawab universitas untuk memastikan mahasiswa dari berbagai negara memperoleh pendidikan berkualitas, pelayanan yang baik, dan pengalaman akademik yang positif di Indonesia.
MAKASSAR, umi.ac.id — Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar terus memperkuat komitmennya dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi internasional. Sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia Timur yang ditetapkan menjadi pengelola Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) Tahun 2026, UMI menerima kunjungan Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Senin (26/10/2026). Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Senat, Lantai 9 Gedung Menara UMI, Kampus II UMI, Makassar.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari evaluasi penyelenggaraan Beasiswa KNB 2026, terutama untuk memastikan kualitas pelaksanaan program, akuntabilitas pengelolaan, serta kesiapan layanan bagi mahasiswa internasional. Bagi UMI, kegiatan ini menjadi kesempatan penting untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus menerima masukan langsung dari pemerintah.
Kepercayaan sebagai pengelola beasiswa internasional bukan hanya capaian kelembagaan. Kepercayaan tersebut harus dibuktikan melalui mutu pendidikan, pelayanan mahasiswa, dan tanggung jawab dalam menjalankan program.
UMI Mendapat Kepercayaan Melalui Seleksi Nasional
Penetapan UMI sebagai pengelola Beasiswa KNB 2026 merupakan hasil seleksi nasional yang dilakukan Kemendiktisaintek. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 0409/B3/KM.00.01/2026 tanggal 23 Januari 2026, setelah UMI mengikuti tahapan evaluasi proposal dan wawancara. Dalam penetapan tersebut, UMI tercatat sebagai satu-satunya PTS di kawasan Indonesia Timur yang dipercaya menjadi pengelola program Beasiswa KNB Tahun 2026.
Beasiswa KNB merupakan program Pemerintah Indonesia yang memberikan kesempatan kepada warga negara dari negara-negara berkembang untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Indonesia. Program ini memiliki arti penting bagi hubungan pendidikan internasional Indonesia, sekaligus membuka kesempatan bagi perguruan tinggi untuk memperluas interaksi akademik dan budaya dengan mahasiswa dari berbagai negara.
Keterlibatan UMI menjadi bagian dari upaya universitas meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan internasional, memperluas jejaring akademik, serta memperkenalkan pendidikan tinggi Indonesia kepada masyarakat global.
Wakil Rektor I: Kami Terbuka terhadap Evaluasi dan Perbaikan
Tim Monev Kemendiktisaintek yang berjumlah empat orang diterima Wakil Rektor I UMI, Prof. Dr. Ir. H. Dirgahayu A. Lantara, M.T., IPU., ASEAN Eng., mewakili Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H. Turut hadir Wakil Rektor III, Prof. Dr. H. M. Muh. Kamal Hidjaz, S.H., M.H.; Wakil Rektor IV, Dr. KH. M. Ishaq Shamad, M.A.; Wakil Rektor V, Ir. Hj. Setyawati Yani, S.T., M.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.; serta jajaran Kantor Urusan Internasional (KUI) UMI.
Dalam sambutannya, Prof. Dirgahayu menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim Kemendiktisaintek.
"UMI menyambut kedatangan tim monitoring dan evaluasi ini dengan penuh keterbukaan," ujarnya.
Menurutnya, evaluasi merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas penyelenggaraan program, termasuk memastikan bahwa mahasiswa internasional memperoleh layanan akademik dan pendampingan yang baik selama menjalani pendidikan.
Ia menjelaskan bahwa saat ini terdapat dua program studi di UMI yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan Beasiswa KNB. Ke depan, UMI berharap keterlibatan program studi dapat terus diperluas, dengan aspirasi menjangkau hingga separuh dari keseluruhan program studi apabila seluruh persyaratan dan kesiapan penyelenggaraan dapat dipenuhi. Harapan tersebut menunjukkan komitmen UMI untuk mengembangkan kapasitas internasionalisasi secara bertahap, dengan tetap mengutamakan standar mutu yang ditetapkan pemerintah.
Pengalaman Mahasiswa Internasional Menjadi Perhatian Utama
Prof. Dirgahayu menekankan bahwa kualitas pendidikan dan pelayanan merupakan unsur penting dalam membangun kepercayaan mahasiswa internasional.
"Kami meyakini bahwa komitmen, pelayanan, dan kualitas pendidikan yang diberikan UMI akan menjadi pengalaman positif bagi mahasiswa internasional dan turut memperkenalkan UMI di negara asal mereka," katanya.
Bagi UMI, mahasiswa internasional tidak hanya datang untuk mengikuti perkuliahan dan menyelesaikan studi. Mereka juga berinteraksi dengan dosen, mahasiswa Indonesia, tenaga kependidikan, dan masyarakat sekitar kampus. Pengalaman tersebut perlu didukung lingkungan akademik yang aman, nyaman, terbuka, dan menghargai keberagaman latar belakang budaya.
Karena itu, pelayanan mahasiswa internasional perlu mendapat perhatian sejak proses penerimaan, pengurusan administrasi, pelaksanaan pembelajaran, hingga pendampingan selama masa studi. Kualitas layanan internasional dapat dilihat dari pengalaman mahasiswa sehari-hari: kemudahan memperoleh informasi, kejelasan pelayanan, kualitas pembelajaran, serta dukungan ketika mereka menghadapi kesulitan. Hal-hal tersebut menjadi bagian penting dari reputasi perguruan tinggi di mata mahasiswa dan masyarakat internasional.
Kemendiktisaintek: Monitoring untuk Menjaga Mutu dan Akuntabilitas
Sementara itu, Agustinus Hadi, yang mewakili Direktur Kelembagaan sekaligus Ketua Tim Kelompok Kerja Penguatan Kelembagaan, menyampaikan apresiasi atas penerimaan jajaran pimpinan UMI. Menurutnya, keterlibatan langsung para wakil rektor menunjukkan perhatian universitas terhadap keberlangsungan dan kualitas penyelenggaraan Beasiswa KNB.
Agustinus menjelaskan bahwa program Beasiswa KNB Tahun 2026 melibatkan 47 perguruan tinggi di Indonesia. Monitoring dan evaluasi dilaksanakan secara berkala dengan mengacu pada petunjuk teknis program, sebagai bagian dari pengawasan mutu dan akuntabilitas pengelolaan beasiswa. Kegiatan tersebut juga berkaitan dengan tindak lanjut atas arahan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Menurut Agustinus, monitoring umumnya dilaksanakan pada awal tahun, sedangkan evaluasi dilakukan menjelang akhir tahun.
Dalam kesempatan itu, ia turut mengapresiasi upaya UMI mempromosikan Beasiswa KNB dan menyelenggarakan proses seleksi mahasiswa internasional, termasuk melalui pemanfaatan media sosial. Upaya promosi dinilai penting karena calon mahasiswa internasional mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan negara dan perguruan tinggi tujuan. Selain kualitas akademik, pertimbangan tersebut mencakup biaya hidup, ketersediaan beasiswa, jaringan kemitraan, kondisi lingkungan, dan daya tarik daerah tempat mereka akan menempuh pendidikan. Karena itu, perguruan tinggi penyelenggara perlu memperhatikan seluruh tahapan pengalaman mahasiswa, mulai dari memperoleh informasi hingga menyelesaikan pendidikan.
Membuka Akses Pendidikan dari Sarjana hingga Doktor
Berdasarkan informasi resmi Beasiswa KNB 2026 yang dipublikasikan Kantor Urusan Internasional UMI, universitas menawarkan pilihan pendidikan pada jenjang sarjana, magister, dan doktor. Pada jenjang sarjana, program studi yang ditawarkan meliputi Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Elektro, Ilmu Komunikasi, dan Akuntansi. Untuk jenjang magister, UMI menawarkan Program Studi Kesehatan Masyarakat, sedangkan pada jenjang doktor tersedia Program Studi Hukum.
Pilihan tersebut memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa internasional untuk menempuh pendidikan dalam berbagai bidang keilmuan di UMI. Pengembangan program internasional juga membuka peluang interaksi akademik antara mahasiswa Indonesia dan mahasiswa dari negara lain. Melalui kegiatan pembelajaran dan penelitian, mahasiswa dapat saling mengenal pengalaman, perspektif, serta persoalan yang berkembang di negara masing-masing.
Bagi mahasiswa UMI, kehadiran mahasiswa internasional diharapkan turut memperluas pengalaman belajar dan kemampuan berkomunikasi dalam lingkungan yang semakin beragam.
Internasionalisasi yang Tetap Berlandaskan Nilai Ke-UMI-an
Sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, UMI menempatkan pengembangan pendidikan internasional dalam kerangka peningkatan mutu akademik, pelayanan, dan pembentukan karakter. Keterlibatan dalam Beasiswa KNB juga sejalan dengan pelaksanaan Catur Dharma UMI, yang mencakup Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, serta Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter.
Dalam konteks tersebut, internasionalisasi bukan semata-mata berkaitan dengan bertambahnya mahasiswa asing atau luasnya jaringan kerja sama. Internasionalisasi juga menuntut kesiapan kurikulum, kompetensi dosen, fasilitas, sistem administrasi, serta kemampuan universitas memberikan layanan yang memenuhi kebutuhan mahasiswa dari berbagai negara.
UMI terus mengembangkan penguatan tata kelola dan layanan digital melalui UMI Connection, sebagai bagian dari transformasi menuju Smart Islamic AI-Driven University. Pengembangan tersebut diharapkan turut mendukung peningkatan kualitas pelayanan akademik dan administrasi, termasuk bagi mahasiswa internasional.
Kepercayaan Pemerintah Harus Dijaga melalui Kualitas
Pertemuan antara Tim Monev Kemendiktisaintek dan jajaran pimpinan UMI berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif. Melalui kegiatan tersebut, UMI berharap memperoleh masukan yang dapat ditindaklanjuti untuk meningkatkan tata kelola program, kualitas pelayanan, dan kesiapan pengembangan Beasiswa KNB pada masa mendatang.
Bagi UMI, kepercayaan Pemerintah Indonesia menjadi pengelola Beasiswa KNB 2026 merupakan capaian yang patut disyukuri kepada Allah SWT. Namun, kepercayaan tersebut sekaligus membawa tanggung jawab untuk terus memperbaiki kualitas penyelenggaraan pendidikan dan memastikan mahasiswa internasional mendapatkan pengalaman belajar yang baik.
UMI ingin dikenal oleh mahasiswa internasional bukan hanya karena kesempatan beasiswa yang tersedia, tetapi juga karena kualitas pendidikan, pelayanan yang bertanggung jawab, dan lingkungan akademik yang menghargai setiap mahasiswa.
Dengan komitmen tersebut, Universitas Muslim Indonesia terus memperkuat kontribusinya dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi internasional sekaligus mendukung peran Indonesia dalam pengembangan sumber daya manusia dari negara-negara berkembang.
Alhamdulillah, kepercayaan ini menjadi motivasi bagi UMI untuk terus belajar, memperbaiki pelayanan, dan meningkatkan kualitas pendidikan bagi mahasiswa Indonesia maupun mahasiswa internasional. (Humas UMI)























































































































